Advertisement

iklan

Strategi Trading Dengan Scalping - Bagian 3

Bagi scalper, broker atau perusahan pialang adalah variabel yang amat penting dan sangat menentukan tingkat profitabilitas. Apa saja yang perlu diperhatikan?

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Scalper sering membicarakan strategi tradingnya, Stop Loss dan take profit atau time frame trading. Namun, mereka jarang memperhatikan stabilitas server dari broker, spread yang kadang bisa berubah atau kemungkinan broker berbuat curang atau lazim disebut broker yang scam.

Pentingnya broker bagi Scalper

Saat ini, ada ratusan broker yang beroperasi di pasar retail forex. Masing-masing memiliki kemampuan teknis dan model bisnis yang disesuaikan agar cocok dengan bermacam-macam profil trader. Perbedaan yang ada pada broker tersebut tidak begitu penting bagi trader jangka panjang, bagi swing trader ada sedikit pengaruhnya tapi tidak signifikan, tetapi bagi trader harian dan scalper menjadi sangat penting karena berhubungan langsung dengan profit atau loss.

Berikut hal-hal tentang broker yang perlu diperhatikan jika Anda seorang scalper forex:

 

Spread Rendah

Pada dasarnya, spread adalah biaya yang mesti Anda bayar kepada broker baik untuk posisi profit maupun loss. Seorang trader yang tidak menggunakan cara scalping mungkin hanya akan membuka dan menutup order pada satu atau dua posisi. Walaupun biaya akibat spread masih tetap penting, tetapi bagi trader yang telah sukses dengan strategi tradingnya, biaya spread atau jasa pelayanan broker tersebut masih bisa ditoleransi dan dianggap wajar.

Tetapi keadaannya menjadi sangat berbeda bagi seorang scalper yang membuka dan menutup posisi puluhan kali dalam waktu relatif sangat singkat, bahkan bisa lebih dari seratus kali sehari. Biaya akibat spread bisa menjadi sangat signifikan dan harus diperhitungkan dengan cermat.

Sebagai contoh, seorang scalper membuka dan menutup 30 posisi dalam sehari pada EUR/USD, yang spreadnya misal 3 pip, dengan ukuran lot tetap dan profit sebesar 2/3 dari posisi. Dengan rata-rata profit per trade 5 pip dan loss rata-rata 3 pip, total profit/loss yang diperoleh maka tanpa biaya akibat spread adalah:

Profit/loss bersih = (posisi yang profit) - (posisi yang loss)

(20 X 5) - (10 X 3) = +70 pip total

Hasil yang diperoleh cukup signifikan. Namun apabila memperhitungkan biaya akibat spread, maka:

Profit/loss bersih = (posisi yang profit) - (posisi yang loss + biaya sakibat pread)

(20 X 5) - (10 X 3 + 30 X 3) = -20 pip total.

Ya, hasil yang mengecewakan. Walaupun jumlah trade yang profit 2 kali dari trade loss, dan rata-rata loss-nya hampir separuh rata-rata profitnya, tetapi dengan biaya akibat spread yang ikut diperhitungkan, keadaanya menjadi agak di luar perkiraan. Dengan kondisi yang sama, umaka profit rata-ratanya mesti 9 pip per trade untuk mencapai break even (balik modal).

break even trading(Baca juga: Apa Itu Break Even Dalam Forex?)

Bagaimana jika scalper tersebut beralih ke broker dengan spread yang hanya 1 pip untuk EUR/USD? Dengan kondisi yang sama seperti asumsi sebelumnya, maka perhitungan biaya akibat spread profit/loss bersih adalah:

(20 X 5) - (10 X 3 + 30 X 1) = +40 pip total

Kenapa hasilnya bisa begitu berbeda? Karena selain memperoleh profit dari hasil trade, scalper tersebut juga harus membayar biaya akibat spread kepada brokernya untuk setiap posisi yang dibuka. Dengan demikian, seorang scalper harus memilih broker yang memberi spread serendah mungkin terutama pada mata uang yang likuid.

 

Sarana Analisa Teknikal Yang Lengkap

Metode scalping sangat melibatkan analisa teknikal. Dengan time frame rendah yang sering digunakan scalper, pengaruh fundamental hampir tidak bisa dilihat efeknya secara proporsional dan sering diabaikan scalper. Scalper selalu fokus pada pola aksi dan reaksi pergerakan harga yang terjadi dari waktu ke waktu, oleh karenanya, mereka sangat membutuhkan sarana analisa teknikal yang lengkap dan berkualitas. Dalam hal ini, banyak broker telah menyediakan sarana analisa teknikal yang cukup lengkap dan memadai pada platform tradingnya.

Khusus bagi broker yang menggunakan platform trading populer MetaTrader, ada yang memperbolehkan trader menggunakan semua jenis Expert Advisor (EA), tetapi ada juga broker yang membatasi trader menggunakan EA tertentu.

Robot trading EA(Baca juga: Robot Trading Forex (EA), Apakah Layak Dicoba?)

EA adalah program yang diinstall pada terminal platform Metatrader dan ditulis dengan MetaQuotes Language 4 (MQL4) (untuk versi terakhir), digunakan sebagai analisa untuk proses trading yang otomatis. EA diprogram untuk mengatur seluruh aktivitas trading secara otomatis sesuai dengan metode dan strategi trading, sehingga trader tidak harus risau dengan kesalahan analisa terutama jika merencanakan untuk membuka banyak posisi trading.

EA telah cukup populer dikalangan scalper akhir-akhir ini, dan digunakan sebagai sarana trading yang utama. Banyak pihak yang menjual EA dengan fitur trading sudah jadi ataupun menerima jasa pembuatan EA sesuai fitur yang dikehendaki trader.

Bahkan, ada pula broker yang menjual EA dan ada juga yang memberi cuma-cuma sebagai pelengkap sarana trading para nasabah atau kliennya. Tetapi, apapun yang menjadi kebijakan broker tentang penggunaan EA, ada baiknya scalper menguji terlebih dahulu EA yang akan digunakan di akun demo broker tersebut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Didi Kampret
klo ane pake akun yg spreadnya 0 scalping posisi brp pun jd g mslh kan?
Martin S
@ didi kampret:
Kalau ada yang spreadnya benar nol itu sangat menguntungkan. Tetapi setahu sy belum ada broker yang spread-nya benar-benar nol, yang ada juga 0.2, 0.3 dsb tergantung dari pasangan mata uangnya. Itupun masih ada komisi per transaksinya tergantung dari volume trading Anda, seperti pada broker FXCM..
Akhsani
@didi: akun zero spread juga biasanya ada komisi gan... tergantung broker komisinya bisa melebar atau fixed. tapi kalo yg fixed rata2 lebih besar dari charge spread normal, yah hampir2 sama gitulah sama sistem fixed & floating spread.

setelah ane pikir2 trading tanpa spread itu sama aja gan, sama2 kena biaya. kalo nggak hati2 malah kena charge yg lebih besar dari spread yg seharusnya. keuntungannya disini palingan cuma lebih gampang ngitungnya, karna kalo spread kan dalam satuan pips, sementara komisi langsung dalam bentuk dolar, jadi begitu order sudah tau berapa dana yg bakal dikurangi sebagai biaya trading.
Imam Saini
brp pip di blkng koma apa jg brpngrh untuk scalper? krn ada bbrp broker yg sistimx 4 pip ato 5 pip di blkng koma. selidik punya selidik trnyt itu pngruhx cuma bwt trader2 yg pngn profit dr prgrkn trkecil hrg. itu berarti scalper jg perlu memperhatikan ini kn?
Martin S
@ imam saini:
Broker yang sistemya 4 pip dibelakang koma itu disebut dengan sistem harga 4 digit, dan yang 5 pip disebut dengan sistem harga 5 digit.

Dengan sistem harga 5 digit maka spread bisa nol koma sekian misal 0.1 atau 0.2, sedang untuk yang 4 digit spread minimal 1, sehingga bagi scalper akan jauh lebih nyaman menggunakan yang 5 digit dimana perubahan harga yang nol koma sekian pip dia sudah bisa memperoleh profit.

Dalam perkembangannya semua broker nantinya akan menggunakan sistem 5 digit dengan spread dibawah 1.
Budiono Muhadi
Jika mempertimbangkan kecepatan eksekusi bukan hanya dari segi broker, tapi dari server dan koneksi internet tradernya juga perlu diutamakan. Scalper yang tidak dilengkapi oleh eksekusi instan tentu akan kesulitan memenuhi target profitnya, karena dalam waktu yang sebentar harga bisa menunjukkan pergerakan yang berbeda khususnya saat volatilitas sedang tinggi. Bukan hanya kualitas eksekusi dari broker, internetpun juga perlu dicek apakah sudah memiliki kecepatan yang layak untuk mendukung trading dengan cara scalping. Jika ada masalah sedikit saja maka akan beresiko kesalahan yang fatal juga akibatnya.
Andre Zakary
dilema. kalau sudah ketemu broker yang cocok berdasarkan regulasi dan layanan nya yang lain, apa kita tetep tidak akan menggunakan nya kalau spread nya tergolong tinggi? apa sebagai scalper peraturan spread dan penggunaan ea lebih penting dari aspek broker lain nya? bukankah dua hal itu bisa diatasi dengan menetapkan target profit yg lebih tinggi (jika spread tinggi) atau dengan menghandle trading sendiri secara manual (jika dibatasi penggunaan ea-nya)?
Martin S
@ andre zakary:
Solusinya:

  • Pilih broker yang benar-benar regulated (teregulasi oleh badan regulator yang kredibel) dan memperbolehkan scalping. Jika Anda check ada banyak.
  • Diantara broker-broker tsb pilih yang peraturan spread-nya paling rendah.
  • Untuk scalping kalau bisa hindari penggunaan EA, lebih baik trading secara manual.
  • Yang paling penting brokernya teregulasi dengan benar dan memperbolehkan scalping, baru pada pertimbangan spread.