Advertisement

iklan

Seth Klarman, Investor Sukses Anti Mainstream

Untuk bisa sukses, kadang kita harus berani melawan arus. Seth Klarman telah membuktikannya dengan kesuksesannya mengelola dana puluhan milyar Dolar AS.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Untuk bisa sukses, kadang kita harus berani melawan arus. Seorang trader dan investor bernama Seth Klarman telah membuktikannya dengan kesuksesannya mengelola dana puluhan milyar Dolar AS.

Seth Klarman adalah salah seorang milyarder Amerika Serikat yang berangkat dari pekerjaan sebagai trader. Ia adalah pendiri dan CEO Baupost Group, sebuah perusahaan investasi pengelola dana puluhan milyar Dolar yang berbasis di Boston, Amerika Serikat. Bagaimana kisah dan tips-tips suksesnya? Simak dalam artikel berikut ini. 

Seth Klarman

 

 

Latar Belakang Seth Klarman

Lahir di New York dan besar di Baltimore, Seth Klarman menimba ilmu ekonomi di Cornell University. Ia pernah bekerja untuk Max Heine dan Michael Price Mutual Shares Corporation sebelum memulai trading sendiri sambil melanjutkan pendidikannya di Harvard Business School untuk meraih gelar MBA. Pada saat yang sama, Klarman mendirikan Baupost Group sebagai tempat investasinya bersama seorang profesor Harvard.

Perusahaan tersebut didirikan tahun 1982 dengan tujuan semula hanya sebagai sarana investasi kecil-kecilan. Namun di tahun 2011, Baupost Group telah menduduki peringkat 11 perusahaan Hedge Fund terbesar dunia dengan keuntungan bersih sebesar USD 23 milyard.

Kehebatan perusahaan Klarman tak berhenti di situ saja. Baupost Group termasuk salah satu yang lolos dari krisis keuangan global tahun 2007, tak lain dan tak bukan berkat kejelian Klarman dalam mengantisipasi terjadinya krisis. Sejak tahun 2007 itu, asetnya malah berlipat tiga.

Tahun 2013, majalah Forbes memasukkan nama Seth Klarman pada urutan 20 dalam daftar 25 top hedge fund manager dunia yang mampu mencetak keuntungan tertinggi. Di tahun itu, Klarman telah membukukan profit total sebesar USD 350 juta. Ia pun sering dibanding-bandingkan dengan Warren Buffet sang "Oracle of Omaha", dengan diberi julukan sendiri, "Oracle of Boston".

 

 

Tak Suka Mengikuti Arus

Sebagai trader konservatif, Klarman adalah pengikut setia Benjamin Graham, "The Father of Value Investing". Tak seperti kebanyakan trader lain, ia justru fokus membeli saham-saham yang kurang populer dan harganya diperkirakan sudah terlalu murah. Namun demikian ia memiliki acuan yang disebutnya "margin of safety" (seperti ditulis dalam bukunya) untuk mengetahui harga hakiki (intrinsic value) dari sebuah saham perusahaan.

Seth Klarman Quote

 

 

Seth Klarman menilai, "margin of safety" tercapai ketika suatu aset dibeli pada harga yang cukup jauh di bawah underlying value-nya, sehingga memberi ruang untuk human error, nasib sial, ataupun volatilitas tinggi yang mungkin terjadi di dunia finansial yang tak mudah diprediksi dan senantiasa mengalami perubahan. Oleh karena itu, dibanding mengikuti arus dengan membeli saham-saham populer yang bagus dan berharga mahal, ia justru menitikberatkan psikologi trading dan pengendalian risiko dalam pendekatan investasinya.

 

 

Psikologi Lebih Sulit Ketimbang Ilmu Ekonomi

"Berinvestasi adalah kombinasi dari pengetahuan ilmu ekonomi dan psikologi. Ekonomi mencari nilai dari sebuah bisnis, tidak susah dipelajari. Sedangkan dalam psikologi, ada urutan pertanyaan seperti ini: Pada harga berapa Anda akan membeli? Apa benar begitu? Apakah Anda tidak menunggu harga yang lebih rendah? Anda takut tidak kebagian? Lalu apa yang Anda takutkan? Hal-hal semacam itu tentu sulit dipelajari. Tapi Anda bisa belajar, hanya jika Anda telah benar-benar mengalaminya, dan psikologi trading Anda telah terbentuk," papar Seth Klarman.

Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh investor. Apalagi, menurut Klarman, "Dalam pasar modal, lebih sering harga saham ditentukan oleh panic selling di akhir trading, bukan oleh nilai hakiki saham tersebut."

 

 

Tiga Pilar Pendekatan Investasi Seth Klarman

Tak seperti Warren Buffett yang lebih high profile, Seth Klarman jarang tampil di media. Namun, dalam sebuah kesempatan, ia diundang untuk memberikan kuliah di Richard Ivey School of Business di Ontario, Kanada, pada tanggal 17 Maret 2009; dan sempat menyampaikan tiga pilar penting bagi pendekatan investasinya:

 

  • Analisa potensi rugi, sebelum menganalisa potensi untung.

Kata Klarman, "Jika Anda ingin berfokus pada risik sebelum berfokus pada return....sebagian besar adalah dengan memusatkan perhatian pada beraneka skenario, dimana kemungkinan terburuk bisa terjadi? berapa besar kerugian yang bisa Anda tanggung?"

 

  • Prioritaskan Absolute Return dibanding Relative Return.

Dalam hal ini, Absolute Return adalah imbal hasil suatu aset dalam periode waktu tertentu, sedangkan Relative Return merujuk pada pengukuran imbal hasil portofolio investasi dibandingkan dengan acuan tertentu.

Nah, menurut Klarman, jika berfokus pada Absolute Return, maka kemungkinan rugi dan menghilangkan uang milik orang lain akan menjadi buruk sekali di mata seorang Manajer Investasi; berbeda dengan bila tujuannya adalah Relative Return yang kemungkinan masih "memaafkan" kerugian asalkan hasilnya masih positif dibanding lembaga investasi lainnya. Oleh karenanya, sang Manajer Investasi akan bersemangat untuk menghasilkan uang, sembari selalu menjaga dana dari kemungkinan rugi.

 

  • Lupakan lingkup makro, fokuslah pada ide investasi secara terpisah.

Klarman menyatakan, "Kebanyakan investasi di dunia berorientasi top down. Mereka berpikir tentang bagaimana kondisi perekonomian? Bagaimana pergerakan mata uang asing? Bagaimana suku bunga ke depan? (kemudian baru memeriksa ada peluang investasi atau tidak)... (Tetapi) menurut saya, (menilai kondisi makro) sangat sulit dilakukan. Saya tak mengenal siapapun yang memiliki rekor sukses forecasting makro bagus dalam jangka panjang."

Oleh karenanya, Seth Klarman memilih menilai setiap aset sebagai suatu ide investasi secara mandiri, dibanding sebagai turunan dari kondisi makro tertentu.

 

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan mereka. Nah, gaya trading konservatif Seth Klarman ini tentunya memberikan insipirasi pada kita semua untuk jeli melihat nilai sebenarnya dari sebuah aset, ketimbang hanya mengikuti arus pasar saja.

Seth Klarman meraih kesuksesan dengan menjadi trader konservatif yang menganut gaya Benjamin Graham. Lantas, seperti apa sosok legendaris yang menjadi inspirasi seorang hedge fund manager sukses seperti Klarman? Simak kisah lengkapnya di artikel: Benjamin Graham, Guru Warren Buffett Yang Kontroversial.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut perihal tokoh maupun komunitas lain, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya langsung pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus komunitas berikut.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ichsan
Setuju. Memang psikologi trading lebih sulit dipelajari dan baru dipahami kalo kita sudah mengalami sendiri.
Tri Wulandari
kl bole tau apa bedanya trader & hedge fund manajer ? maaf masih newbies
Martin S
@ Tri Wulandari:
Bedanya dari jumlah dana yang dikelola dan cara tradingnya. Yang disebut hedge fund manager mengelola dana jauh lebih besar dari seorang trader, dan cara trading seorang hedge fund manager jauh lebih kompleks dibandingkan seorang trader karena harus bisa masuk ke semua jenis pasar sebagai sarana hedgingnya. Sementara seorang trader biasanya hanya fokus pada satu jenis pasar untuk ditradingkan meski analisanya bisa dengan intermarket.
Afandi Wibowo
Bagaimana cara mengetahui nilai hakiki suatu saham? Apa ada cara menghitungnya? Melihat ulasan di atas sepertinya nilai hakiki ini jarang dicari karena ada pernyataan bahwa yang lain suka mengikuti panic selling ketimbang melihat nilai hakiki...
Martin S
@ Afandi Wibowo:
Investor saham yang serius biasanya selalu melihat nilai hakiki sebuah saham dengan mengumpulkan semua informasi fundamental saham tersebut seperti laporan keuangannya, earnings per share (EPS), price to earnings ratio (PER), rencana ekspansi perusahaan tersebut dsb. Hal tersebut dilakukan untuk memperkirakan harga wajar dari saham tersebut untuk menghindari membeli terlalu mahal (overvalued). Untuk keterangan bisa baca: Analisa Fundamental Dalam Trading Saham