Rahasia Trend Up Dari 61.8 Fibonacci Retracement

105721

Cara ajaib untuk membaca pergerakan pasar, hanya dengan memanfaatkan level Fibonacci Retracement 61.8 dan 38.2.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Fibonacci Retracement termasuk salah satu perangkat trading teknikal paling populer di kalangan trader forex. Level-level Fibonacci Retracement yang secara ajaib menandai pergerakan harga di atas grafik telah dijadikan patokan entry dan exit pasar oleh banyak orang. Namun, tahukah Anda, level Fibonacci Retracement berapa yang paling penting dan populer? Tepatnya, ada dua level, yakni 0.618 (61.8%) dan 0.382 (38.2%). Apa yang membuat level-level ini dianggap penting dan amat populer?

Ada trader mancanegara yang mengatakan, "taruh saja Fibonacci Retracement di atas grafik apapun, nanti pasti harga akan 'bounce' dari salah satunya". Oleh karena itu, ia hanya berfokus pada level 61.8 dan 38.2 saja saat menggunakan Fibonacci Retracement untuk strategi trading apapun. Hal ini meningkatkan efisiensinya dalam memanfaatkan tools, sekaligus menghindari kebingungan saat muncul banyak titik pembalikan harga (swing points) di atas grafik.

Ya, apabila Anda menggambar Fibonacci Retracement di atas grafik apapun, maka kemungkinan besar nampak bahwa harga cenderung breakout setelah mencapai level 61.8, kemudian mundur sejenak (retrace) dan tertahan sebentar di level 38.2, tetapi lanjut melonjak (trend up) atau merosot (trend down) setelahnya. Situasi ini tidak pasti terjadi setiap saat, tetapi cukup sering muncul. Contohnya nampak dalam tangkapan layar berikut ini:

Fibonacci Retracement

Perhatikan bagaimana harga sempat tertahan sebentar di level 61.8 yang bertepatan dengan level terendah (low) terdekat sebelumnya, tetapi kemudian merosot drastis. Posisi level 61.8 yang bertepatan dengan perhentian pergerakan harga sebelumnya itu disebut sebagai confluence. Perhatikan juga bagaimana harga tertahan di level 38.2 sebelum kemudian terjun bebas hingga mencetak level terendah (low) pada level Fibonacci 0. 

Untuk menggambar grafik seperti ini, Anda perlu mengikuti langkah-langkah:

  1. Identifikasi tren yang sedang berlangsung di atas grafik, apakah bearish atau bullish.
  2. Tarik garis Fibonacci Retracement: Dalam kondisi bullish, temukan level terendah (swing low) sebagai permulaan garis, kemudian tarik hingga level tertinggi (swing high) sebagai akhir garis. Dalam kondisi bearish, temukan level tertinggi (swing high) sebagai permulaan garis, kemudian tarik hingga level terendah (swing low).

Anda bisa berfokus pada dua level Fibonacci ini saja dan meniadakan level-level Fibonacci lain (bisa diatur dalam setup parameter di platform trading). Selanjutnya, perhatikan apakah ada confluence saat harga menembus level 61.8. Apabila ada confluence, maka itu bisa jadi sinyal trading yang cukup menguntungkan. Namun, jika tak ada confluence, maka relevansi penembusan harga ke bawah level 61.8 itu menjadi berkurang.

Bagaimana cara memanfaatkannya dalam strategi trading forex Anda? Ada dua hal yang perlu diperhatikan:

  1. Level 38.2 menandai koreksi terbatas (retracement) dari tren yang sedang berlangsung. Pergerakan harga bisa jadi akan sideways dalam waktu lama ataupun sejenak saja di kisaran level ini, tetapi kemudian bakal melanjutkan tren harga sebelumnya (trend continuation).
  2. Level 61.8 menandai koreksi yang lebih signifikan. Setelah mencapai level ini, harga bisa melanjutkan tren sebelumnya (trend continuation) apabila terjadi bounce, tetapi harga juga bisa mengalami perubahan tren yang bersifat lebih permanen (trend reversal) apabila terjadi breakout. Penembusan level 61.8 menandakan bahwa harga berpotensi reli ke level tertinggi atau level terendah yang Anda jadikan sebagai patokan menggambar Fibonacci Retracement tadi.

Perhatikan tangkapan layar kedua di bawah ini yang diambil beberapa hari kemudian. Terjadi reli setelah harga berbalik naik hingga menembus level Fibonacci Retracement 38.2 dan 61.8. Bias pair USD/JPY pun berubah menjadi bullish.

Level Fibonacci Retracement 61.8 

Kedua tips ini paling cocok diintegrasikan untuk strategi trading dalam timeframe menengah ke atas, antara D1 atau lebih tinggi. Sebenarnya tak ada batasan timeframe resmi untuk penggunakan Fibonacci Retracement. Namun, akurasi bisa jadi berkurang ketika Anda menggunakan timeframe lebih rendah, karena terlalu banyak noise sehingga retracement dan reversal lebih sulit diidentifikasi.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.