Strategi Breakout Trading Di Binary Options

Bagi trader binary options, menempatkan entry sesuai dengan arah breakout akan memberikan tambahan keyakinan terhadap peluang in-the-money. Bagaimanakah panduan strateginya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mengatur strategi guna menemukan posisi entry yang tepat merupakan salah satu langkah trading yang sangat penting. Bukan hanya untuk meningkatkan peluang yang dapat diraih, namun juga untuk melengkapi rencana trading agar dapat memperoleh hasil jangka panjang yang memuaskan. Seperti yang telah dibahas pada artikel mengenai rencana trading dalam binary options, aturan entry merupakan salah satu unsur yang dapat menentukan keberhasilan dari pelaksanaan rencana trading itu sendiri. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang salah satu rekomendasi strategi entry, yakni metode breakout trading.

Trading Breakout Di Binary Options

Mengapa Breakout?

Dalam trading di pasar spot forex, trader biasa mengenali strategi breakout sebagai suatu cara trading yang mengandalkan penembusan harga di level-level kunci. Baik itu support ataupun resistan, pergerakan harga yang melesat dari salah satu level tersebut dianggap sebagai peluang emas yang dapat mendatangkan banyak profit jika ditradingkan dengan benar.

Pergerakan harga yang terbentuk setelah menembus level kunci memang sering diekspektasikan untuk melaju ke level yang jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari posisi sebelumnya. Kondisi ini sangat bermanfaat bagi trader spot forex yang jumlah keuntungannya diperoleh dari raihan pips pada order sell atau buy yang dipasangnya. Bagi trader binary options, menempatkan entry sesuai dengan arah breakout akan memberikan tambahan keyakinan terhadap peluang option untuk berakhir in-the-money. Selain itu, trader juga akan lebih leluasa dalam menentukan expiry time, karena harga cenderung berada di tren yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama seusai menembus salah satu level kunci.

Dibandingkan dengan strategi reversal yang bertujuan untuk memasang option "put" ketika harga berada di level tertinggi dan menempatkan option "call" saat harga mencapai level terendah, breakout trading lebih banyak digunakan karena dianggap memiliki peluang profit yang lebih tinggi. Dengan memanfaatkan momentum, strategi breakout mampu memberikan sinyal entry yang menjanjikan, dan cukup mudah diterapkan sehingga sesuai untuk trader-trader pendatang baru.

Banyak perangkat teknikal yang bisa dimanfaatkan untuk melengkapi strategi breakout ini. Biasanya, trader akan mencari indikator penentu support dan resistance untuk mencari level kunci yang tepat. Banyak yang memilih untuk menggunakan fibonacci ataupun pivot point dan mengkombinasikannya dengan indikator lain saat bertrading dengan metode breakout. Namun, trader kadang perlu banyak belajar dan membiasakan diri dengan penggunaan kedua indikator di atas, karena fibonacci bersifat subyektif, sedangkan akurasi pivot point masih dianggapmeragukan. Trader disarankan untuk sering-sering berlatih dan membiasakan diri dengan penggunaan kedua indikator tersebut agar bisa meraih hasil yang maksimal.

Level kunci sebetulnya bisa ditentukan dari batas support dan resistance diariindikator lain. Trader dapat menjadikan trendline dan garis MA sebagai batassupport dan resistance yang lebih fleksibel. Di samping itu, ada juga analisa dengan chart pattern (pola chart) yang dapat memberikan sinyal breakout tanpa harus memasang dan mengatur indikator teknikal apapun.

Trading Breakout Dengan Trendline

Indikator trendline (garis tren) adalah salah satu indikator teknikal paling sederhana dengan hasil analisa yang cukup akurat. Trader hanya perlu menarik trendline secara diagonal pada grafik harga sesuai dengan tren yang terbentuk. Jika harga sedang mengalami uptrend, trendline ditempatkan di bawah pergerakan harga, sementara saat harga mengalami tren bearish, trendline diposisikan di atas harga. Letak trendline ini kemudian dapat difungsikan sebagai support (pada tren naik) dan resistance (pada tren menurun) yang jika berhasil tertembus, harga akan berbalik secara tajam.

Trading breakout binary options dengan trendline
Pada gambar di atas, trader bisa menempatkan option "put" ketika harga menembus garis trendline yang berfungsi sebagai batas support. Indikator ini bisa ditempatkan di timeframe manapun, sehingga penggunaannya tidak terbatas untuk trader jenis-jenis tertentu saja. Kesulitan dari pengaplikasian indikator ini biasanya berasal dari penentuan validitas trendline itu sendiri. Trader biasanya kesulitan menemukan pola penguatan tren dengan beberapa puncak atau dasar harga yang dapat dihubungkan untuk membentuk trendline. Semakin banyak puncak atau dasar yang dihubungkan, semakin valid pula trendline tersebut. Pada kenyataannya, harga lebih sering membentuk retracement dan menggambarkan pola tren yang puncak atau dasarnya kurang bisa diandalkan untuk membentuk trendline yang valid.

Trading Breakout Dengan Moving Averages

Moving Averages (MA) juga merupakan salah satu indikator tren yang sangat populer digunakan oleh banyak trader spot forex dan binary options. Variasi MA dan pengaturan periodenya yang fleksibel membuat indikator ini menjadi alat trading yang banyak digemari untuk dipasang di berbagai settingan timeframe.

Pada prakteknya, MA juga bisa digunakan sebagai batas support atau resistance, tergantung dari arah tren harga yang sedang terbentuk. Dalam hal ini, penggunaan MA kurang lebih menunjukkan indikasi yang sama dengan trendline, yakni untuk menantikan reversal ketika harga berhasil breakout dari garis support atau resistance. Hanya saja, tampilan MA yang lebih fleksibel dan selalu bergerak mengikuti harga membuat indikator ini jadi lebih mudah untuk dipasang dan dianalisa. Trader juga tidak perlu menguji validitas indikator ini, karena MA selalu menampilkan pergerakan harga sesuai dengan perhitungan rata-rata dari periode tertentu.

Trading breakout binary options dengan MA
Contoh grafik di atas menggambarkan penggunaan SMA 200 pada chart EUR/USD di timeframe H1. Periodisasi MA yang tinggi (200 hari) memang menjadi pilihan utama bagi trader yang ingin menggunakan MA sebagai penunjuk batas support atau resistance. Terlihat bahwa SMA 200 bertindak sebagai garis resistance ketika harga sedang downtrend, dan ketika harga breakout dari garis tersebut, SMA 200 berubah menjadi support yang cukup stabil.
Breakout harga dari SMA 200 bisa menjadi sinyal entry yang cukup kuat karena harga kemudian berada di level tinggi dalam kurun waktu yang cukup lama. Kekurangan dari penggunaan indikator ini hanyalah dari sifatnya yang masih lagging. Jika difungsikan sebagai indikator tren, SMA 200 memang bisa membuat trader terlambat entry posisi. Namun jika difungsikan sebagai support atau resistance, SMA 200 bisa menjadi indikator yang stabil untuk menantikan breakout harga dari level-level tersebut.

Trading Breakout Dengan Pola Chart Triangle

Salah satu cara trading breakout yang dikategorikan sebagai metode dengan kesulitan level 'menengah' adalah pola chart. Strategi ini dianggap lebih sulit karena umumnya dilakukan tanpa memasang indikator teknikal apapun yang dapat mengirimkan sinyal untuk entry. Jika tidak perlu merepotkan soal pengaturan indikator teknikal, lalu kenapa analisa pola chart dinilai lebih sulit?

Pada kenyataannya, bukanlah hal yang mudah untuk mengenali pola-pola chart yang sedang terbentuk dan mengkonfirmasi sinyal yang dihasilkannya. Belum lagi ada banyak jenis pola dengan masing-masing indikasi yang bisa membuat trader baru cukup kerepotan di awal trading. Dengan latihan yang cukup dan pengalaman pada penggunaan pola ini, trader bisa mengandalkan analisa pola chart sebagai penghasil sinyal entry yang cukup menjanjikan.

Trading breakout binary options dengan pola triangle
Salah satu jenis pola chart yang dapat diandalkan untuk menerapkan strategi breakout adalah pola triangle. Baik tipe ascending, descending, maupun symmetrical, semua jenis pola triangle mengisyaratkan kemungkinan breakout yang cukup kuat. Bedanya, ascending triangle mengindikasikan breakout harga ke atas, sedangkan descending triangle menandakan breakout harga ke level yang lebih rendah. Sementara itu, symmetrical triangle kurang bisa mengidentifikasikan arah breakout secara lebih pasti.

Menghindari Sinyal False Breakout

Walaupun terbilang memiliki peluang keuntungan yang tinggi, analisa yang kurang tepat pada breakout trading bisa membuat seorang trader salah menempatkan posisi optionnya. Ini terjadi lantaran harga hanya hanya melewati batas support atau resistance untuk beberapa saat dan kemudian justru berbalik arah dan tidak melanjutkan penembusannya. Situasi inilah yang dinamakan sebagai false breakout (fakeout), yang juga menjadi musuh besar para trader breakout.

Namun, kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan harga memberikan sinyal fakeout. Selain berlatih trading breakout dengan indikator andalan, berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan agar trading options terhindar dari bahaya fake breakout:

1. Gunakan Indikator Tambahan Sebagai Konfirmator Sinyal Entry
Menggunakan lebih dari satu indikator bisa menjadi solusi yang dapat membantu trader dalam mengkonfirmasi sinyal entry dari indikator utama yang digunakan. Pada beberapa contoh di atas, MACD digunakan sebagai indikator tambahan yang dipakai untuk melengkapi sinyal entry pada breakout harga dari trendline dan SMA 200.

Trading breakout binary options dengan MA dan MACD


Grafik di atas menunjukkan indikasi breakout yang muncul ketika harga menembus support dari SMA 200. Di saat yang bersamaan, MACD juga turun ke level negatif, sehingga sinyal pergantian tren menjadi lebih terkonfirmasi. Dengan demikian, kondisi breakout dari SMA 200 dan MACD bisa menjadi sinyal entry "put" yang valid.

2. Perhatikan Price Action
Price action seringkali menjadi penanda entry yang akurat dan cukup banyak diandalkan oleh sebagian besar trader. Jejak pergerakan harga pada price action yang dapat mencerminkan pelaku pasar dan selalu berulang memungkinkan trader untuk bisa mengenali beberapa pola candle tertentu dan memperkirakan pergerakan harga selanjutnya dengan lebih mudah.

Strategi price action seperti analisa pada pin bar dan inside bar dapat membantu trader mengenali sinyal entry yang lebih valid setelah terjadi breakout. Trader pengguna price action umumnya melihat pola candle yang terbentuk di area kunci atau menunggu sampai beberapa candle terbentuk dulu agar dapat memastikan apakah harga benar-benar breakout atau hanya sekedar fakeout. Tidak terburu-terburu untuk membuka option ketika harga baru saja melewati level support atau resistan adalah kunci utama dari penggunaan strategi ini.

3. Membandingkan Level-Level "High" dan "Low"
Level "high" dan "low" merupakan bagian dari OHLC (Open, High, Low, Close), yang juga efektif diaplikasikan sebagai indikator teknikal, namun sering diabaikan penggunaannya. Trader biasanya lebih tertarik untuk menganalisa pola candlestick secara langsung untuk mendapatkan tampilan visualnya. Padahal, dengan memperhatikan level-level harga pada periode sebelumnya dan membandingkan angka-angka yang tercapai pada periode berikutnya, trader juga bisa mendapatkan gambaran tentang pergerakan harga untuk bisa menentukan arah pengambilan options dengan lebih mudah.

Contohnya, trader A bertrading dengan timeframe D1. Untuk memperkirakan sentimen pergerakan harga hari ini, A mencermati level-level harga tertinggi dan terendah di hari sebelumnya. A kemudian mendapatkan sinyal bahwa harga telah bergerak naik ke level yang lebih tinggi dari posisi harga teratas kemarin. Dengan demikian, indikasi option "call" dapat menjadi semakin kuat karena breakout harga dari level tertinggi di hari sebelumnya merupakan sinyal pergerakan harga yang cukup meyakinkan. Dalam kondisi seperti ini, mencari peluang entry untuk menempatkan option "call" pada timeframe yang lebih kecil dapat menghasilkan potensi profit yang menjanjikan.

Pencapaian harga yang mampu melewati level high atau low dari periode sebelumnya merupakan indikasi penting dalam menentukan arah options. Ketika harga belum mampu menembus salah satu level tertinggi atau terendah, trader kurang disarankan untuk menempatkan options sesuai dengan metode breakout.

Kesimpulan dan Saran

Bagi pengguna breakout trading, antisipasi terhadap fakeout seringkali menjadi hal yang diutamakan karena dapat menghancurkan posisi trading yang ditempatkan secara tidak tepat. Aspek ini memang penting, tapi ada baiknya juga apabila trader mampu menetapkan indikator utama untuk mendukung metode breakout trading yang dijalankannya.

Selain itu, penting juga untuk tidak mengabaikan faktor fundamental, karena pergerakan harga yang fantastis seringkali berhubungan dengan hasil data dari unsur-unsur fundamental tertentu.

Untuk memastikan peluang keberhasilan trading dengan strategi ini, trader bisa menguji efektivitas cara trading breakout sebelum benar-benar memasukkannya dalam rencana trading permanen. Penggunaan akun demo dapat menghindarkan uji coba trading dari resiko real, sedangkan pengaturan manajemen resiko dapat membatasi resiko kerugian dari praktek trading di broker binary options yang tidak menyediakan akun demo.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.