Rangkuman Beberapa Indikator

67425

Berikut ini merupakan simpulan dari pengalaman saya menggunakan indikator chart pattern, moving average, pivot point, dan fibonacci.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Rangkuman Beberapa Indikator - twps2 - StarFishSetelah anda banyak membaca dari hasil Blogwalking maupun dari beberapa e-book yang membahas mengenai forex, namun tidak banyak yang membahas mengenai kesimpulan-kesimpulan dari indikator yang mereka uraikan. Bagi sebagian trader yang telah expert ataupun midle, mungkin tidak akan mendapat masalah yang akan dia temukan pada saat pengaplikasiannya pada Meta Trader 4.

Namun bagaimana dengan yang baru/newbi dan belum begitu mengenal dengan dunia forex ? Dikarenakan masih sangat terbatas ulasan mengenai kesimpulan-kesimpulan dari beberapa indikator yang paling dasar dan yang paling sering digunakan oleh para trader, maka kali ini saya akan mencoba untuk membahasnya disini.

Berikut kesimpulan-kesimpulan dari beberapa indikator yang pernah saya gunakan dalam trading forex pada MT4 :

Rangkuman Indikator Chart Pattern

Bagi anda yang belum mengetahui mengenai Chart Pattern, anda bisa membacanya pada artikel saya yang sebelumnya berjudul Chart Pattern Double, apabila anda sudah membacanya, berikut rangkuman yang dapat saya berikan kepada anda :

Chart Pattern Terjadi Saat Jenis Sinyal Arah Sinyal
Double Top Up Trend Pembalikan Kebawah
Double Bottom Douwn Trend Pembalikan Keatas
Head & Shoulder Up Trend Pembalikan Kebawah
Inverse Head & Shoulder Down Trend Pembalikan Keatas
Rising Wedge Down Trend Kelanjutan Kebawah
Rising Wedge Up Trend Pembalikan Kebawah
Falling Wedge Up Trend Kelanjutan Keatas
Falling Wedge Down Trend Pembalikan Keatas
Bearish Rectangle Down Trend Kelanjutan Kebawah
Bullish Rectangle Up Trend Kelanjutan Keatas
Bearish Pennant Down Trend Kelanjutan Kebawah
Bullish Pennant Up Trend Kelanjutan Keatas

 

Rangkuman Indikator Moving Average

  • Dua jenis yang paling umum adalah Simple Moving Average dan Eksponensial Moving Average.
  • Simple moving average adalah bentuk paling sederhana moving average, tetapi mereka rentan terhadap lonjakan (spike) harga.
  • Eksponensial moving average bergerak menempatkan titik berat terhadap harga terbaru, yang berarti lebih menekankan pada apa yang para trader lakukan sekarang.
  • Hal ini jauh lebih penting untuk mengetahui apa yang para trader lakukan sekarang daripada melihat apa yang mereka lakukan minggu lalu atau bulan lalu.
  • Moving Average lebih halus dibandingkan dengan Eksponensial Moving Average.
  • Menggunakan eksponensial moving average dapat membantu anda dalam melihat suatu tren lebih cepat, akan tetapi rentan terhadap sinyal palsu.
  • Smooth moving average lebih lambat dalam merespon pergerakan harga, yang mana mampu menyelamatkan anda dari spike. Namun, karena reaksi yang ia hasilkan lambat, mereka dapat menunda anda dalam mengambil kesempatan untuk memasuki pasar yang dapat menyebabkan anda kehilangan beberapa peluang yang bagus.
  • Anda dapat menggunakan Moving Average dalam membantu anda untuk menentukan sebuah tren, kapan harus masuk, dan kapan ketika tren tersebut akan segera berakhir.
  • Moving average dapat digunakan sebagai support dan resistance dinamis.
  • Salah satu cara yang terbaik untuk menggunakan moving average adalah menggunakan beberapa moving average sehingga anda bisa melihat kedua pergerakan jangka panjang dan jangka pendek.

 

Rangkuman Indikator Pivot Point

Dimana rangkuman ini mudah untuk anda hafal yang nantinya akan membantu anda dalam membuat keputusan yang cerdas dengan pivot point :

  • Pivot point ialah teknik yang digunakan oleh para trader untuk membantu menentukan potensi support dan resistance.
  • Terdapat empat cara utama dalam menghitung titik-titik pivot;  Standar, Woodie, Camarilla, dan Fibonacci.
  • Pivot sangat berguna diperdagangan forex karena banyak pasangan mata uang yang biasanya berfluktuasi antar tingkat pivot. Sebagian besar waktu, harga berkisar antara R1 dan S1.
  • Pivot point dapat digunakan untuk tehnik bounce, break, dan trending.
  • Sentimen trader dalam menggunakan pivot point untuk membantu dalam menentukan bullish atau bearish dari pasangan mata uang yang ia perdagangkan.
  • Kesederhanaan pivot points jelas berguna dalam toolbox trading anda. Anda akan menjadi lebih sinkron dengan pergerakan pasar dan membuat keputusan perdagangan yang lebih baik.
  • Menggunakan analisis titik pivot saja saya rasa kurang cukup. Belajar menggunakan pivot points bersama dengan alat analisis teknikal lainnya seperti pola candlestick, MACD crossover, moving average crossover, stokastik, RSI, dll akan memungkinkan anda sukses dalam trading.

 

Rangkuman Fibonacci

Level Fibonacci yang untuk anda perhatikan adalah 23,6%, 38,2%, 50,0%, 61,8%, dan 76,4%. dan yang paling penting adalah 38,2%, 50,0%, dan tingkat 61,8%. Hal ini biasanya termasuk dalam pengaturan default pada perangkat lunak retracement fibonacci. Dimana seorang trader menggunakan tingkat retracement fibonacci sebagai potensi Support dan Resistance . Karena banyak para tarder mengawasi tingkat yang sama untuk posisi buy dan sell, maka fibonacci bisa menjadi suatu ramalan yang dapat memenuhi kebutuhan anda. Sedangkan level ekstensi Fibonacci  ialah 38,2%, 50,0%, 61,8%, 100%, 138,2% dan 161,8%. Dalam rangka menerapkan tingkat Fibonacci pada grafik anda, maka anda harus mengidentifikasi Swing High dan Swing Low poin. Swing high adalah candle dengan setidaknya dua puncak lebih rendah pada kedua sisi kiri dan kanan. Sedangkan swing low ialah lilin dengan setidaknya titik low dimana lebih tinggi pada kedua sisi kiri dan kanan.

Probabilitas sebuah keberhasilan dapat meningkat apabila menggunakan perhitungan fibonacci dengan dukungan lain dan tingkat resistensi, garis tren, dan pola candle untuk order serta stop loss. Setelah anda mengetahui ciri dari perhitungan serta pergerakan Fibonaaci, kemudian mana yang lebih baik ? Apabila menurut saya, seperti dalam menggabungkan perhitungan fibonacci retracement dengan support dan resistance, garis trend, dan candle untuk menemukan entri yang lebih baik, akan lebih baik untuk menggunakan pengetahuan anda mengenai perhitungan ini untuk suatu analisis lingkungan dimana untuk membantu anda dalam memilih titik stop loss yang baik. Sebisa mungkin, anda tidak boleh hanya mengandalkan tingkatan fibonacci sebagai titik support dan resistance sebagai dasar untuk penempatan stop loss. 

Ingat, penempatan stop loss bukanlah suatu hal yang pasti, akan tetapi jika anda dapat memiringkan peluang dalam mendukung anda dengan menggabungkan beberapa indikator lain, maka bisa membantu anda dalam memberikan sebuah titik keluar yang lebih baik, lebih banyak ruang untuk perdagangan anda untuk bernapas, dan mungkin profit yang lebih baik dan beresiko sangat kecil.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Royfebriano
Master apa tidak pernah pakai oscilator untuk trading? Mohon rangkumannya soal indikator jenis ini Tanks
Darmadji Anum
bagaimana cr memperoleh periode yg tepat untuk ma? klau tiap2 ma punya kelebihan & kekurangan sendiri, apa bisa diatasi dgn pengambilan periode yg tpt? yg dmksud dgn mnggunakan bbrp moving average itu apa? apa dgn mnggunakan s1 jnis ma dgn bbrp periode yg brbeda atau menggunakan bbrp jnis ma dgn periode yg sama?
Fauzie Arie
Darmadji. Bagaimanapun juga tidak ada satu indikatorpun yang memiliki kesempurnaan dalam hal memperkirakan pergerakan harga. Baik EMA ataupun SMA memiliki karakter yang dapat disesuaikan dengan keinginan trader.

Dari sini anda perlu memahami kebutuhan trading anda sendiri, apakah lebih memerlukan garis MA yang merespon cepat tapi banyak false sinyal atau yang lebih aman tapi merespon lambat. Tentu saja itu juga harus dilengkapi dengan perhitungan resiko dari masing-masing kelemahan yang dimiliki jenis-jenis MA tertentu.

Penggunaan beberapa MA dapat diartikan sebagai kedua hal yang anda sebutkan diatas. Dalam penggunaannya, lebih banyak yang menggunakan varian periode MA daripada jenis MAnya sendiri.
Candraaaa
kenapa disini hanya pivot point yg disebut sebagai indikator yg perlu menggunakan indikator lain juga. apa disini pivot point satu2nya indikator yg g bisa berdiri sendiri? kalau ma atau chart pattern berarti bisa ya dipasang sendiri aja?
Fauzie Arie
Candraa. Sebenarnya tiap indikator bisa dikombinasikan dengan indikator lain untuk menghaluskan sinyal trading dari salah satu indikator yang dipilih. Pivot point disini lebih ditekankan karena analisa bounce atau breakout jika hanya menggunakan level-levell pivot saja maka akan lebih sulit untuk diartikan, karena kecenderungan fakeout masih besar. Pada dasarnya pivot point merupakan salah satu indikator leading, yang masih rawan akan adanya false signal. Dengan menambahkan indikator lain seperti MACD, RSI, dsb dapat membantu trader untuk bisa mengartikan sinyal trading yang dihasilkan dari dukungan pergerakan dalam beberapa periode sebelumnya. Untuk indikator lain seperti MA atau pola chart, trader juga bisa menggunakan indikator pembantu. Ini bisa disesuaikan dengan kecocokan dari penggunaan indikator yang dipilih, maka dari itu paling baik jika dilakukan uji coba dulu di akun demo.
Adi Hermawan
Saya ingin penjelasan yg lebih detail mengenai indikator diatas
Rizal Sf
Untuk penjelasan lebih detail mengenai indikator trading bisa Anda baca melalui artikel berikut: 4 Jenis Indikator Teknikal Yang Penting.
Jimmy
Apa saja indikator yang harus saya gunakan untuk analisa EUR/USD dan GBP/USD?
Seputarforex
Pak Jimmy, untuk bisa memilih indikator yang tepat di pasar trading, silahkan membaca artikel kami yang berjudul Memilih Indikator berikut ini.