Advertisement

iklan

Respek Terhadap Money Management (MM)

104595

Tanpa adanya MM, trader tidak akan berhasil memperbesar balance secara konsisten. Oleh karena itulah trader tidak bisa lepas dari money management dalam akun.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak cara yang bisa dilakukan seorang trader untuk mendapatkan keuntungan. Sementara untuk mengelola tingkat keuntungan, trader tidak akan bisa terlepas dari money management (MM) dalam akun. Sebab, tanpa adanya MM trader tak akan berhasil memperbesar balance secara konsisten.

money_management
Ada beberapa trader yang sudah bisa santai dan leluasa dalam mengatur modalnya dengan MM. Namun tidak sedikit pula trader yang terkena kerugian akibat tidak menaati MM yang dibuatnya sendiri. Bahkan untuk trader sekelas Soros pun awalnya mengalami rugi akibat tidak taat pada money management.

Jika kita melirik pada buku karangan Jack Schwager, Market Wizards, yang berisi wawancara terhadap beberapa trader, di dalamnya terdapat tema yang mengungkap bahwa trader tidak sepenuhnya menghormati risiko dalam trading mereka saat sedang melakukan open posisi. Hal tersebut memang sesuai dengan kenyataan. Terkadang kita melakukan open position sembarangan, tanpa tahu secara pasti apakah hasilnya benar-benar menguntungkan atau tidak.

Sayangnya, setelah beberapa kali terjadi kerugian dalam trading, seorang trader justru akan memperbesar ukuran tradingnya untuk menebus kerugian sebelumnya. Ini adalah kesalahan besar. Balance mereka akan turun drastis setelah meningkatkan ukuran trading, sebab mereka menerapkannya dengan sistem yang salah.

Hal ini disebut sebagai trading "balas dendam" atau menggandakan transaksi. Trading semacam ini seringkali menghanguskan akun, karena para trader meningkatkan ukuran trading mereka untuk menebus serangkaian kerugian. Setelah transaksi usai, apa yang didapat trader hanyalah kesedihan. Akhirnya, kebanyakan dari mereka memutuskan untuk berhenti berkarir sebagai trader.

Maka dari itu, penting sekali bagi setiap trader untuk menetapkan aturan trading dalam sistem dan menjalankannya secara disiplin. Rule dan respek terhadap money management pada gilirannya akan membantu trader untuk mengatasi kenginan "balas dendam" yang dapat menghancurkan akun trading. Ini dikarenakan oleh adanya keharusan untuk selalu mematuhi rencana trading yang telah teruji jika ingin profitabilitas akun tetap berada di jalur yang benar.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Rama Yudiono
Perlu diingat bahwa trading susulan atau yang bisa disebut juga trading balas dendam itu juga bisa dilakukan dengan money management. Cara seperti itu menjadi alternatif yang kurang baik karena banyak trader yang menggunakannya secara emosional dan tidak menggunakan money management yang terarah. Padahal jika ada pengaturan money management-nya itu bisa memperbesar peluang profit dengan pengambilan risiko yang lebih bertanggungjawab
Juana Ali
gimana sih bang dimana-mana yang namanya trading pake emosi ya nggak ada yang pake money management. kalopun ada perhitungannya nggak rasional. apalagi tujuannya buat balas dendam. beda kalo dilakukan pake money management yang bener berarti rencana open lagi itu pasti ada pertimbangannya secara mateng nggak dipengaruhi sama rasa pingin balas dendam ngganti kerugian modal yang ilang.
Ananda Dwi
@rama. ane setuju, sebenerx ga selamax tradng tmbhn itu merugikan, aplg itu jg srng dilakukan dlm strategi hedging. asal cara yg diberlakukan itu terukur & manajemen tradingx oke sprtix cara itu mlh bs jd alternatif menutupi loss dr trading sblmx...
Mai Mai
menurut sy daripada fokus nutupi kerugian itu lebih baik open posisi berikutnya lebih ditujukan untuk meraih profit yg baru, dengan strategi yang lebih diperhitungkan dan posisi masuk yg tidak main hajar setelah ada hasil loss.

menggunakan money management pada trading balas dendam mngkin bisa memperkecil resiko, tp kalo tidak sesuai harapan tetap saja bakal mengurangi balance akun trading.
Ananda Dwi
@mai. oke mngkn menyusun cara yg demikian bs lbh aman, tp apakah kalo ada kesempatan yg bsa dimanage resikox mesti dibiarkan berlalu gt aja? selama msh ada peluang, ane rasa sah2 aja manfaatkanx asal bs digunakn scr brtnggungjwb. kalo trader bs mulai bljr mnggnkn cara ini utk cover loss mrk, bkn ga mungkin peluang profit dr trdng bs brtmbh
Mai Mai
Pada kenyataannya lebih banyak trader fx yg melakukan trading balas dendam tanpa rencana yg terukur. Kalau diatur sebelumnya kan namanya bukan trading balas dendam, Dari cara trading yang @ananda sebutkan mungkin lebih tepat disebut sebagai open posisi baru, hanya perlu dispesifikasi lebih lanjut tentang pengambilan waktu untuk open posisi itu.
Anwr Nugroho
Btl kl udh da rencana bkn open bls dendam tuh namax. Ane sndr jg prnh kepancing bls dendam krn gemes prasaan udh pk sistem semua udh djlnkn sesuai rncn kok msh aja loss. Akirx op lg scr mndadak tnp ada perencanaan apa2 krn keburu yakin yg kl ini bkl bs ngimbangi loss sblumx, tp yg ada mlh rugi lagi rugi lagi. Emg deh trdng jgn nurutin emosi cz dsni g bkl ada akirx..
Faldy Ramawan
Sebetulnya trading balas dendam lebih cenderung dimotivasi oleh keinginan trader untuk mengganti kerugian, mungkin karena punya cara pikir bahwa trading tidak boleh sama sekali rugi dan harus selalu profit. Akibatnya dalam proses melakukan balas dendam itu mereka melanggar respek terhadap money management.

Di sini karena melanggar money management hanya sebagai akibat maka sebetulnya cara yang lebih tepat untuk mengatasi situasi ini adalah dengan melatih psikologi trading dulu. Bisa dengan mengubah cara pandang dulu, bahwa loss dalam trading adalah hal yang wajar, tidak semua kerugian harus selalu diganti atau segera dibalaskan.

Dan karena tidak semua sinyal trading bagus untuk dimanfaatkan, maka tidak bisa sembarangan entry sehingga jika ingin benar-benar profit mesti pandai memanfaatkan sinyal juga, disamping menggunakan money management supaya bisa membatasi resiko.
Moh Erno
iya tuh... coba aja ditelusurin tiap kesalahan trading pasti sumber nya dari si trader sendiri. sblm pusing 2 milih strategi mana, gimana cara ngatur mm, paling baik mmg ditata dulu cara pikir trading yg bener. masak udah mulai trade di akun live tapi resiko loss di forex ja masi blm sadar ma realita nya. apalagi klo masih mikir forex sbagai cara cepet kaya. wah malah salah kaprah tuh. blm2 akun dah keburu ludes aja
April
Tapi trader emang ndak ada yg sama ada yg lbh suka manage loss dg hedging ada yg lbh suka cut loss ja. Tergantung dr mana cr yg paling nyaman dn ketika diuji bsa menguntungkan bwt tradernya. Tdk perlu didebatkan krn pd akhirnya tiap trader punya caranya sendiri2. Klo blm ketemu alias msh blm yakin mw pake cara yg mana dilatih dl aja di akun demo bsa dibandingkan mna yg plg cocok digunakan, dsana kn latihan trading bs gratis ndak ada resiko real, bsa dicoba sepuas2nya.