Advertisement

iklan

Strategi Hedging Dalam Trading Forex

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membatasi risiko adalah dengan hedging. Berikut beberapa contoh praktis strategi hedging dalam trading forex.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, pergerakan pasangan mata uang selalu berubah-ubah mengikuti kondisi pasar. Oleh karenanya, strategi trading sangat diperlukan agar trader dapat melakukan entry posisi dengan akurat. Salah satu sistem trading yang digunakan oleh trader adalah dengan strategi hedging. Bagaimana cara melakukannya? Simak penjelasan berikut ini.

 

Apa Itu Hedging?

Hedging dalam forex adalah sebuah metode trading yang tujuan utamanya melindungi dan membatasi dana trading dari fluktuasi tidak menguntungkan. Cara melakukan strategi hedging adalah entry Buy dan Sell di satu aset yang sama secara bersamaan, atau atas beberapa aset yang berbeda tetapi pergerakan harganya saling berhubungan.

strategi hedging forex

Mudahnya seperti ini: Ketika Anda telah membuka posisi Buy pada pasangan mata uang tertentu, maka secara bersamaan Anda harus membuka posisi yang berlawanan (Sell). Tujuannya adalah mengurangi risiko jika pergerakan harga tiba-tiba berbalik arah atau turun. Sebaliknya, jika posisi awal adalah Sell, maka Anda perlu membuka posisi Buy.

Nah, di bawah ini adalah beberapa strategi hedging sederhana yang lazim digunakan dalam trading forex dan sangat mudah untuk diaplikasikan.

 

Strategi Hedging Langsung (Direct Hedging)

Jika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana. Cara ini kadang-kadang disebut dengan hedging langsung (direct hedging), yait; membuka posisi Buy dan Sell pada sebuah pasangan mata uang.

Sebagai contoh, Anda trading EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000. Setelah beberapa saat kemudian, pergerakan harga mulai turun. Anda pun membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800, untuk meminimalisir kerugian dari posisi buy.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga ternyata terus menurun, maka Anda bisa menutup posisi Buy dengan hasil Loss, dan membiarkan posisi Sell yang kemungkinan bisa menghasilkan profit lebih besar. Namun jika Anda tidak yakin ke arah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level Stop Loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah kita akan sulit menentukan posisi mana yang perlu ditutup terlebih dahulu ketika pergerakan harga tidak menentu. Jika kedua posisi yang ditargetkan telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging) maka kita pasti akan loss sebesar jarak kedua posisi yang telah dibuka (pip hedging). Dalam contoh di atas, pip hedging adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

 

Trading Pada Beberapa Pasangan Mata Uang

Beberapa broker terkadang melarang menggunakan cara hedging di pasangan mata uang yang sama karena dianggap melanggar peraturan regulatornya. Para trader biasanya mensiasatinya dengan strategi hedging yang lain, yaitu trading pada beberapa pasangan mata uang dengan korelasi.

Sebagai contoh, jika Anda membuka posisi Buy pada EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun, Anda bisa membuka lagi posisi Buy pada USD/CHF. Mengapa harus pair tersebut? Kkarena dari data historis, USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan akan profit lebih besar.

Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada GBP/USD karena pair ini memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD terbuka.

Intinya, pada pasangan mata uang yang berkorelasi positif, Anda bisa membuka posisi yang berkebalikan (buy dan sell). Namun apabila pasangan mata uang yang digunakan berkorelasi negatif, maka Anda bisa membuka posisi di arah yang sama (buy dan buy atau sell dan sell).

Kelemahan strategi hedging model seperti ini adalah korelasi antar pasangan mata uang yang tidak selalu linier. Suatu saat, nilai korelasi antar pair bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah.

 

Untuk menyimpulkan perbandingan cara hedging di atas dengan lebih mudah, simak infografi yang kami sajikan khusus untuk Anda:

strategi hedging dalam trading forex

 

Risiko Menggunakan Strategi Hedging

Banyak trader meyakini, hedging adalah salah satu strategi trading forex yang lumayan efektif meminimalisir kerugian sekaligus mendapatkan profit. Namun, perlu Anda ketahui bahwa trik hedging ini tidak bisa menjaminan profit 100%.

Selain itu, strategi hedging juga bisa memiliki risiko besar bila dilakukan sembarangan. Seperti yang pernah diulas di artikel risiko strategi hedging, beberapa diantaranya disebabkan oleh "Double spread, Double Commision, Double Stress!".

Nah, jika Anda adalah trader pemula dan ingin memulai strategi hedging, pastikan Anda sudah memiliki konsep manajemen risiko yang baik. Kemudian, ada beberapa kriteria trader forex yang sangat tidak disarankan untuk menggunakan strategi hedging. Selengkapnya bisa Anda simak di artikel jauhi strategi hedging jika Anda termasuk tipe trader seperti ini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

M_muzadi
apakah ada cara mengatur posisi2 hedging dengan stop loss dan take profit sesuai dengan risk reward ratio ? misal dengan contoh order buy eur/usd di 1.3000 itu, lalu hedging dengan order sell di 1.2800. apa dengan pengaturan posisi top order itu nantinya bisa meminimalisir kerugian 200 pip itu jika seandainya kedua posisi tersebut terkena stop loss?
Martin S
@ m_muzadi:
Kalau sudah terkunci (locked) atau ter-hedged maka stop loss dan take profit tidak berfungsi lagi. Pada level berapapun take profit atau stop loss kena besarnya kerugian tetap 200 pip, kecuali ada sinyal yang pasti dan harga tidak bergerak satu arah (misal setelah downtrend kembali uptrend atau sebaliknya) sehingga lockingnya bisa terbuka yang berarti kemungkinan kedua posisi tsb bisa profit.
Boi Boi
Hedging emang sekilas bisa ngasih solusi, tapi kalo nggak bener2 bisa analisa & pasang posisi di tempat yg bener malah bikin rugi jadi tambah banyak. Ini sih sebenernya alternatip supaya nggak perlu cut loss kalo ada posisi yg negatip, tapi kalo nggak yakin menurut ane tetep lebih baik cut loss daripada hedging tapi nggak yakin.
Kalo kebiasaan bisa bahaya.
Afandi Pras
Bwt yg udh mstr n mang udh keahlianya hedging ni mlh jd kyk brg wajib tiap kl msk psr. Apa mang bs ya selain bwt mengurangi loss hedging ni sbnrnya jg bs dibwt utk menambah profit? Sebaiknya hedging ini dilakukan sewaktu kt yakin posisi kt sdh akan loss atau ttp kita lakukan sj mskpn posisi kt sbnrny msh positif?
Martin S
@ Afandi Pras:
Hedging dilakukan pada saat posisi kita sudah loss. Jadi ketika kita sudah punya posisi dan dalam keadaan loss, kita ada 2 pilihan: mau di-hedge atau mau di-cut loss. Kalau posisinya sudah positif Anda bisa averaging atau menambah posisi yang sama (buy atau sell) jika trend-nya memang sedang kuat.
Bambang Priyono
@Afandi: Penggunaan hedging ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan, setelah dilakukan uji coba terhadap kesesuaian hedging dengan sistem trading yang digunakan. Sebenarnya banyak jenis dari hedging ini, akan lebih baik lagi kalau bisa memahami dulu tentang hedging ini secara mendalam sebelum menjadikannya sebagai perangkat trading andalan. Dalam prakteknya memang ada trader-trader yang sejak awal sudah sengaja menerapkan strategi hedging ini, karena memang ada metode yang memungkinkan hedging ini sebagai strategi pengendali resiko yang bisa selalu digunakan di setiap transaksi. Namun ada juga yang menggunakannya hanya pada saat-saat tertentu saja, yaitu di saat posisi order sedang mengalami kerugian, dan trader tidak ingin mengakhiri transaksinya dengan kerugian yang besar. Yang jelas, baik digunakan secara berkala maupun hanya sebagai langkah antisipatif saja, trader harus jeli melihat peluang yang ada dan bisa membedakan sinyal trading profitable dari yang palsu dengan baik.
Yanuari
Dimana bisa mndapat korelasi dn memastikan pair mana yg korelasix sedang positif maupun negatif?
Apabila sudah mendapat kepastian ttg negatif dan positifx korelasi ini, apa hedging yang dilakukan dengan pair berbeda berdasar korelasi stb kemungkinan besar akan berhasil?
Martin S
@Yanuari:
Anda bisa melihat correlation chart dari broker Oanda di: halaman ini. Pada chart tersebut terdapat korelasi dari beberapa pasangan mata uang dibandingkan dengan EUR/USD pada beberapa time frame trading. Warna merah: korelasi positif, warna biru: korelasi negatif. Datanya selalu di-update.
Hira Rn
Apa cara ini yang digunakan oleh institusi hedge fund di AS sana?
Martin S
@ Hira Rn:
Saya tidak tahu persis, tetapi biasanya trader profesional kalau entry langsung pasang stop loss dan target profit, dan tidak diintervensi. Kalaupun ingin hedging mereka masuk ke instrument yang lain misalnya saham atau komoditi.
Eko
master, bagaimana kalau misalnya kita membedakan besar posisi tradingĀ  dalam hedging? jadi pada order yang kita tidak seberapa yakin akan menang, kita buka dengan ukuran yang lebih kecil. apakah itu akan efektif?
Martin S
@ Eko:
Dalam strategi money management cara seperti itu disebut scaling out, yaitu dengan mengeluarkan sebagian (dengan ukuran lot yang lebih kecil dibandingkan ketika entry) untuk mengamankan sebagian profit yang telah diperoleh sebelumnya. Itu jika posisinya sudah profit dan memperkirakan harga akan berbalik arah, tetapi jika posisi Anda sedang loss sebaiknya menggunakan ukuran lot penuh untuk hedging (sebesar ukuran lot saat entry karena sifatnya menahan agar tidak loss lebih banyak. Untuk posisi yang sedang profit, strategi scaling out memang bisa efektif, tetapi untuk hedging (ketika posisi sedang loss) maka cara tersebut malah bisa menambah kerugian.
Rudi S
Oh Hedging begitu saya baru tau, artinya memasang buy dan sell secara bersamaan. Kemudian memilih posisi mana yg lebih menguntungkan. Biasanya broker yg langsung meneruskan transaksinya ke pasar yg ijinkan hedging, sedangkan broker bandar tidak ijinkan hedging karena posisi broker bandar berlawanan dengan trader. Mantap betul @seputarforex ini info-infonya, thanks