Advertisement

iklan

Strategi Dalam Membuka Posisi

Trader pemula selalu tertarik untuk belajar buka posisi Forex saat sinyal muncul dari indikator mereka. Namun tahukan Anda bagaimana cara mengukur akurasi sinyal trading?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Ketika belum memiliki strategi trading sebagai pedoman, seorang trader biasanya mengalami kesulitan saat akan membuka posisi di pasar Forex. Hal ini sering dialami trader pemula yang masih mencoba berbagai metode trading; kalau berhasil dipertahankan, kalau gagal cari lagi metode baru. Karena sering berganti cara buka posisi Forex, maka hasil trading cenderung tidak konsisten.

 

ilustrasi buka posisi forex trading

 

 

Kesalahan Trader Pemula Saat Belajar Buka Posisi Forex Trading

Sudah coba metode ini itu, tapi masih juga belum dapat menikmati profit konsisten? Kalaupun sempat mendapat profit dari satu posisi, kerugian berikutnya malah lebih besar? Wah, benar-benar bikin frustrasi. Namun nyatanya, hal ini sering terjadi pada sebagian besar trader pemula.

Supaya kesalahan-kesalahan tersebut tidak terjadi berulang-ulang, ketahui dulu letak permasalahannya. Contohnya adalah seperti berikut:

a. Menggunakan sistem trading terlalu rumit.

Ketika Anda dihadapkan pada tumpukan indikator pada chart, bukannya mendapat sinyal trading, bisa jadi Anda malah merasa kebingungan karena satu indikator bertentangan dengan sinyal dari indikator lainnya. Satu indikator mengirimkan sinyal Buy, tapi satunya lagi menyarankan posisi Short alias Sell.

Hal serupa juga dapat terjadi saat menggunakan sistem trading dari trader lain. Masalahnya, belum tentu Anda paham betul dengan seluk-beluk dan cara kerja sistem trading asing tersebut. Ingat, sistem trading tak ada yang sempurna, dan seringkali hanya pencipta sistem trading sendiri-lah yang paham bagaimana cara mengimprovisasinya.

b. Terlalu banyak Second Opinion.

Saat masih pemula, Anda mungkin masih belum memiliki keyakinan untuk buka posisi Forex trading tanpa rekomendasi dari trader lain. Padahal, belum tentu argumen mereka cocok dengan keputusan trading Anda. Perbedaan pandangan ini justru akan menghambat proses belajar cara buka posisi trading.

Second Opinion dari trader lain sebaiknya hanya digunakan untuk melengkapi proses analisa saja. Semisal Anda berfokus pada analisa teknikal, kita dapat mencari referensi fundamental dari trader lain untuk meyakinkan pandangan awal. Toh, pada akhirnya Anda sendiri yang harus mengambil keputusan untuk membuka posisi Buy atau Sell.

c. Terburu-buru mengambil keputusan.

Sinyal trading dapat muncul kapan saja, tapi tidak semua sinyal trading punya validitas tinggi. Kalau kita terburu-buru buka posisi Forex setiap kali sinyal muncul, besar kemungkinannya Anda terkena sinyal palsu.

d. Kurang memahami kondisi trading pada akun.

Setiap broker akan menawarkan kondisi trading berbeda-beda. Anda harus tahu betul berapa jumlah Spread dan komisi yang akan Anda bayar setiap kali buka posisi Forex. Kalau Anda salah hitung dan hanya asal buka posisi terus menerus, bisa-bisa kerugian menumpuk tanpa kontrol.

Kesalahan-kesalahan cara buka posisi Forex di atas sebenarnya dapat dihindari dengan menggarisbawahi kondisi berikut:

  • Apakah aturan-aturan buka posisi Forex (Entry Rules) dari sinyal sudah cukup valid?
  • Apakah Anda bisa memperoleh rasio Risk dan Reward memadai?
  • Apakah posisi langsung dibuka (Instant Order) begitu sinyal muncul, atau menunggu sampai harga bergerak ke level tertentu melalui Pending Order?

Selanjutnya, mari kita kupas lebih dalam tentang pemenuhan kondisi dalam cara buka posisi trading di pasar Forex.

 

 

Belajarlah Membidik Sinyal Trading Layaknya Penembak Jitu

Dalam kondisi trading nyata, tak ada sinyal trading sempurna dengan jaminan profit. Perlu dicatat, sinyal trading hanya membantu Anda untuk meningkatkan probabilitas. Maksudnya, setiap kali Anda buka posisi Forex, sinyal trading berguna untuk meningkatkan peluang meraih profit serta mengurangi risiko rugi.

Anda bisa menentukan kualitas (validitas) sinyal bila Anda merasa mantap dan yakin untuk membuka posisi trading. Sebaliknya, jika merasa ragu karena ada kondisi-kondisi Entry Rules belum terpenuhi, lupakan saja sinyal tersebut.

 

buka posisi trading forex pada chart eurusd

 

 

Coba perhatikan chart EUR/USD (Daily) di atas. Lingkaran kuning menyorot kondisi pergerakan tren tak berarah. Selain itu, kedua indikator Simple Moving Average juga bergerak naik turun. Dalam kondisi seperti ini, apa pertimbangan Anda untuk buka posisi Forex trading?

Untuk menjawab pertanyaan tadi, mari kita uraikan kondisi-kondisi penting untuk mempertimbangkan pembukaan posisi trading terlebih dulu:

  • Bagaimana kondisi trend pasar sekarang? Apakah sedang dalam kondisi tren mendaki (Uptrend), tren menurun (Downtrend), ataukah mendatar (Sideways)?
  • Di mana level-level Support dan Resistance-nya? Kedua level tersebut dibutuhkan untuk mengetahui batas-batas pergerakan harga selanjutnya.
  • Apakah sinyal untuk buka posisi Forex trading sudah muncul sesuai peraturan-peraturan dasarnya?
  • Adakah faktor pendukung untuk mengkonfirmasi sinyal trading tersebut?
  • Adakah rilis berita (fundamental) berdampak tinggi selama Anda membuka posisi trading?

Kembali ke Chart EUR/USD tadi, kita bisa menyimpulkan bahwa saat ini kondisi pasar masih relatif mendatar, jadi cukup sulit untuk menentukan apakah harus membeli atau menjual saat harga mendekati kedua garis Moving Average (di sekitar lingkaran kuning). Kalau Anda memutuskan untuk menunda pembukaan posisi trading karena pertimbangan tersebut, keputusan Anda sudah selangkah lebih matang.

Chart yang meragukan bukan berarti tak menawarkan kesempatan trading sama sekali. Alternatifnya, Anda dapat berpindah ke Timeframe atau chart lain. Hanya saja, kalau Anda memutuskan untuk berganti TF atau chart, maka Anda harus mengadakan penyesuaian lagi. Misalnya TF Daily cocok untuk Swing Trading dengan pembukaan posisi lebih dari satu hari (Rollover). Sedangkan H1-H4 cocok untuk Intra-Day Trading, di bawahnya lagi ditujukan untuk Scalping.

 

cara buka posisi trading forex di EURUSD, sinyal trading

 

 

Masih dengan Chart EUR/USD, tapi kali ini Timeframe-nya diganti menjadi H4. Pada Timeframe di atas, tren harga terlihat jelas menurun dengan nilai High dan Low terus melandai (di dalam Channel Downtrend). Jika diperhatikan, harga sudah mendaki mendekati level Resistance terdekat. Nah, sekarang pertanyaannya, kapan kita harus mengatur cara buka posisi dari kondisi harga seperti itu?

Pertama, kita sudah tahu harga memiliki bias Downtrend. Jadi jika sebelumnya harga mendaki sementara, maka berikutnya Seller akan kembali menekan harga di dekat area Resistance. Dari analisa teknikal, kita harus mengidentifikasi kapan indikator mulai menunjukkan sinyal Bearish.

Kedua, layaknya penembak jitu, kita harus bersabar menunggu momen terbaik untuk membuka posisi trading Forex. Tunggu sampai semua kondisi memenuhi syarat peraturan buka posisi, lalu eksekusi Market Order dengan rasio Risk dan Reward yang telah ditentukan sebelumnya.

Ketiga, karena kita mengganti Timeframe dari Daily ke H4, maka ekspektasi awal untuk membuka posisi Swing trading harus banting setir menjadi posisi Intra-Day Trading. Dengan demikian, posisi harus ditutup sebelum terjadi pergantian hari, menurut zona waktu di platform yang digunakan (maksimal 24 jam).

 

Ragam Analisa Teknikal Dalam Mengidentifikasi Sinyal Trading

Banyak jalan untuk menuju Roma, begitulah kira-kira peribahasa tepat untuk menggambarkan proses identifikasi sinyal trading saat buka posisi Forex trading. Salah satu metode utamanya terletak pada analisa teknikal.

Analisa teknikal pada dasarnya adalah proses pengamatan chart untuk mengetahui probabilitas ke mana harga akan bergerak. Dari sekian banyak metode analisa teknikal, ada dua kategori besar yang cukup populer dalam kalangan trader, yaitu penggunaan indikator teknikal dan Price Action.

a. Indikator Teknikal

Indikator pada kategori ini mampu menghasilkan sinyal trading secara otomatis berdasarkan rumusan matematis dari penciptanya. Secara umum, peraturan cara buka posisi tradingnya ketat dan obyektif, sehingga tidak membutuhkan banyak improvisasi. Karena itu, indikator teknikal banyak menjadi pilihan utama trader pemula.

Contoh indikator populer pada kategori ini adalah: Moving Average, RSI, MACD, Bollinger Bands, dan lain sebagainya. Pada beberapa terminal trading, Anda bahkan dapat menambahkan puluhan bahkan ratusan indikator eksternal buatan trader lain.

 

buka posisi forex trading dengan indikator teknikal

Chart GBP/USD dengan indikator teknikal Bollinger Bands, Moving Average dan MACD.

 

 

b. Price Action

Kalau sudah berpengalaman trading, cukup dengan melihat grafik harga saja, trader veteran sudah bisa "meramal" ke mana arah harga berikutnya. Mereka mengamati terbentuknya pola-pola harga dan formasi candlestick untuk mendapat sinyal trading. Kalau formasi atau pola sudah terbentuk sesuai peraturan, barulah pembukaan posisi trading dieksekusi.

 

buka posisi forex trading dengan price action

 

 

Dalam prakteknya, bisa saja trader mengombinasikan indikator teknikal dan Price Action untuk mendapat petunjuk kapan harus buka posisi Forex trading. Namun sebelum mencampurnya, ketahui dulu kelebihan dan kelemahan masing-masing kategori indikator tersebut.

 

 

Cara Buka Posisi Forex Trading Dengan Analisa Teknikal

Sampai di sini, Anda sudah mengetahui metode analisa teknikal apa saja yang dapat dimanfaatkan dalam cara buka posisi forex. Supaya lebih jelas, mari kita amati contoh-contoh sinyal trading dari chart berikut:

a. Setup Price Action sebagai sinyal untuk buka posisi trading.

Indikator tambahan: EMA 8 dan EMA 21.

 

cara buka posisi trading forex saat downtrend

 

 

  • Kondisi trend pasar: Downtrend.
  • Garis Support telah ditembus dan sekarang menjadi Resistance.
  • Sinyal Price Action: Pin Bar menunjukkan penolakan (Rejection) pada batas Resistance dengan harga penutupan lebih rendah dari pembukaan (Bearish candlestick).
  • Faktor pendukung: setelah Pin Bar Bearish terbentuk, harga ditutup di bawah EMA 8 dan 21.

Dari contoh chart di atas kita bisa menyimpulkan bahwa sinyal Pin Bar cukup valid untuk digunakan sebagai acuan membuka posisi Short (jual).

b. Setup sinyal trading dalam kondisi pasar Uptrend

  • Kondisi trend pasar: Uptrend, volatilitas sedang.
  • Garis Resistance telah ditembus dan sekarang kembali menjadi level Support.
  • Sinyal Price Action: Pin Bar mengindikasikan penolakan pada batas Support, dengan harga Closing lebih tinggi dari Opening (Bullish candlestick).

Sebagai konfirmasi untuk buka posisi Forex trading, kita tunggu candlestick Pin Bar selesai tercetak pada chart. Terbentuknya Pin Bar pada garis Support menggambarkan momentum Bullish yang sedang terjadi. Dalam hal ini kita membuka posisi hanya bila sinyal trading telah cukup valid, yaitu dengan adanya penolakan pada level Support.

Sebelum buka posisi Forex trading, Anda juga harus mempertimbangkan rasio Risk dan Reward untuk mengukur berapa besar risiko sesuai toleransi. Metode ini memfokuskan pada peletakkan Stop Loss secara realistis, sehingga SL hanya akan terpicu jika kondisi-kondisi sinyal trading sudah tak valid lagi.

Contoh #1

 

cara buka posisi forex trading dengan rasio risk reward

 

 

Pada contoh di atas kita buka posisi Long (beli) setelah Pin Bar Bullish selesai terbentuk, dengan faktor pendukung penolakan pada level Support dan garis Moving Average. Stop Loss dipasang beberapa pip di bawah level Support, dengan asumsi bila Support ditembus oleh candle berikutnya (setelah Pin Bar), berarti sinyal trading kita salah dan kita harus bersiap untuk membatasi kerugian.

Setelah itu kita tentukan rasio Risk dan Reward obyektif sesuai dengan kondisi pasar. Jika ternyata rasio1:1.

 

Contoh #2

 

cara buka posisi forex trading dengan rasio risk reward

 

 

Stop Loss dipasang beberapa pip di atas Resistance, dan target (TP) ditentukan pada level Support di bawahnya. Jika rasio dianggap terlalu besar, misal lebih dari 1:3, maka SL dapat diperlebar hingga diperoleh rasio sekitar 1:2. Jika nanti ternyata sinyal trading valid, SL bisa diperkecil atau digeser ke bawah dengan teknik Trailing Stop.

 

 

Kesimpulan

Secara umum, Anda dapat membuka posisi trading saat muncul sinyal trading dari indikator. Namun, Anda harus mampu mengukur validitas sinyal dengan mengamati kondisi-kondisi aturan buka posisi secara sistematis.

Intinya, Anda harus mampu melatih kesabaran dan disiplin untuk mematuhi peraturan-peraturan pada sistem trading. Meskipun sinyal trading bisa saja muncul bertubi-tubi, tapi pada akhirnya Anda harus mengatur batas risiko terlebih dulu (dengan Stop Loss) sebelum mengharapkan potensi keuntungan.

 

 


Bicara mengenai sistem trading, trader pemula lazimnya masih belum dapat gambaran bagaimana cara menyusunnya. Pada artikel berikut, Anda akan diajarkan langkah-langkah membangun sistem trading beserta Money Management untuk mengontrol perkembangan ekuitas (saldo) akun trading Anda.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Deeppppppppppddeppppdeppp
ini yang punya web learntotrademarket si nias fuller yah. dia expert candle ..mantabb gan
Sip
bener-bener mencerahkan..baru kali ini saya dapat ilmu begitu gamblang. Saya salut dengan kata-kata "kalau sudah begini..memang harus loss"..segera pasang stop loss yang realistis. Terimakasih juga buat master martin yang dah mau untuk "memperbanyak" ilmu ini.
Pitung
@sip..ahh.. kayaknya biasa aj. Sudah wajar lah kalo setiap kali open harus pasang stop loss. Jangan-jangan emang kamu gak pernah pasang rem yaa..hehehe
Dina
bang @pitung...salam knal bang. emang hrs pasang yaa bang? kog aku gak pernah pasang aman-aman tuh...tapi emang sih..akun masih kelas teri..hihihihi
Martin S
Sebaiknya pasang stop loss, karena dengan tidak ada stop loss berarti Anda tidak membatasi resiko. Tanpa stop loss bisa cepat kena mc (margin call)..
Pitung
sist pake SL deh. Apapun itu jenis akunny. Elu harus biasain gaya trading dengan SL itu ampe kapan
pun..cos..you dont even know will happen next minute.. right? Gak usah percaya ame macem-macem sistem yang beterbangan di forum-forum yg meyakinkan sistem tanpa loss adalh biasa. Gitu aj ya sist yg bisa gue bagi ke elu..semoga elu cepet sadar.. hehehe.
Super
kog aneh..yaaa..Dari pengalamanku, semua sinyal itu valid deh.  Yang tidak valid adalah pergerakan harga setelah sinyal itu. Kenapa begitu? Inget "petuah" para master-master dahulu :"jangan pernah memprediksi arah market"..kenapa begitu? karena memang gak ada yang tau kejadian pergerakan harga beberapa saat ke depan (persis yang dibilang bang @pitung). Jadi kembali ke omonganku di awal..semua sinyal yang kalian punya itu valid..percaya deh. Walupun kamu sering gonta ganti sistem pun..semuanya valid. Bedakan ya dengan fakta bahwa sinyal tersebut ternyata tidak direspon pasar seperti yang kamu inginkan. Itu hal yang berbeda. Sinyal fokus pada moment kapan anda harus open..itu aj. Nah jika berikutnya pergerakan harga di pasar mulai merugikan/menguntungkan kamu..itu sudah masuk ke fase setelah sinyal..yang tentunya juga harus sudah kamu antisipasi sebelumnya..sori jg ember gini ya guys..dah deh..bye
Martin S
@ super :
Betul, yang tidak valid adalah pergerakan harga setelah sinyal itu karena sinyal trading yang valid berarti probabilitasnya tinggi, tetapi tidak pasti benar. Sinyal yang sama pada kondisi dan waktu yang berbeda bisa diikuti oleh pergerakan yang'valid' atau yang 'tidak valid'.

Menurut para master sinyal yang valid adalah yang banyak faktor pendukungnya yang mengkonfirmasi sinyal tersebut sehingga probabilitasnya tinggi, tetapi tidak pasti 100% akan benar.
Jonathan
mana masternya? kata master mulu hahaha
Martin S
@ Jonathan:
Untuk artikel ini masternya adalah penulisnya yaitu Nial Fuller.
Nial Fuller ini baru saja memenangkan kompetisi trading sebesar USD 1 juta yang diadakan oleh broker AXITrader Australia dan hasilnya diumumkan tanggal 13 Mei 2016 lalu.

Nial Fuller menghasilkan profit sebesar 369% dalam waktu 3 bulan antara Pebruari hingga April 2016.
Anda bisa menyimak beritanya di: Nial Fuller Wins Million Dollar Trader Competition
dan di: AXITrader Million Dollar Trader Competition – Winner Announced
Menurut pengakuannya ia trading hanya berdasarkan price action dan teknik money management pyramiding
Seputarforex
Jika Anda masih merasa kesulitan akan materi ini, Anda dapat langsung bertanya pada ahlinya loh di forum tanya jawab kami.
Terima kasih.
Bing
bisa ajarin saya ga, pengen banget belajar trading.....

Martin S
@ Bing:
Kalau Anda masih pemula banget, Anda bisa baca dulu: Cara Belajar Dan Menguasai Trading Forex untuk mengetahui apa itu bisnis trading forex.
Perlu diketahui bisnis trading ini tidak hanya bisa diterapkan untuk forex, tetapi juga komoditi seperti emas dan minyak, dan juga futures misalnya indeks saham. Jadi Anda punya beberapa pilihan instrumen yang akan ditradingkan.

Setelah itu bisa baca kumpulan artikel disini, dan juga kumpulan e-book ini. Jika telah paham, langkah selanjutnya Anda bisa membuka akun demo di salah satu broker untuk latihan trading.
Anda bisa baca: Apa Itu Akun Demo Pada Forex Trading - Definisi Akun Demo, dan:
Review Broker Forex untuk memilih broker yang cocok.
Selamat belajar.
Rizkioding
Min chart bagian b kayaknya salah, soalnya sama dengan bagian a
Seputarforex
Terima kasih sudah diingatkan pak.