Advertisement

iklan

Seperti Apa Strategi Support Resistance Ala Trader Pro?

Penulis

+ -

Mulai dari menggunakan Moving Averages hingga Bollinger Bands, berikut adalah strategi Support Resistance yang sering digunakan trader pro.

iklan

iklan

Salah satu metode trading yang paling sering dipakai untuk analisa teknikal adalah Support Resistance. Metode ini terbilang sangat populer dan menjadi hal dasar bagi seluruh trader, baik pemula maupun pro. Tanpa kemampuan menentukan Support Resistance, para trader pasti akan mengalami kesulitan dan mungkin mendapat kerugian besar.

Karena pergerakan harga kerap dipengaruhi oleh Supply dan Demand, maka dengan menggunakan Support Resistance, Anda akan bisa menghitung dan memperkirakan pergerakan harga dengan lebih mudah serta akurat.

Strategi Support Resistance ala Trader Pro

Lalu, seberapa besar dampak strategi Support Resistance pada aktivitas trading Anda? Bagaimana penerapan dan strateginya? Artikel ini akan membantu Anda untuk mempelajari cara mudah menentukan Support Resistance, sekaligus mengetahui strategi ala trader pro apa saja yang cocok diterapkan agar potensi profit menjadi maksimal.

 

Apa Itu Support dan Resistance?

Secara sederhana, Support Resistance bisa diibaratkan sebagai penahan laju pergerakan harga. Support berperan sebagai penahan penurunan harga, sedangkan Resistance penekan kenaikannya. Selain itu, tujuan dasar penggunaan Support dan Resistance adalah untuk memprediksi area yang tepat untuk membuka posisi beli atau jual, serta menentukan target take profit.

 

Fungsi Support dan Resistance saat Trading

Berdasarkan penjelasan singkat mengenai Support Resistance di atas, maka kita bisa menyimpulkan beberapa fungsinya dalam trading, yaitu menentukan posisi yang diambil serta manajemen risiko trading. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Menentukan Posisi yang Diambil

Anda pasti sering mendengar nasihat yang berbunyi "beli ketika murah, jual ketika mahal." Nah, dari nasihat seperti itulah akhirnya banyak trader melakukan hal yang sama, yaitu membuka posisi beli saat harga berada di area batas bawah suatu tren, dan sebaliknya akan buka posisi sell waktu harga ada di area batas atas tren.

Di sinilah kita tahu kegunaan dari Support Resistance, yakni untuk mengetahui zona yang digunakan ketika melakukan transaksi. Pada umumnya, area Support akan digunakan sebagai acuan mengambil posisi beli, sedangkan Resistance untuk jual.

Namun seperti yang kita tahu bahwa pola pergerakan harga tidak akan selalu seperti itu. Maka, ada juga trader yang menggunakan keduanya sebagai konfirmasi penerusan arah tren. Jika pergerakan harga dapat menembus area Support atau Resistance, maka potensi pergerakan harga akan terus berlanjut sama seperti dengan arah sebelumnya.

Itulah yang sering disebut dengan Breakout. Ketika harga mengalami penembusan harga bawah ataupun atas, maka sebuah Support dapat berubah menjadi Resistance dan sebaliknya, Resistance juga bisa berubah jadi Support.

Baca Juga: Cara Menentukan Titik Support Dan Resistance

 

Manajemen Risiko atau Target Exit Market

Seringkali ketika analisis trader salah, trader akan membiarkan posisinya untuk rugi melebihi batas toleransi, berharap harga akan kembali lagi. Kondisi ini sering berakhir dengan margin call ataupun habisnya dana akibat kerugian.

Sebaliknya saat untung, trader juga rentan serakah karena merasa harga akan bergerak ke arah yang sama terus. Namun kenyataannya, setelah menyentuh target dan tidak dihentikan kegiatan tradingnya, harga bisa berbalik arah dan menyebabkan kerugian.

Oleh karena itu, Support Resistance sering digunakan trader sebagai manajemen risiko, di mana keduanya bisa digunakan untuk memotong kerugian jika analisisnya salah, dan dipakai juga untuk mengambil keuntungan kalau benar. Dengan menggunakan kedua batas ini, Anda bisa menjaga psikologis agar tidak gegabah dan serakah saat mendapatkan kerugian atau keuntungan tinggi.

 

Strategi Support Resistance dan Cara Penggunaannya

Ada beberapa cara menentukan letak Support dan Resistance yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan peluang profit. Berikut cara lengkapnya.

 

1. Moving Averange (MA)

Indikator ini adalah salah satu yang paling populer di kalangan trader. Selain penggunaannya yang mudah, indikator juga ini tergolong efektif dalam melihat pergerakan arah tren harga. Itu sebabnya, Moving Average paling sering digunakan untuk gaya trading follow trend. Anda cukup menggunakan dua garis Moving Average periode 10, dengan metode simple dan smooth. Pastikan antara garis MA metode simple dan smooth memiliki warna yang berbeda agar lebih mudah melihatnya seperti contoh di bawah ini.

Strategi Support Resistance ala Trader Pro

Karena garis MA ini berfungsi menjadi Support Resistance dinamis (mengikuti pergerakan harga), maka strategi Support Resistance terefektif untuk indikator ini adalah breakout. Entry pada candle setelah terjadinya breakout yang terkonfirmasi seperti contoh di atas. Bila harga pembukaan candle konfirmator berada di atas garis untuk posisi beli, sedangkan entry jual dilakukan jika yang terjadi adalah sebaliknya.

Untuk penetapan Stop Loss, Anda bisa menggunakan sumbu atas dan bawah dari candle breakout. Sedangkan penentuan target exit market untuk strategi ini, Anda bisa menggunakan trailing stop pada area Support Resistance yang ada untuk mengunci floating profit.

 

2. Fibonacci Retracement

Indikator Fibonacci Retracement juga bisa digunakan sebagai penentu Support dan Resistance yang handal. Ini cocok untuk Anda yang memiliki gaya trading counter trend. Jika sebelumnya Moving Average disarankan menggunakan breakout sebagai entry posisi, maka untuk Fibonacci ini Anda disarankan memakai retracement untuk buka buy atau sell. Bisa Anda seperti perhatikan kedua contoh di bawah ini.

Strategi Support Resistance ala Trader Pro

Untuk bisa menentukan entry, Anda harus melihat tren harga terakhir lebih dulu. Semisal, tren harga sebelumnya adalah bullish, maka Anda bisa membuka posisi beli dengan menunggu harga turun terlebih dulu, baru entry di point area retracement. Begitu pula sebaliknya untuk tren bearish.

Biasanya, entry point yang paling sering digunakan adalah di point area 0.618% dan 0.5%. Kemudian untuk stop loss, Anda bisa menggunakan poin 0.786% dan 1%. Sedangkan area take profit yang paling menguntungkan berada di area poin 0.236% dan 0%.

 

3. Bollinger Bands

Anda tentu sering mendengar nama indikator yang satu ini, Bollinger Bands (BB). Hampir sama seperti Moving Average, Bollinger Band dianggap sebagai indikator akurat yang menyesuaikan dengan price action, karena dapat menentukan Support dan Resistance secara dinamis.

Dengan indikator tersebut, Anda bisa menggunakan gaya trading follow trend maupun counter trend. Anda juga bisa menggunakan Breakout ataupun Bouncing harga. Di bawah ini adalah contoh penggunaan indikator Bollinger Bands.

Strategi Support Resistance ala Trader Pro

Untuk strategi counter trend, Anda bisa melihat garis bawah sebagai Support dan garis atas adalah Resistance. Sedangkan pada follow trend, garis Support dan Resistance bisa dilihat berdasarkan garis tengahnya, artinya untuk setiap breakout pada garis tengah, bisa Anda gunakan sebagai entry point sekaligus exit point.

Baca Juga: Gaya Trading: Counter Trend VS Follow Trend

 

Kesimpulan

Perlu diketahui bahwa analisa teknikal, termasuk penentuan Support Resistance, adalah sebuah hal yang didasarkan pada perspektif masing-masing analis. Pernyataan tersebut menjadi dasar mengapa di pasar keuangan selalu dipenuhi oleh prediksi yang berbeda-beda.

Walaupun demikian, penentuan dan penggunaan strategi Support Resistance tetap merupakan keahlian dasar yang harus dipahami serta dikuasai oleh semua trader. Selain untuk dasar perhitungan dan perkiraan harga dalam analisa teknikal, strategi Support Resistance juga penting sebagai salah satu bagian manajemen risiko dalam trading.

 

Selain strategi Support Resistance di atas, Anda juga bisa mempelajari strategi trading Supply dan Demand ala trader pro agar potensi profit semakin besar. Penasaran bagaimana strategi penggunaan Supply dan Demand? Simak panduan lengkapnya di artikel berikut ini.

298215
Penulis

Lulusan Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Menggeluti dunia penulisan sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa tahun 2009. Mulai tertarik dengan dunia forex dan kripto, setelah lulus kuliah hingga sekarang sembari trading.