Strategi Trend Trading Dalam Binary Options

Tahukah Anda? Keistimewaan binary options ternyata dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi profit pada pasar yang sedang trending.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader yang tertarik untuk memanfaatkan tren dalam pergerakan harga suatu instrumen. Baik bullish ataupun bearish, tren bisa mendatangkan peluang profit yang maksimal jika dapat dimanfaatkan dengan benar. Tidak hanya pada spot forex, tren juga dapat menjadi perhatian utama dalam binary options. Meski tidak melakukan eksekusi order terhadap instrumen yang diperdagangkan, namun trader binary options tetap perlu memperkirakan arah pergerakan harga secara tepat untuk dapat meraih profit. Dengan adanya tren, kejelasan mengenai arah pergerakan harga dalam beberapa waktu ke depan akan dapat dianalisa dengan lebih jelas.

Trend Trading Binary Options
Terdapat beberapa cara yang dapat diaplikasikan untuk memanfaatkan tren. Tren dapat menjadi kawan sekaligus lawan dalam trading binary options. Hal ini tergantung pada keahlian Anda dalam memanfaatkan tren dengan sebaik mungkin. Jika Anda dapat mengaplikasikan strategi trading yang tepat, maka tren dapat menjadi kawan yang dapat Anda ikuti untuk meraih profit dalam binary options. Akan tetapi, tren juga dapat mendatangkan loss yang besar jika option yang Anda tempatkan tidak berada pada tren yang benar.

Selain dengan analisa trading secara teknikal, keistimewaan binary options dalam hal jenis trading juga dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi profit pada pasar yang sedang trending. Untuk itu, artikel ini akan membahas tentang 2 cara yang dapat diterapkan untuk meningkatkan strategi trend trading dalam binary options.

Trend Trading Dengan Indikator Teknikal

Tersedianya berbagai macam indikator penentu tren dapat menjadi kemudahan yang dapat membantu Anda untuk bisa bertrading binary options. Anda bisa menempatkan option pada puncak uptren atau lembah downtren untuk dapat meraih profit dengan mengantisipasi terjadinya reversal. Option "call" dapat dipilih saat indikator mengirimkan sinyal bullish reversal, sedangkan option "put" sangat sesuai saat indikator menandakan adanya bearish reversal. Tanda-tanda ini bisa diamati saat harga berada pada area puncak atau lembah, yang dapat diketahui dengan penggunaan indikator-indikator tren dan oscillator. Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk memanfaatkan tren adalah channel, bollinger bands dan Moving Average.

1. Analisa dengan Channel
Dari sekian banyak indikator teknikal yang terdapat dalam platform trading Anda, garis tren (trend line) adalah salah satu indikator yang paling sederhana dan cukup dapat diandalkan. Channel sendiri terbentuk dari 2 garis tren yang dipasang sejajar pada puncak dan dasar harga. Pengaplikasiannya dilakukan dengan menarik level-level high dan low pada harga, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Channel yang dibentuk dari garis tren

Channel dibentuk dari 2 garis tren yang sejajar


Analisa yang dilakukan dengan indikator ini terbilang mudah, sebab Anda bisa menjadikan batas atas dan bawah channel sebagai garis support dan resistan untuk menempatkan option sesuai dengan bounce yang terjadi pada batas-batas tersebut. Akan tetapi, adanya kemungkinan harga untuk bergerak di luar channel juga perlu diwaspadai, mengingat fluktuasi harga yang tidak menentu dapat membawa option Anda berakhir out-of-the-money. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut:

  • Amati jarak antara puncak atau lembah harga dengan batas atas dan bawah channel. Semakin jauh jarak yang terbentuk, semakin meyakinkan pula strategi bounce yang dapat Anda terapkan dalam situasi seperti ini.
  • Meski harga sempat menembus batas atas atau bawah channel, pastikan dulu tren yang akan terjadi dengan menunggu beberapa candle yang terbentuk setelahnya. harga kadang-kadang dapat menembus batas channel dan kemudian berbalik ke arah yang sebaliknya.
  • Setelah menempatkan option berdasarkan strategi bounce, expiry time bisa ditempatkan melalui perhitungan timeframe dengan 3 candlestick yang terbentuk setelah penempatan option. Misalnya, jika Anda bertrading pada time frame 5 menit, expiry time dapat ditentukan pada waktu 15 menit.


2. Analisa dengan Bollinger Bands
Bollinger bands adalah salah satu indikator tren yang terdiri dari upper band, middle band, dan lower band. Uptren yang kuat terjadi ketika harga bergerak dari lower band menuju upper band, sedangkan downtren dapat terlihat dari pergerakan harga yang mengarah dari upper band menuju lower band. Selain itu, bollinger bands juga bisa digunakan untuk menentukan volatilitas pasar. Band yang menghimpit harga menandakan volatilitas yang rendah, sementara band yang lebar menunjukkan volatilitas yang tinggi.

Untuk penggunaan bollinger bands, Anda dapat menantikan tercapainya upper atau lower band. Tunggu sampai setidaknya 2 candle yang terbentuk di area ini, baru kemudian tempatkan option sesuai dengan kemungkinan reversal yang akan terjadi. Apabila Anda merasa kurang yakin dengan kekuatan tren yang akan terbentuk, Anda dapat mengantisipasinya dengan menetapkan expiry time yang tidak terlalu lama. Jika setelah expiry time habis dan tren masih memiliki kekuatan yang cukup untuk berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, Anda bisa menempatkan option di arah yang sama dengan expiry time yang tidak terlalu panjang.

2. Analisa dengan Moving Average
Selain bollinger bands, Anda juga dapat menggunakan salah satu jenis Moving Average, yaitu Simple Moving Average (SMA) dengan contoh periodisasi pada SMA 20 sebagai indikator andalan untuk bertrading pada pasar yang sedang trending. Meski masih bersifat lagging, SMA memiliki sinyal trading yang cukup akurat dan mudah dibaca.

Sementara itu, analisa tren untuk SMA 20 dilihat dari posisi harga terhadap garis SMA itu sendiri. Jika harga berada di bawah SMA, maka harga sedang mengalami tren bearish. Sebaliknya, harga dapat dikatakan sedang berada dalam tren bullish apabila bergerak di atas garis SMA. Pergantian tren biasanya ditandai dengan crossing garis SMA, dimana SMA 20 yang memotong harga dari bawah ke atas akan mengindikasikan terjadinya downtrend, sedangkan SMA 20 yang memotong harga dari atas ke bawah akan menunjukkan adanya uptrend. Posisi option yang tepat bisa ditempatkan saat terjadi perpotongan ini, dengan ketentuan bahwa option "call" dipilih saat terjadi perpotongan SMA 20 dari atas ke bawah, sementara option "put" ditempatkan ketika garis SMA 20 memotong harga dari bawah ke atas.

Selain itu, Anda juga bisa menempatkan beberapa garis Moving Average untuk menganalisa perpotongan antar garis-garis tersebut. Contohnya, Anda bisa memasang salah satu jenis Moving Average yang lain, yaitu Exponential Moving Average (EMA). Beberapa garis EMA yang dapat Anda aplikasikan pada chart dapat diatur dengan periodisasi EMA 5, EMA 10, dan EMA 20 seperti gambar di bawah ini.

Trend trading binary options dengan EMA
Pada time frame 30 menit di atas, expiry time ditentukan pada penutupan pasar AS, yaitu pada pukul 20.30 waktu setempat. Sinyal entri muncul saat EMA 5 dan EMA 10 bergerak memotong EMA 20. Dalam grafik di atas, option "call" ditempatkan setelah garis EMA 5 (biru muda) dan EMA 10 (hijau) memotong EMA 20 (biru tua) dari bawah ke atas, yang menandakan terjadinya uptrend. Karena perpotongan EMA masih terjadi di awal pembukaan pasar, option dapat segera ditempatkan untuk mengantisipasi kenaikan harga pada penutupan pasar di penghujung hari.

Dalam penggunaannya, trader bisa menambahkan indikator pengukur kekuatan tren dan juga oscillator untuk memperkirakan expiry time yang akan ditentukan, serta mengkonfirmasi posisi option secara lebih tepat.

Memanfaatkan Tren Dengan Jenis Trading Binary Options

Salah satu fitur khusus yang membedakan binary options dari trading lainnya adalah keragaman jenis trading. Dengan binary options, Anda dapat memilih untuk memperkirakan arah pergerakan harga, level khusus yang akan tersentuh atau tidak tersentuh, ataupun range yang membatasi target harga Anda. Meski semua option dibatasi oleh expiry time, namun Anda masih bisa mendapatkan keuntungan yang diinginkan jika memiliki strategi dengan jenis trading yang terencana.

Keunikan jenis trading di binary options dapat menjadi salah satu bagian dari strategi trading Anda, terutama dalam pemanfaatannya untuk kondisi pasar tertentu. Dalam hal ini, jenis trading yang paling cocok untuk digunakan saat harga sedang trending adalah high/low dan touch/no touch (touch trading) options.

Dengan high/low options, Anda dapat dengan mudah menganalisa tren yang sedang berlangsung sebagai acuan dalam menentukan arah harga pada periode tertentu. Karena hanya dilakukan dengan memprediksikan naik atau turunnya harga dalam jangka waktu tertentu, Anda dapat langsung menerapkan analisa Anda pada tren yang akan terjadi dengan menempatkan option "call" atau "put".

Touch trading dapat membawa potensi profit yang lebih banyak jika Anda bisa memperkirakan arah tren dengan benar. Secara umum, broker binary options memiliki ketentuan untuk meningkatkan profit pada level harga yang ditentukan semakin jauh dari strike price. Maksudnya, semakin jauh Anda menetapkan level harga untuk bisa tersentuh atau tidak tersentuh sebelum expiry time habis, semakin besar pula return profit yang Anda dapatkan. Apabila Anda memanfaatkan ketentuan ini pada pasar yang sedang trending dengan kuat, peluang profit yang dapat Anda raih juga akan semakin besar. Meski demikian, Anda tetap dapat memperkirakan level harga yang dekat dengan strike price bila Anda merasa ragu dengan volatilitas pasar saat ini. Dalam hal ini, Anda perlu mempertimbangkan besarnya peluang profit dan kemungkinan loss yang dapat terjadi sebelum mengambil cara ini. Bagi Anda yang masih pemula, mencoba dengan kapital kecil dan resiko yang rendah akan menjadi pilihan yang tepat untuk mempertahankan akun trading Anda.

Kesimpulan dan Saran

Bertrading binary options pada pasar yang sedang tren dapat mendatangkan peluang profit yang menjanjikan jika dilakukan dengan benar. Anda dapat memanfaatkan analisa dengan indikator teknikal ataupun menggunakan jenis trading yang tepat agar dapat menempatkan option sesuai arah tren.

Selain menerapkan strategi trading dengan indikator teknikal dan jenis trading yang tepat, Anda juga diharuskan untuk dapat memilih expiry time yang dapat mendukung analisa trading Anda. Untuk itu, Anda juga bisa menggunakan strategi trading yang didasarkan pada expiry time, seperti strategi 60 detik, strategi 5 menit, ataupun strategi 15 menit binary options.

Disamping itu, Anda juga perlu memperhatikan peluang terjadinya pullback dalam tren yang Anda tradingkan. Jika Anda bisa menyesuaikan hasil analisa dengan pemilihan expiry time yang tepat, maka kondisi yang hanya berlangsung sementara ini tidak perlu Anda khawatirkan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan analisa pada time frame yang lebih tinggi agar dapat memperoleh gambaran tren jangka panjang yang sebenarnya.

Anda juga perlu mengamati rilis berita penting sebelum menempatkan option dengan lebih aman. Adanya perilisan berita yang memiliki pengaruh besar pada pergerakan harga dari instrumen yang Anda tradingkan bisa mengubah hasil akhir dari analisa teknikal Anda, khususnya jika hasil data yang dirilis tidak sesuai dengan ekspektasi. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari saat-saat menjelang atau pasca rilis berita tersebut supaya dapat melakukan analisa dengan lebih tenang dan terarah. Dalam hal ini, Anda dapat menunggu beberapa saat untuk melihat tren yang terbentuk setelah rilis data sebelum menempatkan option.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Inaya
Wah, thanks atas artikelnya,bermanfaat sekali, yang tadinya gak tau sinyal, sekarang sudah paham tentang sinyal-sinyal.