Advertisement

iklan

Strategi Hedging Dalam Trading Forex

149416

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membatasi resiko adalah dengan hedging. Berikut beberapa contoh praktis strategi hedging dalam trading forex.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, tingkat resiko yang mungkin terjadi selalu berubah. Tidak ada cara yang pasti untuk memperkirakan pergerakan suatu pasangan mata uang pada waktu yang akan datang. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membatasi resiko guna melindungi posisi trading kita atau lazim disebut dengan hedging (lindung nilai). Ada beberapa cara yang digunakan untuk melindungi posisi trading, namun dasar pemikirannya sama dan sederhana.

                                                       Strategi Hedging Dalam Trading


Ketika Anda mempunyai posisi buy pada sebuah pasangan mata uang, Anda harus membuka posisi yang berlawanan (sell) guna melindungi posisi Anda, atau mengurangi resiko jika pergerakan harga bergerak turun. Dengan cara yang sama, Anda membuka posisi buy jika posisi awal Anda sell.
Berikut dua metode yang lazim digunakan dalam trading forex:

Cara Hedging Sederhana

Jika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana. Cara ini kadang-kadang disebut dengan hedging langsung (direct hedging). Hal ini terjadi bila Anda mempunyai posisi buy dan posisi sell pada sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, Anda trading pada pasangan EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000, tetapi setelah beberapa saat kemudian pergerakan harga mulai turun. Kemudian Anda membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga Anda perkirakan akan turun, maka Anda bisa menutup posisi buy dengan hasil loss, dan membiarkan posisi sell yang kemungkinan besar akan menghasilkan profit. Namun jika Anda tidak yakin kearah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level stop loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah ketika pergerakan harga tidak menentu kita akan sulit menentukan posisi mana yang akan kita tutup terlebih dahulu. Jika kedua posisi tersebut telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging tersebut) maka kita pasti akan loss sebesar jarak pip hedging yang telah kita buka. Dalam contoh diatas pip hedging kita adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

Trading Pada Beberapa Pasangan Mata Uang

Karena ada broker yang melarang menggunakan cara hedging sederhana seperti diatas sesuai dengan peraturan regulatornya, maka trader mensiasatinya dengan trading pada beberapa pasangan mata uang  yang memiliki korelasi. Sebagai contoh jika Anda membuka posisi buy pada pasangan EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun. Anda bisa membuka lagi posisi buy pada pasangan USD/CHF karena dari data historis USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan besar akan profit. Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada pasangan GBP/USD karena dari data historisnya GBP/USD memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD dengan kemungkinan besar akan profit.

Kelemahan cara hedging ini adalah bahwa hubungan korelasi antar pasangan mata uang tidak linier, suatu saat korelasinya bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah. Walau demikian dengan hedging paling tidak Anda bisa melindungi posisi trading Anda dengan meminimalisir kerugian.

Tertarik untuk menjalankan strategi Hedging? Lebih baik, simak dulu ulasan di artikel berikutnya, Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


M_muzadi
apakah ada cara mengatur posisi2 hedging dengan stop loss dan take profit sesuai dengan risk reward ratio ? misal dengan contoh order buy eur/usd di 1.3000 itu, lalu hedging dengan order sell di 1.2800. apa dengan pengaturan posisi top order itu nantinya bisa meminimalisir kerugian 200 pip itu jika seandainya kedua posisi tersebut terkena stop loss?
Martin S
@ m_muzadi:
Kalau sudah terkunci (locked) atau ter-hedged maka stop loss dan take profit tidak berfungsi lagi. Pada level berapapun take profit atau stop loss kena besarnya kerugian tetap 200 pip, kecuali ada sinyal yang pasti dan harga tidak bergerak satu arah (misal setelah downtrend kembali uptrend atau sebaliknya) sehingga lockingnya bisa terbuka yang berarti kemungkinan kedua posisi tsb bisa profit.
Boi Boi
Hedging emang sekilas bisa ngasih solusi, tapi kalo nggak bener2 bisa analisa & pasang posisi di tempat yg bener malah bikin rugi jadi tambah banyak. Ini sih sebenernya alternatip supaya nggak perlu cut loss kalo ada posisi yg negatip, tapi kalo nggak yakin menurut ane tetep lebih baik cut loss daripada hedging tapi nggak yakin.
Kalo kebiasaan bisa bahaya.
Afandi Pras
Bwt yg udh mstr n mang udh keahlianya hedging ni mlh jd kyk brg wajib tiap kl msk psr. Apa mang bs ya selain bwt mengurangi loss hedging ni sbnrnya jg bs dibwt utk menambah profit? Sebaiknya hedging ini dilakukan sewaktu kt yakin posisi kt sdh akan loss atau ttp kita lakukan sj mskpn posisi kt sbnrny msh positif?
Martin S
@ Afandi Pras:
Hedging dilakukan pada saat posisi kita sudah loss. Jadi ketika kita sudah punya posisi dan dalam keadaan loss, kita ada 2 pilihan: mau di-hedge atau mau di-cut loss. Kalau posisinya sudah positif Anda bisa averaging atau menambah posisi yang sama (buy atau sell) jika trend-nya memang sedang kuat.
Bambang Priyono
@Afandi: Penggunaan hedging ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan, setelah dilakukan uji coba terhadap kesesuaian hedging dengan sistem trading yang digunakan. Sebenarnya banyak jenis dari hedging ini, akan lebih baik lagi kalau bisa memahami dulu tentang hedging ini secara mendalam sebelum menjadikannya sebagai perangkat trading andalan. Dalam prakteknya memang ada trader-trader yang sejak awal sudah sengaja menerapkan strategi hedging ini, karena memang ada metode yang memungkinkan hedging ini sebagai strategi pengendali resiko yang bisa selalu digunakan di setiap transaksi. Namun ada juga yang menggunakannya hanya pada saat-saat tertentu saja, yaitu di saat posisi order sedang mengalami kerugian, dan trader tidak ingin mengakhiri transaksinya dengan kerugian yang besar. Yang jelas, baik digunakan secara berkala maupun hanya sebagai langkah antisipatif saja, trader harus jeli melihat peluang yang ada dan bisa membedakan sinyal trading profitable dari yang palsu dengan baik.
Yanuari
Dimana bisa mndapat korelasi dn memastikan pair mana yg korelasix sedang positif maupun negatif?
Apabila sudah mendapat kepastian ttg negatif dan positifx korelasi ini, apa hedging yang dilakukan dengan pair berbeda berdasar korelasi stb kemungkinan besar akan berhasil?
Martin S
@Yanuari:
Anda bisa melihat correlation chart dari broker Oanda di: halaman ini. Pada chart tersebut terdapat korelasi dari beberapa pasangan mata uang dibandingkan dengan EUR/USD pada beberapa time frame trading. Warna merah: korelasi positif, warna biru: korelasi negatif. Datanya selalu di-update.
Hira Rn
Apa cara ini yang digunakan oleh institusi hedge fund di AS sana?
Martin S
@ Hira Rn:
Saya tidak tahu persis, tetapi biasanya trader profesional kalau entry langsung pasang stop loss dan target profit, dan tidak diintervensi. Kalaupun ingin hedging mereka masuk ke instrument yang lain misalnya saham atau komoditi.
Eko
master, bagaimana kalau misalnya kita membedakan besar posisi tradingĀ  dalam hedging? jadi pada order yang kita tidak seberapa yakin akan menang, kita buka dengan ukuran yang lebih kecil. apakah itu akan efektif?
Martin S
@ Eko:
Dalam strategi money management cara seperti itu disebut scaling out, yaitu dengan mengeluarkan sebagian (dengan ukuran lot yang lebih kecil dibandingkan ketika entry) untuk mengamankan sebagian profit yang telah diperoleh sebelumnya. Itu jika posisinya sudah profit dan memperkirakan harga akan berbalik arah, tetapi jika posisi Anda sedang loss sebaiknya menggunakan ukuran lot penuh untuk hedging (sebesar ukuran lot saat entry karena sifatnya menahan agar tidak loss lebih banyak. Untuk posisi yang sedang profit, strategi scaling out memang bisa efektif, tetapi untuk hedging (ketika posisi sedang loss) maka cara tersebut malah bisa menambah kerugian.