OctaFx

iklan

Scalping Dengan MA Dan MACD

214554

Metode gabungan exponential moving average dan MACD ini sering digunakan karena MACD bisa berjalan dengan baik pada semua time frame. Time frame untuk entry bisa 1 jam atau lebih rendah, sedang untuk acuan arah trend biasanya 1-jam, 4-jam (4-hour) atau daily.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Metode gabungan indikator moving average (MA) dan MACD ini sering dipraktekkan oleh para scalper dan trader harian. Time frame untuk entry bisa 1 jam (1-hour) atau lebih rendah (30 menit atau 15 menit), sedang time frame untuk acuan arah trend biasanya 1-jam, 4-jam (4-hour) atau daily. Metode ini sering digunakan karena MACD bisa berjalan dengan baik pada semua time frame trading.

 

Menentukan Arah Trend

Bagi scalper, time frame 1 jam dan 4 jam sering digunakan untuk mengetahui arah trend yang sedang terjadi sebelum menentukan posisi entry pada time frame yang lebih rendah. Indikator trend yang populer dan sering digunakan adalah Average Directional Index (ADX), tetapi karena pada time frame rendah respons indikator ini cenderung lambat (lagging), maka scalper sering menggunakan moving average.

Untuk menambah sensitivitas moving average yang juga lagging, maka digunakan jenis exponential moving average (EMA) yang dihitung dengan pembobotan pada harga akhir. Dalam prakteknya, EMA cukup akurat untuk menunjukkan arah trend yang sedang terjadi.

Pada contoh GBP/USD 4-hour berikut ini, digunakan EMA periode 55 sebagai alat detektor trend. Aturannya:

  • Ketika harga bergerak di atas kurva indikator EMA-55, maka harga dianggap bergerak uptrend dan trader hanya akan mencari peluang buy.
  • Sebaliknya ketika harga berada di bawah kurva EMA-55, maka dianggap downtrend dan trader hanya akan mencari peluang sell.

Scalping Dengan MA Dan

Menentukan Momentum Entry

Setelah mengetahui posisi entry yang diinginkan, trader bisa menentukan saat entry (timing) dengan melihat pada indikator MACD dan histogram OSMA. Entry tidak harus pada time frame 4-hour, tetapi bisa pada time frame yang lebih rendah sesuai dengan kebiasaan trader.

Buy jika kurva MACD telah memotong garis sinyal dari bawah ke atas dan pada saat yang bersamaan histogram OSMA bergerak di atas level 0.00. Dalam keadaan tersebut, momentum uptrend sedang kuat, dan semakin lebar jarak antara kurva MACD dan garis sinyal maka trend semakin kuat.

Scalping Dengan MA Dan

Exit ketika kurva MACD telah memotong garis sinyal dari atas ke bawah dan pada saat yang bersamaan histogram OSMA bergerak di bawah level 0.00. Pada kondisi tersebut, momentum uptrend sedang melemah dan kemungkinan harga akan berbalik arah.

Untuk entry sell berlaku sebaliknya. Sell ketika MACD memotong garis sinyal dari atas ke bawah dan OSMA bergerak di bawah level 0.00. Kemudian, exit jika MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas dan OSMA di atas level 0.00.

Scalping Dengan MA Dan
Dengan metode ini level stop bisa ditentukan agak ketat, dan berapapun besarnya risk/reward ratio yang direncanakan, trader harus exit ketika momentum trend telah mulai melemah.

 

Kesimpulan

MA dan MACD merupakan dua alat bantu trading yang bisa Anda manfaatkan untuk mengidentifikasi Entry posisi, serta menentukan arah Trend saat ini. Bagaimanapun juga, segala keputusan yang diambil saat bertrading harus direncanakan dengan matang. Sebagaimana penggunaan indikator MA dan MACD dalam trading forex ini, bisa membantu Anda menganalisa pasar dari sisi teknikal.

scalping dengan ma dan macd

 

Bagi Anda yang ingin memperdalam wawasan mengenai dunia trading, serta bertanya langsung pada trader berpengalaman, silahkan bergabung di forum tanya jawab berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Anjarr
garis macd di mt4 ane kok cuma 1 ya suhu? di contoh ini bisa ada 2 garis, apa ini macd jenis baru suhu? cara downloadnya dimana ya suhu?
habisnya disini entry pas momen crossing 2 garis macd itu, kalo garis diplatform ane cuman 1 ambil entrynya dimana ya?
Bowo Fx
Kayaknya bukan mt4 gan yang dipake. Kalo lihat sumbernya dailyfx itu kayaknya MACD dari platformnya FXCM sendiri. Mungkin kalau di mt4 jadinya perlu pasang 2 indikator, MACD sama OSMA, soale kepisah dua indikator itu. Di sini kan bisa digabung makanya lebih jelas. Tapi kalau cuman buat analisa crossing MACD di mt4, ya sama diambil pas momen persilangan garis MACD itu. Kalo di mt4 salah 1 garis MACD nampaknya kayak OSMA di sini. Kok jadi ribet ya penjelasannya. Minta dari pak penulis aja tolong dicontohin cara ini gimana ambil sinyalnya kalau pakai MACD sama OSMA di mt4?
Martin S
@Anjarr:
Garis yang di mt4 itu garis sinyal, bukan garis MACD. Di versi standard platform mt4 menggunakan area untuk menyatakan MACD, sedang yang versi 2 garis (atau 2 kurva) disebut dengan MACD tradisional sebenarnya sama saja. Untuk yang versi mt4 garis MACD-nya bisa dibaca dari batas area MACD (batas daerah yang terarsir), bentuknya persis sama dengan yang versi garis (versi tradisional). Perhatikan perbandingannya pada chart berikut ini:


Kalau Anda ingin menggunakan yang versi garis (tradisional), Anda bisa download mt4 dari broker interbankfx atau IBFX (sekarang sudah diakuisisi oleh FXCM), di folder MQL4 ada folder Indicators, didalamya ada IBFX - MACD Traditional.ex4. Bisa langsung digunakan pada mt4 yang lain dengan cara mengcopy-paste ke folder Indicator di mt4 Anda.
Untuk entry saat crossing di versi MACD mt4 bisa pada saat histogram MACD (arsiran) memotong garis sinyal (lihat gambar diatas).
Keterangan lebih lanjut bisa baca: Trading Dengan Indikator MACD
Arifin_setia
semakin lebar jarak kurva macd & garis sinyal itu bagaimana maksudnya? apa itu sama kayak jarak osma ke garis sinyal?
Fauzi Bayu
Kurva MACD mungkin maksudnya adalah garis merah, sedangkan garis sinyal adalah garis biru. Bisa dilihat bahwa jika jarak antara garis merah dan biru lebar maka mengindikasikan penguatan tren, sebaliknya ketika semakin dekat maka mengindikasikan tren yang melemah, dan ketika saling memotong maka arah tren akan berubah. Hal ini sama dengan seperti ketika menggunakan 2 garis moving average, karena memang MACD juga diambil dari perhitungan moving average.
Martin S
@ Arifin_setia:
Maksudnya trend semakin kuat, bisa uptrend atau downtrend tergantung dari posisi kurva MACD terhadap garis atau kurva sinyak. Kalau NMACD diatas sinyal maka uptrend dan sebaliknya. Garis atau kurva sinyal untuk mengetahui momentum buy atau sell, yang adalah simple moving average dari nilai MACD. OSMA adalah selisih antara nilai MACD dan garis signal, sebagai indikator uptrend atau downtrend.
Anda bisa membaca keterangannya dengan detail di: Trading Dengan Indikator MACD
Bagaspratama
gan kl pindah ke tf yg lbh rendah kan pasti gerak harganya jg beda. bisa aja di tf 4h trenya masi bearish, tapi di tf 1h harga menguat. tapi biasanya kalo pergerakan di tf lebih rendah kan cuma dianggap pergerakan kecil aja, trenya masih nurut di tf 4h, jadi pas seperti itu mesti bagaimana gan? ane juga pingin scalping tapi malah bingung sendiri kalo pindah2 tf. apa boleh scalper ambil sinyal sementara yg di tf rendah? kl begitu berarti sebenernya buat apa ngamati tf yg lebih tinggi? sedangkan kalo tunggu semua sinyal ok dari tf2 yg dipake entry gabisa sering2, padahal scalper kan yg dicari trading sperti itu.
Martin S
@ Bagaspratama:
tf yang lebih tinggi digunakan untuk melihat arah trend, sedang tf rendah digunakan untuk entry, jadi dicari momentum entry yang pas dengan indikator MACD tsb. Jadi entry buy atau sell-nya tergantung dari arah trend yang ditunjukkan oleh tf yang lebih tinggi. Kalau tf tinggi menunjukkan uptrend maka kita entry buy pada tf rendah ketika momentumya sudah tepat atau ketika sinyalnya sudah muncul (tidak peduli apakah pada saat itu di tf rendah sedang downtrend). Sebaliknya kalau tf tinggi menunjukkan downtrend maka kita entry sell pada tf rendah ketika sinyalnya sudah muncul.
Mahmud Erly
Trimakasih banyak rekomendasinya masta.
Sangat berguna untuk para pemain scalper
Metode penggunaan MA sama MACD selalu mantap, meskipun banyak diulan-ulang tapi selalu bermanfaat membaca rekomendasi trading dengan 2 indikator ini.
Pertanyaan sy apakah cara seperti ini juga bisa diterapkan oleh swinger?
Apakah jika bisa, cukup hanya dengan mengubah settingan time frame saja?
Mohon bantuannya,
Martin S
@ Mahmud Erly:
Bisa, karena baik indikator MA maupun MACD bisa digunakan pada semua time frame. Dalam hal ini untuk jangka menengah panjang (swing trading) bisa menggunakan kombinasi time frame weekly (untuk arah trend) dan daily (untuk entry).
Enias
mohon pendapat masta.. semua indi yang dijabarkan diatas sy gabung dengan indi ema 9, sma 21, dan ema 55 dengan trading di tf 5 menit. dengan sl 150 point dan tp 150 point. broker 5 digit, pada mayor pair (risk dan reward ratio 1:1). moment entry dengan semua konfirmasi yang disarankan diatas dan saat ema 9 motong sma 21 yang biasanya terus tembus motong ema 55 di tf 5 tsb.. bagaimana menurut masta?
Martin S
@ Enias:
Supaya lebih jelas, di broker 5 digit 150 point itu berarti 15.0 point atau 15 point (pip). Mengenai kombinasi moving averages yang Anda maksud, di tf 5 menit menurut saya lebih akurat menggunakan ema, bukan sma, karena respons ema lebih cepat (lebih sensitif terhadap perubahan harga). Anda trading di tf rendah (5 menit) tentunya ingin respon yang cepat. Baca juga: Penggunaan Indikator Moving Averages (2)
Jadi menurut saya gunakan ema 21, bukan sma 21.

Kalau ingin lebih yakin, bisa di-backtest dan atau di-forward test dulu untuk mengetahui persentase profitnya pada pair yang Anda tradingkan. Jika hasil test menunjukkan persentase profit diatas 50% (setelah sekian kali trade), maka kemungkinan untuk bisa profitable cukup besar.
Azianto
Saya mau setting tapi bingung???