Strategi Trading Contrarian Untuk Trader Forex

281568

Strategi Trading Contrarian mencakup Buy suatu mata uang ketika nilainya lemah, dan Sell mata uang tersebut ketika nilainya kuat. Bagaimana caranya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Strategi Trading Contrarian umumnya dikenal sebagai suatu taktik yang dilakukan oleh trader dan investor saham dengan membeli saham-saham bagus ketika harganya merosot. Namun, tahukah Anda bahwa Strategi Trading Contrarian ini juga populer di kalangan trader Forex!?

Dalam hal ini, trader Forex pengguna Strategi Trading Contrarian cenderung membuka posisi yang berlawanan dengan bias pasar terkini, dengan tujuan ingin mendapatkan keuntungan ketika nantinya sentimen pasar berbalik. Oleh karena itu, langkah Trading Contrarian mencakup Buy suatu mata uang ketika nilainya lemah, dan Sell mata uang tersebut ketika nilainya kuat.

Strategi Trading Contrarian

 

Pengertian Strategi Trading Contrarian

Inti Trading Contrarian adalah mengenali apa yang sedang dilakukan oleh mayoritas pelaku pasar, kemudian mengambil tindakan yang sama sekali berbeda. Umpamanya jika para trader lain sedang melancarkan aksi jual, maka pelaku Strategi Trading Contrarian justru akan membeli. Begitu pula sebaliknya.

Banyak orang salah kaprah, mengira Strategi Trading Contrarian itu pasti melawan tren. Padahal, Trading Contrarian belum tentu melawan tren (Counter Trend), karena fokusnya terletak pada bertindak berlawanan dengan mayoritas pelaku pasar (crowd). Contohnya, jika mayoritas trader mengekspektasikan tren harga EUR/USD akan berbalik arah (reversal), maka sang trader Contrarian akan terus bertrading searah dengan tren. Di sisi lain, ketika mayoritas trader (crowd) memperkirakan tren harga sebelumnya akan berlanjut, maka sang trader Contrarian justru bersiap-siap menghadapi reversal.

Oleh karena itu, langkah pertama untuk menjadi trader Forex pengguna Strategi Trading Contrarian adalah memahami pasar.

 

Mengapa Trader Contrarian Bisa Profit Dengan Melawan Mayoritas Pelaku Pasar?

Di mata trader Contrarian, ada beberapa alasan mengapa "melawan mayoritas pelaku pasar" itu justru menguntungkan. Berikut diantaranya:

  • Market Maker (Bandar) akan selalu mengambil posisi berlawanan dengan mayoritas (crowd). 
  • Data Profitabilitas Trader Kecil di sejumlah broker besar secara nyata menunjukkan bahwa trader yang berhasil profit itu jumlahnya lebih kecil daripada yang mengalami kerugian. Data tersebut dapat dilihat pada kedua tabel di bawah ini, sebagaimana dikutip dari hasil survey Finance Magnates oleh ForexOp.

Data Trader Profitable Di Broker Top AS

Data Trader Loss Di Broker Top AS

Dari kedua tabel, dapat dilihat jelas bahwa sejak Kuartal I/2013 hingga Kuartal I/2016, di broker-broker top Amerika Serikat, persentase trader yang profitable tak pernah lebih dari 50 persen; sama sekali bukan mayoritas. Sebaliknya, trader yang merugi justru bisa mencapai 70 persen dari keseluruhan klien seorang broker! Di sini, terbukti bahwa "mengikuti mayoritas" bukanlah pilihan yang menguntungkan.

  • Alasan terakhir: Karena seringkali sudah mengantisipasi sejak dini, maka trader Contrarian bisa menangkap posisi yang bagus saat terjadi pembalikan harga (reversal) dengan Rasio Risk/Reward optimal. Walaupun, strategi yang dilakukannya tidak 100% pasti benar.

 

Bagaimana Cara Melakukan Strategi Trading Contrarian?

Trader Contrarian akan beraksi pada momen-momen ketika mayoritas pelaku pasar sedang terbawa oleh suatu momentum pergerakan harga yang kuat ke suatu arah, kemudian memilih posisi yang berlawanan. Ketika mayoritas pelaku pasar bersiap mendorong harga lebih tinggi, hal itu acap kali mengakibatkan harga menjadi terlalu mahal (overpriced), sekaligus menciptakan celah untuk Sell. Demikian pula sebaliknya, ketika semua orang tengah melakukan aksi jual habis-habisan, justru itulah peluang untuk melakukan Buy; ibaratnya seperti belanja baju di mall saat harga diskon di akhir tahun, bukan saat model baju teranyar baru diluncurkan.

Ada banyak cara bagi trader Forex untuk mengidentifikasi momen-momen tepat untuk trading Contrarian tersebut, baik dari perspektif fundamental maupun teknikal.

 

  • Trading Contrarian Dari Perspektif Fundamental

Ada yang melakukan trading Contrarian dengan "melawan sejarah" ketika menjelang news penting, seperti contohnya pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve. Umpama mayoritas pasar mengasumsikan bahwa Dolar AS akan menguat setelah pengumuman kenaikan suku bunga kali ini, karena seusai kenaikan suku bunga terdahulu, Dolar melonjak; maka trader Contrarian justru akan mengasumsikan sebaliknya, yaitu Dolar akan menurun setelah pengumuman kali ini.

 

  • Trading Contrarian Dari Perspektif Teknikal

Dibanding dari perspektif fundamental, trading Contrarian yang paling umum dilakukan trader Forex memanfaatkan analisa teknikal. Misalnya dengan memahami Price Action (karakteristik pergerakan harga), mengenali Divergence, atau teknik-teknik lainnya yang memungkinkan trader untuk mendeteksi reversal lebih dini.

Divergence dapat diketahui dengan mudah dari perbedaan arah antara pergerakan harga dan arah grafik indikator tipe Oscillator seperti MACD dan Stochastics yang bisa ditemukan di platform trading apapun, termasuk Metatrader4 dan Metatrader5. Ketika harga pada suatu pasangan mata uang mencuat naik, tetapi indikator justru menurun, maka itu menandakan Bearish Divergence. Sedangkan jika harga merosot, tetapi indikator justru menggeliat naik, maka itu menandakan Bullish Divergence. Salah satu trader yang menekuni teknik ini adalah analis Seputarforex, Rico Ferdinand Yapotra (Rico FY).

 

Selain dengan cara-cara di atas, tentu masih banyak lagi cara untuk menjalankan Strategi Trading Contrarian. Namun, cara apapun yang Anda ambil, satu hal perlu diperhatikan: hanya dengan bertindak Contrarian, tidak lantas berarti Anda akan selalu benar. Ketidakpastian merupakan sesuatu yang mutlak eksis di pasar Forex. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan manajemen risiko, baik dengan membatasi position size agar tidak membuka posisi dengan lot terlalu besar, menyeimbangkan Rasio Risk/Reward, menggunakan Trailing Stop, atau cara-cara lainnya.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.