Strategi Investasi Forex Ala Corvin Codirla

Corvin Codirla adalah salah satu trader forex dengan track record selama kurang lebih 30 tahun. Seperti apakah profil dan strategi investasi forex andalannya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sebelum memutuskan untuk mulai "mengadu nasib" dalam dunia trading forex, baik Anda maupun trader lain tentu mencoba mengintip kumpulan strategi investasi forex yang bisa diterapkan. Mulai dari strategi paling ciamik, strategi dengan keberhasilan atau akurasi tinggi, hingga strategi ala si A, B, C yang tak luput dari daftar pencarian. Fenomena ini tentu wajar-wajar saja, mengingat tak ada satupun trader di seluruh belahan dunia lantas berani "mencontek" strategi investasi yang notabene tidak berhasil sama sekali.

No worries! Pada kesempatan kali ini, strategi yang akan diulas oleh Seputarforex berasal dari Dr. Corvin Codirla, seorang trader berpengalaman dengan track record selama kurang lebih 30 tahun. Berbeda dengan trader lain, Corvin Codirla lebih memilih forex sebagai instrumen untuk investasi daripada untuk trading. Seperti apakah profil lengkapnya serta strategi investasi trading yang ia ajarkan? Mari ikuti ulasannya.

Strategi Investasi Forex Corvin Codirla

 

Mengenal Sosok Corvin Codirla

Kisah perjalanan Corvin Codirla dalam dunia trading forex sepertinya layak dijadikan teladan. Bagaimana tidak, ketika trader lain tak memperhatikan berapa lamanya waktu yang mereka perlukan sampai bisa profit, lain halnya dengan Corvin. Orientasi untuk sukses dalam investasi mampu memompa semangatnya hingga bertahan selama tiga dekade. Lantas, siapakah sebenarnya Corvin Codirla ini? Pengalaman-pengalaman apa saja yang pernah ia torehkan selama 30 tahun?

  1. Alumnus University of Cambridge bergelar B.A, Magister Matematika, serta Ph.D dalam Ilmu Fisika.
  2. Kepala divisi FX Options Strategy di Barclays Capital.
  3. Pernah trading forex dan futures di Peloton Partners, dengan nilai portofolio sebesar $100 juta.
  4. Pengembang strategi Intraday untuk High-Frequency Trading di Deutsche Bank.
  5. Pendiri CCFX, yaitu perusahaan Hedge Fund yang pernah mengelola aset senilai $50 juta. Hedge Fund miliknya ini juga pernah dianugerahi Top 10 Award oleh BarclayHedge pada 2015.

perusahaan Hedge Fund Dr. Corvin Codirla

Dengan perjalanan karir yang dapat dianggap matang itu, tak heran jika Corvin Codirla lantas berani memilih forex sebagai instrumen investasi. Padahal, beberapa trader lain justru lebih memilih forex sebagai instrumen trading, karena mereka menyadari porsinya sebagai trader retail. Dengan banyaknya spekulator hingga bank-bank raksasa bahkan perusahaan Hedge Fund di pasar, nyali trader untuk menggunakan forex sebagai investasi tidaklah sebesar nyali Corvin. Kira-kira, apa yaa strategi trading yang menjadi kunci keberhasilannya?

Sebelum mengulas strategi investasi forex milik Corvin Codirla, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa keistimewaan forex jika digunakan sebagai aset investasi.

 

Mengapa Memilih Forex Sebagai Aset Investasi?

Salah satu alasan sederhana mengapa Corvin memilih forex sebagai aset investasi adalah karena kondisi tren yang cenderung lamban. Menurutnya, faktor penggerak perubahan tren forex itu sendiri adalah berita-berita ekonomi yang biasanya tidak banyak memberikan perubahan secara garis besar.

Dengan demikian, tren secara umum juga dianggap tidak akan banyak berubah, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai acuan strategi investasi forex jangka panjang. Selain itu, beberapa poin di bawah ini juga menunjukkan keistimewaan forex sebagai instrumen investasi bila dibandingkan dengan instrumen lain:

1. Return on Investment (ROI) tertinggi dibanding investasi lainnya. Tentunya hal ini perlu diselaraskan dengan konsistensi dan strategi Anda dalam menambah keuntungan sedikit demi sedikit.

2. Dengan modal yang relatif kecil, Anda sudah bisa memulai investasi dalam forex. Bahkan kini ada beberapa broker yang memudahkan trader maupun investor untuk membuka akun dengan modal sebesar $1 saja.

broker dengan modal kecil

(Baca Juga: 7 Broker Forex Dengan Modal Kecil)

3. Forex adalah instrumen dengan likuiditas tinggi. Artinya, setiap Anda melakukan Buy kapanpun, akan selalu ada pihak lain yang menjualnya kepada Anda, begitu pun sebaliknya. Kelebihan ini terjadi karena lingkup investasi adalah bursa dunia yang saling terhubung satu sama lain. Berbeda dengan pasar saham di mana transaksi hanya berlangsung pada bursa tertentu saja (misalnya BEI), sehingga rentan terjadi peristiwa gagal transaksi.

4. Kelebihan lain dari forex adalah Anda bisa menentukan sendiri kapan dan seberapa besar investasi Anda dengan melakukan aksi jual atau beli. Berbeda dengan ragam investasi lain yang biasa dipercayakan pada pihak ketiga (reksadana, asuransi, deposito), forex dapat Anda investasikan langsung secara mandiri.

Berdasarkan beberapa keistimewaan tersebut, tak heran jika Corvin Codirla memilih forex sebagai instrumen investasi jangka panjangnya. Lantas, strategi investasi forex seperti apakah yang ia gunakan?

 

Strategi Investasi Forex Menurut Corvin Codirla

1. Ketahui Dasar-Dasar Dalam Trading Forex

Ketahui benar bahwa forex adalah sebuah bisnis perdagangan valuta asing dari berbagai negara yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Adapun trading forex ini dilakukan dalam sebuah tempat yang disebut "pasar forex", dengan beragam sesi pasar berikut jam operasionalnya. Di samping itu, harga pasangan mata uang di pasar juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik secara teknikal maupun fundamental.

Sebelum memutuskan berinvestasi forex, ketahui dengan baik dasar-dasarnya. Mulai dari pemilihan pair yang tepat, faktor-faktor penggerak harga, hingga risiko besar yang mungkin Anda terima selama trading forex. Karena risiko yang besar inilah, maka Anda harus bijak dan mengerti betul tentang forex sebelum memutuskan terjun ke dalamnya.

 

2. Pahami Betul Kondisi Pasar Forex

Secara umum, pelaku pasar forex berasal dari berbagai golongan, termasuk pemerintah, bank dan institusi keuangan, perusahaan multinasional, spekulan, broker, dan trader forex retail. Di pasar forex, pemain terbesar adalah bank-bank sentral milik pemerintah, kemudian disusul oleh bank dan institusi keuangan lain berskala multinasional. Lalu, di manakah posisi Anda?

pelaku pasar forex

Trader retail seperti Anda merupakan pemain pasar forex paling bawah. Untuk itu, perlu diperhatikan betul porsi trading dan modal yang Anda sertakan selama berburu cuan. Berhati-hatilah dengan banyaknya spekulan serta kenali dengan baik broker pilihan Anda. Plus, tradinglah sesuai dengan sesi perdagangan, karena pasar forex dibuka dalam beberapa sesi dengan tingkat keramaian yang beragam.

 

3. Gunakan Strategi Yang Tepat

Sebelum memutuskan menjadi seorang investor, ada baiknya Anda menentukan strategi trading yang tepat digunakan. Salah satu strategi investasi forex yang bisa Anda terapkan adalah Position Trading.

Position Trading merupakan strategi jangka panjang yang memungkinkan trader menahan posisi selama beberapa minggu bahkan bulan. Dengan strategi ini, trader lebih menggunakan forex sebagai investasi. Karena tradingnya jangka panjang, maka analisa yang dilakukan biasanya lebih mendalam, guna mengetahui pengaruh-pengaruh fundamental terhadap mata uang yang hendak dibeli. Sebagai contoh, perhatikan ilustrasi di bawah ini:

Seorang Position Trader akan entry sell setelah memastikan bahwa pasar akan bearish. Keputusan ini diambil karena ada penurunan suku bunga, keadaan ekonomi global sedang resesi, hingga faktor-faktor pendukung lainnya. Biasanya, tipe trader ini menentukan level Stop Loss dengan Risk/Reward Ratio minimal 1:1.

Sebagaimana yang sudah disinggung di atas, Corvin berani menggunakan forex sebagai investasi karena menganggap tren harga tidak mengalami banyak perubahan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Corvin Codirla cenderung mengikuti perubahan tren di time frame besar sebagai metode analisanya. Dalam aktivitas trading, metode ini disebut Trend Following.

strategi Trend Following

Dengan menggunakan metode Trend Following, maka setiap keputusan entry yang akan Anda ambil sepenuhnya berdasarkan pada kondisi tren. Jika dalam hal ini time frame yang Anda gunakan adalah Weekly hingga Monthly, maka perhatikan betul tren utama yang terbentuk selama periode tersebut.

Ada baiknya juga bila Anda menggunakan tambahan indikator teknikal sebagai pendukung metode Trend Following. Anda bisa menggunakan indikator Moving Average untuk mengkonfirmasi arah tren, indikator MACD untuk mengetahui kekuatan momentum dari tren yang sedang terbentuk, hingga mengetahui posisi entry berdasarkan level jenuhnya dengan bantuan indikator RSI atau Stochastic Oscillator.

 

4. Tentukan Cara Mengetahui Kualitas Trading Anda

Setelah melakukan aktivitas trading selama beberapa waktu, maka sebuah evaluasi perlu dilakukan guna mengetahui kualitas trading Anda. Cara mengukurnya pun bisa bervariasi. Salah satu indikator umum yang paling sering digunakan adalah melihat Win Rate, alias banyaknya hasil Win (Profit) dibanding Loss. Namun, itu pun sebenarnya kurang akurat.

David Jenyns sebagai salah satu pakar dalam pembuatan sistem trading yang profitable, menuliskan beberapa parameter penting yang bisa digunakan untuk mengukur kualitas trading Anda. Di antaranya adalah melihat dari besarnya Win Rate, Average Win dan Average Loss, Expectancy, Number of Trades, hingga Profitabilitas.

Win Loss RatIo

(Baca Juga: 7 Parameter Untuk Mengukur Kesuksesan Sistem Trading Anda)

 

5. Jika Perlu, Gunakan Strategi Automated Trading

Jadi, saya harus menggunakan EA? Mahal dong, kan pakai VPS dulu...

Siapa bilang jika Automated Trading selalu berkaitan dengan penggunaan EA (Expert Advisor)? Ada kok cara trading forex otomatis yang jauh lebih mudah dan hemat biaya bila dibandingkan dengan penggunaan robot trading, yaitu sistem Auto-Pilot atau peer-to-peer.

Pada aplikasinya, sistem Auto-Pilot ini bisa Anda peroleh langsung sebagai fasilitas trading dari broker. Keunggulan dari Auto Pilot adalah Anda bisa mengikuti jejak trader pilihan yang lebih berpengalaman. Namun, Anda juga perlu membayarkan komisi pada trader yang Anda ikuti tersebut. Ada tiga jenis sistem Auto Pilot yang banyak ditawarkan oleh broker dengan beragam versi layanan dan keunikan masing-masing, antara lain:

  • Mirror Trading
    Mirror Trading merupakan pengembangan dari Algo Trading, di mana transaksi yang disalin oleh follower berasal dari sistem trading pilihan yang dibangun dan dijalankan secara Algorithmic. Dapat dikatakan bila metode yang satu ini menghadirkan trading otomatis yang benar-benar terlepas dari emosi.
  • Copy Trading
    Copy Trading bisa mempertemukan kebutuhan trader yang ingin menjadi penyedia sinyal (trader ahli) maupun follower (trader newbie). Hal ini karena eksekusi otomatis di platform trading follower disesuaikan dengan posisi penyedia sinyal yang diikutinya. Dalam Copy Trading, biasanya juga ada pengaturan dana trading secara proporsional. Secara singkat, Copy Trading memberikan kesempatan bagi follower untuk "mencontek" aktivitas trading dari si penyedia sinyal.

social trading

  • Social Trading
    Metode trading otomatis yang terakhir ini tergolong unik, karena Social Trading bisa dianalogikan sebagai platform "sosmed" untuk trader forex. Bedanya, "sosmed" ini memiliki fitur ekstra bagi para pesertanya untuk mencontoh strategi maupun posisi trading secara otomatis.

 

Selain Corvin Codirla, tokoh lain yang fokus investasi jangka panjang adalah Rakesh Jhunjhunwala. Namun, ia lebih memilih investasi pada saham dibandingkan forex. Simak inspirasi menarik dari pendiri Rare Enterprises ini di artikel: Rakesh Jhunjhunwala, Trader Pengikut Strategi Jangka Panjang.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.


Fran
Artikel ini cuma ngomong forex , ngga ngomong strategy mr corvin, kalo seperti ini lebih baik delete aja, isi kurang mutu