Advertisement

iklan

Strategi Trading Menggunakan Indikator Relative Vigor Index

Relative Vigor Index merupakan salah satu indikator yang paling jarang digunakan trader pengguna MT4. Padahal, indikator RVI ini disinyalir cukup bagus dipakai untuk mengoptimalkan profit dalam kondisi pasar bullish.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Relative Vigor Index merupakan salah satu indikator yang paling jarang digunakan, meskipun masuk dalam daftar indikator bawaan di platform Metatrader4 (MT4). Padahal, indikator RVI ini disinyalir cukup bagus dipakai untuk mengoptimalkan profit dalam kondisi pasar bullish. Apa sebenarnya indikator ini dan bagaimana cara trading menggunakan indikator Relative Vigor Index?

 

Pengertian Relative Vigor Index

Relative Vigor Index adalah sebuah indikator analisa teknikal yang dibuat untuk mengukur kekuatan price action terbaru dan kemungkinan price action tersebut untuk berlanjut. Dikembangkan oleh John Ehlers, Relative Vigor Index membandingkan posisi relatif harga penutupan suatu aset atau pair mata uang dengan range harga-nya.

Secara matematis, rumus RVI dapat digambarkan sebagai: RVI = (Close-Open)/(High-Low)

Dapat dilihat bahwa indikator RVI dibentuk dengan hitungan yang mirip dengan Stochastic Oscillator, tetapi Relative Vigor Index membandingkan posisi relatif harga penutupan (close) dengan harga pembukaan (open), bukan dengan harga terendah (low). Nilai RVI diasumsikan meningkat seiring dengan menguatnya momentum tren bullish, karena pada masa-masa tersebut maka harga penutupan suatu aset atau pair mata uang cenderung berada di puncak range, sementara harga pembukaan berada dekat level harga terendah harian.

 

Cara Menerapkan RVI Pada MT4

Pemasangan RVI di MT4 tidak jauh beda dengan cara memasang indikator Oscillator pada umumnya. Cukup buka jendela pair mata uang yang akan ditradingkan, lalu klik "insert" pada menu bar, lalu arahkan kursor ke --> Indicators --> Oscillators --> Relative Vigor Index --> klik. Saat memasang RVI, bisa dengan memodifikasi parameter-nya, tetapi bisa juga tidak merubah parameter default yang sudah ada.

Chart Dengan Relative Vigor Index
Gambar Chart USD/JPY Hourly Dengan Indikator MA-100, RSI, dan RVI.

Karena strategi trading menggunakan indikator Relative Vigor Index harus disertai indikator lain, sebaiknya pasang juga Moving Averages  dengan set period/length 100 (MA-100) dan indikator RSI pada parameter default, atau indikator lainnya sesuai pilihan Anda.

 

Strategi Trading Menggunakan Indikator Relative Vigor Index

Sebuah strategi trading menggunakan indikator Relative Vigor Index dapat dibuat untuk memaksimalkan profit dari uptrend jangka menengah, khususnya jika dikombinasikan dengan indikator teknikal lainnya. Di sini perlu dicatat bahwa nilai RVI yang makin tinggi menunjukkan menguatnya kekuatan tren, sedangkan nilai yang lebih rendah mengindikasikan momentum yang mengendur. Sebagai indikator momentum, kemiringan RVI sering berubah arah lebih dulu ketimbang harga, atau dengan kata lain: leading.

Dalam uptrend jangka menengah, pergerakan harga akan maju-mundur (tidak mulus terus ke atas), sekali waktu mengalami retracement ke bawah, lalu balik naik sesuai dengan arah tren sebelumnya. Nah, RVI bisa digunakan oleh trader yang ingin memaksimalkan profit dengan bergerak keluar-masuk posisi sesuai dengan kemunculan puncak harga (peak) dan retracement yang terjadi sepanjang tren tersebut berlangsung. Di sisi lain, RVI tidak cocok dipakai oleh trader yang menggunakan strategi trading buy-and-hold.

Relative Vigor Index sebaiknya diterapkan bersama-sama indikator lainnya untuk mengkonfirmasi sinyal trading yang diberikan. Berikut contoh strategi yang bisa dipakai:

  1. Setelah trader memiliki posisi long yang diterapkan pada kondisi uptrend, ia bisa memantau RVI untuk menunggu bila terjadi bearish divergence. Bearish divergence yaitu ketika harga membentuk puncak tinggi (high) baru, tetapi RVI malah menurun. Strategi Trading Menggunakan Relative Vigor Index
  2. Selanjutnya, konfirmasi kemungkinan terjadinya retracement dengan indikator lain, misalnya Relative Strength Index (RSI). Jika RSI menunjukkan kondisi overbought (posisi di atas 70), maka ini dianggap sebagai konfirmasi akan indikasi bearish divergence yang dimunculkan RVI. Sebagaimana bisa dilihat pada posisi yang dilingkari orange pada gambar di atas, harga pada USD/JPY membentuk high baru, tetapi RVI menurun, dan RSI di atas 70.Pada saat itu, close sebagian dari posisi buy yang sudah dibuka sebelumnya (perhatikan: hanya sebagian saja yang ditutup, sebagian sisanya biarkan floating). Atau, jika belum buka posisi di awal terbentuknya tren, maka Anda bisa saja membuka posisi buy baru disini.
  3. Apabila Retracement benar-benar terjadi, maka trader bisa membuka lagi posisi buy saat muncul bullish divergence dan RSI mengindikasikan kondisi oversold atau harga telah menyentuh MA-100 (lihat bagian yang dilingkari ungu pada gambar).
  4. Strategi ini bisa dijalankan berulang-ulang selama tren harga secara umum masih bullish. Kondisi bullish ini bisa dilihat dari posisi harga yang tetap berada di atas MA-100. Jika harga ditutup di bawah MA-100, maka trader sebaiknya menutup semua posisi buy-nya. MA-100 disini dipilih sebagai penyaring arah tren jangka menengah.


Apakah Anda tertarik menyimak strategi trading forex lainnya yang bisa mengoptimalkan profit ketika pasar sedang trending? Seputarforex juga memiliki artikel tentang Strategi Trading Menggunakan Trendline Channel.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.