Advertisement

iklan

Pola Rectangle

Ketika kita melihat market yang terkadang bergerak kecil-kecil, apakah Anda mengira market akan berhenti bergerak? Justru dengan pergerakan kecil inilah kita bisa mengidentifikasi pergerakan selanjutnya dengan cara mendeteksi pola rectangles. Apa itu pola rectangles? Dan bagaimana pola tersebut terjadi market? Yuk kita bahas lebih lanjut di bawah ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pergerakan pasar memang terus berubah-ubah. Bahkan adakalanya market hanya bergerak sedikit-sedikit saja tanpa menunjukkan perubahan yang signifikan. Jika Anda mengira bahwa hal tersebut adalah pertanda bahwa market akan berhenti bergerak, Anda salah. Justru dengan pergerakan kecil inilah kita bisa mengidentifikasi pergerakan selanjutnya dengan cara mendeteksi pola rectangle. Apakah pola rectangle itu? Dan bagaimana pola tersebut terjadi dalam market? Mari kita bahas lebih lanjut di bawah ini!

Pola rectangle adalah pola penerusan panjang. Biasanya target penerusan harga dapat diukur dengan mengukur lebar rectangle, jarak rectangle, atau level harga support atau resistance yang akan dicapai. Dalam menentukan target harga seperti ini sebaiknya kita mengidentifikasi polanya secara lebih detail. Misalnya dengan memperhatikan konsolidasi pergerakan. Kita lihat apakah momentumnya cukup kuat untuk bergerak panjang atau tidak. Biasanya harga akan mengalami perpanjangan jika rectangle yang terbentuk kurang berarti, atau terbuat dari konsolidasi yang sempit dan dalam periode waktu yang lama.

Perbedaan pemahaman seseorang terhadap suatu bentuk dengan bentuk yang lainnya juga bisa menimbulkan perdebatan. Hal tersebut sah-sah saja, toh meskipun banyak perbedaan pendapat, tetap pasarlah yang nantinya akan menentukan pergerakan harga. Jika semua orang sepakat terhadap satu harga wajar, maka harga di market trading tidak akan pernah bergerak naik ataupun turun.

Pola rectangle ini pada dasarnya terbentuk dengan dua garis horizontal yang menunjukkan batas atas dan bawah yang dikenal sebagai support dan resistance. Di sini, kita akan membagi jenis-jenis pola rectangle menjadi dua bagian yaitu: Bullish Rectangles dan Bearish Rectangle.

Bullish Rectangle
Berikut ini contoh dari sebuah bullish rectangle. Setelah uptrend, harga berhenti untuk berkonsolidasi sejenak.

Pola
Pola

Bearish Rectangle
Sebuah persegi panjang bearish (bearish rectangle) terbentuk ketika harga terkonsolidasi untuk sementara waktu selama downtren. Hal ini terjadi karena penjual mungkin perlu untuk berhenti sejenak sebelum menutup posisi mereka karena target belum tercapai.

Pola

Pola

Sangat penting bagi trader untuk memahami pola-pola tersebut. Pola masih mempunyai arti yang bias sampai harga berhenti di atas level resistance atau di bawah level support. Akan semakin jelas kalau harga membentuk pola rectangle yang bisa terjadi akibat adanya pola Triple Top/Triple Bottom.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.

Bos Kecil
Trading pas waktu menembus resisten ato support yaa brarti? Timeframe yang baik buat trading rectangle pke TF apa yaa?
Fajrul Hanaffi
trading pola chart biasanya bisa di timeframe mana aja. tapi makin tinggi timeframe makin valid sinyalnya. makin mudah diikuti juga karna pergerakan harga keliatan lebih anteng untuk diamati pola khusus pergerakannya
Santosa
Pola rectangle ni apa cuma bisa diukur dari panjangnya aja? Kalo diliat dari lebarnya apa juga bisa dianalisa bakal terjadi penerusan tren sideways atau justru reversal?
Subakti
Panjang pola di sini bukan untuk melihat arah harga, melainkan untuk memperkirakan seberapa panjang penerusan harga akan terjadi. Di sini panjang pola bisa menjadi besaran minimum dari penerusan harga. Tentunya harga bisa melanjutkan tren dengan besaran yang lebih besar dari panjang pola rectangle. Mengenai arah harga, sepertinya sudah cukup jelas bahwa pola rectangle ini hanya mensinyalkan penerusan. Walaupun bisa juga terjadi false sinyal dimana harga justru berbalik. Namun dari penjelasan di sini bisa diartikan bahwa kita bisa melihat pola rectangle sebagai penerusan. Ketika pola rectangle muncul sebagai konsolidasi uptren harga, maka bisa ditafsirkan berikutnya harga masih akan melanjutkan uptren minimal sebesar panjang pola rectangle. Begitupun untuk pola yang muncul sebagai konsolidasi downtrend harga.
Si Putra
ane msi krg ngrti sm ket soal Pola masih mempunyai arti yang bias sampai harga berhenti di atas level resistance atau di bawah level support. tu mksudx apa ya?
Subakti
Artinya sinyal penerusan dari pola tersebut masih belum terkonfirmasi. Meskipun dari contoh di atas kita bisa mencerna bahwa pola rectangle bisa menandakan penerusan tren, namun bila harga masih belum ditutup di atas resistance (uptrend) atau di bawah support (downtrend) maka pola rectangle tersebut belum benar-benar mengindikasikan penerusan. Maka dari itu ada pula metode entry yang menyarankan kita open saat sinyal pola rectangle sudah terkonfirmasi, yakni saat ada harga ditutup di atas resistance atau di bawah resistance.
Iyus**
napa musti nunggu sampe ada harga di atas/bwh s/r? sewaktu hrga udh mulai menurun shbs bentuk pola rectangle kt udh bisa langsung ambil sell kan?
Subakti
Tentu saja untuk mengkonfirmasi. Ini adalah salah satu cara entry dengan sinyal yang cukup valid. Memang untuk strategi entry masing-masing individu bisa punya aturannya sendiri-sendiri. Semakin realistis aturannya semakin valid juga sinyal dan semakin besar pula peluang profitnya. Coba bandingkan lebih realistis mana kita entry dengan menunggu konfirmasi sinyal penerusan dari penutupan harga atas support dan resistance dengan entry hanya dari melihat harga naik atau turun saja setelah pola rectangle terbentuk. Darimana bisa tau harga sudah mulai meninggalkan konsolidasinya dan melanjutkan tren kalau hanya melihat naik turunnya saja? Bisa jadi pergerakan itu hanya fake, sehingga untuk membedakan mana sinyal yang asli dan palsu bisa kita pastikan lebih lanjut dengan penutupan harga di atas atau di bawah resistance atau support.
Bambang Priyono
Maksudnya saat harga belum menembus level-level support dan resistance, belum jelas apakah pola akan membentuk tren bullish atau bearish. Seperti yang banyak dijelaskan dalam keterangan mengenai garis-garis support dan resistance, pola harga diprediksi akan mengalami tren naik jika breakout dari poin reversal dan akan mengalami downtrend kalau sanggup menembus level support. Jadi yang disarankan disini adalah memahami pola-pola yang terjadi dalam level-level support dan resistance, agar perkiraan untuk tren berikutnya dapat dilakukan secara tepat
Asrul Syahrian
@bambang: pola2 yg bs diamatin apa aja yaa? ane tertarik belajar pola ini nih, kayakx lbh ringkes drpd musti masang2 indikator
Bambang Priyono
Pengamatan grafik harga dengan pola-pola seperti itu memang bisa membuat trading lebih sederhana tanpa penggunaan indikator, tapi perlu dicermati kalau pencermatan pola pada grafik juga tidak memiliki peluang yang 100% akan benar.

Bentuk-bentuk pola yang sering diamati adalah pola segitiga, head dan shoulder, juga rectangle ini. Pembahasan yang lebih lengkap bisa didapat dari penjelasan di link ini.
Mari Yugi
wah ternyata da juga nih yang namanya pola rectangle / kotak . ane lebih dulu tau pola triangle / segitiga cuz emang ini sih yang paling umum. klo dari kenyataannya sendiri emang pola mana sih yang lebih sering ada?? kok kayaknya rectangle ini lebih familiar ya daripada pola triangle?? tapi malah nyatanya pola triangle yg lebih banyak dibahas .