OctaFx

iklan

Rugi Dengan Wajar (1)

142547

Kerugian pasti bisa dialami oleh siapa saja. Namun, trader harus tau cara meminimalisir dan mengalami kerugian yang wajar-wajar saja.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Satu hal yang pasti bisa dijamin oleh trader forex adalah kenyataan bahwa mereka akan mengalami kerugian. Kerugian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari trading dan tidak bisa dihindari. Namun demikian mereka yang terlalu berharap banyak dari trading  biasanya tidak bisa menerima kenyataan tersebut. ’’Cut loss?’’ itulah pertanyaan yang sering dilontarkan trader ketika mengetahui posisi tradingnya salah, kerugian pip sudah cukup banyak, dan agak panik karena memang tidak menggunakan pelindung stop loss.

Rugi Dengan Wajar
Trader pemula sering kali mencoba untuk menghindari kenyataan tersebut dengan mengatur posisinya yang minus dengan berbagai cara. Yang populer adalah dengan cara hedging atau locking, yaitu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi sebelumnya. Teknik ’’mengunci’’ (locking) ini digunakan dengan harapan pergerakan harga akan berbalik arah, dan jika belum bisa memperoleh profit, paling tidak bisa balik modal (breakeven). Atau jika tidak bisa breakeven, paling tidak mengurangi kerugian.

Secara teori cara tersebut memang benar dan logis, namun dalam kenyataannya sangat sering meleset karena kita tidak bisa memperkirakan arah pergerakan harga dengan tepat. Jika trader salah dalam membuka posisi yang dikunci tersebut, kerugian yang diperolehnya akan semakin besar karena kerugian pip yang dikunci jadi semakin lebar. Trader yang berkali-kali gagal dalam permainan ini cenderung frustasi dan bisa saja meninggalkan trading forex.

Dalam trading forex, sebagus apapun strategi dan rencana trading Anda, jika Anda tidak mengatur resiko dengan baik maka Anda sulit untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang. Dalam artikel ini James Stanley, seorang instruktur trading forex akan mengulas tentang bagaimana seharusnya rugi yang wajar. Menurutnya Anda mesti belajar untuk rugi sebelum memperoleh profit yang sebenarnya.

Mengapa rugi diperlukan?
Anda tidak akan tahu dengan pasti kejadian di waktu yang akan datang, juga trader-trader yang lain. Hal ini bukan berarti Anda tidak bisa memprediksi pergerakan harga, banyak orang melakukannya setiap hari, mereka yang bekerja di bank-bank besar, hedge fund manager dan para trader retail. Namun demikian Anda harus melihat setiap trade yang dilakukan sebagai sebuah ide, atau sebuah kesempatan. Seperti halnya banyak ide lainnya dalam kehidupan, ada kemungkinan sebuah ide tidak bekerja dengan baik, dan Anda harus bisa memperbaikinya jika hal itu terjadi.

Satu-satunya cara yang harus Anda lakukan ketika sadar bahwa Anda salah adalah dengan berhenti berbuat salah dan mulai untuk bertindak benar. Cara untuk bertindak benar adalah dengan menutup posisi trading Anda. Anda perlu rugi. Mungkin hal itu sulit dilakukan, tetapi lebih baik daripada pergerakan harga yang terus melawan posisi Anda, dan Anda tidak tahu pasti pergerakan harga setelahnya.

(Bersambung)


Sumber : www.dailyfx.com - How to Lose Properly, by: James Stanley, Forex Trading Instructor

 

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Indra Ahmad Setiawan
so, cut loss lebih baik ketimbang hedging?
Firli
untuk memiliki psikologi trading yang baik, terutama bagi pemula, belajar menerima kekalahan dengan melakukan cut loss lebih disarankan daripada terus menuruti emosi dengan mebuka posisi hedging. bukan berarti salah satunya lebih baik dari yang lain, tapi belajar untuk menerima rugi bisa lebih bermanfaat untuk mempelajari strategi trading daripada terus berusaha menutupi kekalahan dengan langkah yang belum pasti bisa diandalkan.
Indra Ahmad Setiawan
bener juga, buat belajar kayaknya nggak baik terlalu nurutin keinginan nutup loss dengan buka posisi lagi. tapi kalo udah lumayan berpengalaman kayaknya udah aman mau pake hedging sebanyak apapun, kan tergantung strategi tradingnya juga.
Herru Pratamma
hmm,, hedging g selamax buruk kok. mang klo analisax g tepat bs berisiko jg, tp ni bs dibuat sbg usaha lah drpd nyerah gitu ja dgn cut loss
Indra Ahmad Setiawan
dua2nya perlu dipelajari, tapi yang perlu dibiasain dari awal ya cut loss nya itu. mungkin bisa hedging sekali-kali. tapi kalau hasilnya udah nggak memungkinkan lebih baik di cut loss aja. kan kalo seperti itu berarti ada yang salah sama cara analisa atau strategi trading kita. kalo di hedging terus ya sama aja kita nggak mau ngakuin kesalahan kita itu, dan akhirnya kerugiannya itu terus berulang, padahal loss itu bisa dihindari kalo kita bisa belajar dari trading sebelumnya, bukan dengan berusaha nutup loss pake open position yang lain secara terus-menerus
Martin S
@ indra ahmad setiawan:
banyak trader berpengalaman menganjurkan begitu Pak...
Hedging atau locking adalah kerugian yang tertunda, atau belum direalisasi. Kalau kita evaluasi lagi (dan juga dari pengalaman saya), lebih enakan kita cut loss dan buka posisi baru, toh untuk membuka locking itu kan juga sama dengan masuk posisi baru lagi?....
Dury Nathan
saya setuju dg hedging kita sama saja sebetulnya dposisi loss yg tertunda..dan ketika melepas hedging sebetulnya kita sama saja membuka posisi baru
Hendra
Yang pasti pada saat trading itu sebaiknya kita harus berani cut loss atau juga melakukan hedging supaya loss yang kita peroleh tidak terus bertambah. Kalau saya sih trading biasanya menggunakan stop loss, jadi pada saat memang harga sudah melewati nilai tertentu yang telah saya analisis sebelumnya, loss bisa secara otomatis menutup posisi yang saya ambil.