Seni Menghindari Kekalahan: Trading Forex Bak Bisnis Asuransi

Seni Menghindari Kekalahan telah digunakan oleh perusahaan-perusahaan Asuransi untuk mencapai kesuksesan, dan bisa dipelajari tips-nya untuk trading forex.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Jika ditanyakan pada para trader forex mengenai apa yang mungkin dihasilkan dari sebuah posisi trading, maka biasanya dijawab, "menang atau loss". Padahal, sebenarnya ada pilihan ketiga, Anda bisa juga menutup posisi trading dalam kondisi impas (break even). "Seni Menghindari Kekalahan"  seperti ini telah digunakan oleh perusahaan-perusahaan bisnis Asuransi untuk mencapai kesuksesan, dan bisa dipelajari tips-nya untuk trading kita juga.

Seni Menghindari Kekalahan

 

Meski Tak Menang, Tak Harus Pula Menanggung Loss

Menurut Boris Schlossberg dalam catatan trading terbarunya, "Seni Menghindari Kekalahan" boleh jadi merupakan salah satu keterampilan yang paling kurang dihargai dalam day trading. Padahal, ini merupakan strategi dasar di perusahaan-perusahaan Asuransi dan kasino.

Perusahaan Asuransi terkenal gencar mengajak orang untuk membeli premi, tetapi begitu seorang calon nasabah menunjukkan risiko akan mengklaim, maka secepatnya berkelit mencari alasan agar tidak perlu membayar klaim. Asuransi-asuransi di AS bahkan berupaya untuk mengecualikan penyakit-penyakit yang sudah diidap nasabah dari daftar coverage, seperti penyakit jantung, kehamilan, dan lain sebagainya.

Demikian pula di Las Vegas, kasino akan mencegah pemain untuk menghitung kartu dalam permainan Blackjack. Pokoknya, apa saja yang bisa meningkatkan kemungkinan pelanggannya menang, maka itu sebisa mungkin tidak diperbolehkan.

Licik? Tidak adil?

Kita boleh-boleh saja mengeluhkan kesesatan bisnis Asuransi dan buruknya berjudi di Kasino, tetapi hal ini juga mengajarkan kita beberapa hal mengenai trading forex. Yaitu, mengenai pentingnya mencari cara bagaimana agar meskipun tidak menang, tetapi kita juga tidak harus menanggung loss.

 

50% Impas

Ada dua cara menghasilkan uang dalam forex. Cara pertama dengan model "low frequency, high profit". Dengan menerapkan model "low frequency, high profit", kita boleh jadi jarang menang, tetapi profit yang diperoleh saat menang bisa mengungguli jumlah total kerugian.

Sedangkan cara kedua dengan model "high frequency, high probability". Pengguna model kedua ini akan mengalami situasi dimana loss jarang terjadi, sehingga keamanan modal pokok terjaga, tetapi tetap mendulang profit.

Model "low frequency, high profit" sudah lazim diterapkan oleh trader forex pelaku day trading. Namun, model "high frequency, high probability" lebih jarang dikenal karena umumnya dianggap membutuhkan modal besar untuk melakukannya.

Salah satu yang mempergunakan strategi "high frequency, high probability" adalah perusahaan-perusahaan pengelola dana investasi yang mengandalkan robot trading dengan spesifikasi tinggi (High Frequency Trading/HFT). Meski sering dikritik karena terlalu mengandalkan robot, tetapi nyatanya mereka jarang sekali loss. Kenapa? Apakah karena modalnya tinggi? Menurut Schlossberg, mereka mempergunakan banyak sekali strategi, yang hampir semuanya difokuskan pada menekan risiko. Hasilnya, mereka mengalami impas (break even) pada nyaris 50% trading yang dilakukannya. Perusahaan besar seperti Virtu Financial yang berpusat di Amerika Serikat bahkan hanya mengalami rugi dalam satu hari saja dalam sejarah enam tahun trading.

 

Seni Menghindari Kekalahan

Bagi siapa saja yang biasa melakukan day trading, baik itu forex, saham, indeks, atau aset lainnya, maka "Seni Menghindari Kekalahan" ala bisnis Asuransi ini perlu dipelajari dan dikaitkan dengan aktivitas trading. Dibanding sekedar mengejar profit setinggi-tingginya yang bisa berdampak pada harus menanggung risiko lebih besar, "Seni Menghindari Kekalahan" kemungkinan justru bisa menjadi kunci sukses trading jangka panjang kita.

Juga, jangan hanya mencari indikator yang bisa menghasilkan profit. Toh, trading tanpa indikator pun bisa berjalan dengan baik. Namun yang tak kalah penting dari indikator adalah menimbang bagaimana menentukan Stop Loss dan Trailing Stop atau melaksanakan disiplin Money Management untuk menekan risiko.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Sindhu
bagi saya sih cara menghindari kekalahan trading forex paling ampuh cuma satu: tidur. Dah, kalau berita ekonomi lagi ga jelas arahnya mau kemana terus teknikalnya juga lagi sideway mending istirahat dulu aja deh, drpd maksa entry tapi ujungnya loss.

Tapi boleh juga sih coba-coba pake robot trading, penasaran juga, hmm