Advertisement

iklan

Stop Loss, Hedging, Dan Cut Loss

62344

Stop Loss, Hedging dan Cut Loss adalah cara-cara untuk membatasi kerugian dalam forex trading. Stop Loss berarti kita memasang order otomatis untuk meng-closed suatu posisi pasa saat harga menyentuh level harga tertentu dimana harga tersebut menjadi batas dimana kita sanggup menahan maksimal kerugian.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Stop Loss, Hedging dan Cut Loss adalah cara-cara untuk membatasi kerugian dalam forex trading.

Stop Loss berarti kita memasang order otomatis untuk meng-closed suatu posisi pada saat harga menyentuh level harga tertentu yang menjadi batas dimana kita "sanggup untuk menahan maksimal kerugian". Kita bisa menentukan sendiri, berapa banyak kerugian yang sanggup kita tanggung pada saat kita memasang Stop Loss ini. Mengenai teknik menentukan SL ini, sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu.

stop loss
Hedging atau Locking ini maksudnya kita membuka posisi buy dan sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi. Dalam prakteknya, kita bisa menggunakan pending order maupun instant execution untuk melakukan hedging guna melindungi satu posisi. Saya juga pernah membahas tentang masalah hedging sebagai pengganti SL dalam artikel terdahulu.

Sedangkan Cut Loss adalah meng-closed suatu posisi secara manual. Ketiga cara tersebut bisa kita lakukan untuk membatasi kerugian, tentu saja kecuali kita memang akan membiarkan modal tergerus habis alias MC. Terus, mana sebenernya dari ketiga cara tersebut yang paling efektif ? Yah, sebenernya sih tergantung "selera" dari masing-masing trader sih. Stop Loss sifatnya lebih pasti, karena suatu posisi akan otomatis tertutup pada saat kita anggap kerugiannya sudah terlalu besar. Tentunya besar kecilnya kerugian untuk setiap posisi ini sudah kita perhitungkan dalam trading plan kita. Jadi, secara psikologis, SL tidak menimbulkan keragu-raguan.

Hedging atau Locking banyak dipilih oleh trader yang menginginkan batas kerugian  yang lebih fleksibel, artinya, kerugian tetap dibatasi, akan tetapi masih menyimpan harapan bahwa posisi yang terfloating negatif akan dapat ditutup dengan profit. Hedging apabila dikelola dengan baik, memang akan lebih memnugkinkan kita untuk menutup satu posisi dengan profit. Akan tetapi, perlu kesabaran, ketelitian, dan juga disiplin dalam margin management dalam melakukan hedging. Banyak hedging yang justru berakibat tambahan koleksi floating negatif yang akhirnya berujung pada MC. Kesulitan utama dalam hedging memang dalam margin management dan dalam membuka locking-nya.

Membuka locking untuk trader yang belum berpengalaman memang sering menimbulkan keragu-raguan. Seringnya sih kita ragu, kapan waktu yang tepat untuk membuka locking atau menutup posisi hedge ini dengan meng-closed satu posisi.  Pertanyaan yang berkecamuk sih biasanya: "Close sekarang ato gak ya? Close sekarang, jangan-jangan trend masi terus berlanjut… jadinya yang minus makin gedhe, sedangkan yang plus udah keburu ditutup. Kalo gak close sekarang… jangan-jangan trendnya keburu balik arah, jadinya malahan gak jadi dapet untung deh." Memang membutuhkan kesabaran plus keyakinan yang tinggi pada saat membuka locking ini. Temen trader yang biasa menggunakan hedging menyarankan untuk membuka locking dan terus menjaga posisi serta melakukan scalping untuk menutup kerugian apabila trend masih berlanjut. Cara ini tentunya butuh ketenangan dan psikologis yang matang supaya tidak mudah terpancing oleh gerakan chart yang terkadang "menipu".

Saran lainnya bagi anda yang ingin menggunakan cara hedging ini, gunakan hedging hanya apabila available margin lebih besar dibanding used margin. Apabila margin sudah tipis, mending gunakan saja SL atau sekalian Cut Loss ajah. Nah, Cut Loss biasanya adalah pilihan terakhir untuk membatasi kerugian. Saya pribadi pake Cut Loss biasanya kalo udah bosen liat floating kelamaan. Tentunya ini bukan contoh yang pantas ditiru ya! Banyak juga kok.. temen-temen trader yang murni scalper, dan hanya melakukan semua tindakan secara manual, termasuk meng-close transaksi, baik dalam keadaan profit maupun dalam keadaan loss, yang berarti melakukan Cut Loss, dalam kondisi floating yang gak terlalu banyak seperti yang biasa saya lakukan… hehehe!

Ok deh, alternatif manapun yang akan anda pilih untuk membatasi kerugian, semua tergantung anda. Semuanya perlu "keberanian" tersendiri. Yah, temen trader saya bilang memang profesi trader itu butuh nyali dan mental yang kuat. Terutama tentunya pada saat harus menanggung resiko kerugian dan melakukan tindakan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Jangan sampai karena kita ragu dalam membatasi kerugian, akhirnya harus dipaksa oleh broker untuk menutup semua posisi, alias Margin Call.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Satrio
kalo sama stop loss hasil nya dah pasti loss , tapi kalo sama hedging belom tentu juga. cuman kalo di hedging, waktu loss, rugi nya bisa berlipat2, sedangkan kalo stop loss tetep bisa minim rugi nya, hayo pilih yang mana ini enak nya? bikin bingung aja
Amad Rizali
@satrio....
d lht dr riskx ane rs solusix bs disesuaiin sm tngkt kemampuan trdng agan. kan mkn mantab analisax mkn bsr jg peluang brhsilx, shrsx kl sdh sprt itu bs punya keyakinan lbh buat hedging, wlpun riskx sdh pst lbh bsr. tp kn skrg ni sl jg bs diatur fleksibl, kl lg trending bs diaturin pake trailing stop, sdngkn kl bingung mau cari level exitx bs pake srategi exit dr msng2 metode trdng yg dipake, ini bs jauh lbh aman ketimbang hedging. kl trdng msh suka dipegaruhi emosi, hedging ni mlh trksn bhy krn bs bikin trdr jd trpncng utk op trus.
Satrio
bisa juga bro, tapi kalo nanti nya udah nemu cara exit yang bener pake stop loss, malah keenakan dan jadi makin ragu buat nerapin hedging. yah lari nya juga pasti ke akun demo, gimana2 dicoba sendiri pasti lebih meyakinkan
Fahri R
Iya ya, selama ini belum pernah kepikiran untuk masang hedging dengan cara pending order. Kira-kira ada strategi khususnya g ya? Sejauh ini yang saya pelajari hanya untuk secara langsung melakukan hedging dengan cara order yang berlawanan dari satu pair atau dengan memanfaatkan korelasi pair tertentu, itupun timing masuk dan keluarnya juga masih belum terlalu meyakinkan. Kalau dengan cara pending order ini apa bisa lebih aman dengan peluang yang lebih baik ya?
Ronny Hermawanto
apapun jenis hedgingny....
supaya bisa bener2 aman kayaknya mesti selalu dipastiin posisiny secara terus-menerus...
jadi waktu punya posisi hedging trading kayaknya gabisa santai n musti mantengin chart terus-terusan... palagi ada saran supaya tradingnya juga dibarengi sama scalping...
ane pikir bakal susah sekali untuk jaga ketenangn emosi n mental trading kalo cara tradingny kayak gitu, kecuali traderny udah yg bener2 sekelas master...
Agus Bastian
dari pglaman sih emang manual cut loss yg paling aman, soalnya SL sering kesentuh gr2 salah phitungan, apalagi buy-sell bersamaan, malah bikin berabe, bukannya minus di satu posisi, malah 2-2nya yg kena.....