Scalper Mania

67737

Bagi Anda para scalper mania, pertimbangkan 4 metode scalping berikut ini untuk memaksimalkan strategi trading Anda.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex ada yang namanya strategi trading scalping. Apa itu scalping? Pengertian secara umum, scalping dapat diartikan sebagai teknik trading forex dengan buka tutup posisi untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga yang kecil. Julukan untuk trader yang gemar menggunakan teknik ini adalah scalper mania.

Kombinasi Indikator Untuk Scalper

Biasanya, para scalper mania akan menggunakan time frame kecil antara 1 menit hingga 15 menit dengan tujuan mendapatkan keuntungan kecil dalam waktu singkat. Mereka yang menggunakan metode ini bisa buka tutup posisi hingga ratusan kali dalam satu hari. Bagi seorang scalper, meskipun untung kecil tidak jadi masalah asalkan rutin dan berkelanjutan.

 

4 Metode Trading Untuk Para Scalper Mania

Anda tertarik menjadi scalper mania? Jika ya, setidaknya Anda perlu memiliki metode scalping yang tepat agar profit dapat berkelanjutan dan tentunya menekan loss seminimalisir mungkin. Nah, di bawah ini adalah beberapa metode scalping dengan menggunakan satu indikator atau lebih. 

 

1. Metode Scalping Dengan Indikator Moving Average

Seperti yang kita tahu, Moving Average (MA) adalah indikator untuk menghitung rata-rata harga di periode waktu tertentu. Semakin kecil periode waktu yang digunakan, maka pergerakan garis MA semakin lincah. Jenis-jenis indikator MA setidaknya ada tiga macam, yaitu: Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), dan Weighted Moving Average (WMA).

Nah, ternyata scalper mania juga bisa menggunakan salah satu dari jenis MA. Sebagai contoh, strategi yang dilansir dari Investopedia ini menggunakan SMA dengan kombinasi periode 5-8-13 pada chart 2 menit untuk mengidentifikasi tren dan meninjau peluang entry dari pullback harga.

Moving Average Scalping

Terlihat saat tren harga naik dengan kuat, ia akan menempel pada SMA 5 atau SMA 8. Namun jika ada pelemahan tipis mendekati SMA 13, maka artinya akan ada momentum  pullback yang bisa dijadikan pedoman entry buy.

 

2. Metode Scalping Dengan Kombinasi MA Dan Stochastic

Bisa dibilang bahwa MA adalah indikator yang dipakai sejuta umat. Pasalnya, hampir semua trader mulai dari daily trader, swing trader, long term trader, bahkan scalper mania juga mengguna indikator ini. Nah, pada metode scalping ini, kita akan menggabungkan MA dengan Stochastic.

Indikator Stochastic adalah salah satu jenis indikator oscillator yang membantu trader forex dengan memberikan prediksi mengenai pergerakan arah trend, sekaligus memunculkan sinyal momentum.

Untuk setting indikatornya:

  • Time frame kecil yaitu antara 5 Menit atau 15 Menit
  • Simple Moving Average (SMA) dengan Periode 5 dan 10
  • Indikator Stochastic 15:3:3, level 20-80 untuk range oversold-overbought

Inilah tampilan pada Time Frame 5 Menit:

Moving Average Dan Stochastic

 

Aturan Mainnya: 

  • Buy: Jika SMA10 Cross SMA5 dari atas ke bawah, dan ketika garis-garis Stochastic bersilangan di bawah level 20.
  • Sell: Jika SMA10 Cross SMA5 dari bawah ke atas, dan ketika Stochastic bersilangan di bawah level 80.
  • Close Profit: Bisa melakukan close manual jika telah terlihat profit atau memasang garis Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL).

 

3. Metode Scalping Dengan Kombinasi EMA Dan RSI

Strategi scalping selanjutnya masih menggunakan indikator MA, tapi kali ini, jenis MA yang digunakan adalah Exponential Moving Average (EMA), yang kemudian dikombinasikan dengan indikator RSI (Relative Strength Index) sebagai pengganti Stochastic Oscillator.

Di sini, fungsi indikator RSI adalah seperti layaknya indikator Oscillator lainnya, yaitu untuk melihat sinyal overbought dan oversold. Nah, jika Anda masih belum paham mengenai cara membaca indikator RSI, maka sangat dianjurkan untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Scalper mania menggabungkan EMA dan RSI untuk mendapatkan sinyal lebih akurat. 

Untuk pengaturannya adalah sebagai berikut:

  • Time frame M15
  • Exponential Moving Average (EMA) Periode 5 dan 12
  • RSI (Relative Strength Index) Periode 15, dengan level tambahan di 50

Berikut adalah contoh gambar dan cara menganalisanya:

Indikator EMA dan RSI

 

Aturan Main:

  • Buy: Jika EMA5 Cross EMA 12 dari bawah ke atas, dan RSI di atas level 50.
  • Sell: Jika EMA 5 Cross EMA 12 dari atas ke bawah, dan RSI di bawah level 50.
  • Take Profit: Profit 1-3 pips saja atau disesuaikan dengan close manual.

 

3. Metode Scalping Dengan Bollinger Bands

Apa itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga. Selain arah trend, indikator ini juga bisa digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold).

Tahukah Anda? Indikator ini juga digunakan oleh sebagian besar scalper mania. Namun, sebelum masuk lebih lanjut sangat disarankan untuk terlebih dahulu belajar cara menggunkan indikator Bollinger Bands. Mengenai cara menggunakannya untuk metode scalping, berikut ini ulasannya.

Pengaturan:

  • Time frame kecil (M5-M15)
  • Period 12 dan deviation 2 (default)

Hasilnya seperti gambar di bawah ini:

Indikator Bollinger Bands

 

Aturan main:

  • Buy: Apabila harga menyentuh lower band.
  • Sell: Jika harga menyentuh batas upper band.
  • Take Profit: Mengambil untung 5 hingga 10 pips atau close manual sesuai keinginan. 

 

4. Metode Scalping Dengan Kombinasi Bollinger Bands, Stockhastic, Dan RSI

Strategi trading scalping berikutnya adalah mengawinkan tiga indikator sekaligus. Namun, sebelum terlalu jauh, perlu diperhatikan bahwa menggabungkan banyak indikator memerlukan pengetahuan lebih tentang cara membaca setiap indikator-indikator yang digunakan, agar Anda bisa menghindari salah baca sinyal.

Pengaturan:

  • Time Frame: M1, M5, atau M15
  • Bollinger Bands periode 50 deviation 2 (Biru), periode 50 deviation 3 (Merah), periode 50 deviation 4 (Kuning)
  • Relative Strength Index: 8 dengan level 30 dan 70 untuk range jenuh beli dan jual
  • Stochastic Oscillator: 14:3:3 dengan level 20 dan 80 untuk range jenuh beli dan jual

Maka tampilannya seperti ini:

Indikator Bollinger Bands stochastic RSI

 

Aturan Main:

  • Buy: Jika harga sudah secara bersamaan menyentuh level 30 RSI, level 20 Stochastic, dan menyentuh salah satu garis lower band Bollinger Bands.
  • Sell: Jika harga sudah secara bersamaan menyentuh level 70 RSI, level 80 Stochastic, dan menyentuh salah satu upper band Bolinger Bands.
  • Take Profit: Close setelah ada tanda tanda harga berbalik arah.

Ada banyak metode scalping yang telah dibuat oleh kalangan trader, beberapa di antaranya adalah dengan mengkombinasikan beberapa indikator seperti di atas. Meskipun teknik scalping menuai banyak pro dan kontra, sebenarnya sah-sah saja menjadi seorang scalper mania asalkan Anda mengerti manajemen risiko dengan benar dan bisa menekan loss seminimal mungkin. 

 

Trading forex memang mengasyikkan, bukan? Terlebih lagi jika Anda memiliki banyak wawasan serta pengalaman dalam dunia forex. Nah, sebagai tambahan referensi, pastikan Anda selalu memperbarui pengetahuan dengan membaca kumpulan artikel strategi forex dari kami. 

Alumni Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan telah aktif menjadi content writer lebih dari 6 tahun di berbagai macam platform. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Titotito
ada yg uda pernah nyoba tscalping pake cara cara ini?
Doni Darkoe
thanks bro dah kasi masukan2 yang bermanpaat buat trading ane. ane juga suka scalping. tapi kalo masang indicatopr gapernah dirubah setingan2nya. jadi waktu lihat rule indicator disini malah tambah penasaran. apa ada alasan kenapa sma dipasangin sama stochastic sdngkan ema dipasangnya sama rsi?

trus rsi kan biasanya ada level 30 sama 70, disini kenapa dihilangin semua jadi cuma level 50 aja yang nampak?
Mangoe Trader
hehehe... scalper mang kutu loncat... loncat sana loncat sini ndak ada kejelasanya... pasar beruah dikit diikutin mulu... meskipun jadi ndak konsisten gitu tapi yang penting masi konsisten sama sistemnya... yaitu scalping.... ndak apa-apa selama bisa profit n lossnya bisa ditanggung sendiri.... btw settingan diatas lumayan keren buat dicoba....
Andre Setyobudi
scalper memang wow... bisa punya puluhan bahkan sampai ratusan posisi dalam sehari. tiap profit langsung close , begitu rugi juga juga nggak takut cut loss. sy belum pernah coba jadi scalper, tapi kalau bisa punya posisi sampai sebanyak itu dalam sehari mestinya tf yang digunakan yang m1 atau maksimal m5 kan?

disini lebih baik gunakan sl tp apa nggak? soalnya kok scalper cenderung exitnya secara manual. tapi kalau nggak pakai rasanya kurang sreg gitu karena nggak aman, sementara scalper butuh analisa n reaksi cepet, dimana hitung2an stop order sesuai mm bisa memperlambat proses transaksi scalper

Simonugraha
Sebetulx tdk perlu serendah itu time framex, meski dengan time frame 30 menit sekalipun juga bisa untuk scalping dan memungkinkan untuk membuka banyak posisi dalam waktu sehari. Dalam caranya scalper bisa saja membuka banyak posisi dalam satu waktu, melakukan hedging, switching dalam kurun waktu yang singkat, dan metode-metode lain yang memungkinkan hal itu terjadi. Untuk mempelajari lebih banyak tentang scalping sebaiknya tidak hanya memperhatikan pengaturan indikatornya saja, tetapi juga sistem-sistem trading yang layak untuk diterapkan.
Suria
Teknik ini apakah masih bisa digunakan tuan?
Vivian
coba jalan2 aja ke artikel seputarforex lainnya mbak suria, ada banyak artikel scalper yg bsa dijadikan tambahan ilmu
Seputar Forex
Terima kasih mbak Vivian. Artikel mengenai scalping ini bisa Anda baca di halaman berikut: Semoga membantu.