Advertisement

iklan

Strategi Trading Forex Dengan Pola Bear Trap

284633

Awas, jangan terburu-buru buka posisi saat muncul sinyal Sell. Ada langkah-langkah yang harus Anda terapkan untuk menghindari jebakan trading bear trap.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Bukan trader namanya kalau belum pernah kena jebakan market. Mulai dari trader pemula sampai profesional pun, mereka semua pasti sudah pernah mencicipi pahitnya merugi gara-gara pergerakan pasar tak terduga, seperti misalnya saat muncul sinyal Sell dari pola candlestick bearish, tapi harga malah berubah arah naik.

Jebakan market tadi secara umum disebut sebagai Trading Trap. Secara spesifik, artikel ini akan membahas bagaimana mengidentifikasi dan mengatasi jebakan trading bearish Trap yang seringkali muncul saat market menampilkan peluang jual (Sell).

 

Apa Penyebab Munculnya Jebakan Trading Bear Trap?

Pergerakan harga sebenarnya merupakan cerminan dari perubahan keseimbangan antara penawaran dan permintaan (Supply and Demand). Wajar jika harga terkesan bergerak secara acak, karena sejatinya, keseimbangan tersebut selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Masalahnya, sebagai trader Anda dituntut untuk dapat "membaca" arah pergerakan harga, supaya keuntungan dapat dibukukan secara teratur ke dalam kolam ekuitas Anda. Agar dapat memprediksi arah harga, trader umumnya mengandalkan sinyal trading.

Sinyal trading adalah hasil dari analisa teknikal. Pada analisa tersebut, trader akan menggunakan beragam tools ataupun indikator untuk mengantisipasi proyeksi arah harga ke depan. Salah satu contohnya adalah pola-pola candlestick Bearish yang seringkali menjadi andalan trader untuk mendapat sinyal Sell.

Nah, usut punya usut, ternyata sinyal trading juga punya kelemahan, yaitu ada kemungkinan prediksi arah harga akan meleset. Bahkan candlestick dengan tingkat akurasi yang diklaim tinggi pun pada kenyataannya tidak dapat menjamin ketepatan sinyal seratus persen.

strategi trading bear trap, pola candlestick bearish

Misalnya pada gambar di atas, salah satu pola candlestick Bearish berakurasi tinggi, yaitu Evening Star telah terbentuk pada chart EUR/USD (Daily). Seharusnya, pola candlestick tersebut akan diikuti oleh penurunan harga lanjutan. Kontras dengan teori, nyatanya harga malah berkonsolidasi (membentuk pola candle Tweezer), lalu bergerak naik kembali.

Jebakan trading Bear Trap terjadi untuk kali kedua ketika pola candlestick Bearish Three Inside Down terbentuk. Alih-alih lanjut menurun, pola candle Tweezer kembali muncul sebagai indikasi keraguan pasar. Bahkan harga sempat bergejolak naik sebentar, lalu turun hingga menembus Support. Kalau tak hati-hati, Anda akan terjebak untuk kali ketiga jika terburu-buru membuka posisi jual saat Breakout terjadi. Hal ini karena harga ternyata masih mampu bangkit kembali.

Tiga jebakan trading Bear Trap di atas bisa menimpa Anda secara beruntun! Wah, bukan main kerugiannya!

Teori tidak selalu berjalan selaras dengan praktek nyata, begitu pula dengan akurasi sinyal trading dari masing-masing pola candlestick Bearish. Namun, bukan berarti pola-pola tersebut tak berguna ataupun harus dihindari. Justru, Anda patut mempertimbangkan metode-metode untuk menyaring validitas sinyal trading, serta mengurangi risiko setiap pembukaan posisi.

 

Saring Pola-Pola Candlestick Bearish Sebelum Eksekusi

Trading itu kalau dianalogikan, bisa disamakan dengan mengendarai kendaraan. Setiap kali berkendara tentu saja ada potensi risiko mengintai. Kalau Anda ingin aman, turutilah rambu-rambu lalu lintas. Jangan karena asal ingin cepat saja, Anda malah mengambil risiko terlalu besar.

ilustrasi trafik

Dari analogi sederhana di atas, kita ambil kesimpulan bahwa risiko memang sebenarnya adalah bagian dari trading. Hanya saja perlu digarisbawahi, imbal hasil (keuntungan) harus lebih besar daripada risiko untuk mempertahankan perkembangan ekuitas akun trading.

Maka tahapan pertama untuk mencapai tujuan tersebut adalah memastikan terlebih dulu validitas sinyal trading, sebelum melakukan pembukaan posisi. Anda dapat melakukannya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

 

a. Bagaimana kondisi tren market secara umum?

Kondisi tren umumnya dapat langsung dikenali dengan mudah melalui pergerakan harga yang tampil pada grafik trading. Dalam kondisi Uptrend, biasanya harga akan mencetak nilai tinggi yang terus meninggi, sedangkan selama Downtrend, harga terus menurun dengan nilai rendah berjenjang.

Logika sederhananya, manfaatkan peluang menjual saat pasar dalam kondisi Downtrend. Sebaliknya, sinyal trading Buy lebih akurat saat market memasuki kondisi Uptrend.

Sebagai catatan tambahan, umumnya trader menghindari kondisi pasar Sideways karena pergerakan harga dipandang tak tentu arah. Namun, sebenarnya Anda dapat memanfaatkan kemunculan sinyal Breakout untuk mengeruk keuntungan besar, saat tren baru hendak terbentuk di penghujung masa Sideways. Bagaimanapun juga, masa Sideways selalu mengawali pembentukan tren, dan ini sudah umum dipahami sebagai siklus tren umum di pasar Forex.

strategi trading bear trap, siklus tren

 

b. Di mana letak Support dan Resistance penting terdekat?

Identifikasi letak Support dan Resistance sama pentingnya seperti mematuhi rambu-rambu pada analogi berkendara di keramaian. Anda bisa mengetahui kapan harus membuka atau menutup posisi menurut patokan letak Support dan Resistance terdekat.

strategi trading bear trap, support dan resistance

Dari contoh gambar di atas, dapat diintisarikan bahwa sinyal beli lebih valid saat harga mendekati Support, karena harga berpeluang tinggi untuk kembali naik. Hal yang berlawanan terjadi ketika harga mendekati Resistance; prioritaskan peluang jual saat harga tak mampu lagi mendaki.

 

c. Pada timeframe apa sinyal ditemukan?

Timeframe lekat hubungannya dengan kecenderungan Anda untuk mempertahankan posisi terbuka. Semakin besar timeframe, maka semakin lama pula posisi bisa dibiarkan ter-floating untuk mencapai target profit. Contohnya: pada timeframe Daily (D1), umumnya trader akan menahan posisi sampai pergantian hari terjadi ( < 24 jam ), sedangkan pada timeframe Hourly (H1), bisa jadi trader hanya akan menahan posisi kurang dari satu jam.

Kenapa begitu? Karena pada dasarnya, semakin besar timeframe, semakin lama waktu dibutuhkan untuk mencetak satu candlestick, sehingga akurasi relatif lebih tinggi; inilah alasan kenapa trader berani tahan posisi lebih lama di timeframe besar. Sebaliknya, sinyal trading akurasinya relatif mengecil di timeframe rendah, karena barisan candle lebih cepat muncul dan berisiko menjerumuskan ke pola-pola jebakan trading Bear Trap.

 

d. Adakah konfirmasi dari indikator pendukung lain?

Sistem trading pada umumnya menginkorporasikan lebih dari satu indikator untuk menghasilkan sinyal trading berakurasi tinggi. Semisal satu indikator telah menghasilkan sinyal trading, maka trader akan menunggu konfirmasi dari indikator pendukung lain untuk menyaring validitas.

Katakanlah, sinyal trading dari pola candlestick bearish Pin Bar populer digunakan karena kemudahannya, sayang akurasinya relatif rendah karena hanya terdiri dari 1 candle saja. Supaya validitasnya cukup baik, trader dapat menggunakan indikator leading seperti Pivot Poin sebagai indikator pendukung.

 

e. Apakah ada rilis berita berdampak tinggi?

Meskipun Anda menggunakan sistem trading yang murni mengandalkan analisa teknikal, bukan berarti Anda dapat menghindari faktor-faktor fundamental. Toh, pasar bergerak karena reaksi pasar terhadap dinamika fundamental pair-pair tertentu.

Untuk memeriksa jadwal rilis berita berdampak tinggi, Anda hanya perlu menggunakan kalender Forex. Selain mudah digunakan, tool tersebut akan membantu Anda untuk selalu up-to-date dengan laporan-laporan ekonomi terkini.

Strategi Trading Forex Dengan Pola Bear

 

 

Cara Mengatasi Jebakan Trading Bear Trap Dengan Money Management

Sekali lagi, perlu ditekankan bahwa risiko trading itu selalu ada dan tak bisa dihindari, tapi bukan berarti tidak dapat dikontrol sama sekali. Jika pun ternyata harga bergerak di luar ekspektasi, kerugian masih dapat ditekan sekecil mungkin dengan praktek Money Management yang tepat.

Berangkat dari situasi tersebut, maka tahap kedua untuk mengatasi jebakan trading Bear Trap dapat dilakukan seperti pada contoh berikut:

strategi trading bear trap

Dari contoh di atas, pola candlestick Bearish Three Outside Down mensinyalkan peluang jual cukup besar. Sinyal jual itu pun didukung pula oleh indikator RSI yang telah menunjukkan kondisi Overbought, sehingga kesimpulannya harga siap terjun dari nilai tertingginya.

Hanya saja, garis Moving Average 50 (garis ungu) masih memperlihatkan level Support kuat yang menampilkan potensi harga untuk kembali meluncur naik dari titik terendahnya. Nah, kalau muncul dua sinyal bertentangan begini, langkah apa yang harus Anda lakukan?

 

1. Gunakan Position Sizing untuk mengukur besar lot/posisi.

Metode Position Sizing merupakan bagian dari sistem trading dasar yang mengatur bagaimana sebagian dari ekuitas akun akan diperdagangkan. Intinya, dengan metode tersebut, Anda tidak perlu lagi khawatir akun akan langsung tergerus, seandainya pasar bergerak di luar ekspektasi.

Sebagai peraturan dasar, biasanya trader mengalokasikan 1-5% dari ekuitasnya untuk setiap posisi trading. Jadi meskipun Loss, mereka hanya akan kehilangan sebagian kecil dari modal saja.

 

2. Rasio Risk/Reward untuk menentukan target profit dan batas kerugian.

Selepas menentukan besaran lot dengan Position Sizing, maka trader akan menentukan batas kerugian terlebih dulu dengan Stop Loss. Setelah jarak Stop Loss ditentukan dari pembukaan posisi, maka rasio risk/reward digunakan untuk menentukan target profit dari Entry.

Misalnya, setelah perhitungan Position Sizing, ditemukan Stop Loss berjarak 40 pip dari Entry. Kemudian rasio risk/reward ditentukan sebesar 1:2, berarti target profit harus 2 kali lipat lebih besar dari batas kerugian atau sebesar 80 pip dari Entry.

strategi trading bear trap

Menggunakan metode Position Sizing dan rasio risk/reward, chart di atas menunjukkan posisi Short (sell) USD/JPY dengan Stop Loss berjarak 40 pip dan target profit sebesar 80 pip. Karena garis MA 50 masih menunjukkan level Support signifikan yang harus ditembus untuk mengonfirmasi sinyal trading dari pola candlestick Bearish Three Inside Down, maka level Entry diletakkan beberapa pip di bawah MA 50 melalui Pending Order.

Ingat, kerugian dapat dicegah karena trader menunggu konfirmasi dari indikator tambahan; yaitu MA 50. Bahkan meski terlanjur membuka posisi dan harus merugi, besar Loss telah dibatasi hanya sampai sepersekian persen dari ekuitas Anda.

 

Bagaimana Kalau Muncul Jebakan Trading Bullish?

Dari penjelasan di atas, Anda sudah belajar bagaimana cara mengetahui pola-pola candlestick Bearish yang berpotensi untuk menjebak. Namun demikian, itu saja belum cukup, karena jebakan harga juga bisa terjadi pada sinyal trading Bullish.

Sederhananya, versi Bullish Trading Trap adalah kebalikan dari Bearish Trap. Kerhati-hatilah ketika harga terlihat meyakinkan akan naik, karena masih ada kemungkinan harga akan kembali longsor. Anda bisa mempelajari cara mengenal formasi pola-pola candlestick Bullish menjebak tersebut dan cara mengatasinya dengan membaca artikel berikut: Strategi Trading Dengan Pola Bull Trap.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Lerry
terima kasih pencarahannya.