Sejarah Kelam Di Balik Ethereum Dan Ethereum Classic

281410

Ethereum (ETH) naik daun pada tahun 2017 saat nilainya melonjak lima ribu persen, tetapi jarang orang mengetahui sejarah kelam Ethereum dan Ethereum Classic.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Selama tahun 2017 atau juga bisa disebut dengan Tahun Kriptografis, hampir semua mata uang kripto terpopuler mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Salah satunya adalah Ethereum yang memiliki satuan ETH.

Ethereum (ETH) Dan Ethereum Classic (ETC)

Ethereum (ETH) kemarin lusa, Rabu (29/11) kembali mencetak rekor tertinggi terbaru sepanjang masa di Level $548, padahal harga pada awal tahun 2017 hanyalah sekitar $10 saja. Ini artinya, Ethereum (ETH) sudah membukukan pertumbuhan sebesar 5,400% atau 54 kali lipatnya selama 11 bulan terakhir. Angka pertumbuhan tersebut bahkan jauh di atas pertumbuhan Bitcoin, sebagai mata uang kripto terpopuler saat ini, yang mencapai 1,000%.

Harga Ethereum (ETH/USD)

 

Pasti generasi milenial saat ini, yang baru mengenal Ethereum (ETH) pada tahun 2017, belum mengetahui sejarah kelam yang dialami oleh mata uang kripto tersebut.

Ethereum (ETH) adalah sebuah bentuk hasil dari Hard Fork yang terjadi pada mata uang kripto sebelumnya Ethereum Classic (ETC). Hard Fork yang dilakukan pada sekitar Mei - Juni 2016 lalu tersebut menghasilkan pemisahan Chain, yang menghasilkan Altcoin baru selain Ethereum Classic (ETC), yaitu Ethereum (ETH) yang kita kenal saat ini. Lalu sebenarnya apa itu Ethereum Classic (ETC)?

 

Sejarah Ethereum Classic (ETC) dan Terciptanya Ethereum (ETH)

Untuk mengetahui tentang sejarah terciptanya Ethereum (ETH) dari Core Ethereum Classic (ETC), kita akan membahas terlebih dahulu insiden apa yang membuat Ethereum Classic (ETC) harus mengalami Hard Fork pada sistem Core-nya.

 

  • The DAO

The DAO merupakan suatu komunitas (organisasi) yang berkumpul bersama-sama untuk membentuk suatu sistem terdesentralisasi, didukung oleh Smart Contracts agar transaksi  (pengambilan keputusan) yang dilakukan bisa terjadi secara otomatis, sesuai karakteristik kode yang diimplementasikan. Sehingga validasi transaksi tidak membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara antara kedua belah pihak transaksi. Sistem ini dinamai dengan DAO (Decentralized Autonomous Organization).

Sebagai catatan:

  1. DAO adalah tipe sistem (organisasi) yang terdesentralisasi dan bergerak secara otomatis.
  2. The DAO adalah nama resmi perusahaan yang beranggotakan beberapa perusahaan besar.

Tujuan utama The DAO adalah untuk menciptakan sebuah sistem atau struktur perusahaan yang diatur oleh kode-kode matematika, sehingga seluruh proses pengambilan keputusan maupun seluruh transaksi tidak membutuhkan faktor manusia lagi. Mereka mencoba mengimplementasikan Blockchain dengan tahap-tahap sebagai berikut:

  1. Developer mulai mengembangkan Smart Contracts yang sudah dimiliki Ethereum Classic (ETC), menjadi sebuah sistem yang bisa menjalankan struktur perusahaan secara otomatis.
  2. The DAO kemudian mulai melakukan ICO (Initial Coin Offering/Penawaran Koin Perdana) dengan memunculkan produk TGE (Token Generation Event), dimana token tersebut bisa dibeli oleh para Investor sebagai implementasi kepemilikan saham atas perusahaan The DAO.
  3. ICO menghasilkan lebih dari $150 Juta, dan dana tersebut dianggap lebih dari cukup untuk menyelesaikan pengembangan DAO.
  4. The DAO kemudian menggunakan dana tersebut untuk proyek-proyek yang sudah di lampirkan pada dokumen Whitepaper pada saat ICO terjadi.

Setelah ICO selesai, DAO memulai operasi pengembangannya pada tanggal 30 April 2016, platforom kriptografis yang digunakan pada saat itu adalah Ethereum Core atau Ethereum Classic (ETC), dan digunakan selama 28 hari. ICO yang sudah menghasilkan dana lebih dari $150 juta, dengan partisipan lebih dari 11 ribu tersebut kemudian mulai mengalami kendala tentang kelemahan atau celah (bug) kode pemrograman yang sangat rentan terhadap aksi Hacking  (Peretasan).

 

  • Hacking The DAO

Pada saat bug tersebut ditemukan, para developer dengan segera mencoba untuk membenahi celah pada pemrograman DAO. Kemudian sebuah insiden buruk terjadi, seorang Hacker (Peretas) Anonim berhasil masuk ke dalam sistem DAO dan mencuri dana berbentuk Ethereum Classic (ETC pada saat itu) dari hasil ICO yang dilakukan The DAO, senilai $3.6 juta. Pada saat insiden tersebut terjadi, harga Ethereum Classic (ETC) langsung mangalami penurunan tajam, dari $20 menjadi $13 dalam sekejap saja.

Peretasan tersebut terjadi karena dana yang terkumpul dari ICO The DAO hanya disimpan pada satu akun wallet yang sama (ide yang ceroboh menurut saya pribadi). Hal ini merupakan kecerobohan pihak developer yang tidak menyangka bahwa peserta dan dana ICO yang dikumpulkan akan sebanyak itu.

 

  • Hardfork Ethereum Core: Pemisahan Ethereum Classic (ETC) dan Ethereum (ETH)

Saat insiden Hacking tersebut terjadi, The DAO memiliki lebih dari 15% dari seluruh suplai Ether yang beredar. Insiden Hacking The DAO tersebut otomatis berdampak sangat buruk terhadap ekosistem Ether yang sudah berjalan dengan lancar pada saat itu.

Kemudian, langkah yang diambil oleh Vitalik Butterin dan para pengembang lain adalah dengan mencari solusi terbaik agar insiden tersebut bisa diselesaikan tanpa mengurangi nama baik Ether. Apalagi, Ether pada saat itu akan menerapkan sistem Proof-of-Stake, sehingga tidak ada lagi kontrol yang terlalu besar pada Bursa Ether, meskipun ada orang atau organisasi memiliki lebih dari 10% Ether yang beredar.

Pada akhirnya, Vitalik Butterin, para pengembang, dan mayoritas para penambang Ether sepakat untuk melakukan Hard Fork pada blok 1,920,000, dengan tujuan untuk "mengembalikan" Ether yang hilang pada saat Insiden The DAO terjadi. Meskipun terkesan secara sepihak, karena kehilangan dana akibat peretasan karena kesalahan pribadi The DAO, harusnya tidak dibebankan pada pihak Ethereum, namun Hard Fork tetap berjalan.

Ada beberapa pihak dari pengembang dan penambang yang sebenarnya tidak menyetujui Hardfork ini karena :

  1. Seharusnya Blockchain bersifat Immutable, artinya apapun yang sudah terjadi, tidak bisa dibatalkan, meskipun dana hilang sampai jutaan dolar.
  2. Kode adalah hukum, kesalahan hanya berada pada pihak manusia yang lalai karena membiarkan akun wallet diretas.
  3. Hard Fork ini lebih bisa disebut sebagai Bail-Out atau monopoli yang biasa dilakukan oleh suat Bank atau Perusahaan, untuk menutupi kerugian mereka.

Meskipun ada beberapa pihak yang tidak setuju, ternyata Hard Fork tetap dilakukan pada sekitar Mei-Juni 2016, menghasilkan pemisahan blockchain (rantai block), dan menciptakan Altcoin baru. Ethereum sebelum terjadi Hard Fork kemudian diberi nama Ethereum Classic (ETC), sedangkan Ethereum baru yang terpisah dari Core Ether dinamai dengan Ethereum (ETH) saja. Tujuannya adalah untuk tetap menciptakan kesan bahwa tidak pernah terjadi masalah pada Ethereum (ETH), sehingga nama baik Ethereum tidak tercemar; meskipun kesalahan tidak terletak pada jaringan Ethereum, namun terpusat pada kesalahan pribadi pihak The DAO.

 

Dampak Hard Fork Ethereum

Dampak yang ditimbulkan oleh Hard Fork pemisahan rantai Blockchain Ether tersebut adalah :

  • Munculnya Altcoin baru, sehingga Ethereum lama dinamai dengan "Ethereum Classic (ETH)", sedangkan Ethereum yang baru tercipta diberi nama "Ethereum (ETH)" saja.
  • Penambahan Saldo pada wallet. Jika pada saat sebelum Hard Fork dilakukan kita memiliki 10 ETC pada wallet, maka setelah Hard Fork terjadi akan muncul saldo baru 10 ETH pada wallet yang sama, namun dengan Address yang terpisah. Artinya, pemegang wallet akan memiliki 10 ETC dan 10 ETH yang bisa dijual, maupun ditransaksikan.
  • ETC jadi dilupakan. Padahal awal mula jaringan Ether terbentuk adalah karena koin ETC yang diperdagangkan; namun karena pemisahan terjadi, serta digunakan nama asli Ethereum (ETH) untuk koin yang baru; maka kesalahan penafsiran tentu saja menyebar dengan sangat cepat, dan adopsi Altcoin baru ETH lebih cepat. Hal ini menyebabkan harga ETC menjadi tertinggal.

 

Grafik ETCUSD Di Timeframe Daily

 

Grafik ETHUSD Di Timeframe Daily

Dari kedua grafik di atas, bisa kita ketahui bahwa harga ETC/USD saat artikel ini dibuat berada pada level $26, sedangkan ETH/USD berada pada level $437. Bisa terlihat adopsi yang bertolak belakang antara Senior (ETC) dengan Juniornya (ETH).

 


Sudahkah Anda mengenali macam-macam mata uang kripto populer lainnya? Simak juga ulasan mengenai mata uang kripto Litecoin dan Monero.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.