OctaFx

iklan

Profesionalisme Trader: Mengupas Buku Smart Traders Not Gamblers (1)

113919

Anda barangkali pernah mengalami kerugian bertubi-tubi. Buku ini membantu Anda mengenali tabiat apa saja yang perlu di-eliminasi agar bisa bangkit lagi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mungkin Anda para trader (khususnya pemula) pernah mengalami kerugian berurut-turut namun bisa segera memperbaiki keadaan dengan melakukan beberapa modifikasi pada cara trading Anda. Namun jika Anda ternyata tidak mampu menemukan akar permasalahan mengapa Anda sampai dihantam bertubi-tubi, mungkin Anda tidak akan pernah bangkit lagi. Karena Anda tidak pernah tahu apa akar permasalahannya mengapa pasar sampai sekejam itu menghajar Anda, maka Anda akan selamanya merasa ragu pada kemampuan trading Anda. Jika Anda mengalami situasi seperti ini, Anda akan semakin kehilangan keberanian untuk kembali bertarung di pasar.

Profesionalisme Trader: Mengupas Buku Smart

Trader Pemula

Trader pemula begitu terpesona pada para seniornya yang bisa mendulang uang dengan cepat dari pasar. Namun celakanya, cukup banyak pemula yang langsung merasa mampu bertarung di pasar tanpa mengetahui bahwa pasar itu ibarat medan perang yang tak kenal belas kasihan. Mereka dengan penuh percaya diri terjun ke tengah-tengah padang Kurusetra tanpa terlebih dahulu melatih ilmu yang mereka peroleh. Mereka lupa bahwa bahkan seorang panglima perang pun tentu pernah melewati masa latihan dengan berlatih tempur dengan musuh bohongan. Pada kenyataannya, pasar bisa dengan mudah membinasakan modal seorang trader pemula lebih cepat daripada satu helaan nafas Anda. Di bawah ini sedikit gambaran dari trader pemula, di antaranya:

1. Menunda–nunda
Hal ini tidaklah bagus karena setiap harinya market bergerak sangat cepat. Suatu ide hasil riset yang bagus tidaklah muncul setiap hari, untuk itu sangatlah penting untuk bergerak secepat mungkin sebelum market meninggalkan Anda. Namun, trader pemula mungkin terlambat bergerak dikarenakan rasa takut bahwa dirinya tidak cukup pengalaman, meskipun sebenarnya dia bisa menggunakan stop-loss untuk membatasi kesalahan.

2. Berspekulasi
Trader muda atau yang masih pemula biasanya lebih berani dalam menangggung resiko yang lebih besar. Mereka biasanya lebih berani untuk berspekulasi meskipun mereka tidak benar-benar mengerti bagaimana melakukan analisa. Sebagai hasilnya, hasil kesalahan dari efek spekulasi ini bisa menimbulkan trauma ketakutan dalam melakukan open posisi di kemudian hari.

3. Modal Minim
Kebanyakan trader pemula memulai trading dengan modal yang minim dengan iming-iming mendapatkan profit yang besar. Ada baiknya kita menyiapkan modal yang cukup sebelum memutuskan untuk trading. Ibaratnya Anda sebagai nahkoda kapal, dengan semakin besar kapal yang anda punya, semakin kuat pula Anda dalam menerjang ombak yang besar.

4. Tidak mau belajar dan Berlatih
Jika suatu pair mata uang atau produk trading tiba-tiba turun banyak, trader pemula biasanya hanya berharap akan naik kembali dan menahan floating loss nya. Suatu faktor yang sangat penting dalam berinvestasi adalah mempertanyakan sebabnya. Kenapa turun? Apa yang terjadi? Dan ini adalah tanggung jawab trader untuk menemukannya.

5. Jangka pendek
Seperti sebelumnya telah disebutkan, trader muda atau pemula biasanya lebih memikirkan mendapatkan profit yang besar tanpa melihat resikonya. Trader pemula biasanya cenderung memikirkan bagaimana uangnya akan "berbuah" secepatnya (jangka pendek) dan tidak memikirkan goal investasi jangka panjang. Jadi ada banyak penyebab kerugian. Salah satu dari tiga masalah di atas bisa jadi merupakan penyebab kerugian Anda. Yang penting, ketika kerugian datang tiada henti, sebaiknya Anda segera melakukan indentifikasi masalah sehingga Anda bisa dengan cepat mengantisipasi dan memperbaiki keadaan. Akhirnya, mereka yang mau melakukan evaluasilah yang akan meraih kesuksesaan karena belajar dari pengalaman yang selama ini terjadi. Sungguh merugi jika ada seorang trader yang terus merugi dan merugi. Pekerjaannya hanya Depost dan Injek dana, namun tak pernah menikmati keuntungan dari setiap perdagangan

 

Memaknai Trading

Tampaknya ada sejumlah opini yang berkembang di masyarakat tentang dunia trading. Dimana dunia trading ini adalah dunia hitam dan putih, untung dan rugi, atau menang dan kalah. Namun sepertinya yang mendominasi pemikiran mereka adalah hitam, rugi, dan kalah. Tidak heran, jika terdapat sejumlah traders yang belum memiliki niat kuat menekuni bisnis ini. Bahkan, mereka belum memahami seluk-beluk trading dan kiat-kiat menjadi trader profesional.

Yang dimaksud trading sendiri adalah kegiatan membeli ketika harga sedang rendah dan menjual ketika harga naik, untuk memperoleh keuntungan dengan cepat. Sesuatu yang diperjualbelikan bisa berupa saham, mata uang asing, komoditas, dan sebagainya. Sementara investasi adalah penempatan sejumlah uang atau modal dalam sejumlah instrumen seperti saham, emas, dan obligasi, dengan harapan uang tersebut akan bertambah.

Banyak trader yang memiliki nyali kecil. Mereka dibayang-bayangi rasa gagal dan bangkrut. Memang, survei membuktikan bahwa hanya 10% trader yang sukses dengan konsisten, sedangkan 90% lainnya mengakhiri karier trading dengan kegagalan. Banyak trader belum memahami apa yang harus mereka lakukan, seperti mengetahui saham, pair atau instrumen potensial, mengetahui level beli yang baik, atau mengetahui saat yang tepat kapan merealisasikan keuntungan.

Ada trader yang mengetahui poin-poin yang saya sebut di atas tadi. Mereka kadang masih terjebak dalam kegagalan karena mereka tidak bisa melakukan apa yang direncanakan sebelumnya. Artinya, ciri trader yang sukses harus bekerja sesuai planning yang telah dibuatnya. Ada banyak  trader profesional telah menulis pengalamannya menjadi buku yang bisa dinikmati, di antaranya adalah Alexander Elder, Van K Tharp, David Novac, Chuck Mellon, Martin J. Pring, dan Jesse Livermore. Trader profesional memiliki Mind MAPS, yaitu mindset, analisis, strategi, manajemen, dan psikologi trading, dimana pola-pola tersebut dibahas secara tuntas dalam buku Smart Traders Not Gamblers karya Ellen May.

Seringkali seorang trader merasa bingung ketika harus mengambil keputusan dengan cepat dan tepat di saat yang penuh dengan ketidakpastian. Ketika harga mata uang  mengenai level cut loss dan transaksi telah dieksekusi, ternyata market berbalik arah dan trader menyesal karena seharusnya dia memperoleh keuntungan. 

Ada pula trader yang merasa tidak percaya diri akan hasil analisanya sendiri, dan lebih memilih untuk mengikuti analisa trader lain yang dianggap lebih senior. Padahal tidak jarang, analisa yang sudah ia buat benar-benar terjadi dan akhirnya menyesal karena sudah mengikuti analisa trader lain. Trader telah membekali dirinya dengan berbagai metode analisa baik teknikal maupun fundamental, namun kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Jika demikian, bagaimana caranya seorang trader pemula dapat menjadi seorang profesional?

(bersambung)

Sumber: Buku Smart Traders Not Gamblers By: Ellen May

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.