iklan

Strategi Pipsing, Serupa Tapi Tak Sama Dengan Scalping

Trading pada Time Frame rendah banyak digemari oleh para pelaku pasar. Kali ini, kita akan mengulas strategi Pipsing yang hanya membutuhkan modal mulai 100 Dolar.

iklan

iklan

Tak perlu dipungkiri, kita tentu ingin mendapatkan hasil secepatnya dalam trading. Menahan posisi dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi sebuah beban psikologis bagi trader, terutama jika masih pemula.

Akibatnya, banyak trader yang membuka-tutup posisi dalam jangka waktu pendek dan mendeklarasikan diri sebagai pengguna strategi Scalping. Namun, tahukah Anda bahwa ada strategi trading jangka pendek yang disebut Pipsing? Apa bedanya dengan Scalping? Seperti apa penerapannya?

Artikel kali ini disadur dari tulisan Arthen Shaskov, seorang trader forex yang telah memulai trading sejak tahun 2012. Ia membahas apa itu strategi Pipsing, beda Pipsing vs Scalping, serta tips penggunaannya.

apa itu strategi pipsing

 

Apa Itu Pipsing?

Pipsing adalah strategi trading jangka pendek yang memanfaatkan persentase poin, yaitu unit minimum untuk kuotasi. Pip sendiri adalah singkatan dari Percentage In Point, yang dihitung senilai 1/100 (0.0001). Besaran pip bisa jadi memiliki nilai tak standar, dan harus dipelajari dari spesifikasi penawaran broker.

Meskipun nilai tukar mata uang tidak selalu menunjukkan kenaikan atau penurunan drastis, fluktuasi harian selalu terjadi dan bisa dimanfaatkan untuk memasang posisi. Forex Pipsing merupakan strategi trading tercepat yang potensial untuk dilakukan dalam waktu singkat, dengan memanfaatkan fluktuasi harga minimum, serta memiliki potensi keuntungan maksimum (dilihat dari sisi teknis dan psikologis).

Beberapa trader membuka lebih dari 200 posisi per hari, dengan waktu hold setiap posisi hanya beberapa menit. Keuntungan dari setiap posisi cukup kecil (hampir tidak bisa menutupi spread), tetapi ada kemungkinan untuk mencapai jackpot. Misalnya, jika strategi trading intraday klasik dapat menghasilkan 50-100 poin per hari dalam kondisi normal, Scalper dan Pipser bisa mendapatkan 1.5-2 kali lebih banyak. Namun perlu diingat, kondisi ini bisa sangat jarang terjadi.

scalping vs pipsing(Baca Juga: Strategi Sederhana Untuk Scalping

Sekilas, strategi Pipsing dan Scalping terlihat mirip karena sama-sama melakukan transaksi pada jangka waktu pendek, bahkan kisaran waktunya hanya beberapa menit. Perbedaannya terletak pada strategi dan alasan untuk membuka posisi, yang pada akhirnya akan menghasilkan trading efektif. Scalping beracuan pada jangka waktu yang pendek, sedangkan Pipsing beracuan pada pergerakan harga dan mengambil keuntungan hanya beberapa pips.

 

Penerapan Strategi Pipsing: Apa Kekurangan Dan Kelebihannya?

Gagasan di balik Pipsing adalah memanfaatkan fluktuasi nilai tukar, terlepas dari arah pergerakan harga. Di mana pun harga bergerak, trader harus lincah dalam membuka transaksi, mengeksekusi order, dan menutupnya sedemikian rupa untuk mendapatkan keuntungan yang mencakup spread.

Dari sini, ada aturan dasar dan metode trading ala Pipsing yang perlu diingat:

  • Pasang stop order yang pendek. Untuk mencapai hasil, Anda perlu mengatur stop loss sedekat mungkin dengan harga pembukaan pasar (ingat bahwa stop loss diperlukan untuk mengurangi risiko jika harga bergerak ke arah yang berlawanan).
  • Pipsing memberikan keuntungan minimum dari setiap eksekusi. Karena itu, seorang Pipser tak boleh ragu ataupun membuka posisi terlalu lama. Satu posisi yang ditutup dengan stop order terlalu panjang akan menghilangkan profit dari sepuluh posisi lainnya.
  • Segera tutup posisi yang merugi. Ketika melakukan strategi Pipsing, menahan floating loss dengan harapan harga segera memantul adalah sebuah kesalahan. Ketika kerugian tak bisa dihindari, Anda harus "menguatkan diri" untuk segera menutup posisi tanpa penyesalan sedikitpun.

penerapan strategi pipsing

  • Pipsing direkomendasikan ketika kondisi pasar sedang trending.
  • Cek terlebih dahulu berita fundamental, karena membuka posisi ketika pasar sedang flat akan menyusahkan Anda sendiri. Ketika sebuah berita fundamental berdampak tinggi muncul, pelaku pasar akan menunjukkan reaksi yang beragam dalam satu jam pertama. Ini adalah momen bagi para pengguna strategi Pipsing untuk memanfaatkan volatilitas.
  • Jangan terlalu serakah dengan mencoba terlalu banyak instrumen. Pelajari pasar melalui satu pair terlebih dahulu. Analisa bagaimana harga bereaksi pada beberapa sesi pasar, ketika ada data fundamental, dan lain sebagainya.
  • Deposit yang dibutuhkan sebesar 100-300 Dolar. Tidak dibutuhkan dana yang terlalu besar, tetapi Anda harus mencari broker dengan leverage tinggi.

Di bawah ini ada contoh dari strategi Pipsing sederhana menggunakan Moving Average. Anda bisa mencobanya pada akun Demo terlebih dahulu:

Strateginya, buka posisi pada Pullback harga. Ikuti trend yang muncul pada TF M1 hingga M15. Tutup posisi ketika loss mencapai 5 poin atau profit sebesar 7 poin. Volume trading tidak boleh melebihi 5% ekuitas untuk 1 poin.

penerapan strategi pipsing 2

 

Kekurangan Strategi Pipsing

1. Sulit meraih pendapatan konsisten.

Saat melakukan Pipsing, kita berpotensi menemui pergerakan harga yang sulit terbaca akibat berita fundamental berdampak tinggi. Bagi trader yang menggunakan strategi jangka panjang, tentu sudah mengkalkulasikan ketahanan dana dengan perhitungan lebih kompleks. Sementara itu, Pipsing lebih mengandalkan ketelitian dan kecepatan dalam mengenali sinyal dan menghitung risiko.

 

2. Hambatan psikologis yang menguji kesabaran.

Anda bisa merugi bahkan pada fluktuasi harga yang sangat tipis. Meskipun telah memprediksi arah harga sebelumnya, sebuah kejutan kecil dari perubahan trend bisa membawa kerugian. Pendek kata, strategi Pipsing cocok bagi Anda yang menyukai tantangan karena risiko kerugian menghantui hingga 200 posisi per hari.

 

3. Trading saat sideways sulit dilakukan.

Ketika pasar tidak menunjukkan tren yang jelas, fluktuasinya sangat kecil dan keuntungan bisa tergerus oleh spread. Waktu trading yang ideal untuk Pipser adalah ketika pasar sedang trending.

trading pada pasar sideways(Baca Juga: Tips Trading Pada Kondisi Sideways)

 

Tips Trading Pada Strategi Pipsing

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Time Frame yang direkomendasikan untuk strategi Pipsing adalah M1-M15. TF lebih tinggi bisa digunakan hanya untuk konfirmasi tren. Di samping itu, minimalisir risiko Anda. Angka 200 trading per hari bukanlah patokan pasti, melainkan batas trading harian. Jika membuka posisi sebanyak itu menurut Anda terlalu berlebihan, maka sesuaikan saja jumlahnya dengan kemampuan ideal Anda.

Selalu ingat bahwa kualitas trading lebih penting dari kuantitasnya. Saat menerapkan strategi Pipsing, putuskan mana yang akan Anda pilih: Membuka beberapa trading pada 1 pair selama seharian, atau membuka posisi di beberapa instrumen dalam jangka waktu pendek secara simultan.

 

Strategi trading apapun yang Anda gunakan, tentu tidak akan berjalan dengan efektif jika manajemen risiko masih amburadul. Karenanya, artikel mengenai ketahanan dana dengan modal trading sebesar 100 USD ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk disimak.

291635

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone