iklan

Profil Joe Biden, Presiden Baru AS Yang Bikin Trump Keok

Pada pemilu yang digelar di tahun 2020, masyarakat Amerika Serikat memilih Joe Biden, seorang pria berumur 78 tahun untuk menjadi pemimpin negara mereka. Seperti apa sosoknya?

iklan

iklan

Kita semua tentu setuju jika 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan dan kejutan di segala sisi. Mulai dari pandemi tak kunjung usai, kondisi ekonomi terguncang, hingga Pemilu Presiden AS yang jadi buah bibir di seluruh dunia.

Sebagai negara adidaya dengan salah satu mata uang terkuat di dunia, profil pemimpin Amerika Serikat tentu akan disoroti. Setiap kebijakan yang dibuat Presiden dan perangkat pemerintahnya sedikit banyak akan mempengaruhi nilai tukar Dolar AS.

Setelah melewati pemilu yang penuh drama, akhirnya nama Joe Biden diumumkan sebagai presiden terpilih dan mengalahkan Donald Trump.

Jadi, siapakah Joe Biden itu?

Bagaimana pandangan politik Joe Biden?

Dan yang paling penting bagi trader forex: Bagaimana proyeksi perekonomian AS di tangan Joe Biden?

Artikel kali ini akan mengulas profil Joe Biden, Presiden Amerika Serikat ke-46 yang memupuskan impian Donald Trump untuk menjabat 2 periode.

 

Profil Joe Biden: Presiden AS Yang Terjun Di Dunia Politik Sejak Usia Muda

Sosok yang memiliki nama lengkap Joseph Robinette Biden Jr dan lahir pada 20 November 1942 ini bukanlah orang baru di dunia politik AS. Beberapa orang mungkin telah kerap mendengar namanya sejak menjadi wakil presiden Barack Obama pada masa jabatan 2009-2017. Namun, karir Joe Biden telah dimulai jauh sebelum itu.

Meskipun Joe Biden kini menyandang gelar sebagai presiden tertua AS saat menjabat (78 tahun), dia adalah salah satu senat termuda ketika menapaki dunia politik. Penyandang gelar sarjana hukum ini telah menjadi anggota Senat Delaware sejak umur 29 tahun. Dia tergabung sebagai anggota Senate Foreign Relations Committee, hingga akhirnya menjadi ketua komite tersebut.

profil joe biden

Kehandalan Biden di dunia politik dibuktikan dengan terpilihnya ia sebagai senat Delaware sebanyak 6 kali, dan menjadi senator paling senior keempat sebelum akhirnya mengundurkan diri di tahun 2008 karena menjalankan tugas baru sebagai wakil presiden Barack Obama.

 

Kehidupan Pribadi Dan Pandangan Politik Joe Biden

Biden merupakan anak sulung dari keluarga Katolik, dan mengalami tentangan dari keluarga ketika akan menikahi istrinya. Dari pernikahan tersebut, Biden memiliki 3 anak yaitu Beau Biden, Hunter Biden, dan Amy Biden. Sayangnya, pernikahan tersebut hanya berlangsung selama 6 tahun karena sang istri, Neilia Hunter, tewas dalam kecelakaan mobil.

Selain menjadi politikus, Biden juga sempat menulis 2 buku yaitu "Promises To Keep" (2008) dan "Promise Me, Dad" (2017). Kedua buku tersebut secara garis besar berisi perjuangan hidup yang dia alami seperti momen-momen kehilangan istrinya, merelakan anak pertamanya (Beau) meninggal karena kanker otak, serta dinamika karir yang membuatnya ia ingin menyerah sebagai politikus pada suatu titik.

Di buku "Promise Me, Dad", Biden juga menyatakan alasannya untuk tidak ikut serta dalam Pilpres 2016. Dia membutuhkan waktu untuk berduka cita atas meninggalnya Beau Bidden. Selain itu, pencalonan Hillary Clinton juga semakin menciutkan nyalinya, karena Obama telah menyatakan dukungannya pada istri mantan presiden Bill Clinton tersebut.

Sebagai anggota partai Demokrat, Biden menyatakan diri sebagai pribadi yang liberal namun agak konservatif pada beberapa hal. Dia mendukung hak-hak dan kebebasan sipil, kesejahteraan lansia, serta perawatan kesehatan; namun kurang menyetujui soal aborsi dan wajib militer.

joe biden dalam debat terbuka

Selama tahun-tahun awalnya di Senat, Biden berfokus pada perlindungan konsumen dan masalah lingkungan. Ia juga menyerukan akuntabilitas pemerintah yang lebih besar. Negosiasinya dengan anggota Kongres dari Partai Republik berhasil meloloskan berbagai undang-undang yang berhubungan dengan perekonomian, antara lain:

  • Undang-Undang Bantuan Pajak 2010, yang menyelesaikan kebuntuan perpajakan;
  • Undang-Undang Pengendalian Anggaran tahun 2011, yang menyelesaikan krisis pagu utang;
  • American Taxpayer Relief Act of 2012, yang membahas "jurang fiskal" yang akan datang.

Dia juga memimpin upaya untuk mengesahkan perjanjian New START antara Amerika Serikat - Rusia dan membantu merumuskan kebijakan AS terhadap Irak. Hasilnya, ada penarikan pasukan AS pada tahun 2011.

Setelah penembakan Sekolah Dasar Sandy Hook, Biden memimpin Gugus Tugas dalam menangani Kekerasan Senjata. Pada Januari 2017, Obama menganugerahi Biden Presidential Medal of Freedom dengan catatan istimewa.

 

Proyeksi Perekonomian AS Di Era Pemerintahan Biden

Dari rekam jejaknya, Biden terkesan lebih lunak dalam hal penyaluran stimulus untuk kesejahteraan masyarakat luas. Sekilas, ini seperti hal yang bagus. Namun, tidak akan pernah ada kebijakan ekonomi yang bisa menyenangkan seluruh pihak.

Pada kampanyenya, Biden telah menyatakan bahwa penanganan COVID-19 akan menjadi salah satu fokus utamanya. Ia juga menyatakan bahwa sudah saatnya kembali menyatukan kembali Amerika Serikat yang sempat terpecah karena beragam gejolak internal dan eksternal. Berikut pidato pertamanya ketika diumumkan sebagai pemenang Pemilu 2020: 

Berbeda dengan Trump yang terkesan meledak-ledak dan "hobi" menyulut pertikaian dengan negara-negara lain (terutama China), para pelaku pasar melihat bawa era pemerintahan Biden akan lebih akomodatif. Efeknya, Dolar AS lebih kalem, bahkan cenderung tertekan. Pasalnya, gelontoran stimulus berpotensi menurunkan nilai Greenback.

Para pelaku pasar pun bersiap menyambut Janet Yellen, mantan Ketua the Fed yang digadang-gadang menjadi Menteri Keuangan pada era pemerintahan Biden. Kepada CNN, Yellen menyatakan bahwa Biden akan menaikkan upah minimum federal menjadi $15 per jam. 

Padahal, tanpa kenaikan upah minimum sekalipun, pajak korporat AS dirasa sudah tinggi. Ditambah lagi, suku bunga rendah yang kini diterapkan oleh The Fed juga dianggap tidak menarik oleh para investor. Jangan abaikan juga pandangan Biden soal industri minyak. Dalam sesi debat Oktober 2020 lalu, ia menyatakan: "Industri minyak menghasilkan polusi signifikan. (Industri ini) harus digantikan dengan energi terbarukan dari waktu ke waktu."

Biden telah berencana untuk mengeliminasi jejak karbon AS per 2050. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kebijakan Trump yang secara agresif ingin menjadikan Amerika Serikat sebagai negara produsen minyak terbesar di dunia, bersaing dengan China. 

mengukur dampak biden

Demikianlah profil dari Joe Biden, Presiden Amerika Serikat ke-46. Menjadi Presiden Negara Adidaya dalam kondisi seluruh dunia tengah dihantam pandemi, tentu bukan tugas yang mudah. Namun dengan rekam jejaknya yang cukup panjang di dunia perpolitikan negeri Paman Sam, aksi-aksi Biden selanjutnya tentu layak disimak. 

 

Sebagai trader forex, sangat penting untuk mengikuti berita-berita ekonomi dari negara mata uang mayor seperti Amerika Serikat. Setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah maupun bank sentral, bisa menggoncang sentimen pasar secara global. Selain Biden, Anda juga perlu kenal dengan Jerome Powell, ketua The Fed yang bertugas untuk menjaga kestabilan mata uang AS.

Download Seputarforex App

294996

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone