OctaFx

iklan

Sistem Trading Forex Yang Baik Itu Bagaimana?

290002

Saat mendengar kata sistem trading, apa yang ada di pikiran Anda? Jika Anda belum memiliki gambaran, grup belajar Sistem Trading akan memberikan pencerahannya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Saat memutuskan terjun di dunia trading forex, tentu banyak pertanyaan yang muncul di benak trader pemula. Mulai dari kapan masuk pasar, posisi apa yang diambil, penggunaan titik Stop Loss dan Take Profit, itu semua masuk ke dalam sebuah sistem trading forex yang baik dan perlu dipahami.

Melalui grup telegram Belajar Sistem Trading, Seputarforex menghadirkan wadah bagi para trader untuk saling berbagi ilmu dan menemukan pencerahan langsung dari masternya. Grup yang dinamis ini dikelola oleh tim Seputarforex, menggandeng analis Muhammad Nuzul (@massinar) dan Rizki Rosadi sebagai mentor untuk menjawab pertanyaan member. Selama ini, keduanya telah berkontribusi dengan memberikan analisa-analisa di website Seputarforex.

Seperti apa obrolan yang berlangsung di grup Telegram Belajar Sistem Trading? Cek pada artikel di bawah ini. 

 

1. Menentukan Time Frame Yang Pas Untuk Entry

Q: Untk menentukan entry sebaiknya di Time Frame brapa pak?

Rizki (R): Anda tipe trader harian (daytrader), swing trader, atau position trader pak?

Q: Bedanya apa ya pak?

R: seperti ini penjelasannya...

  1. Daytrader/ Intraday trader: Trader yang membuka dan menutup posisi pada hari yg sama. Atau dengan kata lain posisinya tidak pernah bermalam makanya disebut trader harian.
  2. Swing trader: Trader yang bisa menahan posisi dalam beberapa hari hingga 3 minggu. Biasa menggunakan tf weekly untuk dasar trendnya.
  3. Position trader: Trader yg menahan posisinya berminggu2 hingga berbulan2. Time Frame yg dijadikan dasar trendnya biasanya Monthly.
  4. Trader yg menahan posisinya berminggu2 hingga berbulan2. TF yg dijadikan dasar trendnya biasanya Monthly.

Kalau Day Trader:

  • menentukan trend di daily
  • melihat gelombang dan key level (fibo) di h1
  • Entry di M5, M15 atau M30, posisi diambil searah dengan tren Daily

Q: Saya masuk intraday trader dong!

tipe trader forex sistem trading

(Baca Juga: Tipe-Tipe Trader Forex)

 

2. Mengenal Titik Stop Loss (SL) Dan Take Profit (TP)

Q: Bagaimana cara menentukan dan Menggunakan SL Dan TP yang benar?

Nuzul (@Massinar): Jadi mengenai cara peletakan SL dan TP sebenarnya tidak ada aturannya. Tidak pakai SL dan tp juga boleh kok. Yg ada aturan peletakan SL dan TP itu pada sistem trading tertentu.

Contoh nih, kalau sistem saya yang pake Support And Demand, misalkan saya buy di zona demand H1, saya harus pasang SL beberapa pips di sekitar batas bawah zona demand tersebut. Dan TP harus dipasang menggunakan RR 1:3. Ini bersifat harus kalau di sistem yg saya gunakan. Wajib dan gak boleh dilanggar.

Contoh lagi nih, jika menggunakan sistem breakout high/low (buy saat break high, sell saat break low). SL diletakkan tepat di sekitaran level yang di break. Tapi TP? Tidak ada aturannya. Karena memang sifat strategi break high/low yg memanfaatkan trending market, profit bisa mengalir tanpa dikasih batasan TP.

Biasanya orang-orang akan bilang TP suka-suka. Jadi sebenarnya semua kembali lagi kepada sistem dan strategi trading yang digunakan. Kalau misalnya di sistem trading forex yang baik menurut Anda tidak ada patokan, cara yg paling mudah menempatkan SL dan TP adalah menempatkannya pada level-level Support And Resistance pada Time Frame yang digunakan.

belajar sistem trading stop loss

(Baca Juga: Apa Itu Stop Loss Forex)

 

3. Memilih Pakai Stop Loss Atau Tidak?

Q: Apakah rekan2 disini ketika op pake stop loss atau manual?

N: Kalau untuk saya SL dan TP itu wajib adanya. Dengan adanya SL yg fixed, hati jadi lebih gampang ikhlas dan tidak keluar perasaan-perasaan berharap harga akan berbalik suatu saat. SL fixed juga punya kelebihan dari sisi lebih mudah dievaluasi saat nanti sistem trading forex yang baik tersebut waktunya diaudit.

Q: kalo bapak sendiri, berapa RR antar SL dan TP setiap OP? Apakah selalu sama atau tergantung peluang?

N: kalau mau pake patokan hedge fund profesional ya ini. kisaran 20-30% perbulan, atau 1-3% perhari

 

4. Mengenal Tren Yang Muncul

Q: Permisi bang, trima kasih sebelumnya. Pertama saya mau tanya, saya liat posisi saat arah trend pada Time Frame D1 naik. Terus saya entry posisi buy karena melihat di Time Frame H4 juga naik, cuman sesaat kemudian trend Time Frame H4 berubah jadi turun, apakah sebaiknya saya close atau tahan?

N: Masalah pertama yg perlu dipahami adalah struktur harga pada pasar terlebih dahulu. Utamanya ada 2 kondisi yang ada pada market yaitu trending, dan sideway. Dimana keadaan sideway nanti bisa berujung pada pembalikan trend atau penerusan trend.

Saat keadaan trending, trend pada tf kecil akan selalu mengikuti trend pada tf besar. Namun, pada kondisi pembalikan atau perubahan trend harga Time Frame kecil akan membentuk perubahan ke Time Frame besar.

Jadi seperti pertanyaan bapak, open posisi buy saat d1 uptrend, dan h4 juga uptrend. Namun saat ini h4 sudah berubah menjadi downtrend. Apakah harus ditahan? Kalau menurut saya seharusnya bapak sudah menutup posisi sesaat setelah h4 berubah trend menjadi down.

Q: Saat kita merubah time frame dari 1 jam ke daily, terkadang kita melihat ada perbedaan trend yang terjadi. Time Frame 1 jam bilangnya Uptrend, sementara TF daily bilangnya Downtrend. Itu cara menyikapinya gmn mas Nuzul? Mana yang harus kita jadikan acuan?

N: Menyikapinya mudah kok. Disiplin sama Time Frame yang digunakan untuk entry. Perhatikan ilustrasi berikut:

belajar-sistem-trading

USD/JPY daily Downtrend. Naah kalau coba perhatikan, dalam Downtrend-nya di daily tersebut, pada TF kecilnya (H4 dan H1) terbentuk Uptrend, Sideways, dan Downtrend. Inilah yg namanya struktur harga saat trending, meskipun mampu membentuk trend berkebalikan di tf kecil, pada akhirnya trend tetap akan berubah dan ikut ke arah tf besar. Contohnya seperti ini: 

belajar sistem trading

Naah, itu kan kalau trending mas. Kalau pembalikan trend, strukturnya akan berbeda di tf kecil. Jadi misal dicontohkan dalam kasus USD/JPY tadi, kenaikan H1 dan H4 akan berterusan hingga merubah trend di daily. 

Pada obrolan tersebut, selanjutnya ada juga 'tantangan' yang bisa dicoba oleh member:

Saya kasih tugas kasih contoh struktur harga pada pembalikan trend yaa. lebih baik salah saat ini (di akun Demo), daripada nanti kalau sudah open posisi dan salah. - Nuzul (@massinar)

 

5. Menentukan Manajemen Risiko

Q: Bagaimana cara menentukan Lot utk OP per trade & nilai SL per pip/pair jika SL nya 30 pips /trade? Untuk penentuan buka lot per trade dibutuhkan satu komponen lagi selain jarak SL/TP nya, apa itu?

N: Komponen tersebut adalah jika trade berakhir loss, berapa besar resiko dari besar modal mas yang siap hilang (manajemen risiko). Jadi misalnya mas punya modal 10 ribu USD, berapa persen dari 10 Ribu tersebut yg siap diikhlaskan dalam satu posisi trade. Tidak ada batasan pastinya kok berapa. Cuma kalau saya sih antara 3-5% dari total modal.

Jadi misalnya ambil yg 5%, hitungnya nanti gini:

5% * 10000 = 500 usd per trade.
SL = 30 pips atau 300 points di 5 digit
lot = 500 / 300 = 1,6 lot

Q: Oke terima kasih mas.

 

6. Kupas Strategi Day Trading

Q: Saya mau bertanya untuk strategi trading Day Trade... Apa saja yang menjadi poin-poin penting untuk menjadi Day Trader. Mulai dari TF yg cocok, Pair, dll?

R: Untuk strategi trading day trade atau ada juga yg menyebutnya intraday trading, sy pribadi menggunakan Daily-H1-M5.

Caranya:

  1. Tentukan trend di Daily, beserta kondisi impulse/koreksi, dan fasenya (awal, tengah, akhir)
  2. H1 untuk menarik Fibonacci, sy gunakan FR 38.2 - 61.8% untuk area key level. Cocokkan level FR ini dengan support/resisten
  3. Masuk di M5. Sy gunakan candlestick signal sebagai awal entry. Kalau candle signal tdk muncul di M15, sy naik ke M15 mgkn terdapat bentuk signifikan.

Ketiga langkah diatas harus berurutan. Pada dasarnya kt masuk di wave H1, awal impulse.

N: Saya sepakat dengan mas rizki. tf patokan trend harus di daily. untuk strategi yang di gunakan sih bebas mau pakai apa. mengenai poin2 pentingnya sih menurut saya lebih banyak sabar. Bangun pagi amati pair2 dan tandai yang berpotensi. Amati secara bertahap sepanjang hari dan entry saat momen yg tepat. pairnya bebas, tp kalau pemula saya sarankan major pair dulu aja ga usah aneh2

R: Poin penting menjadi daytrader....

  1. Kesiapan

    Semua trader profesional membuat jurnal setiap transaksi sebelum memasuki market, karena dlm market semua hanyalah probabilitas.
    Gunanya 2, (1) agar si trader belajar dr kesalahannya, mulai dr entry, stoploss, trade management hingga exit.
    (2) si trader menyadari kelemahan dan kekuatannya. Singkatnya si trader harus paham dimana kekuatan dan kelebihan tradingnya. Maksimalkan kekuatan dan minimalisasi kelemahan. Dan semua ini harus ada bukti, bukan dikira2
  2. Reaksi Cepat

    Daytrading membutuhkan si trader mempunyain reaksi cepat. Singkatnya ketika market sudah tidak sesuai trading plan, si trader langsung keluar market dalam hitungn detik/menit.
  3. Mental

    Mengalami loss beberapa hari berturut-turut sangat berat terutama bagi trader yang mempunyai sifat risk-aversion (menghindari resiko). Setiap loss dianggap personal, padahal profit dan loss adalah gambaran kinerja sistem trading kita.
    Dengan money management yg tepat dan mental trader yg benar, si trader bisa mengendalikan emosi jika losing streak (loss berturut-turut) dan mengetahui kenapa loss dan kenapa profit. Pada dasarnya loss dan profit adalah feedback dari sistem trading forex yang baik kita.

 

7. Strategi Swing Trading Dengan Indikator

Q: Saya termasuk pengemar Swing Trade. Salah satu alasannya saya bisa santai saat trade, namun saya banyak kendala menentukan point entry/masuk ke pasar saat. Saya biasa mengunakan BB dan MA untuk indikator dan fokus di TF daily sampai H1. Namun masih banyak keraguan, mohon di bantu

N: Untuk penggunaan BB dan MA itu simpel sekali. BB dan MA dua-duanya merupakan indicator berbasis trend. Entry yg paling baik adalah saat trend kedua indikator sudah terlihat jelas. Karena saya jg menggunakan BB dan MA, saya contohkan dengan sistem saya yaa.

Dalam sistem saya bb default (20) dan ema 50

sistem trading bollinger band

 

Nah, dalam penggunaan BB terdapat 2 keadaan

  1. Keadaan sideway saat top, mid, dan low bb dalam keadaan sejajar
  2. Keadaan trending, saat 3 garis bb membuka lebar atau mengarah ke satu sisi saja

sistem swing trading bollinger band

 

Dari BB sendiri kondisi trending dimulai dengan breakout yg terjadi pada Low atau Top BB. kalau break top bb jadi uptrend, kalau break low bb jadi downtrend, itu dasar bb. Selanjutnya untuk MA sendiri simpel sekali. Kalau harga break ke atas MA jadi uptrend, kalau harga break ke bawah MA jadi downtrend. Dari BB sendiri kondisi trending dimulai dengan breakout yg terjadi pada Low atau Top BB. kalau break top bb jadi uptrend, kalau break low bb jadi downtrend. Itu dasar bb.

Nah, pertanyaannya, bagaimana kalau keduanya digabungkan? dimana entry, SL dan TP?

Sebelum masuk ke penempatan-penempatan tersebut, keduanya digabungkan dengan tujuan filter sinyal-sinyal palsu yg ada pada penggunaan BB saja atau MA saja. Filter yg digunakan di sini adalah garis Mid BB serta MA yg digunakan dalam sistem anda. (dalam contoh saya EMA 50)

Jadi saya hanya akan Buy, setelah harga mengalami momentum di top BB serta telah terjadi crossover antara mid BB dan EMA-50. SL bisa ditempatkan pada mid BB atau low BB. untuk TP bisa menggunakan RR 1:3 atau pada Resistance terdekat.

Q: Cross over di sini mid BB di atas MA 50 pak??

N: iya donk, untuk Sell kebalikannya dari yg buy yaa

 

Selain obrolan di atas, masih ada beragam topik menarik dan kaya ilmu yang dihadirkan pada grup telegram Belajar Sistem Trading, dengan tujuan untuk mengetahui sistem trading forex yang baik. Contohnya adalah cara menentukan profit yang realistis, cara agar terhindar dari Fake Signal, hingga cara mengukur kesuksesan sistem trading. Agar tak ketinggalan keseruannya, Anda dapat bergabung di grup belajar sistem trading forex yang baik ini sekarang juga.

grup telegram belajar sistem trading

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Layla
Saya termasuk daytrader tapi tipe hunter, entry ketika sangat yakin kemudian keluar secepatnya ketika target profit sudah tercapai. Menurut saya itu lebih menjanjikan profit, soalnya saya pakai cara itu hampir 100% (winrate) selalu profit, tapi ketika saya pakai cara trading berjam-jam, berhari-hari tapi hasilnya loss, mungkin saya yg harus banyak belajar lagi.

Sama satu lagi, semenjak saya fokus ke satu pair market, saya lebih jadi spesialis, kalau dulu banyak pair (multipair) saya sering loss, sebentar ke pair EURUSD sebentar ke pair EURGBP dan banyak pair lainnya ujung-ujunglah loss. Saya ambil kesimpulan setiap pair ada ciri khasnya, jika entry ke multipair maka harus juga kuasai ciri khas tiap-tiap pair dan otomatis perlakuannya pun berbeda, ini yg buat saya fokus hanya di satu pair.

Saya ibaratkan trading seperti singa berburu lihat sasaran(analisa fundamental), perkirakan jarak (pasang indikator) dan waktu berburu(analisa teknikal), kemudian esekusi (entry jika yakin 100%), dengan kemungkinan berhasil atau gagal, jika berhasil keluar secepatnya, jika gagal keluar secepatnya. Mungkin sistem atau cara orang bertrading beda-beda, tapi untuk saat ini cara trading ini yg paling cocok buat saya. Seperti kata orang beda koki beda rasa masakan. Info yg menarik. Thanks