Advertisement

iklan

Strategi Trading 4 Jam Dengan Trend Following

Strategi trading yang mudah diterapkan adalah memanfaatkan trend pasar dengan Moving Average. Nah, strategi trading 4 jam ini adalah salah satunya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pilihan strategi trading memang sangat bervariasi, sehingga trader bebas memilih sesuai dengan gaya trading, modal, serta manajemen risiko masing-masing. Salah satu yang paling populer adalah strategi trend following atau mengikuti arah trend pasar. Strategi ini biasanya diterapkan di jangka waktu menengah ataupun jangka panjang. Nah, pada artikel ini, penulis akan mengulas strategi trading 4 jam dengan trend following. Bagaimana caranya?

strategi-trading-4jam

Kunci sukses menggunakan strategi trading 4 jam ini ada pada kejelian dalam melihat sinyal dan penerapannya pada trend pasar yang tepat. Artinya, disamping menggunakan time frame 4-jam (H4) sebagai acuan, Anda juga harus bisa memanfaatkan sinyal untuk open posisi sesuai arah trend yang sedang berlangsung di pasar. Jadi, langakah awal yang harus dilakukan adalah mengetahui arah trend terlebih dahulu.

 

1. Mengenali Arah Trend

Membaca trend pasar forex terkini adalah perkara mudah, rata-rata trader bisa melakukannya. Sederhananya, jika pergerakan cenderung naik maka harga bergerak dalam sementara, jika turun maka arah harganya downtrend. Namun, mengandalkan pengamatan singkat seperti itu tidaklah cukup untuk strategi ini.

Pada dasarnya, kekuatan trend juga memiliki masa berlaku yang sewaktu-waktu bisa berubah. Maka dari itu, menganalisa trend di time frame besar (H4 ke atas) sangat diperlukan guna mengetahui potensi penerusan atau pembalikan lebih awal. Seringkali, kekuatan trend bisa dideteksi dengan bantuan indikator teknikal.

 

2. Memanfaatkan Moving Average Sebagai Trend Filter

Ada banyak pilihan indikator untuk membaca trend pasar forex seperti Moving Average, Bollinger Bands, RSI, MACD, dll. Dilansir dari fxtradingrevolution[dot]com, pada strategi trading 4 jam ini, dua indikator Moving Averge akan dipasang sebagai penyaring arah trend dengan pengaturan sebagai berikut:

  • MA Periode 34
  • MA Periode 50

*Note: Bebas memilih jenis Moving Average apapun, EMA ataupun SMA, yang terpenting adalah pada periode waktu yang digunakan.

 

Untuk Kondisi Pasar Uptrend:

  • Harga stabil berada di atas dua garis Moving Average.
  • Garis MA lebih kecil (periode 34) stabil berada di atas garis MA lebih besar (periode 50).
  • Garis MA condong miring ke atas mengikuti pergerakan arah trend pasar.

 

Untuk Kondisi Pasar Downtrend:

  • Harga stabil berada di bawah dua garis Moving Average.
  • Garis MA lebih kecil (periode 34) stabil berada di bawah garis MA lebih besar (periode 50).
  • Garus MA condong miring ke bawah mengikuti pergerakan arah trend pasar.

 

trend following h4

Bisa dilihat dari chart EUR/USD di atas, pergerakan harga berada dalam kondisi downtrend karena memenuhi ketiga syarat yang ditentukan dalam strategi trading 4 jam di atas. Harga pun cenderung memantul turun dari dua garis Moving Average yang tengah merosot, sehingga selain menjadi penyaring arah trend, di sini indikator MA juga berfungsi sebagai garis resistance dinamis.

 

Tools Pembantu Lain

Selain memanfaatkan Moving Average sebagai penyaring arah trend, dalam strategi trading ini juga menggunakan beberapa tambahan indikator lain untuk mengamati candle retracement dan mencari sinyal candle breakout untuk menambah akurasi entry, antara lain:

  • Trendline
  • Trailing Stop

 

Bagaimana Skenario Tradingnya? 

Agar strategi ini dapat berjalan sukses, maka Anda perlu juga memahami cara trading dengan multi time frame serta beberapa istilah seperti trendline retracement dan breakout. Berikut adalah langkah-langkah pengaplikasian strategi trading 4 jam dengan trend following.

  1. Pastikan Anda sudah mendapatkan trend yang sudah valid seperti cara di atas.
  2. Ketika pergerakan harga di chart H4 sudah menunjukkan candle retracement atau menyentuh garis MA, kini saatnya beralih ke time frame H1 (1-jam) untuk entry posisinya.
  3. Kemudian gambarkan trendline retracement yang berlawanan dengan arah trend, amati pergerakan harga memantul di sekitar trendline setidaknya sebanyak tiga kali. Bisanya, jika sudah terjadi tiga kali pantulan, maka trend cenderung berlanjut atau justru breakout (di time frame H4).
  4. Pada time frame H1, tunggulah hingga ada candle breakout.
  5. Entry posisi baru dilakukan bila ada candle breakout pada garis retracement yang sudah dibuat dan searah dengan trend di time frame 4-jam.
  6. Lakukan entry posisi di area penutupan paling dekat dengan area breakout tersebut.

 

 Agar lebih mudah dipahami, silahkan lihat contoh berikut ini:

open-posisi

 

Memaksimalkan Profit Dengan Trailing Stop

Karena ini adalah strategi yang berbasis pada Moving Average, maka memastikan setup trading agar sesuai arah trend sangat diperlukan. Setelah entry posisi, sekarang Anda perlu menggunakan Trailing Stop untuk memaksimalkan profit Anda.

Umumnya, trader akan menggunakan cara tradisional untuk memaksimalkan profit, dimana ketika harga bergerak akan menyentuh level take profit, maka Stop Loss akan dipindahkan di level entry. Namun, ada cara yang lebih menguntungkan, yaitu memanfaatkan Trailing Stop. Jika harga bergerak seperti yang kita harapkan (sesuai dengan posisi entry yang kita buka), maka Trailing Stop akan bergerak sebesar pip yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan begitu, keuntungan akan dikunci pada level-level yang paling strategis. Namun, penerapannya juga perlu diperhatikan, karena beda trend beda pengaplikasiannya.

 

Kondisi Uptrend:

  • Jika trend naik, maka cari swing tertinggi terbaru.
  • Hitung mundur 5 candlestick dari swing candle tertinggi.
  • Tempatkan Stop beberapa pips di bawah harga terendah candle kelima.

 

Kondisi Downtrend:

  • Jika trend turun, maka cari swing terendah terbaru.
  • Hitung mundur 5 candlestick dari swing candle terendah.
  • Tempatkan Stop beberapa pips di atas level tertinggi candle kelima.

 

Contoh penggunaan Trailing Stop dalam strategi trading 4 jam (kondisi Downtrend):

stop-loss

 

Strategi ini sangat memerlukan pemahaman yang kuat tentang cara melihat trend pasar forex. Selain itu, pemahaman tentang breakout juga akan membantu dalam eksekusi entry. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan terkait breakout, Anda bisa simak artikel Teknik Entry Breakout Dalam Trading Forex.

291928

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywritring, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex

Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone