Seni Dalam Trading Forex - (bagian 1)

101668

Didalam suatu peperangan, kita tidak bisa mengendalikan musuh kita atau mengetahui dengan pasti apa yang akan mereka lakukan. Dalam trading, kita tak bisa mengendalikan pasar atau mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi di pasar. Didalam peperangan maupun trading, satu-satunya variabel yang bisa benar-benar kita kendalikan adalah diri kita sendiri, yaitu cara berpikir dan tindakan kita.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Didalam suatu peperangan, kita tidak bisa mengendalikan musuh kita atau mengetahui dengan pasti apa yang akan mereka lakukan. Dalam trading, kita tak bisa mengendalikan pasar atau mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi di pasar. Didalam peperangan maupun trading, satu-satunya variabel yang bisa benar-benar kita kendalikan adalah diri kita sendiri, yaitu cara berpikir dan tindakan kita. Semakin baik cara berpikir dan rencana tindakan kita dalam trading semakin tepat langkah yang kita lakukan. Dalam suatu peperangan, pihak yang kurang persiapan dan kurang terlatih dengan baik biasanya adalah yang kalah. Kita bisa meraih sukses ‘kemenangan’ dalam trading dengan persiapan sebaik mungkin sebelum terjun ke ‘peperangan’ di pasar.

Didalam bukunya “The Art of War”, Sun Tzu menulis bahwa pihak yang memenangkan peperangan adalah yang telah membuat kalkulasi dalam segala aspek perang dengan detail, termasuk pertahanan, logistik dan teknik penyerbuan. Strategi dalam militer mempunyai banyak persamaan dengan dunia trading masa kini. Keduanya berhubungan dengan perubahan variabel yang tidak bisa diprediksi dengan akurat 100%. Jadi untuk memenangkan suatu peperangan atau memperoleh profit dalam trading adalah dengan persiapan yang maksimal dalam semua aspek sebelum terjun ke medan perang atau masuk ke pasar.

         Seni Dalam Trading Forex - (bagian


Trading adalah seni

Untuk menjadi seorang trader forex yang sukses Anda mesti bisa mengembangkan kemampuan internal Anda dalam mengendalikan pikiran dan tindakan Anda. Ini juga berarti Anda harus mengasah kemampuan dalam membaca trading chart dan menganalisa kondisi pasar agar Anda merasa percaya diri pada kemampuan Anda dalam “membaca” pasar.

Pengetahuan tersebut tidak bisa dirumuskan dalam metode yang kaku dan baku sebab pasar adalah dinamis yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Salah satu cara untuk menyiasati keadaan ini adalah dengan pendekatan membaca sentimen para pelaku pasar. Membaca pasar lebih bersifat seni yang memperbolehkan kebebasan dalam memilih metode memahami sentimen pasar yang sangat dinamis dan tidak harus baku. Inilah yang membedakan trader profesional, trader amatir dan trader pemula.

Cara berpikir untuk terjun ke ‘medan perang’ trading forex
Menerapkan cara berpikir yang tepat untuk terjun ke ‘medan perang’ trading forex adalah sangat penting guna meraih sukses dalam trading di pasar forex. Peperangan terjadi antara Anda melawan emosi Anda. Jadi intinya Anda melawan diri Anda sendiri, bukan melawan pasar atau trader lain seperti yang diperkirakan oleh banyak trader pada umumnya.

Trader yang telah berhasil dalam hal ini tidak terlalu peduli apakah dia loss atau profit pada sebuah posisi trading karena mereka tahu hasil trading adalah respon pasar yang merupakan bagian dari proses trading secara keseluruhan. Yang mereka pedulikan adalah cara eksekusi posisi yang tepat sesuai metode trading serta managemen resiko yang memadai sesuai rencana tradingnya. Mereka tidak terganggu sama sekali oleh emosinya dengan target profit yang harus menghasilkan sejumlah uang tertentu dalam setiap posisi trading yang dibuka, seperti yang banyak dilakukan oleh para trader pemula. Tidak seperti profesi lain pada umumnya, kita sebagai seorang trader forex tidak bisa dengan pasti menentukan berapa penghasilan yang bakal kita dapatkan dalam suatu perode waktu. Jika kita telah menjalankan rencana trading sesuai dengan money management dengan benar, berapapun hasil yang kita dapat adalah bagian dari tahapan untuk sukses.

Persiapan mental untuk trading dalam pasar forex
Katakan Anda telah menjalankan strategi dan rencana trading yang telah teruji. Apakah Anda masih bisa mengendalikan emosi Anda jika ternyata mengalami loss yang berturut-turut? Jika Anda masih merasa emisional dalam trading, Anda perlu proses ulang dalam mempersiapkan mental Anda tidak hanya sebelum Anda trading, tapi juga pada saat Anda telah membuka posisi dan ketika hasil trading Anda tercapai, baik loss maupun profit. Hal ini tidaklah sulit untuk dilakukan. Anda bisa belajar dari para trader profesional yang selalu obyektif ketika menjalankan rencana trading mereka, disiplin dan realistis dalam menentukan money management. Anda bisa berlatih membentuk mental trading yang benar dengan evaluasi rencana trading dan hasil akhir yang telah Anda capai dari waktu ke waktu.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Mr Stanley
So musuh kita itu adalah emosi kita sendiri? Bukan pasar maupun trader lain? Lalu kenapa diawal2 dibuat sepertinya musuh kita adalah pasar? Yg tidak bisa dikendalikan spt musuh dlm suatu peperangan? Jika emosi bisa dikendalikan sendiri seharusnya musuh kita bukan emosi ya?
Martin S
@ Mr Stanley:
Ya, dalam trading musuh trader yang sebenarnya adalah diri sendiri. Peperangan terjadi antara trader melawan emosinya. Jika trader telah bisa mengendalikan emosinya, yang berarti bisa mengalahkan emosinya, maka trader tersebut akan memenangkan peperangan, dalam hal ini melawan pasar

Emosi yang harus diperangi trader adalah emosi yang negatif, antara lain takut entry, serakah, terlalu berharap dsb.
Sebagai keterangan tambahan bisa baca: 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda
Agung Sugiyono
ane pikir pasar itu cuma sebagai medan tempur aja. jadi musuh trading yg paling tepat ya dirisendiri itu. meskipun bisa dikendalikan tapi prakteknya susah lo buat punya kontrol diri yg tepat pas udah punya posisi open dan apalagi kalo sudah dapat hasil entah itu profit ato loss. lagi pula emang bener pasar itu mustahil dibuat semau kita, sama kayak medan tempur yang perlu dipelajari biar strateginya nanti sesuai, tapi susah juga dibuat semau kita.
Ruben Krisna
Jika benar membaca pasar itu adalah seni yang tidak diatur secara baku, itu berarti analisa secara teknikal tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan di sini. Jelas-jelas dengan teknikal trader punya aturan-aturan baku yang diikuti sebagai indikator untuk sinyal trading. Sedangkan dengan pembacaan sentimen itu semua adalah hasil penafsiran trader atau analis terhadap kondisi pasar, yang tidak diperoleh dari pembacaan indikator teknikal manapun. Jadi apakah untuk bisa trading dengan seni trader harus menguasai analisa non-teknikal dulu? Dan trader pemula yang masih mengandalkan cara teknis belum bisa menguasai seni dalam bertrading?
Martin S
@ Ruben Krisna:
Maksudnya disini adalah ada banyak cara atau metode dalam membaca pasar, bisa dengan analisa teknikal, fundamental ataupun analisa sentimen, tidak ada aturan yang baku. Jadi bagaimana memilih dan mengkombinasikan metode-metode tersebut lebih bersifat seni. Hal ini bisa terjadi karena pasar bersifat tidak pasti.

Meskipun Anda menggunakan analisa teknikal yang berdasarkan perhitungan matematis, tetapi hasil dari prediksinya tidak pasti dan bisa meleset. Prediksi dengan analisa teknikal mengacu pada kemungkinan yang paling besar, atau yang paling mungkin dari suatu kondisi tertentu. Demikian juga analisa sentimen yang berdasarkan price action.
Agung Sugiyono
ruben: kalo sudah pro rata2 emang lebih bisa baca sentimen, mungkin masih pake teknikal, tapi enggak terlalu tergantung sama itu juga. malahan lebih banyak yang pake insting karna sudah banyak pengalaman. enggak apa2 waktu pemula masih full teknikal, anggep aja sebagai proses gitu, toh kalo masih pemula sudah buru2 mau pake analisa sentimen juga belum tentu langsung bisa tingkatin kualitas analisanya.
Lucky Me
bgmn u/ membentuk mental trading yng bnr? apa ckp hanya dgn mengusahakan spy tdk emosi sj? bgmn klo trnyata msh emosional jg? dn sulit sekali u/ merealisasikan keinginan trdng tanpa emosi itu? apa itu artinya sya tdk cocok jd trader dn lbh baik berhenti trading sj?
Martin S
@ Lucky Me:
Anda bisa berlatih untuk tidak emosional, terutama emosi yang negatif, dan selalu berpikir positif.
Bagaimana seharusnya mental seorang trader?, Anda bisa baca di: Aspek Mental Dalam Trading
Selain itu baca juga: 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda
Karisma
Seni dalam trading adalah bagaimana kita menggambarkan kondisi pasar saat ini dengan berbasis pada analisa fundamental dan teknikal yang kita miliki. Trading adalah sesuatu yang sangat indah.