OctaFx

iklan

Saatnya Menjadi Long Term Trader (1)

120673

Banyak trader pemula lebih suka bermain dalam short term dan scalping, dan tidak memahami bagaimana trading long-term yang sebenarnya. Padahal "Short Term Mindset" bisa memberikan masalah besar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jika Anda mengikuti saya dalam beberapa waktu, Anda bisa tahu bahwa saya adalah pendukung besar dalam bertrading forex secara long term. Ada sejumlah alasan mengapa saya percaya bahwa long term trading dapat  membawa kita lebih sukses daripada menggunakan time frame kecil dalam bertrading, dan saya akan tunjukkan beberapa alasan tersebut dalam artikel ini.

Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah, mengklarifikasi bahwa ketika saya berbicara long term, maka saya maksudkan untuk melihat pada chart minimal Daily (D1).

Saya banyak mendengar orang-orang mengatakan "Saya mulai melirik trading long term karena scalping tidak berhasil bagi saya, Saya sekarang menggunakan strategi long term dan bertrading dengan chart/grafik Hourly (H1)". Lihatlah, saya pikir pernyataan di atas banyak terjadi pada para trader sehingga tidak heran mengapa begitu banyak yang kesulitan untuk menjadi profitable.

Atas beberapa alasan, kebanyakan para trader terutama pemula akan bermain dalam short term dan scalping. Mereka bahkan tidak mengetahui bagaimana trading Long Term yang sebenarnya. Jadi sekali lagi perlu saya tegaskan, jika kita berbicara tentang long term trading, berarti kita berbicara tentang penggunaan Chart Weekly bahkan Monthly, dan kemudian menggunakan time frame yang lebih kecil untuk eksekusi trading agar lebih presisi.

Sebelum kita masuk ke strategi yang sebenarnya, terlebih dahulu saya akan sharing. Bahwa perspektif yang benar sangat penting ketika bertrading strategi long term. Saya tahu bahwa kebanyakan Anda hanya memperdulikan tentang panduan strategi aktual, tapi saya percaya bahwa informasi berikut tentang perspektif dan pendekatan menyeluruh sebenarnya lebih penting daripada strategi itu sendiri.

Sebagai contoh bagaimana "Short Term Mindset" bisa memberikan masalah besar, mari kita lihat pada EUR/USD berikut. Pada grafik 4HR EUR/USD dibawah, orang akan melihat seperti ini:

Saatnya Menjadi Long Term Trader 

Dalam grafik di atas, Anda melihat bahwa ada banyak momentum bullish bergerak menuju puncak yang semakin tinggi. Dari perspektif ini, tampak semua continuation bullish set-up akan menjadi entry yang hebat. Namun, dalam pandangan long term pada waktu yang persis sama, memberikan cerita yang berbeda:

Saatnya Menjadi Long Term Trader 

Long term trader dengan chart weekly, melihat bahwa EUR/USD masih dalam long term downtrend, dan bahwa rally bullish pada grafik 4HR hanyalah sekedar pullback. Bahkan itu adalah pullback menuju resistance tak terduga (tak terduga jika Anda hanya melihat secara short/mid term dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi pada long term).

Jika kita bergerak sedikit menuju waktu selanjutnya, Anda dapat melihat pantulan bearish dari level resistance. Bagi trader yang melihat grafik 4HR, hal ini mungkin terlihat seperti waktu yang tepat untuk membeli lagi dalam mengantisipasi kelanjutan trend Bullish.

 Saatnya Menjadi Long Term Trader


Apa yang short term trader mungkin tidak sadari adalah, bahwa ini bukanlah pull back dari uptrend 4HR, melainkan kelanjutan dari downtrend long term. Dan harga terus bergerak turun hingga 2 minggu! Setelah menyaksikan apa yang terjadi, bagi trader 4HR, ini tampak seperti sebuah reversal besar tak terduga di market. Sedangkan bagi trader long term, itu adalah kelanjutan yang jelas (downtrend continuation) yang sudah diharapkan sesuai flow market, tampak seperti inilah pada pandangan weekly: 

 Saatnya Menjadi Long Term Trader

Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memiliki perspektif long term dari market TERUTAMA jika Anda akan menyebut diri seorang long term trader. Sekali lagi, begitu banyak orang melihat grafik 4HR berpikir mereka long term trader, tetapi mereka mengabaikan time frame long term yang sebenarnya yang dapat membuat Anda mendapat masalah besar seperti dalam contoh kehidupan nyata. Dua bar candle weekly bearish tersebut diatas akan menghancurkan para trader yang mencoba untuk mengambil posisi long pada pandangan short term.

Sekarang, saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak bisa trading menguntungkan pada grafik 1HR atau 4HR. Yang saya katakan adalah bahwa sangat sulit untuk melakukan trading profit secara konsisten bila Anda tidak memiliki perspektif yang baik mengenai pergerakan market long term, terutama ketika mencoba untuk bertrading dalam short/mid term. Dengan demikian, mari kita bicara tentang strategi long term untuk trader yang ingin menjadi lebih profitable dan konsisten!

Satu catatan penting tentang strategi ini adalah bahwa Anda harus disiplin jika Anda ingin sukses. Ya, Anda perlu disiplin dengan semua strategi untuk mengharapkan sukses, tetapi terutama, jika Anda ingin trading strategi long term secara efektif, Anda harus mengontrol emosi dan keinginan untuk masuk ke market.

Salah satu kesalahan terbesar yang para unprofitable trader lakukan adalah over trading dan over-control trading mereka. Sebagai manusia, kita selalu ingin open posisi atau malah selalu ingin memanipulasi OP trading tersebut, padahal tindakan-tindakan semacam itu hanya akan menyebabkan berkurangnya profitabilitas.

Jika Anda ingin sukses menggunakan strategi long term, Anda harus mampu menerima bahwa tidak akan ada banyak entri (yang merupakan hal yang baik, menurut pendapat saya), dan tidak ada peluang masuk market berulang-ulang.

Bersambung...

Asaeri sudah mengenal trading forex selama bertahun-tahun, kemudian menyadari kurangnya referensi bacaan mengenai trading di Indonesia. Oleh karenanya, Asaeri suka membuat ulasan mengenai pentingnya tata psikologi dan inspirasi-inspirasi lain bagi trader nusantara.


arrow up arrow down
Slamet Nani
trading jangka pendek juga bisa profitable dan konsisten kalau bisa ngaturnya....
Ridwan Toha
Gimana ya? Masih ragu trading long term ini. Karna selama ini udah asik trading scalping. Meskipun ndak terlalu banyak tapi selama ini dah bisa profit. ANe emang tipe orang yang pengen ngumpulin sedikit2 dulu hasilnya. Tapi di long term ini bisa jadi yang ndak kuat mental jadinya tetep suka open close posisi karna takut marginnya kena. Kalo dengan cara mengurangi volume nantinya profit juga sama aja bakal kecil dan hasilnya mungkin ndak jauh beda sama yang short term. Bedanya, disini untuk dapetin profitnya butuh lebih banyak sabar dan lebih banyak waktu.
Arfiad 26
bwt agan @ridwan yg lg galau... kl ragu2 mnding dprthnin ja itu trdng scalpingx. kl udh punya sistem dn bs ada profit konsisten y bgs jg toh itu brrti sistemx? mnrt ane lbh baik pilih cr yg plng nyama ja. dsini long term trdng dibilang yg lbh sukses krn mmng kenyataanx bnyk yg demikian. tp kan g semuax seperti itu. bs jd agan itu 1 dr sdikit trdr yg bs trus brhasil pk sistem scalpingx agan sndiri. tp kl msh pnsrn y bs dcoba dulu di akun demo. ada lyanan akun demo knp g dimanfaatin ja bwt backtest2 sistim trdng baru??
Ridwan Toha
@Arfiad 26, Iya, selama ini juga bingung karena trading short term punya sendiri baik2 saja. Tapi kok dimana2 dibilang labil dan resikonya tinggi.

Soal resiko bukankah di tiap cara trading itu pasti ada resikonya? Makanya ada yang namanya manajemen resiko di sini buat mengatur itu. Mungkin ane bakal coba long term trading di akun demo. Tapi sepertinya cara utama tetap ane pakenya yang short term.
Ris Hendarto
long term trading ini yang paling bikin nggak sabar ya nunggu sinyalnya. tapi waktu analisa sy pikir bisa lebih mudah karena bisa lebih tenang dan pergerakan harga menampilkan trend movement yang lebih gampang dianalisa. Jadi secara teknikal sebenarnya trading long term lebih mudah. Cuma secara fundamental sedikit lebih merepotkan karena lebih banyak unsur fundamental yang perlu dianalisa
Hamid_wijaya
bisa jadi longterm trader yang masih labil jadi tidak sabar menunggu hasil profit terus akhirnya op lagi? atau karena kita bisa buka beberapa posisi dalam sekali waktu jadi sambil menunggu saat yang tepat untuk close kita buka2 posisi untuk trading jangka penek? apa ini jelas tidak akan terjadi karena long term trading selalu identik dengan trader yang sudah berpengalaman?
Anwar Jumadi
Secara psikologis, trader jangka panjang memang terlatih untuk selalu disiplin dan menggunakan perhitungan serta analisa yang tepat agar tidak perlu menambah posisi untuk menambah potensi keuntungan.

Ini terjadi karena untuk mengambil keuntungan yang besar, trader jangka panjang biasanya memiliki balance yang besar pula, sehingga penambahan posisi untuk menambah profit jadi dirasa kurang perlu karena beresiko untuk menambah kerugian pula.

Namun pada kenyataannya trader dengan modal yang tidak terlalu besar pun bisa bertrading secara jangka panjang, asal memiliki penempatan ukuran trading yang sesuai dan manajemen resiko yang baik.

Mengenai kemungkinan untuk menambah posisi trading, itu bisa saja terjadi, namun hal ini lebih bergantung pada sistem trading yang dijalankan oleh tiap-tiap trader.

Yang paling penting adalah konsistensi, jadi selama apa yang dilakukan bisa membawa hasil akhir yang baik, maka trading dengan cara bagaimanapun perlu dipertahankan konsistensinya. Meski pembukaan posisi yang terlalu sering bisa lebih besar resikonya.
Loki Si Trader
bnyk 2 latihan di akun demo, perbaiki trus sistim trading melalui evaluasi, trdng long term atau short term bakal ttp profitable slm disiplin bs dijaga. plg baik sesuaikan sj dgn kemampuan msng2.

pnggunaan tf jg msti konsisten. tf dbwh h1 mmg bnr krg cocok utk long term. paling banter itu cocok bwt intraday. jd floating kl dibiarkan lbh dr sehari mmng agak berisiko kl tfnya dbawah h1.
Hadi Fbf
Tradingnya pake prinsip timeframe utama aja.
Jadi disesuaikan sama jangka waktu tradingnya. Timeframe yang lebih tinggi bisa dijadikan pertimbangan buat analisa tren, sementara yang lebih rendah buat masuk entri posisi. Jadi kalau semisal trading harian, ya timeframe utamanya H4 atau D1, yang W1 bisa sebagai bahan analia untuk tren jangka panjang, sementara yang lebih rendah dari H4 bisa untuk cari posisi masuk entri. Kayak strategi the rule of four disini ini, sepertinya okay.
Loki Si Trader
@hadi: tautannya oke itu gan, bisa dijadiin panutan...
Rosa Singgih
Aaaaah, iya juga sih, chartnya kelihatan banget pas nunjukkin resistance level, wah dah waktunya nyoba time frame diatas h4 nih... Thx infonya
Fxtokcer
ah ga mesti juga, coba lo liat weekly eurusd,  slamat jedotin kepala, liat aja tuh volatilitasnya, naik turun keq roller coaster, lo pikir nih misalnya dah masuk resistance gitu kan? eh ternyata ditembus aja keq ga ada apa2 wkwkwk, eurusd gitu loh, mayoritas trader pada ngumpul di pair ini