Hati-Hati, Tiga Penipuan Valas Paling Populer Di Dunia Menghantui

222237

Banyak orang kelewat percaya diri meski tidak memahami seluk-beluk bidang ekonomi; menyepelekan dengan anggapan bahwa bisnis valas cukup jual dan beli lalu untung. Padahal perkara ini lebih kompleks daripada kelihatannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bisnis valas termasuk salah satu usaha berprospek menjanjikan yang banyak dimanfaatkan penipu untuk dijadikan modus operandinya. Ini bisa terjadi karena banyak orang yang meski tidak memahami seluk-beluk bidang ekonomi, namun kelewat percaya diri; menyepelekan dengan anggapan bahwa bisnis valas cukup jual dan beli lalu untung. Padahal perkara ini lebih kompleks daripada kelihatannya.

Penipuan Valas
Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan saat berbisnis valas, baik itu jual beli mata uang fisik maupun trading forex. Diantaranya adalah dinamika ekonomi Dunia, kepemilikan data terkini yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, serta pemahaman akan risiko. Namun ketiga unsur ini sering diabaikan oleh orang awam, sehingga mereka terjebak dalam penipuan valas. Berikut ini beberapa penipuan valas yang paling populer versi seputarforex:

Penipuan Dolar Amerika: 100,000 USD Tahun 1934 Palsu

Sudah tak terhitung lagi jumlah orang yang bertanya kepada kami tentang apakah uang lembaran 100,000 Dolar AS tahun 1934 masih berlaku dan bisa ditukar di money changer. Bahkan tak sedikit pula yang mengklaim memiliki sertifikat bukti keabsahan lembaran uang Dolar Amerika yang dimilikinya. Sayangnya, baik dengan maupun tanpa sertifikat, uang 100,000 USD Tahun 1934 bergambar Woodrow Wilson itu tak ada nilainya.

Gold Certificate 100,000 USD Tahun 1934

Profil Gold Certificate 100,000 USD Tahun 1934 Yang Banyak Dipalsukan

Situs Departemen Keuangan Amerika Serikat memiliki satu halaman khusus yang didedikasikan untuk membahas lembaran uang 100,000 USD karena keunikannya. Pemerintah AS menerbitkan uang 100,000 hanya sekali pada tahun 1934 sebagai gold certificate khusus bagi bank-bank. Kepemilikan uang ini terlarang bagi masyarakat umum, dan apabila ada individual memilikinya maka diancam 25 tahun penjara oleh pemerintah federal AS.

Lebih dari itu, karena terbatas hanya untuk dipakai antar bank, maka semua uang sertifikat emas itu telah dicatat, kecuali satu set un-cut sheet yang menurut rumor diduga dicuri dari percetakan. Saat ini, semua sertifikat emas 100,000 USD Tahun 1934 itu sudah ditarik dari peredaran dan telah dimusnahkan, kecuali yang dipamerkan di Smithsonian Museum dan diarsipkan oleh bank sentral AS.

Fakta-fakta tersebut diatas tidak banyak diketahui oleh orang diluar Amerika, sehingga penipuan Dolar Amerika 100,000 USD Tahun 1934 menjadi marak di Asia Tenggara. Para penipu bahkan lebih berani lagi dengan menyebarkan besaran mata uang yang lebih besar, seperti 1,000,000 (satu juta) Dolar AS, dengan label tahun terbit lebih lama lagi, seperti tahun 1920an. Padahal, sertifikat emas dengan nominal 100,000 merupakan nominal terbesar yang pernah ada dalam sejarah mata uang Dolar AS, dan sebagaimana telah kami paparkan, itupun bukan untuk penggunaan umum.

 

Bisnis Mata Uang Dinar Irak

Dalam penipuan valas yang sempat populer pada 2007-2008 ini, para penipu mengiklankan investasi mudah berisiko rendah dengan membeli mata uang asing saat ini untuk dijual lagi kelak setelah nilainya meningkat. Penjaja mata uang Dinar Irak mengklaim bahwa nilai mata uang Irak saat itu masih sangat rendah, dan dengan kemungkinan bahwa kekayaan alam Irak akan menjadi sangat penting bagi Dunia, maka peluang menguatnya nilai Dinar Irak terbuka lebar. Oleh karena itu, mereka menjual berbundel-bundel "Dinar Irak" dengan jaminan keaslian dan iming-iming keuntungan luar biasa besar. Mereka bahkan tak ragu untuk merekayasa sejumlah "berita" yang mengiaskan kepercayaan negara-negara maju terhadap Irak.

Setumpuk Uang Dinar Irak

Ilustrasi - Setumpuk Uang Dinar Irak

Apakah uang yang mereka jual asli? Ya, besar kemungkinan uang Dinar Irak yang mereka jual itu asli. Masalahnya, nilai mata uang itu hampir tidak mungkin meningkat. Ini karena realitanya:

  1. Irak adalah negara yang terus bergelut dengan konflik antar sekte dan antar suku selama berpuluh tahun. Tiga kelompok utama: Syiah, Sunni, dan Kurdi, tidak bisa merasa rela jika pihak lainnya berkuasa. Konflik ini sudah berurat berakar, sehingga kecil sekali kemungkinan negeri ini akan damai dan perekonomiannya stabil kembali. Padahal tanpa stabilisasi, nilai tukar suatu negara mustahil menguat. Status sebagai "negara produsen minyak" pun bukanlah jaminan bahwa suatu negara bisa menjadi kaya dan berjaya.

    Faktanya, sejumlah negara penghasil minyak telah dan tengah mengalami resesi berulangkali, termasuk Rusia, Venezuela, dan lain-lain. Tak peduli seberapa besar simpanan kekayaan alam sebuah negara, jika negara itu tak punya kemampuan untuk mengelolanya, maka negara tersebut selamanya tidak akan maju.
  2. Perdagangan mata uang sangat bergantung pada likuiditas. Berbeda dengan tanah atau emas yang merupakan aset penyimpan kekayaan jangka panjang, nilai riil suatu mata uang sebenarnya berkurang dari waktu ke waktu. Umpamakan saja 1000 Rupiah dulu bisa digunakan untuk membeli sekantong permen, sekarang hanya bisa beberapa biji saja. Dengan demikian, kemampuan mata uang untuk menghasilkan keuntungan didapat hanya dari pertukarannya dengan mata uang lain dalam jangka pendek.

    Jika Anda tidak bisa menemukan pembeli bagi mata uang yang Anda miliki dengan mudah saat ini, maka bisa dikatakan bahwa mata uang itu tidak bisa dipertukarkan maupun menghasilkan keuntungan. Hingga kini, Dinar Irak termasuk mata uang yang paling sulit diperjualbelikan baik via Money Changer maupun bank; dan ini saja seharusnya sudah membuat Anda ragu untuk berinvestasi dalam mata uang Dinar Irak.
  3. Negara manapun bisa mengganti, me-redenominasi, maupun mendevaluasi mata uangnya kapan saja. Sudah banyak kejadian dimana negara-negara mengganti mata uang karena satu atau lain alasan, dan bahkan ada yang telah melakukan redenominasi dimana 1 juta uang lama dipertukarkan hanya dengan nilai 1 uang baru. Negara-negara dalam kondisi rapuh dan inflasi tinggi termasuk yang paling mungkin melakukan hal ini. Setelah penggantian semacam itu, mata uang lama biasanya ditarik secara bertahap dari peredaran hingga akhirnya tak berlaku sama sekali.

    Dengan kata lain, mata uang asing yang dipegang sekarang bisa lenyap nilainya suatu saat nanti. Fakta ini secara efektif membatalkan klaim "berisiko rendah" ataupun "tanpa risiko". Bila Anda tidak bisa segera menukarkan uang yang Anda pegang, maka di masa depan itu bisa jadi hanya seharga rongsokan. Padahal kalau akan ditukarkan sekarang, maka harganya pun biasa saja.

Selain menggunakan mata uang Dinar Iraq, penipuan valas semacam ini juga mengeksploitasi Dong Vietnam dan Pound Mesir. Korbannya tidak terbatas pada orang-orang awam di Asia Tenggara saja, melainkan juga dari Amerika. Council of Better Business Bureaus yang merupakan jaringan penghubung antara perusahaan dan konsumen di Amerika Serikat dan Kanada, menobatkan penipuan valas dengan modus operandi ini sebagai nomor 6 dalam 10 modus penipuan paling top tahun 2013.

 

Penipuan Satu Juta Euro Commemorative

Versi terbaru penipuan valas menggunakan lembaran satu juta Euro yang diklaim asli, bahkan kadang lengkap dengan sertifikat otorisasi-nya. Seperti halnya penipuan Dolar Amerika palsu diatas, penipuan ini juga memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat akan besaran nominal mata uang dari negara lain. Bedanya, jika di penipuan pertama melibatkan uang palsu dan penipuan kedua menggunakan valas asli, maka di penipuan ketiga ini menggunakan lembaran kenang-kenangan (commemorative), atau uang koleksi (novelty money) yang bukan merupakan alat pembayaran legal.

Satu Juta Euro Commemorative

Profil Uang 1 Juta Euro Commemorative

Perusahaan Naples Bank Note Company pernah menciptakan lembaran uang Satu Juta Euro dengan desain khusus untuk memperingati awal mula penggunaan Euro sebagai mata uang di 15 negara anggota Uni Eropa pada Januari 2002. Uang yang awalnya ditujukan sebagai barang koleksi tersebut dijual oleh perusahaan dengan harga 18.50 Dolar AS saja, dan tersedia untuk dipesan siapa saja. Sedangkan mata uang Euro aslinya hingga kini tidak pernah diterbitkan dalam nominal lebih dari 500 Euro.

Namun belakangan uang Satu Juta Euro Commemorative tersebut tersebar di Asia dan dijadikan bahan penipuan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Mereka yang tertipu biasanya mengira bahwa uang Satu Juta Euro itu kelak akan bisa mereka tukarkan begitu saja dengan nilai sangat tinggi di money changer atau bank, padahal tak ada money changer bonafid maupun bank di dunia ini yang akan mau menerimanya. Satu-satunya yang mungkin mau menerima adalah kolektor, dan itupun paling-paling dengan harga sekitar 20-40 USD saja.

Penipuan dengan novelty money sejenis Satu Juta Euro Commemorative cukup banyak terjadi, dengan memanfaatkan mata uang major seperti Dolar AS dan Euro maupun mata uang eksotis dari negara-negara yang kurang dikenal. Karena hal ini, maka dalam menyikapi tawaran mata uang asing, kita mesti selalu waspada, terutama bila pengetahuan kita tentang karakteristik valas terbatas.

 

Solusi Dan Rekomendasi

Berikut ini sejumlah poin yang perlu Anda perhatikan agar tak menanggung kerugian karena penipuan seperti tiga kasus diatas:

  1. Ketahuilah bahwa Pemerintah manapun akan sebisa mungkin menghindari mencetak mata uang berdenominasi besar, karena sangat rawan pemalsuan. Negara-negara yang mata uangnya punya pecahan besar seperti Indonesia, pada suatu titik akan berusaha melakukan redenominasi. Sedangkan bagi negara-negara maju seperti AS dan Euro, tak ada perlunya mencetak uang berdenominasi besar saat ini.
  2. Ingat, nilai tukar mata uang selalu berubah, dan status mata uang itu sendiri merupakan label yang dikenakan oleh pemerintah negara tertentu pada beberapa lembar kertas dan koin dimana mereka bisa dengan mudah menggantinya dengan yang baru.
  3. Hindari memegang atau menyimpan valas dalam bentuk tunai apabila Anda tidak memiliki keperluan di luar negeri. Menyimpan dana dalam bentuk deposito valas itu baik, tetapi selayaknya disimpan di bank, bukan dalam bentuk tunai.
  4. Sebisa mungkin, beli dan jual valas hanya di bank atau money changer berizin.
  5. Apabila Anda akan memegang valas di Indonesia, prioritaskan mata uang dengan tahun terbit baru; semakin baru semakin baik.
  6. Utamakan untuk memegang valas yang sudah banyak dikenal, bukan mata uang eksotik yang jarang dipertukarkan. Diantara valas paling populer dipertukarkan adalah Dolar Australia, Yuan China, Euro, Poundsterling, Dolar Hongkong, Yen Jepang, Ringgit Malaysia, Dolar Singapura, dan Dolar AS.
  7. Apabila berminat menjalankan bisnis valas secara fisik, maka lebih dulu kenali ciri-ciri mata uang asli, sehingga tidak mudah tertipu oleh mata uang novelty/koleksi ataupun uang palsu.

Penipuan valas telah eksis sejak bertahun-tahun lampau, tetapi hingga kini korbannya masih banyak bertebaran. Salah satu sebabnya adalah, korban atau keluarga korban masih menyimpan valas yang dijadikan bahan penipuan tersebut tanpa menyadari bahwa kertas-kertas tersebut kadang tidak lebih baik dari sampah.

Selain itu, penipuan mata uang asing seperti ketiga kasus marak yang diulas dalam artikel ini akan sulit dimintakan untuk diusut kepada polisi. Masalahnya adalah, kasus seperti ini seringkali melibatkan lembaran sungguhan meski itu hanya uang novelty. Dalam kasus Satu Juta Euro Commemorative, misalnya, kepolisian di Lucknow, India, sempat menangkap beberapa orang yang menyebarkan lembaran tersebut di tahun 2010, tetapi tidak bisa menjatuhi hukuman karena uang yang disebarkan adalah benar-benar uang Euro commemorative. Para penipu itu memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat; bahwa itu tidak berlaku sebagai alat pembayaran seharusnya sudah menjadi fakta yang diketahui umum. Dalam kondisi ini, kita sendiri yang mesti berhati-hati agar tidak tertipu.

Sudahkah Anda mengenal "Trading Forex Online"?
Pasar Forex memiliki kapitalisasi pasar terbesar saat ini, sehingga membuka peluang bagi siapa saja untuk ikut andil dan memperoleh pendapatan tambahan. Anda berpotensi mendapatkan keuntungan 500 dolar atau lebih, hanya dengan modal 10-100 dolar saja. Trading bisa dilakukan lewat PC, Laptop, maupun Android dimana saja, kapan saja. Dapatkan info selengkapnya di sini.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


arrow up arrow down
Hantu Nasionalis
izin share ahh
A. Muttaqiena
@Hantu Nasionalis:Silahkan disebarkan seluas-luasnya :)
Yuna
Tak Gendong ke mana mana
Daplun
Saya buka web ini karena baru saja kedatangan tamu yang menanyakan pecahan uang Satu Juta euro, jadi Saya buka web ini, dan ternyata tamu saya itu berarti telah tertipu dengan uang pecahan satu juta euro itu ya
A. Muttaqiena
Ya, bisa jadi demikian.
Joko Keren
Saya masih bingung, bagaimana bisa mata uang sebagai alat jual-beli juga dapat diper dagangkan ? Selain itu masalah utama sistem "currency" saat ini adalah tidak jelas nya ukuran nilai dari sebuah "currency" (measures of value). Amat sangat tidak adil, jika Amerika dengan USD nya dapat mencetak uang sebanyak mereka inginkan tanpa ada jaminan apa pun, lalu dijadikan sebagai tolok ukur "currency" lainnya. .. tinggal ditunggu kejatuhannya.
A. Muttaqiena
Secara terminologi, memang mata uang "diperdagangkan", tetapi esensinya adalah, menukarkan satu mata uang dengan mata uang lain sedemikian hingga bisa mendapatkan keuntungan dari selisihnya. Umpama hari ini Anda menukar Rupiah untuk mendapatkan 10 Dolar dengan kurs 13,500/Dolar, lalu menjual Dolar tersebut minggu depan dengan kurs 13,700/Dolar, maka disitu ada keuntungan 200/Dolar, atau secara total, 2000 Rupiah. Yah, itu sekedar contoh yang paling simpel saja, bagaimana orang bisa mendapat keuntungan dari mempertukarkan mata uang. Sedangkan mengenai Amerika dapat mencetak uang sebanyak yang mereka inginkan, jika Anda memahami ekonomi moneter maka Anda akan tahu bahwa itu sama sekali tidak benar. Memang banyak conspiracy theory yang mengatakan begitu, tetapi realitanya tidak mungkin. Setiap negara harus mengendalikan jumlah uang yang beredar, agar perekonomiannya stabil. Katakanlah ada terlalu banyak uang beredar, maka ekonomi akan terjadi chaos, seperti halnya terjadi di Zimbabwe beberapa tahun lalu saat presidennya mencetak uang besar-besaran guna membiayai kampanye, tetapi kemudian yang terjadi adalah hiperinflasi dan ekonominya hancur. Tak ada satu negara pun di dunia ini yang bisa mencetak uang seenaknya, biarpun memang sudah nyaris tidak ada lagi negara yang menggunakan standar emas.
Lionel Gavriel
saudara saya sedang terlibat bisnis valas ini di sebua gudang di pulau jawa kata nya tersimpan uang valas berupa mata uang uero singapura dan sudah di verifikasi oleh pihak BI tinggal menunggu over boking bank selama 2 dan jika di rupiahkan lumayan banyak sekitar 240 T apakah benar itu atau hanya modus penipuan..mohon pencerahan nya
A. Muttaqiena
Itu jelas modus penipuan. Pertama, uang Uero Singapura itu tidak ada. Kedua, berdasarkan peraturan, BI memantau semua transaksi valas di Indonesia, dan semua transaksi valas dengan nilai diatas 25,000 Dolar memerlukan underlying documents; atas dasar keperluan apa valas sebesar itu mangkrak di sebuah gudang begitu saja? Apabila masih kurang yakin dengan ini, silahkan Anda datang ke kantor BI terdekat, biasanya di ibukota provinsi ada, dan tanyakan tentang itu. Jangan hanya percaya saja pada kata-kata orang yang tidak jelas atau orang yang mengaku-aku sebagai orang BI.
Roni
tidak masuk akal 240 T,transaksinya digudang lagi,sebaiknya anda tinggalkan saja jangan  mencari sesuatu yang tidak masuk akal
Elang Putih
Selama uang itu ditandatangani oleh orang yg punya dana sesuai nilai yang tertulis, masuk akal aja bro..
A. Muttaqiena
@Roni: ya, memang yang meragukan seperti itu sebaiknya tidak diikuti. @Elang Putih: sekedar tanda tangan oleh orang yang punya dana saja tidak cukup. Semua transaksi valas diatas 25,000 USD perlu underlying documents, artinya harus jelas valas itu ditujukan untuk apa, investasi? membayar impor barang? Tidak mungkin ada valas berjumlah besar mangkrak begitu saja tanpa kebutuhan tertentu.
Elang Putih
mata uang itu diciptakan memang untuk memudahkan dibawa oleh orang yg punya duit banyak. sifatnya seperti cek. jika saat ini ada yg menyimpan banyak lembar jutaan euro, sampai kapanpun ga ada artinya paling cuma dapat gelar kolektor aja. mending buat wallpaper kamar hehehe. Uang ini asli bisa bernilai, jika ada tandatangan orang yg mempunyai legalitas dan dananya di bank, yang pasti nilainya lebih dari yang tertulis.
A. Muttaqiena
Zona Euro tidak pernah mengeluarkan lembaran uang dengan pecahan diatas 500 Euro, dan apabila ada yang mengklaim Euro dengan nominal lebih tinggi dari itu sebagai alat pembayaran legal, maka itu jelas upaya penipuan. Fakta ini bisa Anda konfirmasikan ke bank sentral manapun di Zona Euro. Jaman sekarang, yang umum dipakai adalah kartu debit/kredit dan transaksi internet banking. Para miliuner tidak lagi membawa-bawa cek, apalagi uang cash berjumlah besar seperti itu, yang malah konyol jika dibawa kemana-mana karena memancing pencurian.
Mario
jadi uang pecahan 1 juta euro itu ngak ada ya bro
A. Muttaqiena
ya, lembaran 1 juta Euro bukanlah alat pembayaran legal, melainkan hanya barang yang diproduksi untuk koleksi.
Derry
Kenapa uang dinar disebutkan sebagai penipuan ? Mungkin karena anda terlalu ingin cepat kaya. Dimana2 investasi pasti beresiko. Sama juga dengan valas yang anda agung2kan. Anda membuat sebuah artikel tentang penipuan apakah anda ada berpikir, kalau bener adalah penipuan ? 
Sebagai contoh di point 1 dan 3, memang bener ini adalah penipuan dan sudah di klarifikasi oleh pihak terkait. Di artikel anda tentang dinar, anda juga RAGU menyebutkan dinar adalah penipuan. Sebagai informasi kepada anda, bisa di cek terlebih dahulu histori nilai tukar dinar irak 4 tahun lalu sampai sekarang terhadap USD. Apakah ada peningkatan ? Saran saya : jika anda menulis sebuah artikel, sebutkan sourcenya dari mana, atau anda takut terlalu banyak outbond link yah ? Sehingga peringkat seo anda menurun ?
Terima kasih.
Admin, kalo anda berani, silahkan posting komentar saya. Jangan di review aja donk. 
A. Muttaqiena
Sebagaimana bisa Anda lihat disini, komentar Anda ditampilkan tanpa editing sama sekali begitu kantor kami buka dan moderator melihat komentar Anda. Artikel ini adalah artikel original, yang diolah dari berbagai sumber dan tidak mengandung kutipan langsung, sehingga menurut standar penulisan, tidak diharuskan memberikan link keluar.

Itulah alasan mengapa tidak diberi outbound link. Namun demikian, jika Anda sungguh menekuni artikel tersebut, maka Anda akan melihat beberapa SOURCE YANG SUDAH DISEBUTKAN disitu. Salah satunya, terkait dengan Dinar Iraq adalah:Council of Better Business Bureaus (jaringan penghubung antara perusahaan dan konsumen di Amerika Serikat dan Kanada). Jika Anda merasa kurang cukup, berikut link-nya. Sebagaimana bisa Anda baca langsung di link tersebut, bisnis Dinar Iraq dengan jelas disebut sebagai salah satu "foreign currency scam" (cek poin 6). Atau lebih baik lagi, silahkan hubungi kontak BBB jika ingin penjelasan lebih konkrit.

Dimana Anda mendapat kesan bahwa kami ragu menyebutnya sebagai penipuan? Semua investasi memang berisiko, dan terkait valas, nilai NOMINAL-nya secara historis terhadap mata uang lain bisa naik maupun turun. Namun demikian, bagaimana nilai RIIL-nya? bagaimana realita dunianya?

Jika berbisnis forex, maka kita tahu setiap saat Dolar atau Euro yang kita pegang bisa dijual/belikan dengan mudah. Jika Anda berbisnis Dinar Iraq, bisakah Anda menjamin lembaran-lembaran uang Dinar Iraq itu akan bisa dijual/belikan kapan saja? Money changer dan bank mana yang akan menerimanya? Juga, bisakah Anda menjamin pemerintah Iraq tidak akan menarik mata uang yang beredar saat ini sewaktu-waktu?

Jika semua itu ada jawabannya, maka Anda bisa mengklaim bahwa bisnis Dinar Iraq yang dijalankan itu bukan penipuan. Tetapi faktanya, sejak 2003, bank sentral Iraq sudah beberapa kali menarik dan mengganti uang yang beredar. Salah satunya yang terbaru adalah tahun lalu, pecahan 50 ditarik dari peredaran, sehingga pecahan terkecil kini adalah 250.

Ini membuktikan dua hal: pertama, ekonominya belum stabil, inflasi tinggi, sehingga pecahan mata uang yang beredar makin besar. Dan kedua, jika orang diluar Iraq memegang mata uang itu dan tidak memiliki akses untuk jual/beli dengan mudah, maka saat uang itu ditarik dari peredaran (yang bisa terjadi kapan saja dan biasanya dalam kurun waktu terbatas) mereka tidak akan bisa mendapat gantinya.

Begitu waktu penukaran habis, lembaran-lembaran yang asalnya uang itu sudah jadi sampah.
Dropzone
Bro sama- sama cari makan jangan ribut. malu tau! jangan terlalu yakin apa yang anda jalan kan itu benar dan apa yang org lain jalankan itu tidak benar kalo memang anda mau memasarkan produk anda jangan mecemohkan produk org lain itu namanya tidak sportif memberikan informasi sah sah saja. Dan juga di indonesia yang namanya forex hukum nya masi tidak jelas dan abu- abu kecuali money changer itu jelas dia pegang fisik nya 
A. Muttaqiena
Di Indonesia, forex termasuk perdagangan berjangka, dan di-cover oleh UU No.10 Tahun 2011 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Anda bisa melihat naskah-nya secara full dari situs DPR di link berikut
Faisalsukirman
Good article. Saya trader yang sudah lebih 4 thn di forex. dari para komentator diatas, dan dari sekeliling saya, mungkin hanya 1-2 % orang Indonesia yag benar-benar mengerti investasi, mata uang, saham dan lainnya. dan semoga tetap memberikan pencerahan, untuk membasmi para predator dan penipu dalam industri investasi. thanks for seputarforex.com
A. Muttaqiena
Sama-sama, terima kasih atas perhatian Anda :)
Abf
Yang parah Alangkah banyaknya sovenir euro yang beredar di indonesia
A. Muttaqiena
Ya, memang agak memprihatinkan. Apalagi tak banyak yang mengetahui kalau itu hanya suvenir, tidak bisa ditukarkan dengan Rupiah setara rate nilai tukar yang berlaku.
Dropzone
lebih bagusnya...anda memasarkan produk anda dengan benar..dan saya yakin masyarakat sekarang lebih bijak membedakan mana yang benar dan mana yang salah sob......
Paperstone
@dropzone seputarforex.com gak memasarkan produk apapun saya kira..hanya banner di atas adalah iklan para broker yg membayar situs ini karena di seputarforex banyak para trader yg berkunjung entah itu membaca artikel berita ataupun prediksi pergerakan mata uang. klo anda punya blog saya kira yg bermutu ya, biar banyak yg mau ngiklan haahahaha
A. Muttaqiena
Persis seperti yang disampaikan @Paperstone, Seputarforex tidak berjualan produk, karena berfokus pada penyediaan informasi yang bebas diakses oleh siapa saja, dengan income bersumber dari penempatan banner iklan dan sejenisnya.
Rachma
1 juta euro hanya uang souvenir atau novelty (kenang-kenangan) setahu saya buat. kolektor untuk di koleksi dan di cetak ada 150.000 lembar dengan tulisan not legal tender. dan hanya ada 1 atau 2 dengan tulisan this legal tender yang di buru oleh kolektor2 kakap seluruh dunia dan bankir. jadi 1 juta euro hanya uang koleksi bagi kolektor. 
Saya
good article lanjutkan pak @muttaqiena
Asep
jdi kalo yang tulisan yg this is legal tender bisa di tuker ke rupiah apa gimana.. trimakasih
A. Muttaqiena
Fitur mata uang Euro yang beredar saat ini tidak mencantumkan tulisan baik "this is legal tender" maupun "this is not legal tender". Mata uang koleksi satu juta euro commemorative itu dicantumkan tulisan "this is not legal tender" sebagai peringatan bagi pemegangnya bahwa uang itu bukanlah alat pembayaran resmi. Hal itu tidak lantas berarti mata uang legal lantas ditulisi "this is legal tender".
Harrys
Waah saya udh ketipu nih,  saya ada 2 lembar uang pecahan 1jt euro yang saya beli senilai 2jt rupiah.  Tobatt.. Tobatt
Bocah Tua Bodo
Bagi mereka yang tidak sependapat dengan mas/mbak Muttaqiena,  kenapa repot-repot  ???  coba cari tahu saja PERNAHKAH ada transaksi yang benar-benar terjadi melalui PERBANKAN (karena otoritas yang diakui VALID hanya melalui BANK) selama ini ???? Bila jawabannya ada ..... berarti yang di sampaikan mas/mbak Muttaqiena tidak benar. Sebaliknya kalau anda tidak bisa buktikan memang sudah pernah ada yang transaksi MELALUI media PERBANKAN, ya berarti apa yang dijelaskan mas/mbak Muttaqiena itu BENAR. Sesuai ilmu MONETER di seluruh jagad raya ini, sistem Tata Keuangan Negara ya seperti yang dijelaskan oleh mas/mbak Muttaqiena tersebut. Semakin besar jumlah uang beredar di Masyarakat artinya nilai uang tersebut akan menjadi rendah, orang biasa mengatakan inflasi tinggi, jadi silahkan dibuktikan sendiri saja, apakah uang-uang baik Euro maupun Dollar yang diributkan tadi ada nilainya apa tidak. Kalaupun ada transaksi tapi tidak melalui Bank, misalnya dengan silang Gudang, itu ya dicoba saja, hasil transaksi yang katanya triliunan tersebut dimasukkan ke rekening Bank, bisa masuk nggak ??? kalau bisa masuk berarti anda benar, kalau nggak bakal bisa masuk, ya berarti penjelasan mas/mbak Muttaqiena benar. Yang penting JANGAN MERASA pinter sendiri dan MAHATAHU, buktikan sendiri TIDAK UNTUK ORANG LAIN, tapi buktikan untuk KEPENTINGAN DIRI SENDIRI, dengan demikian anda akan YAKIN BENAR apakah semua itu penipuan atau bukan. Semoga, semuanya DICERAHKAN.
L. Goland
Sy mau tanya, uang 5.000.000 dinar yugoslavia / lembar tahun 1993, apakah benar adanya? Sy baca artikel hanya mengatakan dinar yugoslavia telah berubah menjadi dinar serbia tidak diterangkan tahun berapa kejadian perubahan mata uang tersebut dan jika mata uang /lembar tersebut benar ada ke mana bisa ditukarkan? terima kasih.
A. Muttaqiena
Pertama-tama, perlu Anda ketahui bahwa negara Yugoslavia sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dan itu bukan karena negaranya berubah jadi Serbia, melainkan pecah jadi banyak negara, seperti Bosnia and Herzegovina, Slovenia, dll.

Saat perpecahan terjadi, yang bertahan masih menggunakan mata uang itu hanya negara Serbia and Montenegro dan Kosovo. Namun, nilainya jatuh drastis, hingga akhirnya Montenegro dan Kosovo tak mau lagi menggunakannya, memilih ganti pakai Euro.

Sedangkan Serbia, karena pada saat itu mata uang sudah worthless, maka mengganti mata uang jadi Dinar Serbia. Jadi, tidak semata-mata Dinar Yugoslavia berubah jadi Dinar Serbia. Ketika ada perubahan itu, nilainya sudah jatuh sekali.

Perubahan itu pun terjadi sekitar tahun 2003an, sudah lebih dari satu dekade yang lalu, dan jauh setelah lembar tahun 1993 dikeluarkan. Sebelum perubahan ke Dinar Serbia di tahun 2003, Dinar Yugoslavia itu sudah lebih dulu mengalami perubahan ke seri 2000an.

Dengan kata lain, Dinar Yugoslavia tahun 1993 itu sudah tidak lagi berlaku di dunia ini, tidak ada nilainya, dan tidak bisa ditukarkan dimanapun. Tak ada satu pun bank maupun pemerintah negara yang akan mau menerimanya ataupun menukarkannya dengan mata uang lain, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kalaupun ada yang mau membelinya, maka itu hanyalah orang perorangan untuk tujuan koleksi.
Kris
saudara tidak bisa sepihak mengatakan dan berkomentar, bahwa apa yang saudara ketahui tentang valas, lebih kearah penipuan, saudara harus sadari, konsfirasi zionis yahudi yang merampas asset salah satu bangsa, justru dilakukan oleh illumination, freemassion, dan mahkamah perbankan internasional.
Odette
Siang gan.. ane mau cerita.. tetangga ane dapat uang euro 1.000.000 dari tmennya.. bilangnya bisa ditukar dibank jadi rp 1.000.000.000 bener ga sih gan ? Dia dpt 3 lembar..
A. Muttaqiena
Tidak bisa ditukar di bank manapun. Itu bukan mata uang yang berlaku legal.
Jera Andrestya
saya punya 1 lembar uang 1jt euro. dengan demikian apakah tidak bisa di rupiah kan ? Di Bank Indonesia/Money Changer?
A. Muttaqiena
Tidak bisa dirupiahkan di Bank Indonesia/Money Changer. Itu bukan mata uang yang berlaku legal.
Nyoman
edisi bantu temen ada punya legal tender asli 1 juta euro apa bisa di info ada yang tahu bagaimana car tukarkan atau jika ada kolektor berminat.