Advertisement

iklan

Indeks Dow Jones 30 Yang Harus Anda Tahu

Indeks Dow Jones 30 adalah salah satu indeks saham tertua di dunia dan sering kali digunakan sebagai acuan naik turunnya perdagangan saham dunia.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Barangkali Anda sering mendengar pembaca berita di televisi dan ulasan-ulasan ekonomi menyebut indeks Dow Jones 30. Namun, apakah Anda tahu apa itu indeks Dow Jones 30 dan mengapa indeks ini disoroti oleh pelaku pasar? 

Indeks Dow Jones 30 adalah salah satu indeks saham tertua di dunia dan sering kali digunakan sebagai acuan naik turunnya perdagangan saham dunia. Awalnya dirintis oleh dua orang editor Wall Street Journal dan pendiri perusahaan terkemuka Dow Jones & Company, Charles Dow dan Edward Jones. Indeks ini lazim disebut Dow Jones Industrial Average (DJIA), dan kadang-kadang dikenal juga sebagai US-30. 

Indeks Dow Jones 30

 

Komposisi Indeks Dow Jones 30

Indeks Dow Jones 30 terdiri dari tiga puluh saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dan paling berpengaruh di Amerika Serikat. Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut antara lain: American Express Co (AXP), Boeing Co (BA), Caterpillar Inc (CAT), Exxon Mobil Corp (XOM), General Electric Co (GE), Goldman Sachs Group Inc (GS), International Business Machines Corp (IBM), Intel Corp (INTC), The Coca-Cola Co (KO), JPMorgan Chase and Co (JPM), McDonald's Corp (MCD), Microsoft Corp (MSFT), Procter & Gamble Co (PG), dan lainnya. Namun, komposisi daftar ini dievaluasi dan di-update secara berkala.

Daftar Perusahaan Dalam Indeks Dow jones

Angka indeks Dow Jones 30 dihitung berdasarkan penjumlahan share harga tiap-tiap saham dan dibagi dengan jumlah total perusahaan, oleh karenanya disebut dengan average (harga rata-rata). DJIA mewakili kira-kira seperempat nilai total seluruh pasar saham di AS, dan dianggap bisa mewakili naik turunnya pasar saham di AS.

Persentase perubahan indeks Dow Jones 30 tidak proporsional dengan perubahan tiap-tiap saham AS, baik yang terdaftar dalam Dow Jones 30 atau yang tidak terdaftar. Meski demikian, dampak perubahan umumnya sama. Misalkan setiap perubahan USD 1.00 pada saham yang berharga USD 120.00, berarti hanya berubah 0.8%. Sementara perubahan USD 1.00 untuk saham seharga USD 20.00 akan menghasilkan perubahan sebesar 5%, tetapi dampak keduanya sama.

 

Makna Perubahan Indeks Dow Jones 30

Perubahan indeks Dow Jones mencerminkan harapan pasar pada besarnya keuntungan yang akan diperoleh atau resiko yang akan ditanggung terhadap saham-saham perusahaan di bursa AS pada umumnya dan yang terdaftar dalam Dow Jones 30 pada khususnya. Secara lebih terperinci:

  • Ketika indeks Dow Jones 30 meningkat, berarti investor memperkirakan keuntungan perusahaan-perusahaan di bursa AS akan meningkat, atau risiko pasar bakal berkurang.
  • Ketika indeks Dow Jones 30 menurun, berarti keuntungan perusahaan-perusahaan AS diprediksi akan menurun, atau risiko bakal meningkat.

Hal itu membuat indeks Dow Jones 30 sangat rentan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Amerika Serikat, kondisi perdagangan internasional, serta data-data ekonomi asal negeri Paman Sam.  

Indeks Dow Jones 30 memuat korporasi-korporasi raksasa dan terkemuka di AS. Namun, ada yang menilai kalau indeks ini seharusnya tidak dianggap mewakili sentimen terhadap pasar saham AS secara keseluruhan. Mengapa? karena pandangan investor pada saham-saham kapitalisasi besar tentu akan berbeda dengan saham-saham kapitalisasi menengah dan kecil. Demikian pula, komposisi indeks Dow Jones 30 yang mengandung saham lintas sektor, tentunya tak dapat menggambarkan minat investor pada sektor saham tertentu, misalnya saham-saham teknologi. Hal itu melatarbelakangi lahirnya indeks saham lain, seperti NASDAQ dan indeks S&P 500.

Meski demikian, tak dapat dipungkiri kalau DJIA terdiri dari perusahaan-perusahaan besar yang paling terkenal di AS. Oleh karena itu, perubahan yang signifikan pada indeks Dow Jones 30 secara umum akan berdampak pada bursa saham AS, meski tidak dengan proporsi atau skala yang sama. Indeks Dow Jones 30 juga termasuk salah satu indikator minat risiko investor global (baca juga: Pengaruh Dow Jones Di Pasar Forex).

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.