Stellar Lumens (XLM), Kripto Ideal Untuk Transaksi Mikro

Stellar Lumens (XLM) merupakan salah satu mata uang kripto papan atas yang cocok untuk transaksi dana kecil tapi berskala global. Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

acy

iklan

Advertisement

iklan

Lahir pada tahun 2014, Stellar Lumens (XLM) diluncurkan sebagai versi Bitcoin yang dioptimalkan. Per 4 Maret 2019, XLM menempati peringkat 10 besar pada jajaran mata uang kripto dengan total kapitalisasi pasar sebesar $1.6 miliar, dan dihargai $0.08/XLM. Sebenarnya, seperti apa jaringan dan cara kerja Stellar Lumens? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Mari sama-sama kita simak di artikel ini.

Mengenal Stellar Lumens

 

Apa Itu Stellar Lumens (XLM)?

Stellar Lumens adalah platform yang menghubungkan bank, sistem pembayaran, dan para penggunanya dari seluruh dunia. XLM menawarkan kecepatan transaksi yang lebih baik dari Bitcoin, dan dapat dikonfigurasi dengan mudah oleh pengembang.

Stellar merupakan salah satu dari banyak proyek yang mencoba meniru Bitcoin dan menambahkan beberapa perbaikan yang cukup besar. Strategi pemasarannya didasarkan pada komisi rendah, sehingga mereka bisa menjadi sistem pengiriman uang internasional andalan. Dengan cara ini, Stellar menjadi proyek yang sangat mirip dengan Ripple (XRP). Hal itu sebenarnya tidak mengherankan, sebab pendiri Stellar adalah Jed McCaleb, salah satu pendiri Ripple. Bedanya, Stellar tidak terlalu menargetkan adopsi institusional seperti halnya Ripple.

Sebagai teknologi open-source untuk pembayaran, Stellar menyuguhkan sistem yang ideal untuk pembayaran mikro, interoperabilitas, pembayaran mobile, pengiriman uang, dan layanan tanpa pihak ketiga. Token kriptonya disebut sebagai XLM.

Jaringan Stellar dimulai dengan 100 miliar Lumens (100 BXLM). Tidak seperti mata uang kripto lainnya, jumlah maksimum yang beredar tidak ditetapkan, meski angkanya terus tumbuh 1% setiap tahun. Porsi peredarannya diatur dengan persentase sebagai berikut: 20% di pasar dan 80% dipegang oleh perusahaan pengembangnya. Dengan kata lain, Lumens tidak bisa ditambang.

 

Tujuan Stellar Lumens

Platform Stellar tidak memiliki tujuan yang unik, tetapi ada beberapa alasan yang mendukung pengembangannya. Pada situs resmi Stellar dijelaskan bahwa pihak pengembang memiliki misi untuk menghubungkan masyarakat dengan biaya jasa keuangan yang sangat rendah, memerangi kemiskinan, dan memaksimalkan potensi individu.

Di bagian yang paling komersial, Stellar dapat difungsikan sebagai sistem yang dapat diintegrasikan ke dalam dunia keuangan global. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa organisasi nirlaba pun mampu untuk mengadopsi jaringan Stellar. Selain itu, platform Stellar memudahkan para pengembang untuk membuat D-App di atas platformnya.

D-App

(Baca juga: Apa Itu D-App?)

 

Tim Pengembang Stellar

Seperti yang telah disebutkan diatas, salah satu pendiri proyek ini adalah Jed McCaleb, salah satu nama penting dalam dunia mata uang kripto.
McCaleb menciptakan eDonkey2000 dan Mt. Gox (bursa Bitcoin pertama). Ia juga berpartisipasi dalam penciptaan Ripple (XRP), mata uang kripto terbesar ketiga saat artikel ini ditulis.

Tim Stellar yang cukup konsisten dipimpin oleh Nicolas Barry, seorang pengembang ahli yang telah bekerja untuk Microsoft dan Salesforce. Sementara itu, posisi direktur proyek ditempati oleh David Mazieres, yang merupakan seorang profesor ilmu komputer di Universitas Stanford.

 

Cara Kerja Stellar Lumens

Sebagai platform terdesentralisasi yang memungkinkan transaksi P2P dengan komisi yang sangat rendah, Stellar terintegrasi dengan sistem keuangan lain untuk menyediakan alat pembayaran internasional, menggunakan mata uang kripto (XLM) untuk membantu transaksi pembayaran dari satu titik ke titik lainnya dengan mudah, cepat, aman, dan murah.

Stellar memiliki ciri teknologi "buku besar terdistribusi", yang mencatat semua transaksi yang dilakukan di jaringan. Mekanisme konsensunya memungkinkan verifikasi transaksi berjalan dengan sangat cepat; rata-rata sinkronisasi transaksi berlangsung antara 2 hingga 5 detik. "Buku besar" Stellar mencatat uang Anda sebagai kredit yang dikeluarkan melalui Anchor.

Anchor sendiri adalah semacam jembatan antara mata uang dan jaringan Stellar. Contoh Anchor adalah bank atau pemroses pembayaran lain. Apabila Anda melakukan transaksi di platform Stellar, maka jaringan akan mencari nilai tukar terendah yang tersedia. Kemudian, penerima dana Anda akan mendapat kredit di dompet kriptonya, yang dapat ditarik kapan saja dan darimana saja.

Dompet Kripto

(Baca juga: 7 Penyedia Dompet Kripto Terbaik)

Meski memiliki berbagai keunggulan di atas, mata uang kripto ini menerapkan sistem pembayaran komisi per transaksi dan mewajibkan adanya saldo minimum di setiap akun. Kedua hal tersebut rupanya dapat membantu memprioritaskan transaksi yang paling penting dan mencegah keruntuhan jaringan. Komisi per transaksi saat ini adalah sebesar 0.00001 XLM (sekitar $0.0000023), bilangan yang sangat rendah jika dibandingkan dengan mata uang kripto populer lainnya. Sementara itu, jaringan Stellar mengharuskan semua pengguna memiliki saldo minimum 0.5 XLM.

 

Aplikasi Stellar Dalam Kehidupan Nyata

Hingga saat ini, ada beberapa kasus penggunaan Stellar di dunia nyata, yaitu:

  • Pertukaran P2P antara dua orang atau badan bisnis. Mereka dapat mengirim dan menerima uang dalam hitungan detik menggunakan solusi yang disediakan oleh jaringan Stellar.
  • Dengan menerapkan tarif transaksi super rendah, Stellar menjadi opsi ideal bagi pembayaran mikro. Selain itu, kripto ini sering difavoritkan dalam event Airdrop, Faucet, dan skema serupa lainnya. Hanya dengan $0.01, Anda dapat melakukan hingga 600,000 transaksi, tidak terkait batasan uang yang ditransaksikan.
  • Stellar juga menjadi pilihan ideal untuk melakukan pengiriman uang antar negara.
  • Beberapa perusahaan penting seperti Delotte, Parkway Projects, dan TEMPO, sudah mulai mengembangkan layanan inovatif menggunakan jaringan Stellar.

 

Perbedaan Stellar Dan Bitcoin

Meskipun keduanya adalah mata uang kripto dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran, proyek dan teknologi Stellar dan Bitcoin sangatlah berbeda. Bitcoin adalah mata uang yang jauh lebih terdesentralisasi dan partisipasi dalam tugas-tugas jaringannya terjadi di antara ribuan peserta. Inilah sebabnya, Bitcoin didasarkan pada skema desentralisasi.

Kripto Stellar

Di sisi lain, fokus Stellar adalah pada transaksi yang ideal untuk mengirim uang atau pembayaran dalam jumlah kecil. Dengan demikian, Lumens ditunjukkan kepada pengguna ritel yang memiliki kebutuhan akan transaksi-transaksi mikro berskala internasional.

 

Kelebihan Dan Kekurangan Stellar (XLM)

Secara keseluruhan, berikut adalah daftar kelebihan dan kekurangan yang bisa Anda peroleh dari penggunaan kripto Stellar Lumens:

Kelebihan:

  • Biaya transaksi sangat rendah, hampir mendekati nol.
  • Waktu konfirmasi untuk transaksi juga rendah, biasanya tidak melebihi 5 detik.
  • Orientasi institusionalnya lebih baik.
  • Visi Stellar menguntungkan investor, sehingga berpotensi menarik minat yang lebih besar di masa depan.

 

Kekurangan:

  • Kompetisi Stellar sangat kuat, termasuk di antaranya adalah Ripple.
  • Meskipun mempromosikan skema desentralisasi, nyatanya Stellar Foundation memiliki lebih dari 80% XLM. Artinya, platform Stellar tidak-tidak benar terdesentralisasi.

 

Mengapa sifat desentralisasi yang meragukan cukup penting dicermati dalam kekuarangan Stellar Lumens (XLM)? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Memahami Desentralisasi Dan Sentralisasi Di Ruang Lingkup Kripto.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.