Advertisement

iklan

Strategi Manipulasi dalam Trading Forex

Penulis

+ -

Tak hanya kripto, manipulasi pasar bisa terjadi di mana saja, terutama pada pasar forex. Siapa pelakunya dan bagaimana cara melakukan strategi manipulasi tersebut? Simak selengkapnya di artikel berikut ini.

iklan

iklan

Banyak orang beranggapan jika loss yang didapat dalam trading muncul akibat kurangnya keahlian atau pengalaman seorang trader. Tentu, asalkan memiliki skill dan pengalaman yang mumpuni, trader pasti bisa meraih profit konsisten secara maksimal dari kegiatan trading forex.

Meski demikian, munculnya loss juga bisa diakibatkan oleh pergerakan harga dan pasar yang dimanipulasi oleh para raksasa trading. Dalam dunia trading forex, hal ini biasa disebut sebagai praktik atau strategi manipulasi pasar forex.

strategi manipulasi

 

Pentingnya Memahami Strategi Manipulasi Pasar Forex

Bagi para trader pemula atau pun trader retail, strategi manipulasi pasar forex adalah hal yang sangat menjengkelkan, apalagi jika mereka belum memahami bagaimana sebetulnya pasar bergerak. Strategi yang kerap dimainkan raksasa-raksasa trading forex ini dapat memicu loss pada mereka, yang mungkin saja berjumlah sangat besar.

Baca Juga: 10 Pemain Utama Dalam Industri Forex

Meskipun tindakan memanipulasi pasar forex sejatinya adalah hal yang illegal, namun pada kenyataannya, regulator keuangan serta otoritas berwenang kerap mengalami kesulitan dalam mendeteksinya. Hal ini sendiri disebabkan oleh banyaknya variabel yang mempengaruhi naik dan turunnya harga currency pairs di pasar forex.

Oleh karena itu, selain memiliki pemahaman mendalam soal strategi trading forex, seorang trader juga perlu mengetahui tentang bagaimana sebetulnya pasar bergerak, serta siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam menentukan arah pasar.
Pada praktiknya, ada banyak sekali bentuk manipulasi pasar dalam kegiatan trading.

Ibarat peribahasa bahwa ada seribu jalan menuju Roma, maka ada banyak cara pula yang bisa dilakukan untuk memanipulasi pasar, yang semuanya bisa menggiring seorang trader jatuh ke dalam jebakan.

Namun, alih-alih mengutuk keadaan, seorang trader sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan tentang strategi tersebut, sehingga diharapkan mereka tidak terjebak ke dalam strategi yang dimaksud.

 

Cara Kerja Manipulasi Pasar Forex

Pada esensinya, manipulasi pasar forex adalah tindakan atau cara yang dilakukan seorang manipulator untuk mempengaruhi perilaku para pemain, sehingga dapat mengubah keseimbangan permintaan dan penawaran suatu currency pairs ke arah yang mereka inginkan.

Imbasnya, ini akan mempengaruhi besaran harga dari currency pairs tersebut. Secara teknis, manipulator pasar bekerja dengan cara memengaruhi suatu kelompok trader, agar trader-trader tersebut dapat bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan sang manipulator.

Perlu diingat bahwa dalam kegiatan forex, sebuah transaksi hanya akan terjadi apabila ada pihak buyer dan seller. Tanpa kedua pihak tersebut, maka kegiatan trading tidak akan terjadi. Namun, kita tidak tahu dengan siapa kita melakukan buy dan sell. Entah itu dengan seorang trader pemula, atau dengan pemain-pemain raksasa.

Nah, para pemain raksasa inilah yang bisa menjebak seorang trader ke dalam strategi manipulasi pasar forex. Karena bagaimanapun, dibutuhkan dana yang luar biasa besar untuk bisa melakukan manipulasi pasar. Itu pulalah yang menjadi alasan mengapa strategi tersebut sering dilakukan oleh para raksasa trading forex, dan sering memakan korban trader retail atau trader pemula.

 

Konsep Stop Hunt Dan Kaitannya Dengan Manipulasi Pasar Forex

Salah satu cara yang biasa digunakan oleh para pemain besar dalam memanipulasi pasar adalah dengan memainkan strategi stop hunt.

Secara bahasa, stop hunt adalah berburu pemberhentian atau berburu stop. Dalam trading forex, istilah ini bisa diartikan sebagai kegiatan yang memancing trader keluar dari kegiatan trading, dengan mendorong harga menuju titik stop loss.

Sebagaimana diketahui, seorang trader akan keluar dari pasar forex apabila harga menyentuh angka pada titik stop loss yang sudah mereka tetapkan sebelumnya. Hal ini akan membuat permintaan atau pun penawaran meningkat karena berkurangnya jumlah trader. Berkurangnya permintaan dan penawaran ini akan membuat harga bergerak menuju ke titik yang ditentukan si manipulator.

Para trader yang sudah pernah merasakan hal ini tentu mengerti betapa menjengkelkannya kondisi tersebut. Alih-alih mendapat untung, mereka justru rugi karena sudah keluar dari pasar ketika kondisi harga justru menguntungkan buat mereka.

Namun, seperti yang sudah disebutkan di awal, tidak semua trader tahu bahwa hal tersebut bukan serta merta diakibatkan oleh kesalahan mereka dalam menerapkan strategi, atau salah dalam membaca fluktuasi harga, atau bahkan hanya sekedar mengalami nasib buruk di hari itu. Yang terjadi sebetulnya adalah, mereka sudah terjatuh dalam jebakan para stop loss hunter.

Menariknya, strategi stop hunt sendiri merupakan sesuatu yang sering terjadi di pasar forex. Sama halnya seperti strategi manipulasi pasar forex yang illegal dan sulit dideteksi, stop loss hunter pun termasuk sulit ditangkap, sehingga seolah menjadi hal yang lumrah di kalangan para trader.

 

Gambaran Strategi Stop Hunt Secara Umum

Sebagai gambaran soal strategi stop hunt dalam forex, mari kita bayangkan sebuah skenario dimana sebuah perusahaan di Inggris ingin mengubah 10 miliar GBP menjadi USD. Untuk melakukan hal itu, mereka memerlukan bantuan broker profesional.

Seperti yang kita ketahui, broker akan mendapat keuntungan berupa komisi. Karena itu, mereka harus mampu menghindari slippage yang tajam. Bilapun selip harga harus terjadi, mereka akan mengusahakan agar selip harga yang muncul menjadi sekecil mungkin.

Yang menjadi masalah, nilai 10 miliar GBP adalah angka yang sangat besar, dan sangat memungkinkan untuk memicu penurunan harga dan slippage besar-besaran jika transaksi dilakukan sekaligus.

Lantas, bagaimana broker ini melakukannya?

Pertama, mereka akan membagi posisi menjadi lot-lot kecil, dan menggunakannya untuk memanipulasi pasar. Mereka akan mendorong harga agar mencapai titik dimana stop order sering ditempatkan oleh para trader retail.

Apabila tujuan si broker tercapai, maka bakal ada banyak sekali trader yang keluar dari pasar. Imbasnya, muncul banyak sekali buy order di pasar forex, karena para trader dalam posisi long sudah keluar dari pasar.

Hal ini akan memberikan sang broker entry position yang lebih baik. Lalu, ketika harga sudah mencapai titik yang diharapkan, para manipulator mencoba masuk ke pasar dan menyelesaikan pertukaran mata uang secara keseluruhan. Setelah hal itu selesai, harga akan berbalik arah secara drastis.

Singkatnya, apabila sebuah pemain besar ingin membeli forex berjumlah luar biasa besar dengan slippage sekecil mungkin, mereka akan menempatkan posisi jual terlebih dahulu untuk memicu adanya stop loss besar-besaran. Hal ini memungkinkan mereka untuk masuk dengan mendapatkan harga beli yang lebih baik.

 

Cara Menghindari Jebakan Manipulasi Pasar

Agar dapat terhindar dari jebakan manipulator, tentunya pengetahuan tentang bagaimana pasar forex dapat dimanipulasi merupakan modal yang utama. Dengan demikian, trader akan tahu bahwa loss yang diterima tidak selalu diakibatkan oleh faktor kesalahan dalam menerapkan strategi, atau pun karena pihak broker yang iseng. Jadi, alangkah lebih baiknya seorang trader menahan diri sebelum menuduh sebuah broker bermain curang.

Selain itu, ada sinyal-sinyal yang bisa dibaca dari praktik manipulasi pasar, dimana jika seorang trader mampu membacanya, tentu mereka bisa terhindar dari jebakan manipulator. Adapun salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membaca sinyal-sinyal tersebut, yaitu dengan menempatkan diri pada posisi si manipulator itu sendiri.

Umumnya, seorang manipulator akan mencari likuiditas agar mampu mencapai posisi terbaik mereka di bursa pasar. Mereka akan "memburu" posisi-posisi dimana para trader retail umumnya menempatkan stop loss pada level support atau resistance. Jika seorang trader bisa membaca posisi-posisi itu, mereka tentu mengerti bahwa menempatkan stop loss di area tersebut merupakan tindakan beresiko tinggi.

Selain itu, hal lain yang bisa membuat trader terhindar dari jebakan stop loss hunt adalah dengan menempatkan stop loss pada posisi yang sesuai. Hanya saja, hal ini memang cukup sulit untuk dilakukan, mengingat stop loss merupakan pelindung utama seorang trader agar terhindar dari kerugian. Butuh jam terbang dan pengetahuan yang cukup untuk bisa melakukannya dengan tepat.

jebakan pasar

Meski begitu, setidaknya ada tiga hal yang bisa dipertimbangkan seorang trader dalam menempatkan stop loss, antara lain:

  • Jangan tempatkan stop loss tepat di bawah support level, atau tepat di atas resistance level.
  • Jangan pula tepatkan stop loss terlalu jauh dari entry point.
  • Tempatkan stop loss pada titik yang dirasa dapat merusak validasi setup trading sebelumnya.

 

Konsekuensi Manipulasi Pasar Forex

Strategi manipulasi pasar adalah hal umum yang terjadi di kalangan raksasa trading forex. Jika kita menggali lebih dalam soal konsep likuiditas pada pasar finansial, sangat jelas bahwa pemain-pemain raksasa akan amat bergantung pada likuiditas pasar untuk mendapat hasil semaksimal mungkin.

Karena itu, mereka terdorong untuk melakukan strategi ini, yang dari waktu ke waktu, menjadi hal yang seolah umum untuk dilakukan.

Pun demikian, jika terus dibiarkan, manipulasi pasar forex bisa bisa menyebabkan kondisi pasar menjadi tidak stabil. Sebagai contoh, manipulasi pasar besar-besaran dapat menyebabkan orang-orang enggan untuk berinverstasi, karena mereka tahu bahwa mereka kerap menjadi korban adanya praktik ini.

Para pemain forex raksasa juga mampu menghasilkan profit besar karena banyak trader retail yang tidak sadar bahwa mereka sudah masuk ke dalam skenario raksasa-raksasa tersebut. Sebaliknya, para raksasa justru memahami bagaimana para trader retail atau trader pemula biasa bekerja. Sehingga, mereka bisa memanfaatkan tingkah laku para trader retail tersebut untuk menggerakkan harga.

Oleh sebab itulah, para trader retail biasanya akan menjadi pihak yang paling dirugikan dari strategi manipulasi pasar forex. Kendati begitu, menyalahkan kondisi yang ada juga sama sekali tidak akan membawa kesuksesan dalam trading.

Bagaimanapun, baik buruknya hasil trading juga dipengaruhi oleh kemampuan seseorang dalam menangani berbagai situasi pasar, yang kadang-kadang tidak menentu.

 

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas tadi, bisa kita simpulkan bahwa strategi manipulasi pasar akan sangat merugikan para trader retail atau pun trader pemula, yang uniknya, justru merupakan hal yang dianggap lumrah terjadi di pasar forex.

Jika dipandang secara lebih luas, kita bisa memahami bahwa manipulasi pasar sebetulnya hanya merupakan proses likuiditas yang dijalankan para pelaku pasar, agar target mereka terpenuhi.

Namun, ketimbang menyalahkan pasar atau pun menerima begitu saja umpan para pemain besar forex, ada baiknya seorang trader mempelajari kenapa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi, agar dapat menghindarinya.

 

Tak hanya terdiri dari pemain raksasa dan trader retail, struktur pelaku pasar dalam trading forex sebenarnya lebih kompleks dengan berbagai posisi yang mampu menggerakkan harga. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

298211
Penulis

Menekuni bidang content creator semenjak 2021, dan mulai mengenal dunia trading forex di tahun yang sama. Tertarik pada isu-isu seputar dunia finansial, lingkungan hidup, otomotif, serta sosial budaya. Hingga kini masih aktif menulis seputar dunia trading.