Strategi Trading Tanpa Stop Loss, Apa Mungkin?

Meski bisa memberi profit besar, strategi trading tanpa Stop Loss ini sangat berisiko. Jika berniat mengaplikasikannya, coba terlebih dahulu di akun demo.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dalam trading forex, tidak ada satupun trader bisa menentukan kemana harga akan bergerak. Faktanya, seakurat apapun seorang trader dalam menganalisa pergerakan pasar, masih banyak yang gagal mendulang profit. Di sinilah teknik memasang Stop Loss secara tepat berperan penting dalam melindungi akun Anda dari pendarahan fatal, terutama jika harga bergerak melawan posisi Entry saat ini. Tetapi ada satu hal menarik. Bagi trader yang sudah terjun ke dunia trading forex, pastinya pernah terbesit di pikiran untuk melakukan trading tanpa Stop Loss. Lantas, bagaimanakah caranya?

strategi trading tanpa stop loss

(Baca juga: Stop Loss - Membatasi Kerugian, Bukan Mempercepat Kerugian)

Sebelum mengulas lebih lanjut tentang strategi trading tanpa Stop Loss, sebaiknya baca dulu Disclaimer berikut:

Trading tanpa Stop Loss bisa meningkatkan risiko trading Anda. Jika berniat mengaplikasikan strategi ini, lakukan terlebih dahulu di akun demo. Sebelum menemukan sistem trading yang sudah teruji, jangan pernah mencoba trading di akun real tanpa Stop Loss. Hindari trading dengan Lot besar dan jangan trading saat volatilitas pasar sedang tinggi (jelang dan sesudah High Impact News, dsb)Trading tanpa Stop Loss sangat tidak disarankan untuk pemula.

 

Alasan Trading Tanpa Stop Loss

Bagi trader yang sudah berpengalaman, tentu mereka memiliki pertimbangan tersendiri kenapa tidak menggunakan Stop Loss. Mereka mungkin sudah memiliki cara mengelola risiko dengan baik tanpa bergantung pada Stop Loss. Dikutip dari Forexop[dot]com, berikut adalah beberapa alasan untuk bertrading tanpa Stop Loss:

 

1. Ada Broker Yang Memanfaatkan Stop Loss Anda

Dengan memasang Stop Loss, maka Anda secara tidak langsung memberitahu kepada Broker mengenai rencana Exit di level harga tertentu. Sejumlah broker bisa memanfaatkan ini untuk mendulang keuntungan, terutama jika mereka berjenis broker bandar (Dealing Desk). 

Sebagaimana diketahui, broker bandar bekerja dengan melawan posisi trading Anda. Saat Anda Loss, maka mereka akan mendapatkan income. Jika Anda Loss 1,000 USD, maka Broker Bandar akan mendapatkan income 1,000 USD. Ini adalah cara kerja Broker Bandar. 

Lalu seperti apa contoh broker bandar yang memanfaatkan Stop Loss milik membernya? Dalam beberapa kasus, mereka bisa dengan mudah melebarkan Spread untuk menjaring sejumlah Stop Loss yang dipasang terlalu dekat oleh trader. Broker Dealer tentu memiliki keleluasaan untuk melakukan hal tersebut jika mereka benar-benar menginginkannya. Broker seperti ini juga dikenal dengan istilah Stop Loss Hunter.

 

2. Stop Loss Bisa Terjaring Oleh Lonjakan Harga Sementara

Pergerakan pasar memang tidak mudah untuk diprediksi. Ada kalanya analisa tersebut sudah cukup tepat, dan harga bergerak ke arah yang diinginkan. Namun, Anda lupa mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sementara. Ya, volatilitas tinggi terkadang menjadi hal tak terhindarkan.

Akibatnya, Stop Loss pun tersentuh oleh False Breakout tersebut. Hal ini ditandai dengan munculnya Shadow sangat panjang pada sebuah Candlestick. Hal ini membuat harga bergerak melawan arah posisi Anda hingga menyentuh Stop Loss, sebelum akhirnya kembali bergerak ke posisi Entry Anda di awal. Namun, apalah daya. Anda sudah terlanjur Exit otomatis karena Stop Loss telah tersentuh. Berikut ilustrasinya:

Strategi Trading Tanpa Stop Loss

Pada ilustrasi di atas, diumpamakan Anda membuka posisi Sell di 1.08318 dengan perhitungan Risk Reward Ratio 1:2. Namun, terjadi lonjakan harga sementara sehingga Stop Loss Anda di 1.08643 pun tersentuh. Anda pun mau tak mau harus otomatis keluar dari posisi tersebut, sebelum harga pada akhirnya bergerak ke arah yang telah diprediksikan untuk turun.

 

3. Memasang Stop Loss Membuat Anda Besar Kepala

Sejumlah trader menganggap Stop Loss sebagai alat pengaman ketika mereka masuk di pasar forex. Karena merasa tradingnya akan aman dengan Stop Loss, mereka pun terlalu tergesa-gesa dalam melakukan analisa, bahkan cenderung trading secara ceroboh. Ibaratnya Anda mengendarai sepeda dengan alat pengaman. Karena merasa sudah mengenakan alat pengaman, Anda bisa saja mengambil sejumlah risiko yang terlalu berbahaya dalam berkendara karena terlalu percaya diri.

 

4. Stop Loss Berpotensi Tidak Bekerja Ketika Terjadi Slippage

Ini yang perlu Anda perhatikan baik-baik. Dalam kondisi pasar dengan volatilitas sangat tinggi, Slippage sangat rentan terjadi. Ini adalah sebuah malapetaka bagi trader yang merasa aman karena sudah memasang Stop Loss. Sebagaimana diketahui, broker hanya bisa menjamin Anda keluar dari posisi sesuai dengan level harga Stop Loss yang terpasang. Namun ketika terjadi Slippage, maka eksekusi bisa terjadi di luar level yang sudah ditargetkan. Coba amati gambar berikut:

Strategi Trading Tanpa Stop Loss

Saat Slippage terjadi, jangan kaget jika broker akan mengeksekusi Stop Loss Anda di level yang jauh dari target sebelumnya. Akibatnya, Anda akan Exit pada level harga yang tidak terduga. Contoh kasusnya bisa dilihat pada halaman Tanya Jawab kami berjudul: Stop Loss Tidak Berfungsi.

 

Beberapa realita di atas mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda untuk memutuskan apakah akan trading dengan Stop Loss atau tanpa Stop Loss. Keputusan ada di tangan Anda sendiri. Di bawah ini ada salah satu contoh penerapan strategi trading tanpa Stop Loss, bersumber dari situs ForexTradingStrategies4U:

 

Cara Trading Tanpa Stop Loss

Strategi di bawah ini hanyalah sebatas referensi tambahan. Anda bisa mengikuti aturan main dari strategi di bawah ini dan menerapkannya di akun demo terlebih dulu, Kemudian amati baik-baik apakah strategi berikut ini bisa memberikan profit konsisten secara long term atau tidak. 

Apa saja persiapannya? Untuk menerapkan strategi ini, diperlukan dua buah EMA (Exponential Moving Average) dengan periode 7 dan 14. Untuk Rule-nya adalah sebagai berikut:

 

Aturan Entry Sell:

  1. Perhatikan ketika EMA-7 berpotongan dengan EMA-14 dari atas ke bawah.
  2. Pastikan hanya mencari peluang Entry Sell saja. Anda boleh melakukan Entry Sell jika Bullish Candlestick (berwarna hijau) membentuk pola Higher Low.
  3. Bergegaslah keluar dari posisi trading saat ini ketika terbentuk Bullish Candlestick di atas EMA-14.
  4. Ingat, Anda tidak perlu memasang Stop Loss.

Perhatikan chart berikut ini untuk selengkapnya:

strategi trading tanpa stop loss

Pada pair EUR/USD di atas, Setup Entry Sell sudah bisa dilakukan ketika EMA-7 berpotongan dengan EMA-14 dari atas ke bawah. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar berada dalam sentimen Bearish. Anda hanya diperkenankan mencari peluang Sell pada kondisi ini. Entry Sell bisa dilakukan saat Candle Hijau membentuk Higher Low. 

Pada pergerakan chart di atas, tampak harga berada dalam kondisi Downtrend. Total Entry Sell yang dibuka adalah 6, dengan jumlah posisi menang sebanyak 4 dan posisi kalah sebanyak 2. Posisi kalah tersebut terjadi lantaran Rule Trading mewajibkan untuk Exit, ketika Candle hijau ditutup dan terbentuk di atas garis EMA-14.

 

Aturan Entry Buy:

  1. Perhatikan ketika EMA-7 berpotongan dengan EMA-14 dari bawah ke atas.
  2. Pastikan bahwa yang dicari hanyalah peluang Entry Buy. Anda boleh melakukan Entry Buy jika Bearish Candlestick (berwarna merah) membentuk pola Lower Low.
  3. Segeralah keluar dari posisi trading saat ini ketika terbentuk Bearish Candlestick di bawah EMA-14.
  4. Sekali lagi perlu diingat, Anda tidak perlu memasang Stop Loss.

Perhatikan chart di bawah ini untuk selengkapnya:

strategi trading tanpa stop loss

Pada pair USD/CAD di atas, Setup Entry Buy sudah bisa dimulai saat EMA-7 berpotongan dengan EMA-14 dari bawah ke atas. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar berada dalam sentimen Bullish. Anda hanya diperkenankan mencari peluang Buy pada kondisi ini. Entry Buy bisa dilakukan saat Candle Merah membentuk Lower Low. 

Pada pergerakan chart di atas, tampak harga berada dalam kondisi Uptrend. Total Entry Buy yang dibuka adalah 6, dengan jumlah posisi menang sebanyak 4 dan posisi kalah sebanyak 2. Posisi kalah tersebut terjadi lantaran Rule Trading mewajibkan untuk Exit, ketika Candle merah ditutup dan terbentuk di bawah garis EMA-14.

 

Catatan Penting:

  • Pertimbangkan berbagai risiko maupun kemungkinan yang bisa terjadi, sebelum menggunakan strategi ini di Live Account Anda. 
  • Saat melakukan trading tanpa Stop Loss, Anda harus selalu memonitor chart dan posisi trading. Hal ini akan menghindarkan Anda dari terlambat Exit, ketika garis EMA-14 sudah tertembus oleh Candle Bullish (untuk posisi Sell) dan Candle Bearish (untuk posisi Buy). Terlambat melakukan Exit bisa membuat risiko yang diterima semakin dalam.
  • Ini adalah strategi trading yang sangat berisiko tinggi, tapi sekaligus memiliki reward besar jika semua berjalan sesuai rencana. 

 

Kesimpulan

Strategi trading tanpa Stop Loss itu ada, dan mungkin untuk dijalankan. Namun strategi di atas hanyalah sebatas referensi tambahan untuk Anda yang ingin tahu aneka jenis strategi trading. Dalam menerapkannya, bersiaplah juga dengan risikonya, karena Anda ibaratnya nekat keluar rumah saat kondisi di luar sedang hujan badai topan atau tornado.

Sudahkah Anda membaca dan mencerna dengan baik Disclaimer dan catatan penting di atas? Jangan hanya membacanya saja, tapi cerna pula dengan baik setiap penjelasan tersebut. Manajemen risiko harus selalu diutamakan ketika trading menggunakan strategi apapun. Anda tidak akan bisa lari dari yang namanya Loss. Tetapi, selama Anda patuh dan mengikuti semua rule di atas dengan baik, kesempatan mendulang profit dari strategi trading tanpa Stop Loss akan terbuka lebar.

 

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana penerapan trading tanpa Stop Loss. Selain cara ini, tahukah Anda bahwa masih ada strategi lain yang bisa diterapkan? Yakni menggunakan Hedging sebagai pengganti Stop Loss. Simak ulasan selengkapnya di artikel kami berikut ini.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Dewa Forex
Terima kasih ilmunya om
Rizal Sf
Sama2 mas @Dewa Forex
Enggar
Sebaiknya digunakan pada time frame berapa ya pak?
Rizal Sf
Sebaiknya hindari menggunakan Time Frame terlalu rendah seperti 15 menit dan 30 menit. Gunakan Time Frame yang lebih tinggi, minimanl 1 jam. Tapi saya sarankan menggunakannya pada Time Frame 4 jam atau Daily, yang minim dari Fake Signal.