Advertisement

iklan

Strategi Scalping Terbaik Versi Alan Farley

Penulis

+ -

Karena popularitasnya, scalping memiliki banyak variasi strategi yang bisa didapatkan dengan mudah. Namun, sudahkah Anda tahu tentang strategi scalping terbaik yang direkomendasikan Alan Farley?

iklan

iklan

Sudah bukan rahasia umum jika scalper selalu mencari banyak peluang dalam satu kesempatan. Gaya trading mereka tergolong agresif, sehingga perlu konsentrasi dan disiplin yang tinggi agar scalping tidak berubah menjadi overtrading.

Tidak banyak trader sukses dan profesional yang mengaku menggunakan scalping sebagai strategi andalan. Namun, bukan berarti mereka tak bisa memberikan kiat khusus mengenai teknik trading ini. Jika Anda tertarik mengenal strategi scalping terbaik yang direkomendasikan oleh seorang pakar, metode dari Alan Farley ini bisa menjadi salah satu solusi untuk dicoba. Sebelumnya, penulis sekaligus kontributor untuk CNBC dan Bloomberg TV ini juga membagikan langkah ideal melakukan trading emas.

Strategi Scalping Terbaik versi Alan Farley

 

1. Entry Dengan Moving Average Ribbon

Strategi scalping terbaik versi Alan Farley diawali dengan kombinasi indikator populer yang paling klasik, yakni Moving Average. Dalam hal ini, Anda bisa mempersiapkan 3 SMA berperiode 5, 8, 13. Pembentukan ketiga garis SMA itu nantinya akan membentuk channel-channel dinamis yang menyerupai pita, sehingga dari situlah nama Moving Average Ribbon tercipta.

Untuk mencari sinyal entry, Anda hanya perlu menyimak persilangan SMA 5 dari SMA 8 dan 13. Jika SMA 5 benar-benar memotong kedua garis SMA lainnya dari bawah ke atas ketika harga dalam kondisi uptrend, maka peluang BUY akan terlihat. Sebaliknya, apabila harga sedang downtrend dan SMA 5 bergerak melintasi SMA 8 dan 13 dari atas ke bawah, Anda bisa memanfaatkannya untuk membuka posisi SELL.

Dalam chart berikut, SMA 5 diwakili oleh garis ungu, SMA 8 ditunjukkan oleh garis orange, dan SMA 13 adalah garis hitam.

Entry Scalping dengan MA

Bagaimana cara mengetahui harga sedang uptrend atau downtrend? Cara paling simpel untuk mengidentifikasinya adalah dengan memperhatikan posisi harga terhadap SMA berperiode paling besar, dalam hal ini tentunya adalah SMA 13. Posisi harga yang cenderung bergerak di atas SMA 13 menandakan trend sedang bullish (uptrend), sedangkan pergerakan harga di bawah SMA 13 menggambarkan kondisi harga sedang downtrend.

Untuk konfirmasi yang lebih baik, Anda juga bisa menggunakan alat bantu lain yang dapat mendeteksi kekuatan trend seperti ADX, MACD, Stochastic, atau metode analisa lain seperti price action dan chart pattern. Semakin banyak jenis analisa yang digunakan, biasanya semakin banyak pula waktu dan pertimbangan yang dibutuhkan. Meskipun begitu, sinyal yang dihasilkan umumnya lebih valid.

 

2. Exit Dengan Relative Strength/Weakness

Dalam suatu sistem trading, bagian yang tak kalah penting dari entry adalah cara menentukan exit agar posisi bisa berakhir profit. Banyak trader pemula mengabaikan hal ini dan berujung menemui petaka lebih dini. Jika Anda tak ingin mengalami nasib yang sama, maka rencanakanlah strategi exit sebaik mungkin. Beberapa ahli bahkan berpendapat jika mengetahui cara keluar dari pasar lebih penting daripada posisi masuknya.

Menurut Alan Farley, scalper bisa memanfaatkan kombinasi indikator Stochastic dan Bollinger Bands untuk mencari poin exit. Strategi ini bisa ditandemkan dengan Moving Average Ribbon yang memang lebih fokus untuk mencari peluang entry.

Prinsip trading dengan Stochastic dan Bollinger Bands sebagai penunjuk Relative Strength/Weakness sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara pakai kedua indikator tersebut pada umumnya. Persilangan garis-garis Stochastic yang bersifat bearish di level overbought merupakan sinyal pembalikan turun, sehingga bisa menjadi sinyal exit bagi posisi BUY. Sebaliknya, waspadai apabila Anda memiliki posisi SELL dan Stochastic menunjukkan bullish crossing di zona oversold. Pada kondisi ini, harga berpotensi menguat.

Untuk memfilter sinyal Stochastic yang kadang kurang efektif di pasar trending, Bollinger Bands pun memainkan perannya. Di sini, Anda direkomendasikan untuk mencari konfluensi antara crossing Stochastic di zona overbought/oversold dengan pengujian harga di Upper/Lower Band dari Bollinger Bands.

Untuk deskripsi yang lebih jelas, mari simak ilustrasinya pada chart di bawah ini:

Strategi exit scalping

 

3. Konfirmasi Di Time Frame Lebih Besar

Strategi scalping terbaik tidak hanya memprioritaskan kecepatan sinyal dan berapa banyak peluang yang bisa dihasilkan dalam suatu waktu. Pada akhirnya, konfirmasi yang baik akan sangat dibutuhkan jika Anda ingin bertahan secara konsisten dengan strategi scalping.

Terkait hal ini, Alan Farley menekankan pentingnya konfirmasi time frame. Anda bisa menggunakan time frame yang lebih besar dari time frame entry sebagai konfirmator. Sebagai contoh, jika Anda mengandalkan time frame 30-menit untuk mencari peluang entry dan exit, gunakalah time frame 1-jam untuk mengetahui apakah posisi trading sudah ditempatkan sesuai arah trend di time frame tersebut.

Dalam prinsip trading dengan multi time frame, sangat penting untuk menyesuaikan posisi dengan trend di time frame lebih besar sebagai konfirmasi. Cara ini akan mengurangi risiko noise yang memang sering muncul di time frame kecil.

Dua chart berikut menunjukkan bagaimana posisi-posisi scalping yang diambil dengan strategi entry dan exit di time frame 30-menit telah sesuai dengan arah trend di time frame konfirmatornya (1-jam):

USD/JPY M30

Time frame scalping 30-menit

 

USD/JPY H1

Konfirmasi sinyal scalping

 

Strategi Scalping Terbaik Itu Relatif

Pada dasarnya, scalping bisa dilakukan dengan indikator manapun yang bisa merespon pergerakan harga dengan cepat dan minim noise di time frame rendah. Tidak ada batasan jenis ataupun setup indikator yang bisa Anda coba untuk menemukan strategi scalping terbaik. Namun, Alan Farley mengingatkan bahwa metode teknikal seperti ini hanya bekerja ketika pasar benar-benar trending atau sideways.

Apabila harga terlihat bergerak tidak jelas (tidak trending tetapi juga tidak sideways), maka sinyal indikator sebaik apapun tak akan membantu Anda menemukan peluang scalping yang baik. Langkah yang direkomendasikan? Coba keluar dulu dari pasar dan cari peluang yang lebih jelas di lain waktu.

Jangan khawatir, peluang di pasar forex akan selalu ada dan tersedia untuk Anda manfaatkan. Selalu ada hari esok karena pasar forex selalu aktif dan lebih likuid dibanding pasar lainnya. Daripada memaksa entry di pasar yang penuh ketidakpastian, bukankah lebih baik mengamankan diri dari risiko yang tidak perlu?

 

Tertarik belajar teknik scalping yang lebih bervariasi tapi mudah dipraktikkan? Anda bisa berkunjung ke 5 Teknik Scalping Simpel Dan Anti Ribet.

Download Seputarforex App

294856
Penulis

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini