Risk Management Dalam Strategi Switching, Averaging, Pyramiding, (Anti) Martingale

116617

Dalam trading dikenal beragam teknik seperti switching, averaging, dsb. Penerapan teknik-teknik tersebut memiliki resiko tersendiri, karena kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading dikenal beragam teknik seperti switching, averaging, dsb. Penerapan teknik-teknik tersebut memiliki resiko tersendiri, kesalahan dalam menentukan jumlah yang akan ditradingkan akan berakibat fatal terhadap ketahanan modal Anda, dan berujung pada kekalahan total.

Switching

Teknik ini dilakukan dengan cara menutup posisi yang rugi dan segera mengambil posisi baru yang searah dengan pergerakan harga selanjutnya. Idenya adalah untuk me-recovery kerugian yang diakibatkan oleh posisi transaksi sebelumnya. Teknik ini lebih efektif apabila dilakukan ketika terjadi perubahan arah harga yang cepat dan drastis. Baca juga Metodologi Switching

Berikut ilustrasinya:

Risk Management Dalam Strategi Switching,
Lakukanlah teknik ini bila Anda sudah benar-benar yakin bahwa pasar forex akan bergerak cukup kencang, sebab dengan melakukan teknik ini berarti Anda membuka satu posisi baru lagi yang tentu dibayangi resiko kerugian jika ternyata pasar berbalik arah lagi. Kematangan analisis dan tingkat kesiapan mental turut mempengaruhi kesuksesan teknik ini.

 

Averaging

Averaging (atau disebut juga sebagai cost-averaging) merupakan teknik manajemen resiko yang cukup ekstrim karena pada dasarnya teknik ini mencoba untuk “melawan” pasar. Ide dasarnya adalah pasar tidak mungkin bergerak ke satu arah saja untuk selamanya.

Berikut adalah ilustrasinya:

 Risk Management Dalam Strategi Switching,
Teknik ini sangat beresiko dan sangat tidak dianjurkan bagi para trader yang memiliki dana minim. Baca juga Metodologi Averaging

Pengembangan Strategi Averaging
Setidaknya ada tiga teknik yang dikembangkan dari strategi averaging, yaitu pyramiding, martingale dan anti-martingale.

  • Pyramiding

Pyramiding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Jika pada cost averaging satu posisi terbuka ditambahkan setiap kali mengalami kerugian, maka dalam pyramiding posisi terbuka tersebut justru ditambahkan setiap kali mendapatkan keuntungan, ilustrasinya:

 

Risk Management Dalam Strategi Switching,

Teknik ini akan efektif jka digunakan pada saat pasar berada dalam keadaan trending. Teknik ini tidak akan efektif bila Anda gunakan saat pasar berada dalam keadaan sideways.

  • Martingale

Jika tadi Anda sudah mempelajari teknik averaging yang terlihat ekstrim, maka teknik martingale ini lebih ekstrim lagi. Dengan teknik ini, Anda bukan saja akan menambah posisi baru setiap mengalami kerugian namun juga melipat gandakanjumlah transaksinya, ilustrasinya:

 

Risk Management Dalam Strategi Switching,

Berbeda dengan teknik pyramiding, teknik ini justru lebih efektif jika digunakan pada saat pasar dalam keadaan cenderung sideways. Adanya peningkatan jumlah lot di setiap posisi berakibat pada peningkatan resiko. Anda harus berhati hati dan melakukan perhitungan dengan benar, karena jika tidak, sangat besar kemungkinan modal Anda langsung ludes.

  • Anti-martingale

Teknik ini mirip dengan teknik pyramiding, hanya saja jumlah transaksinya dilipatgandakan setiap penambahan keuntungan. Teknik ini juga akan lebih efektif jika digunakan pada saat pasar dalam keadaan trending. Baca juga Metodologi Pyramid Anti Martingale

Ilustrasinya:

 

 Risk Management Dalam Strategi Switching,

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Elis Suparna
pengguna martingale itu berarti trader bener 2 super nekat
dapet loss bukanya tobat ato dihindari
tapi malah pasang lagi posisi yg sama dgn lot yg lebih gede benar 2 taruhan ini ceritanya
mungkin trader pro yg pake ini dia ada info market khusus jadi pede nerapin ini.
kalo trader ritelan palagi masih newbie mending jangan dicoba
Rachmat Mubarok
  Bisa jadi, bagi sebagian mereka Loss bisa berubah menjadi Profit, atau meminimalisir kerugian.
Gamblersss
itu teknik martiangel , bner bner tukang bunuh account cape dahh dah pernah loss gara2 ni sistem .mana pernah beli EA pake sistem marti ngomong untung malah buntung. pake MM yang bener aja dah
Rachmat Mubarok
Ada banyak aliran trading, dan salahsatunya seperti diatas.
Murdiyanto D
Sebetulnya kalau mau diamatin tiap strategi disini beresiko semua bukan cuman martingale. Mungkin karna cara martingale yang extrim itu jadi yang paling cepet kena semprot disini martingale. Switching misalny, kalau nggak diperhitungkan mateng-mateng malah kesanny kayak trader labil yang bingung sendiri ikut buy/sell ngikutin pergerakan pasar tiap kali ada perubahan. Anti martingale juga, meski (agak) lebih menjanjikan dari martingale karena dilakukan pas profit, tapi tetep aja beresiko besar terutama kalau harga tiba-tiba berubah tajam. Semua cara teknik beresiko, tinggal bagaimana trader mengaturnya supaya menguntungkan buat dia.
Rachmat Mubarok
Setelah mencoba kesana kemari, pada akhirnya, seorang trader akan memiliki jurus tradingnya. Bisa jadi sistem diatas.
Farhan
EA yang mengadopsi martingale kelihatan bagus di awal saja. Biasanya akan diberi keleluasaan mengatur parameter ini dan itu. Tapi tetap saja harus ekstra hati-hati, jangan dilepas murni tanpa monitor. Perlu diawasin agar lebih aman.
Rusdi
Martingale itu murni spekulasi, tidak ada analisanya sama sekali.
Sandy
Kalau menurut saya itu sama dengan bunuh diri, krn kita memaksakan buka posisi yang sama dan belum tentu harga akan bergerak ke arah yg kita inginkan. Kalau martiangle dengan lot yg semakin besar, bisa mematikan akun dalam sekejap.
Martingale
kalau pake ea marti, usahain stop sebelum ada even seperti nfp, fomc, dsb. Lebih baik tutup semua posisi walau posisi masih rugi. Saat market tenang umumnya teknik ini jusrtu sangat nyaman dan menguntungkan. Dari pengalaman saya..
Ruri Sulivan
Sesuai sama anjuran diatas tuk pakai martingale di keadaan side way
Robert
@rusdi @gamblerless-jangan buru menjudge strategi yang cantikini donk. kenapa begitu? lihat faktanya saja. silakan kunjungi forum yang rekan-rekan kenal deh..semunya pasti membicarakan strategi/teknik ini..dan ini sudah berlangsung puluhan th. ini fakta bahwa tekni/strategi ini survive untuk menjalani masa pake di dunia forex. ibarat senjata.. kita tau manfaat senjata tersebut jika telah menikmati hasil dari senjata tersebut. jika rekan-rekan kebetulan menikmati manfaat sakit/loss nya..jangan salahkan senjatanya donk..salahkan si penggunany. itu akan lebih fair. kecuali senjata tersebut bisa bergerak/berpikir sendiri. nah kalo gitu..senjata tersebut layak untuk dibumihanguskan..hehehe. itu semua menurut wawasan saya lho.
Mr Anon
ada benernya juga pandangan agan. tapi ane gag setuju kalo ini dibuat untuk belain martingale. karna dari caranya aja martingale ini udah bisa dipahami kayak judi. umpamain aja kita taruhan, terus kalah, tapi bukannya nyerah tapi malah masuk lagi naikin duit taruhan.

istilahnya kayak trader yang gemes semakin kalah semakin buktiin diri. cuma disini dimasukin sedikit teknik aja biar berkesan masuk akal, padahal kalo ditelusuri lagi maka jelas banget gag ada yang rasional dari sistim martingale ini. kalo gag percaya baca aja neh ulasanya. udah jelas ada pengertianya martingale ni asal usulnya dari judi:
Ian Akbar
penggunaan bertahun2 saja tidak cukup sebagai bukti kualitas suatu sistem. sebagai trader mestinya kita juga liat bagaimana cara penerapannya bukan hanya dari lama kemunculannya saja. bukan tanpa sebab martingale ini banyak yang mengkritik, karena dari sekian banyak yang menggunakan sebagian besar lebih merasa dirugikan. kalau dilihat dari grafik ilustrasi martingale di atas memang terlihat jelas bahwa penerapannya penuh asumsi. contoh open sell dekat suatu resistance, ternyata prediksi meleset dan harga malah break,  sehingga resistance tersebut berubah jadi support dan posisi rugi. dari situasi tersebut pengguna martingale malah disarankan untuk kembali entry sell dengan ukuran yang berlipat ganda, dengan harapan bahwa harga akan terus naik, menyentuh resistance berikutnya, dan kemudian kembali lagi ke posisi support semula. pergerakan yang seperti itu apa tidak terlalu jauh diperkirakan?
Rachmat Mubarok
Kuncinya kuat modal,, yang tadinya harus Rugi bisa jadi profit atau bisa mengurangi kerugian.
Faisal
Mohon Pencerahan admint apa yang harus dilakukan jika terjadi Floating Lost untuk trader pemula?
Rachmat Mubarok
Ada baiknya, bagi pemula anda Cut Loss, dan terima kerugian.