Strategi Trading Dengan Channel Trend

193731

Channel trend terbentuk ketika pasar sedang trending. Trading berdasarkan channel trend mempunyai probabilitas keberhasilan cukup tinggi asalkan channel valid. Semakin tinggi time frame semakin valid channel. Artikel ini mencontohkan trading dengan channel trend pada time frame 4 jam.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Channel trend adalah salah satu pola yang sering terbentuk pada chart trading. Channel atau range batas pergerakan harga bisa selalu terbentuk baik ketika pergerakan harga pasar sedang trending maupun sideways (ranging). Channel trend adalah channel yang terbentuk ketika pasar sedang trending. Trading berdasarkan channel trend relatif sederhana dengan probabilitas keberhasilan yang cukup tinggi asalkan channel tersebut valid. Jika Anda perhatikan makin tinggi time frame trading makin valid channel trend. Artikel ini mencontohkan strategi trading dengan channel trend pada time frame 4-jam.

Channel uptrend terbentuk dari garis sejajar yang dibuat diatas garis uptrend pada saat pergerakan harga mulai berbalik arah dari titik high, sedang channel downtrend terbentuk oleh garis sejajar yang dibuat dibawah garis downtrend pada saat pergerakan harga mulai berbalik arah dari titik low. Channel trend menunjukkan konsistensi pergerakan pasar dalam mentaati garis-garis trend.

Berikut contoh channel uptrend pada EUR/AUD time frame 4 jam:

     Strategi Trading Dengan Channel

Pertama kali tarik garis support yang dibuat dengan menghubungkan 2 level support terdekat, dan garis resistance yang ditarik dari level high terendah sejajar dengan garis support. Tampak titik-titik support pada garis support (garis uptrend) dan titik-titik resistance pada garis resistance. Kedua garis harus sejajar untuk mengkonfirmasi terbentuknya channel uptrend, sedang titik-titik support dan resistance tidak harus berada tepat pada garis support atau resistance-nya. Hal ini sesuai dengan karakteristik uptrend yaitu terbentuknya level-level higher low atau level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya, dan higher high atau level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya. Sebaliknya untuk channel downtrend.

Menentukan level entry dan exit
Setelah channel trend teridentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan level entry dan exit (stop loss dan limit atau take profit). Trading dengan channel trend pada dasarnya sama dengan trading berdasarkan titik-titik support dan resistance seperti strategi yang sering diterapkan pada kondisi sideways, sehingga entry dan exit bisa pada titik-titik tersebut.

      Strategi Trading Dengan Channel

Untuk uptrend, cara yang paling mudah adalah dengan entry buy pada level support dengan dikonfirmasikan oleh indikator oscillator untuk mengetahui waktu entry yang tepat saat kondisi pasar sudah oversold, atau entry sell pada level resistance saat pasar sudah overbought. Indikator oscillator yang sering digunakan adalah RSI, stochastic atau CCI.

Untuk posisi buy, stop loss bisa ditentukan beberapa pip dibawah level support dengan asumsi jika ternyata harga bergerak menembus level low terdekat (yang artinya channel uptrend tersebut tidak lagi valid), kita bisa keluar secepatnya. Untuk level limit atau take profit bisa ditentukan beberapa pip dibawah level garis resistance dengan asumsi jika ternyata harga berbalik arah sebelum menyentuh garis resistance kita masih bisa exit. Hal yang sebaliknya untuk posisi sell. Biasanya trading dengan strategi ini akan menghasilkan risk/reward yang lebih besar dari 1:1.

Sumber : www.dailyfx.com : Price Channels for Trend Trading

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ferick Forex
keren nih apalagi kalau di gabung sama price action pasti tambah kelihatan harga mau gerak kemana.. hehehe
Dimas Soim
lebih valid mana sinyal antara channel trend sama ma?
apa ada aturan minimal berapa titik support/resistan yg harus muncul sebelum menggambar channel trend ini?
kalau pergerakannya seperti ini jadi lebih sulit menganalisanya?
 greafik channel forex
Martin S
@ Dimas Soim:
- Kalau untuk menentukan level support atau resistance lebih valid channel trend atau garis trend, karena ma masih tergantung dari periode yang digunakan.

- Minimal 2 titik yang saling berdekatan.

- Tidak juga, pada gambar itu tampak jelas level-level resistance dan support-nya.
Hadie
Knp hrs diambil dr tf 4hour master? Kl lbh kecil apa ttp bs channel ini digunakn? Misal ditf 30menit gitu, msh bgs kan?
Martin S
@ Hadie:
Tidak tergantung pada time frame, pada dasarnya bisa diterapkan pada semua time frame, hanya saja semakin tinggi time frame channelnya akan semakin akurat sehingga lebih valid.
Jefri Priono
Bagaimana tepatnya cara menggunakan oscilator untuk alat entry? Jika harga sedang trending bukankah ada kemungkinan untuk harga yang stay di area overbought/oversold secara terus-menerus, atau tidak mesti bergerak naik turun dan memberikan sinyal entry yang jelas? Ketika ada situasi seperti itu tentu masih bisakan untuk tetap entry berdasarkan sinyal dari tren channel saja...
Martin S
@ Jefri Priono:
Ya, benar, tetapi belum tentu keadaannya trending dengan kuat, bisa juga bergerak sideways. Kalau memang harga sedang trending Anda bisa menambahkan indikator ADX untuk mengetahui kekuatan trend. Kalau memang trending dengan kuat maka bisa digunakan indikator MACD sebagai ganti oscillator.
Jefri Priono
Jadi ikut ingat tentang garis tren. Meskipun disini hubungannya sudah terlihat jelas, tapi saya tetap ingin menanyakan perbedaan antara channel dan garis tren dalam hal penggunaan dan keuntungannya. Karena sepertinya jika untuk garis trend hanya perlu mengamati salah satu level diantara support dan resisten tergantung dari arah trennya, sementara jikachannel lebih bisa mendapatkan gambaran posisi entry dan exit yang lebih jelas. Jadi secara keseluruhan lebih baik menggunakan yang mana?
Martin S
@ Jefri Priono:
Pergerakan harga yang sedang trending tidak selalu membentuk channel, tetapi sering kali membentuk garis trend yang menunjukkan level resistance atau support. Selain itu channel bisa terbentuk pada keadaan sideways yang menunjukkan batas-batas (range) harga. Untuk analisa pada kondisi trending, cobalah untuk menarik channel (garis yang sejajar), kalau tidak bisa baru tarik garis trend sesuai kebutuhan. Untuk trading memang lebih baik menggunakan channel dibandingkan hanya garis trend karena batas-batas harga akan lebih jelas terutama untuk antisipasi breakout.
Kapten Irvan
iy, ane pernah baca2 soal kegunaan trendline ma chanel. sebenernya kalo dari aplikasinya susah nggak sih nemuin titik2 harga yg pas buat gambar chanel?

ane pernah coba mo nerapin trendline tapi masih kesusahan nemu titik harga yg valid.
apa ini bisa tergantung dari timeframenya ya? kalo ini cocokan di timeframe tinggi berarti ane musti trading jangka panjang doong.

kalo nggak, apa chanel ini bagusan cuma buat selingan doang kalo seumpama ada titik2 support ato resistan yg keliatan valid?
Martin S
@ Kapten Irvan:
Channel dan garis trend tidak tergantung pada time frame, pada dasarnya bisa diterapkan pada semua time frame, hanya saja semakin tinggi time frame channel atau garis trend yang Anda buat akan semakin akurat sehingga lebih valid.

Untuk membuat garis uptrend, pertama kali tentukan titik harga terendah (level low) kemudian tarik garis ke titik harga terendah terdekat berikutnya, dan perpanjang garis tersebut. Untuk garis downtrend sebaliknya, hubungkan 2 titik tertinggi yang saling berdekatan.

Untuk channel hubungkan 2 titik harga tertinggi yang berdekatan dan 2 titik harga terendah yang berdekatan. Untuk keterangan bisa baca: Menggunakan Garis Trend Dalam Trading (1).
Abraham
Joss
Ferdi
Kayaknya kog ribet kalo masih harus ditambahi indi oscilator. Mending pake price action aja..dah valid kog
Darsa N Wijaya
Ahhh..tapi kalo pake price action kelamaan nunggunya gan. Bikin gak sabar. Oscilator lebih produktif ngeluarin momentum.
Rowena
Ingat pak bos..jangat keseringan open. Tidak semua sinyal yang muncul valid lho. Ntar malah jadi tukang ngejar sinyal....hehehehe. Tungguin dengan sabar
Henu Prima
Masing-masing punya gaya sendiri. Ada yang seneng kalo sering open. Ada juga yang jarang-jarang open justru menjadi kegembiraan. Ukuran paling obyektif adalah hasil akhir trading pada suatu kurun waktu. Bukan begitu para master sekalian?..hihihi
Martin S
@ Ferdi:
Dalam hal ini indikator oscillator perlu karena kalau Anda trading berdasarkan channel trend yang dibatasi oleh garis-garis trend maka Anda seharusnya mengkonfirmasi keadaan pada saat harga telah menyentuh garis-garis tersebut. Jika indikator oscillator telah menunjukkan keadaan ekstrem (overbought atau oversold) dan pergerakan harga bouncing (memantul) maka sinyal yang dari price action tsb sudah valid, tetapi kalau ternyata break (menembus) garis trend maka kemungkinan bisa terjadi koreksi (retracement) atau bahkan trend reversal (pembalikan arah trend).
Nunung
Asal sinyal yang muncul searah tren saya pikir kog sah-sah aja. Terus terang saya paling anti melawan tren. Maklum lah...modal cekak.
Nanda
Waaalahh..si eneng malah lebih parah. Kalo gak punya dana nganggur, jangan coba-coba masuk ke forex..neng. Ini Hutan rimba penuh pemangsa buas. Kumpulkan modal dulu yang pantas..baru masuk. Jangan sia-siakan waktu. Jangan terjebak oleh keinginan semu. Dengan modal seadanya berharap bisa melipatgandakan dengan trading di forex.
Yolanda
Lhoo..itu broker-broker luar buka fasilitas untuk akun sampai cent..buat siapa coba. Kan itu untuk mewadahi kita-kita gini yang pingin mengadu peruntungan dari modal tipis.
Martin S
@ Nunung:
Sebaiknya Anda juga konfirmasikan dengan indikator trend yaitu moving average atau ADX, jangan buru-buru entry, karena arah trend bisa berbalik sewaktu-waktu entah itu koreksi (retracement) atau reversal (kalau sudah benar-benar menembus garis batas channel. Kalau indikator ADX masih dilevel tinggi (minimal 20) maka kemungkinan trend tersebut masih valid.
Martin S
@ Henu Prima:
Ya benar, memang penilaian hasil trading biasanya diukur dari persentase profit selama periode waktu tertentu, misalnya dalam 6 bulan profit 50% dsb. Disamping itu juga indeks profit (naik atau turun) antar periode waktu, misal 6 bulan pertama profit 50%, 6 bulan kedua profit 70%, berarti indeks profitnya naik.