OctaFx

iklan

Pola Candlestick Shooting Star, Cara Ampuh Penanda Reversal

268419

Cari tanda-tanda reversal, bang? Nah ini dia satu rahasia dapurnya; pola candlestick Shooting Star! Mau tahu kenapa pola satu bar itu ampuh buat indikator reversal?

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Cari tanda-tanda reversal, bang? Nah ini dia satu rahasia dapurnya; pola candlestick Shooting Star! Mau tahu kenapa pola satu bar itu ampuh buat indikator reversal? Ikuti artikel ini sampai paham betul di luar kepala.


shootingStar
Menurut hukum ketiga Newton, setiap aksi memiliki konsekuensi (reaksi) sama kuat dan berlawanan arahnya. Oke, ga usah beribet lagi, petuah om Newton tadi adalah dasar dari logika terbentuknya pola candlestick shooting star!


Shooting Star Dibentuk Dua Pihak Berlawanan Dengan "Volume" Berbeda.

Ingat dengan primbonnya om Newton tadi? Kedua belah pihak (buyer vs seller) bergerak dengan arah yang berbeda. Buyer akan berusaha sekeras mungkin untuk menggerakkan harga setinggi mungkin. Sebaliknya, seller juga "ngotot" menekan harga serendah mungkin.

Nah, menurut fisikawan legendaris tadi jika salah satu pihak berusaha "mencampakkan" (bergerak meninggalkan) pihak lain, maka pihak tersebut akan terpengaruh oleh kekuatan reaksi pihak lawan. Bingung? Jadi begini, misalnya saat buyer berusaha melambungkan harga, pada saat itu juga dia harus menanggung kekuatan reaksi dari seller.

Masih pusing?

Pola Candlestick Shooting Star adalah bukti dari teori hukum pergerakan ketiga. Saat para Bull trader sedang dalam reli untuk menaikkan harga, kontinutitas trend-nya akan dipengaruhi oleh kekuatan reaksi seller. Kekuatan reaksi tersebut ditentukan oleh besar volumenya.

Jika volume buyer saat itu masih lebih besar dari volume seller maka reli akan berlanjut. Namun, apabila volume posisi short (jual) lebih banyak secara mendadak, bersiaplah untuk menangkap sinyal reversal.

Tanda-tanda reversal mulai nampak saat candlestick menunjukkan harga closing terpatri tidak jauh dari opening sedangkan harga high-nya telah jauh meninggalkan badan candlestick. Pada momen itu daya beli para bull telah mencapai titik resistensi dan tak mampu lagi menanggung kekuatan reaksi dari para seller.

shootingStar


pola shooting star

 

Dengan begitu, terbentuklah pola candlestick shooting star. Panjang upper shadow harus lebih panjang dari badan dan sebisa mungkin tidak memiliki lower shadow (atau jauh lebih pendek dari badan).


Tips Dan Trik Penggunaan Pola Candlestick Shooting Star

Ini nih satu pesan penting yang harus trader simpan baik-baik di catatan: jangan langsung bereaksi terhadap semua pola candlestick shooting star! Loh, kenapa?

Perhatikan bahwa tingkat akurasi dari pola tersebut bergantung dari beberapa faktor berikut: time frame dan tingkat resistansinya.

Disarankan menggunakan time frame harian (D1) jika Anda baru mulai belajar bertrading dengan pola-pola candlestick. Hal tersebut dikarenakan time frame rendah (di bawah H4) beresiko tinggi menghasilkan noise yang justru akan memberikan fake signal.

Begitu juga dengan garis resistansinya. Jelas bahwa pola tersebut digunakan untuk menginformasikan reversal. Oleh karena itu, pastikan bahwa pola tersebut muncul saat harga mendekati garis resistensi. Selain itu, perhatikan pula di mana garis supportnya untuk menentukan posisi exit-nya. (Baca juga: cara menentukan garis support-resistance)

shootingStarResistance

 

Akurasi dari pola candlestick shooting star bisa dijamin memiliki probabilitas tinggi apabila Anda memperhatikan kedua aspek di atas. Selamat ber-trading!

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.