Strategi Praktis : Trading Inside Bar Dengan OCO Order

216596

Pola inside bar sering dijumpai dan mudah untuk ditradingkan pada semua time frame. Strategi tradingnya adalah breakout, dan penempatan order biasanya dilakukan dengan pending order, yaitu sekaligus membuka order buy stop dan sell stop, dengan fasilitas OCO (One Cancels Other) order.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Banyak trader yang suka dengan strategi trading yang praktis dan menguntungkan, terutama para trader harian dan scalper. Salah satunya adalah trading dengan strategi inside bar, karena pola ini sering dijumpai dan mudah untuk ditradingkan pada semua time frame. Pola inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi dimana pasar istirahat sejenak setelah bergerak dengan trend yang kuat.

Inside bar adalah sebuah candlestick bar atau lebih dengan body dan ekor sepenuhnya berada dalam range bar sebelumnya yang disebut mother bar, sehingga inside bar memiliki level higher low dan lower high terhadap mother bar. Istilah lain untuk candlestick dengan pola inside bar ini adalah ‘harami’.

Sering kali terjadi penerusan trend setelah terbentuknya pola inside bar, tetapi tidak jarang terjadi koreksi (retracement) bahkan pembalikan arah trend jika gagal menembus level-level support atau resistance penting. Berikut contoh sebuah inside bar yang terbentuk pada pergerakan uptrend:

                Strategi Praktis : Trading Inside Bar Dengan OCO

 Strategi trading pada pola inside bar adalah breakout, baik break high (menembus level tertinggi mother bar) atau break low (menembus level terendah mother bar). Penempatan order biasanya dilakukan dengan pending order, yaitu sekaligus membuka order buy stop dan sell stop, dengan level stop (stop loss) berada ditengah. Pada contoh diatas buy stop pada level 1.1673 dan sell stop pada 1.1548 sehingga jaraknya adalah 125 pip. Level stop loss ditentukan sekitar 63 pip (kira-kira 50% dari jarak buy stop dan sell stop). Untuk level take profit, trader biasanya menentukan risk/reward ratio minimal 1:2.

                Strategi Praktis : Trading Inside Bar Dengan OCO

OCO order
Volatilitas setelah breakout biasanya tinggi, dan untuk menghindari kerugian akibat kemungkinan tereksekusinya order buy dan sell, maka digunakan fasilitas OCO order atau One Cancels Other. Dengan fasilitas OCO order maka jika order buy tereksekusi lebih dahulu, order sell secara otomatis akan dibatalkan. Sebaliknya jika order sell tereksekusi lebih dahulu maka order buy secara otomatis akan dibatalkan. Fasilitas OCO order terdiri atas OCO untuk entry dan OCO untuk exit.

Platform Metatrader tidak menyediakan fasilitas OCO order untuk entry, tetapi untuk exit ada fasilitas setting level stop loss dan level take profit. Agar bisa menggunakan fasilitas OCO untuk entry pada platform Metatrader, Anda harus membuat script terpisah yang ditulis dalam MQL (Meta Language). Untuk script OCO entry yang sudah jadi bisa di-download disini (oco.mq4 ; 5.8KB).

Sumber : www.dailyfx.com : Trade Inside Bars with OCO Orders

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Atriani
kog sepertinya mirip strategi "jebakan batman" ya?..ato malah jebakan batman ny yang ikut2an? BTW kalo yang namanya strategi sepertinya gak bisa di nilai salah ato benar. Sori oot..mas penulis..tapi kog kayaknya masih sesuai konteks tulisan..strategi praktis. Nah kalo yang namanya praktis kan kadang gak sesuai teori.. betul gak sih?

Coba kita amati kalo kita pasang posisi di 2 titik tersebut..seakan kita tidak punya analisa yang kuat. Lho kog bisa? Ya bisa aj donk. Misal kita ragu harga mo bergerak ikut tren dan istirahat sejenak di pola "harami" tersebut ato harga akan reversal setelah "capek mendaki" persentasenya kan 50:50.

Nah kalo menurut saya ya mas..kalo udah ragu ya jangan open donk...bukannya malah dipaksaain open dengan model "jebakan" macan gtu. Yaa..namanya juga strategi..gak ada yang ngatur..kan itu juga duit2 kita. tul gak sob? hehehe..Sori mas penulis..tapi semoga strategi "jebakan" a.k.a breakout system dapet membantu kita lebih suskes..
Martin S
@ atriani:
- Jebakan batman sering digunakan menjelang rilis data fundamental penting (misalnya Non-Farm Payrolls AS), tetapi biasanya volatilitas pasar pada saat itu sangat tinggi sehingga fluktuasi pergerakan harganya sangat tinggi juga. Kalau Anda tidak menggunakan OCO, bisa-bisa order buy dan order sell Anda keduanya kena, dan meski dengan OCO belum tentu pergerakan harganya seperti yang Anda harapkan.

Misalnya buy yang kena, belum tentu stop loss Anda aman karena fluktuasi yang tinggi akibat sentimen pelaku pasar yang tidak jelas (bisa berubah-ubah dengan cepat).

Sementara untuk strategi inside bar ini volatilitasnya cenderung rendah dan arah sentimennya jelas, mau break high atau break low. Jadi menurut saya kalau mau pakai strategi jebakan seperti yang Anda maksud lebih cocok pada kondisi seperti ini, bukan pada jebakan batman menjelang rilis data fundamental berdampak tinggi.

- Memang formasi harami atau inside bar ini menunjukkan konsolidasi atau uncertainity atau keragu-raguan pelaku pasar akan dibawa kemana harga berikutnya? Tetapi formasi semacam ini sering terjadi dalam pasar dan trader sering memanfaatkan kondisi ini untuk entry, hanya saja cara entry-nya berbeda-beda.

Pada kebanyakan kasus biasanya trader melihat pada breakout mother bar atau breakout level support / resistance terdekat. Sebagai referensi Anda bisa membaca: Trading Dengan Strategi Inside Bar.
Atriani
tengkiyu mas penulis..saya malah gak kepikiran trading inside bar di saat "tenang". Moga2 cocok ya..hihihi
Heru
Cara yang layak untuk menentukan stop loss di model oco ini, gimana ya pak? Misal setelah ada rally harga, kita pasang di suport terakhir kah? Ataukah kita cari dengan indikator teknikal?
Martin S
@ Heru:
Kalau pada contoh diatas, stop loss untuk inside bar ditentukan disekitar level tengah mother bar-nya atau sekitar level 50% mother bar. Untuk kasus lain Anda bisa menentukan stop loss pada level support terdekat (untuk posisi buy) atau level resistance terdekat (untuk posisi sell). Indikator teknikal yang bisa digunakan untuk menentukan stop loss adalah yang di-plot ke chart misal moving averages, Bollinger Bands dan parabolic SAR.
Kunto
gan @Heru..kenapa gak nyoba pakai jumlah resiko yang berani dikorbankan aja gan? Itu kan lebih fleksibel
Heru
pak @Kunto. terimakasih atas sumbang sarannya..tapi saya masih belum paham apa yang bapak maksudkan dengan fleksibel?
Kunto
Gini gan @Heru. agan bisa pakai indikator apapun atau juga bisa pakai harga tertinggi atau terendah di mother bar atau juga agan bisa pakai support resistant bikinan agan sendiri (modifikasi pivot atau bahkan dengan penggunaan area harga genap). Pada akhirnya semua harus dikonversi ke nilai dari akun anda yang berani agan relakan untuk hilang jika posisi tidak sesuai dengan harapan.
Heru
Ohh..gitu ya. Hmmmh. makasih atas pencerahannya pak @Kunto. Sekalian nanya lagi pak. Kalau harga bergerak beda dari harapan trus saya sambung posisi saya dengan open posisi sesuai pergerakan harga yang baru, kira-kira gimana ya pak?
Kunto
Apa pertimbangan agan menerapkan strategi kayak gitu? Apa agan yakin harga akan juga bergerak sesuai dengan open yang terbaru? Pertimbangkan dengan resikonya gan. Dengan open dua kali seperti itu, berarti agan sudah menambah potensi resiko. Sebaiknya lakukan forward test dulu. Dengan begitu maka agan akan tau prosentase strategi tersebut akan menghasilkan lebih banyak profit atau loss nya.
Heru
Betul juga ya pak @Kunto. ehh. tapi pak misalnya saya pakai cara averaging atau martingale..potensinya gimana ya pak?
Martin S
@ Heru:
Untuk averaging pada saat loss dan martingale yang melipat gandakan besarnya lot pada saat posisi loss itu sangat beresiko kalau Anda tidak bisa memprediksi pergerakan harga, karena kalau arah trend tidak berbalik maka kerugian Anda akan semakin besar.
Kunto
Sama aja gan. Agan intinya harus berhitung dengan resiko. Dari awal saya sudah kasih tau kalau strategi harus se fleksible mungkin. Asal dengan batasan resiko yang terukur sesuai keberanian dan keikhlasan. Langsung pakai stop loss atau dibolak balik open posisi ataupun juga gonta ganti lot, semua dibatasi oleh resiko yang berani ditanggung
Fadli Prasetyo
maaf selain oco order saya juga pernah dengar tentang tipe order guaranteed stops, tapi tidak ada penjelasan itu bagaimana maksudnya. apakah disini ada yang tahu order itu?
Martin S
@ Fadli Prasetyo:
Guaranteed stop loss adalah level stop loss yang dijamin akan diberlakukan meskipun terjadi gap atau slippage. Jadi misalnya Anda sudah menentukan stop loss pada level 100.00, kemudian terjadi lonjakan harga misalnya dari 90.00 ke level 110.00 maka order Anda tetap akan ter-closed pada level 100.00, bukan 110.00. Tetapi tidak semua broker ada fasilitas guaranteed stop loss.