Strategi Trading Dengan Scalping - Bagian 3

105727

Pada bagian ini kita akan membicarakan variabel terpenting yang kadang dilupakan oleh trader forex yaitu broker atau perusahan pialang. Khususnya bagi scalper, broker adalah variabel yang amat penting dan sangat menentukan kemungkinan profitabilitas strategi scalping yang digunakan. Scalper sering membicarakan strategi tradingnya, stop loss dan take profit atau time frame trading, tetapi

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pada bagian ini kita akan membicarakan variabel terpenting yang kadang dilupakan oleh trader forex yaitu broker atau perusahan pialang. Khususnya bagi scalper, broker adalah variabel yang amat penting dan sangat menentukan kemungkinan profitabilitas strategi scalping yang digunakan. Scalper sering membicarakan strategi tradingnya, stop loss dan take profit atau time frame trading, tetapi jarang memperhatikan stabilitas server dari broker, spread yang kadang bisa berubah atau kemungkinan broker berbuat curang atau lazim disebut broker yang scam.

                             Strategi Trading Dengan Scalping -

Saat ini ada ratusan broker yang beroperasi di pasar retail forex. Masing-masing memiliki kemampuan teknis dan model bisnis yang disesuaikan agar cocok dengan profil trader yang berbeda-beda. Perbedaan  yang ada pada broker tersebut tidak begitu penting bagi trader jangka panjang, bagi swing trader ada sedikit pengaruhnya tapi tidak signifikan, tetapi bagi trader harian dan scalper menjadi sangat penting karena berhubungan langsung dengan profit atau loss. Berikut hal-hal tentang broker yang perlu diperhatikan jika Anda seorang scalper forex :

Spread rendah
Pada dasarnya spread adalah biaya yang mesti Anda bayar baik profit maupun loss kepada broker atas jasa pelayanannya. Seorang trader yang tidak menggunakan cara scalping mungkin hanya akan membuka dan menutup order pada satu atau dua posisi. Walaupun biaya akibat spread masih tetap penting, tetapi bagi trader yang telah sukses dengan strategi tradingnya biaya spread atau jasa pelayanan broker tersebut masih bisa ditoleransi dan dianggap wajar. Tetapi keadaannya menjadi sangat berbeda bagi seorang scalper yang membuka dan menutup posisi puluhan kali dalam waktu yang relatif sangat singkat, bahkan bisa lebih dari seratus kali sehari. Biaya akibat spread bisa menjadi sangat signifikan dan harus diperhitungkan dengan cermat.

Sebagai contoh seorang scalper membuka dan menutup 30 posisi dalam sehari pada EUR/USD yang spreadnya misal 3 pip, dengan ukuran lot yang tetap dan profit sebesar 2/3 dari posisi yang dibuka. Dengan rata-rata profit per trade 5 pip dan loss rata-rata 3 pip maka tanpa biaya akibat spread total profit/loss yang diperoleh adalah:

Profit/loss bersih = (posisi yang profit) - (posisi yang loss)
= (20 X 5) - (10 X 3) = +70 pip total.
Hasil yang diperoleh cukup signifikan. Dengan memperhitungkan biaya akibat spread, maka:

Profit/loss bersih = (posisi yang profit) - (posisi yang loss + biaya sakibat pread)
= (20 X 5) - (10 X 3 + 30 X 3) = -20 pip total.

Ya, hasil yang mengecewakan. Walaupun jumlah trade yang profit 2 kali dari trade yang loss, dan rata-rata loss-nya hampir separuh rata-rata profitnya, tetapi dengan biaya akibat spread yang ikut diperhitungkan keadaanya menjadi agak diluar perkiraan. Dengan kondisi yang sama, untuk mencapai breakeven (balik modal) maka profit rata-ratanya mesti 9 pip per trade.

Bagaimana jika scalper tersebut beralih ke broker dengan spread yang hanya 1 pip untuk EUR/USD? Dengan kondisi yang sama dengan asumsi sebelumnya, maka dengan memperhitungkan biaya akibat spread profit/loss bersih
= (20 X 5) - (10 X 3 + 30 X 1) = +40 pip total.

Kenapa hasilnya bisa begitu berbeda? Karena selain memperoleh profit dari hasil trade, scalper tersebut juga harus membayar biaya akibat spread kepada brokernya untuk setiap posisi yang dibukanya baik yang menghasilkan profit maupun yang loss. Dengan demikian seorang scalper harus memilih broker yang memberi spread serendah mungkin terutama pada mata uang yang likuid.

Sarana analisa teknikal yang lengkap
Metode scalping sangat melibatkan analisa teknikal. Dengan time frame rendah yang sering digunakan scalper, pengaruh fundamental hampir tidak bisa dilihat efeknya secara proporsional dan sering diabaikan scalper. Scalper selalu fokus pada pola aksi dan reaksi pergerakan harga yang terjadi dari waktu ke waktu, oleh karenanya mereka sangat membutuhkan sarana analisa teknikal yang lengkap dan berkualitas. Dalam hal ini banyak broker yang telah menyediakan sarana analisa teknikal yang cukup lengkap dan memadai pada platform tradingnya.  

Khusus bagi broker yang menggunakan platform trading populer Metatrader, ada yang memperbolehkan trader menggunakan semua jenis Expert Advisor (EA), tetapi ada juga broker yang membatasi trader menggunakan EA tertentu. EA adalah program yang diinstall pada terminal platform Metatrader dan ditulis dengan MetaQuotes Language 4 (MOL 4) (untuk versi terakhir), digunakan sebagai analisa untuk proses trading yang otomatis. EA diprogram untuk mengatur seluruh aktivitas trading secara otomatis sesuai dengan metode dan strategi trading, sehingga trader tidak harus risau dengan kesalahan analisa terutama jika merencanakan untuk membuka banyak posisi trading.

EA telah cukup populer dikalangan scalper akhir-akhir ini dan digunakan sebagai sarana trading yang utama. Banyak pihak yang menjual EA dengan fitur trading yang sudah jadi ataupun menerima jasa pembuatan EA sesuai fitur yang dikehendaki trader, bahkan ada broker yang menjual EA dan ada juga yang memberi cuma-cuma sebagai pelengkap sarana trading para nasabah atau client-nya. Tetapi apapun yang menjadi kebijakan broker tentang penggunaan EA, ada baiknya scalper menguji terlebih dahulu EA yang akan digunakan dalam account demo broker tersebut.

Sumber : www.forextraders.com

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.