Advertisement

iklan

Pivot dan Mid Pivot

Mid pivot berguna sebagai bantuan untuk penggunaan pivot, terutama apabila kita merasa market terlalu ranging

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dear traders, rasanya lama sekali saya tidak sharing di site ini yah. Mohon maaf, absennya saya selama ini memang dikarenakan kesibukan offline saya. Eh, tapi meskupun demikian, trading masing tetap di hati kok... hehehe. Kali ini saya akan kembali membahas satu indikator yang kemungkinan besar temen-temen trader sudah sangat akrab dalam penggunaannya, yaitu Pivot dan Mid Pivot.

Memang sih, di tulisan-tulisan saya terdahulu, saya sudah sering membahas tentang indikator yang satu ini. Pivot memang selalu dikaitkan dengan pemahaman tentang support-resistant, karena garis-garis pivot digunakan sebagai pedoman support-resistant. Pedoman perhitungan pivot point tentunya sudah diketahui oleh temen-temen trader kan? (Iya kalau lupa rumusnya juga nggak apa-apa sih, yang penting kan bisa paham pakainya)

Selain dengan rumus baku perhitungan pivot, ada juga sih temen trader yang menggunakan fibonacci retracement sebagai dasar penarikan pivot ini.  Mm... kalo gak salah saya juga dah pernah membahas tentang penggunaan fibonacci retracement ini sebagai pivot. Yah... kalo temen-temen udah lupa, lain kali deh saya akan coba bahas plus kasih contoh lagi. Harap sabar... hehehe...

Untuk kali ini saya akan membahas dulu tentang mid pivot yah... Mid pivot berguna sebagai bantuan untuk penggunaan pivot, terutama apabila kita merasa market terlalu ranging sehingga jarak antar garis-garis support, pivot dan resistant yang didapat kerasa kejauhan.

Saya biasa menggunakan time frame 4 H, sehingga dengan bantuan mid pivot, kita bisa mendapat support-resistant yang gak terlalu jauh.

Silahkan perhatikan chart berikut:

Penggunaan Pivot dan Mid Pivot di EUR/USD 4H

 

Pivot saya tandai dengan warna biru (aqua)
Support dengan warna merah
Resistant dengan warna putih
Nah, garis-garis mid pivot saya tandai dengan warna kuning.

Perhatikan bagaimana chart bergerak disekitar garis-garis mid pivot tersebut. Kadangkala mid pivot bisa menjadi support/resistant yang sama kuat dengan support/resistant yang ‘sesungguhnya’ loh! Hmm... tertarik menggunakan mid pivot untuk melengkapi pivot anda? Mari silahkan...bisa langsung download Pivot dan Mid Pivot. Anda juga boleh memasang hanya indikator pivotnya, dan silahkan dipasang berbarengan dengan mid pivotnya apabila diperlukan.

Happy trading!

126907

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.

Tri Lili
pusing ane liat chartnya >.
Abay Darmawan
midpoint kelihatanx lumayan buat nandai bounce,tapi penggunaanx masih lebih diprioritaskan pada suport2 & resitan2 yang utama kan?
Ardan Santosa
Indikator pivotnya cukup membingungkan karena tidak berupa garis support dan resistan yang solid. Jika pergerakannya seperti itu malah lebih jelas menggunakan channel saja.
Sanny04.wijaya
to ardan. chnnl bukanny penanda tren? msk bs dpk jg bwt nyri grs sr? lgian kn pnghtngnny uda beda, d chnnl tnggl ngtr parameterny ja, sdngkn d pp kudu ada phtngn dr hrg2 ttinggi, trendh, & pnutupn sblmny.
Ardan Santosa
@Sanny: Banyak indikator yang sebenarnya bisa digunakan sebagai garis-garis support dan resistan, tidak hanya fibonacci atau pivot point saja. Contohnya garis MA, garis tren, atau bahkan channel yan meberi batasan-batasan tertinggi dan terencah dari pergerakan harga bisa juga digunakan sebagai level support dan resistance. Pada indikator tren perwujudan garisnya perlu disesuaikan dulu dengan arah tren yang sedang terjadi, tapi pada channel sudah bisa diidentifikasi sebagai level-level support dan resistan pada harga.