Sistem Trading Sederhana Yang Anti Ribet Dan Profitable

Sistem trading sederhana memungkinkan Anda untuk bisa melakukan Entry di pasar forex tanpa bergantung pada indikator yang terlalu banyak dan memusingkan.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Tiap orang memiliki sistem trading forex yang disesuaikan dengan style-nya masing-masing. Berbeda dengan pemula yang masih menebak-nebak arah harga, seorang trader yang profesional pastinya memiliki sistem trading forex yang penuh perhitungan. Diharapkan dengan adanya sistem trading forex inilah, trader tersebut bisa mendulang keuntungan yang konsisten.

Namun, saat mendengar kalimat sistem trading, banyak yang beranggapan bahwa hal tersebut sangat susah diwujudkan, khususnya bagi pemula. Mereka beranggapan membangun sistem trading membutuhkan sejumlah perhitungan yang rumit, serta kemampuan mengidentifikasi harga melalui indikator-indikator yang banyak jumlahnya.

Kalau sampai berpikir bahwa membuat sistem trading itu susah, berarti Anda sendiri yang membuatnya susah. Faktanya, menciptakan sebuah sistem trading sederhana itu cukup mudah, kok. Untuk tahap awal, Anda sebaiknya menentukan mau masuk ke dalam pasar forex sebagai apa. Apakah sebagai Scalper, Trader Harian (Day Trader), atau Swing Trader? Lalu persiapkan beberapa alat bantu yang akan dijelaskan di bawah ini.

 

Indikator Sederhana Untuk Trading Forex

Indikator Teknikal menjadi sebuah alat bantu yang penting untuk memetakan kondisi pasar saat ini, serta memperkirakan kemana harga selanjutnya akan bergerak. Ada begitu banyak Indikator Teknikal yang bisa digunakan, ada yang berasal dari bawaan Platform Trading itu sendiri, tapi ada juga yang bisa didownload melalui situs-situs penyedia Indikator Teknikal di luar sana.

Mencari indikator yang tepat layaknya mencari jati diri sendiri. Kenapa? Karena setiap orang memiliki perspektif yang berbeda-beda mengenai indikator yang digunakan. Ada yang merasa nyaman dengan satu indikator tertentu, tapi ada juga yang merasa nyaman dengan indikator lainnya. Apapun pendapat Anda mengenai indikator tersebut, perlu diperhatikan bahwa tidak ada satu pun indikator yang 100 persen akurat.

sistem trading forex

Supaya bisa membuat sistem trading sederhana, Anda tidak bisa bergantung hanya dengan satu indikator saja. Diperlukan penggabungan terhadap beberapa indikator untuk mengidentifikasi kemana harga selanjutnya akan bergerak. Salah satu contoh penerapan sistem trading sederhana, yakni hanya dengan menggunakan Simple Moving Average (SMA), Stochastic, dan RSI.

Pertama, Anda bisa menggunakan SMA untuk mengidentifikasi Trend yang sedang berlangsung saat ini. Kedua, persiapkan juga indikator Stochastic untuk mengetahui apakah harga dalam kondisi Overbought atau Oversold. Ketiga, RSI bisa menjadi indikator pelengkap untuk mengetahui kekuatan dari Trend yang sedang berlangsung saat ini.

Bagaimana dengan setup Entry dan Exit-nya? Dikutip dari BabyPips, Anda bisa mengikuti sistem trading sederhana di bawah ini:

 

Aturan Entry Dan Exit Untuk Sistem Trading Sederhana

Sebelum melakukan Entry, siapkan bahan-bahan sebagai berikut terlebih dahulu:

  • Indikator Simple Moving Averages (Periode 5 dan 10).
  • Indikator Stochastic Oscillator (Periode 5, 3, dan 3).
  • Indikator Relative Strength Index (Level 30, 50 dan 70).

Kemudian, cara Entry dan Exit untuk sistem trading sederhana di atas adalah sebagai berikut: 

 

1. Posisi Sell

Posisi Sell dilakukan ketika sejumlah syarat terpenuhi, yakni:

  1. Terjadi perpotongan antara SMA 5 dan SMA 10, dengan SMA 5 memotong SMA 10 dari atas ke bawah.
  2. Indikator Stochastic mengarah ke bawah dan belum mencapai area Oversold.
  3. RSI berada di bawah level 50.

Selengkapnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Sistem Trading Sederhana Yang Anti Ribet Dan Profitable

Saat ketiga syarat di atas terpenuhi, biasanya ini menjadi sinyal bahwa harga akan terjun ke bawah. Ini menandakan momen yang tepat untuk melakukan Entry Sell. 

Mengenai level Stop Loss dan Take Profit bisa ditentukan berdasarkan level-level Support dan Resistance terdekat. Alternatif lainnya adalah menggunakan Risk/Reward Ratio yang sudah direncanakan sebelumnya.

Bagaimana hasilnya setelah melakukan Entry Sell di atas? Gambar di bawah ini akan menjelaskan kepada Anda:

Sistem Trading Sederhana Yang Anti Ribet Dan Profitable

(Baca Juga: 3 Cara Trading Dengan Moving Averages)

Simple sekali, bukan? Hanya dengan Entry melalui sistem trading sederhana, Anda bisa meraup 4,800 Points atau setara 480 Pips. Jika kebetulan Anda memasang Lot dalam jumlah besar, ini adalah momen euphoria karena setelahnya Anda bisa panen Dolar cukup banyak. Masih belum puas dengan keuntungan 500 Pips? Anda bisa mencoba untuk menerapkan metode berikutnya, yaitu Entry Buy.

 

2. Posisi Buy

Berkebalikan dari cara di atas, posisi Buy dilakukan ketika:

  1. Terjadi perpotongan antara SMA 10 dan SMA 5, dengan SMA 5 memotong SMA 10 dari bawah ke atas.
  2. Indikator Stochastic mengarah ke atas dan belum Overbought.
  3. RSI berada di atas level 50.

Simak gambar di bawah ini untuk lebih lengkapnya:

Sistem Trading Sederhana Yang Anti Ribet Dan Profitable

Apabila semua syarat telah terpenuhi, di sinilah Entry Buy bisa dilakukan. Tentu tak lupa dengan memasang Stop Loss dan Take Profit sesuai Money Management yang telah ditentukan.

Sekarang, mari dilihat apa yang akan terjadi selanjutnya:

Sistem Trading Sederhana Yang Anti Ribet Dan Profitable

Boom, ternyata harga bergerak ke atas hingga 5,000 Points atau setara 500 Pips. Jika dikalkulasikan dengan keuntungan di posisi Sell sebelumnya, maka total perolehan profit yang telah dikumpulkan kurang lebih adalah 9,800 Points atau setara 980 Pips.

Ternyata mengatur sistem trading sederhana yang anti ribet itu tidak susah, bukan?

 

Penutup: Sistem Trading Tidak Perlu Rumit

Banyak yang mungkin mengira bahwa sistem trading sederhana di atas too good to be true atau terlalu muluk. Namun pada kenyataanya, sistem trading memang se-simple itu. Anda tidak perlu khawatir dengan sesuatu yang terlalu sederhana

Tak perlu pula memasang ratusan indikator pada chart trading yang malah bikin pusing. Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah disiplin mengaplikasikan sistem trading sederhana yang sudah disusun, termasuk level Entry, SL dan TP-nya. 

Jangan lupa untuk menguji sistem trading Anda di akun Demo terlebih dahulu kurang lebih selama 2 bulan. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk mengetahui apakah sistem trading tersebut cukup profitable untuk jangka panjang atau tidak.

Percayalah pada diri sendiri dan percayalah pada sistem trading Anda!

 

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara membuat sistem trading sederhana yang profitable dan anti ribet. Mau coba sistem trading yang tak kalah sederhana lainnya dengan menggunakan Price Action? Silahkan membaca artikel kami lainnya yang berjudul: Mengenali Sinyal Trading Dengan Price Action.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Salamah
Ijin copy caranya buat strategi trading saya ya min. Makasih.
Rizal Sf
Oke gan.
Ferry
Ini mengunakan tf berapa untuk entrinya?kl pake tf day bisa lama tunggunya
Rizal Sf
Mas @Ferry, apakah Anda tergolong trader agresif (Scalper), atau Anda termasuk tipe trader long term (Swinger)? Untuk pemilihan Time Frame sebenarnya bisa disesuaikan dengan sistem trading yang Anda miliki. Jika Anda menginginkan pergerakan indikator yang lebih cepat, Anda bisa mengecilkan Time Framenya di H1 atau H4. Anda juga bisa mengecilkan lagi Time Framenya menjadi 15 menit atau 30 menit. Tapi ingat, semakin kecil Time Frame, maka semakin besar pula peluang terjadinya Fake Signal.