Advertisement

iklan

Studi Kritis Atas Sistem Trading

Mayoritas trader yang berakhir merugi dalam trading bukan dikarenakan oleh sistem yang buruk. Namun, diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mungkin ada yang beranggapan bahwa sistem trading yang menguntungkan dan konsisten sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading yang rumit, sebab mayoritas trader yang berakhir rugi dalam trading bukan dikarenakan sistem yang buruk, namun diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin terhadap peraturan yang sudah di tentukan. Dalam bisnis trading, jika emosi menjadi pengendali, Anda pasti akan gagal. Sehingga Anda juga memerlukan mindset sistem dengan trading plan yang juga kuat.

studi kritis atas sistem trading

Jika diringkas, di bawah ini adalah alasan utama yang menyebabkan kegagalan trading:

  • Salah menempatkan modal
  • Kurang disiplin dan tidak ada trading plan
  • Tidak mempelajari pasar
  • Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
  • Mengejar pasar (masuk posisi walupun kriterianya belum memenuhi)
  • Tidak mau menerima kerugian (posisi ditahan tanpa menggunakan stop loss)


Berpetualang mencari sistem trading
Mungkin ada diantara trader yang sampai saat ini masih mencari sistem trading agar bisa profit secara konsisten. Begitu bersemangatnya trader tersebut  belajar, sampai-sampai tidak terhitung lagi jumlah sistem trading yang sudah dicoba. Parahnya lagi, semua itu dilakukan langsung dengan uang real, tanpa mencoba terlebih dahulu di akun demo. Kalaupun ia belajar di akun demo, ia ingin segera melangkah ke akun real dengan alasan ingin cepat menikmati profit yang berlimpah.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Uang dan modal yang ia depositkan di broker amblas dalam sekejap. Digilas oleh jahatnya pasar. Namun ia tetap optimis. Ia kembali melakukan Deposit. Lagi-lagi amblas. Dimana setiap deposit baru ia menggunakan sistem trading yang baru pula.

Tapi sayangnya, sampai sekarang dia tidak menemukan sistem yang menurut dirinya profitable. padahal para guru atau rekan tempat dia belajar sistem trading itu justru hingga sekarang tetap profit menggunakan sistem yg ada. Ada apa dengan dia?

Mungkin dia lupa kalau tidak ada sistem trading yang sempurna. Tidak ada sistem yang akan selalu membuat profit trader yang menggunakannya, karena sifat pasar uang itu sendiri yang memang sangat dinamis, dan tentunya bergerak kemana saja dia suka.

Mungkin trader tersebut tidak sadar akan pentingnya berlatih dengan suatu sistem dengan uang demo terlebih dahulu, agar jika terbukti “tidak cocok” alias jadi loss (menurut uji coba yang dia lakukan), maka satu-satunya kerugian yang akan diderita hanyalah waktu. Kenyataannya, dengan berlatih di akun demo lebih banyak keuntungan daripada kekurangannnya. Setidaknya, trader tetap tetap memperoleh pengalaman yang tentunya jauh lebih bernilai daripada sistem itu sendiri.

Jika bisa membuat sistem trading yang profitable, mengapa harus jadi petualang sistem?
Sistem trading forex membantu untuk mewakili informasi dalam bentuk diagram dan grafik. Untuk orang awam, tidak cukup menghapal informasi tekstual. Para desainer sistem selalu menyarankan agar memahami kebutuhan dan mempekerjakan representasi bergambar dari setiap bagian data. Kemudian trader harus beradaptasi dengan sistem yang telah dibuatnya ini. Artinya, setiap trader bisa membuat sistem sederhana, yang dicobanya dalam bentuk gambar chart beserta indikator-indikatornya. Amati gambar beserta rule-rule di dalam sistem  itu, kemudian praktekkan menggunakan akun demo.

Analisis yang cermat dari pasangan mata uang, pasang surut pasar dan indikasi untuk timing order adalah semua fitur penting dan bukti-bukti dari efisiensi sistem yang akan dipakai. 

Mungkin sistem trading adalah salah satu ciri yang membedakan trader berpengalaman dengan para pemula. Trader berpengalaman memiliki suatu sistem trading yang benar-benar dikuasai dan dia melakukan trading sesuai dengan sistem tersebut. Sementara itu para pemula tidak memiliki sistem trading yang jelas dan melakukan transaksi hanya berdasarkan intuisi dan prinsip dasar: beli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi. Prinsip ini memang benar, tapi dalam forex sama sekali tidak mudah mengenali 'saat harga tinggi' atau 'saat harga rendah'. Justru disinilah muncul kebutuhan akan perlunya memiliki sistem trading yang baik dan diterapkan secara konsisten.

Di luar sana banyak buku dan seminar yang mengajarkan berbagai macam sistem trading dengan embel-embel mampu memberikan keuntungan. Memang sebagian besar sistem tersebut sudah cukup teruji  dan mampu mendatangkan keuntungan. Tapi masalah utamanya, tidak semua trader memiliki disiplin yang dibutuhkan untuk mengaplikasikan sisten tersebut dalam situasi trading sesungguhnya. Bisa jadi sistem tersebut terlalu rumit, atau tidak sesuai dengan karakter trader yang bersangkutan sehingga sebagus apapun hasil yang ditawarkan oleh sistem tersebut, tidak akan ada hasilnya.

Sebenarnya anda dapat membuat sendiri sistem trading yang bisa anda perbaiki dan anda sesuaikan tahap demi tahap sehingga sesuai dengan karakter anda dan mampu menghasilkan keuntungan yang baik. Hal ini tidak sulit kalau anda sudah memahami prinsip-prinsip dasar analisis teknikal dan fundamental. Bagian tersulit justru kedisiplinan kita dalam menerapkan sistem tersebut.


Dalam membangun sebuah sistem trading setidaknya dua hal ini harus menjadi tujuan:

  1. Sistem yang anda buat harus mampu mendeteksi trend seawal mungkin.
  2. Sistem itu juga harus bisa membedakan gerakan palsu sehingga anda bisa terhindar pengambilan posisi yang salah.

Untuk membangun sistem trading yang sesuai dengan kebutuhan anda, anda harus mengenali siapa diri anda sendiri. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sebuah sistem trading yang memaksimalkan kekuatan anda dan meminimalkan kekurangan anda.

Yang penting  dari semua sistem trading adalah anda harus KONSISTEN dengan sistem trading anda, termasuk dalam menggunakan periode chart anda. Jika Anda membuka posisi dengan periode H1, pastikan anda menutup posisi anda juga dengan periode yang sama, karena jika berbeda anda  bisa salah interpretasi. Buanglah kebiasaan melihat-lihat atau mengintip periode chart yang berbeda, sebab sedikit banyak konsistensi anda akan terpengaruh.

Setelah memiliki setting sistem yang sesuai dengan karakter dan sudah teruji, anda tidak sepantasnya merasa gelisah selama masih patuh terhadap aturan. Tidak bisa dipungkiri ada masa-masa paceklik profit dimana anda mungkin akan tertarik untuk melanggar aturan. Tapi, bagaimanapun pelanggaran terhadap aturan dalam trading forex akan membawa dampak yang sangat buruk.

Dalam situasi seperti ini, kembalilah untuk mengingatkan diri sendiri agar tetap menggunakan trading sistem yang telah susah payah dibangun. Jikalau di kemudian hari muncul keinginan untuk mencari sistem beru lagi, maka lakukan dengan proses yang sama seperti pencarian sistem trading sebelumnya. Tidak perlu dipaksakan, rileks saja, toh sudah ada sistem trading yang bisa diandalkan. Apabila sistem trading forex yang lebih baik belum juga ditemukan, tidaklah masalah. Karena sistem trading yang ada sekarang ini sebenarnya sudah cukup.


Kegiatan mencari sistem trading baru bisa menjadi sekedar acara untukmengisi luang waktu yang kosong, dengan tanpa ambisi, kotret sana kotret sini, sorot sana sorot sini, barangkali sistem yang lebih baik dan lebih yahud bisa ditemukan. Kalaulah diketemukan, akan lebih baik bagi Anda membuat akun forex terpisah untuk trading sistem yang baru tersebut.



Langkah untuk Mengatur Sistem Anda
Membuat sebuah sistem trading mungkin tidak terlalu sulit dan juga tidak lama. Yang lama adalah mengujinya dan melakukan perbaikan-perbaikan sehingga sistem trading tersebut cukup handal dan sesuai untuk anda.

Untuk membangun sebuah sistem trading yang baik memang butuh kesabaran, tidak cukup hanya sebulan atau dua bulan saja. Akan tetapi jika sistem tersebut sudah terbangun dan berjalan dengan baik, kesabaran dan ketekunan anda akan terbayar dengan manis.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang anda perlukan untuk membangun sebuah sistem trading:

Langkah 1: Kerangka Waktu
Langkah 2: Cari indikator untuk mengidentifikasi trend.
Langkah 3: Cari indikator yang dapat mengkonfirmasi trend.
Langkah 4: Tentukan resiko yang siap anda ambil.
Langkah 5: Tentukan kapan anda masuk dan keluar.
Langkah 6: Tuliskan sistem yang anda gunakan dan praktekkan.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

Ali Ks
Singkatnya: cari strategi yang sesuai dengan gaya trading dan terapkan secara konsisten!
Mecha Ulil
Jangan lupa Money Management dan Risk Reward Ratio diterapkan yang baik dan disiplin.
Nanang Triana
pa stiap sistem trdng hrs pake indikator bwt analisis tren? kn ada analisis dr segi fundamental jg, pa cara itu msh kurang mantap bwt dipake di sistem trading?
Ridwan Astra
Mustahil bisa trading sukses betul-betul cuma dengan satu model analisa aja. Nyatanya fundamental & teknikal saling membutuhkan. Meskipun lebih dominan menggunakan analisa teknikal, seorang trader pasti juga memperhatikan rilis berita penting yang muncul. Begitu juga untuk trader yang lebih dominan menggunakan analisa fundamental, setidaknya dia akan mennganalisa pergerakan harga dichart dengan metode teknikal untuk mencari peluang entry dan exit. Bayangkan seorang trader hanya menggunakan analisa fundamental saja. Mungkin ia tahu apa penggerak harga tapi mencari peluang yang tepat untuk entry tidak bisa dilakukan dengan hanya memahami fundamental, butuh analisa teknikal juga kenyataannya.
Nurismail
@nanang: sepengetahuan ane indikator itu masih perlu buat analisis pergerakan harga dari tren sebelumnya, meskipun ente lebih fundamentalis tapi analisis teknikal lebih baik juga dipertimbangin. kalo ane biasanya liat data fundamental yang high impact dulu, kalo lagi sepi berita biasanya ya analisis dari indikator kalo mau cari posisi entry yang pas.
Irfan.smoed
Nah cari indix tu yg agak susah. di platform uda bnyk bgt indi yg bisa dipake. jadi bingung maw netapin yg mana. apalagi kalo sinyal tradingx sama2 menguntungkan
Ridwan Astra
Sinyal trading yang menguntungkan yang bagaimana maksudnya? Profitabilitas sinyal sebenarnya tidak ada standard, bisa berbeda-beda untuk setiap trader. Dengan berpendapat seperti demikian, apa artinya anda sudah menguji berbagai sinyal dan semuanya anda rasa bisa menguntungkan? Ingat untuk selalu menguji sendiri sinyal yang akan dipakai, jika sudah cocok dan memang menguntungkan maka bisa dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam sistem. Supaya tidak bingung masukkan yang sesuai dengan kebutuhan dan saling melengkapi. Pahami fungsi indikator dan terapkan sesuai kebutuhan. Intinya kembali lagi ke mengenali diri sendiri sebagai trader.
Nurismail
@irfan: kalo mau cari indikator yang cocok, pertama cari yang dirasa bisa kasih sinyal trading paling bagus. kedua diliat dari segi kemudahan, kira2 mana yang paling gampang ditarik kesimpulannya, dan paling gampang diamatinya. trus bisa dipastiin juga dari segi obyektivitasnya, kalau poin2nya masih ditentuin sendiri, mending cari yang level2 indinya berasal dari sistem aja.

terakhir lihat dari peluang profitnya. ini ada contoh perhitungan menarik soal peluang profit macam2 indi.
Afrido Kks
pastikan anda menutup posisi anda juga dengan periode yang sama, karena jika berbeda anda  bisa salah interpretasi. Buanglah kebiasaan melihat-lihat atau mengintip periode chart yang berbeda...

Lah trus gimana klo sistem tradingny emang yg multiple screen ?? Kan mang perlu lihat2 di beberapa tf. Bedany liat2 tf pake sistem ini udh drencanain dn ada aturanny, jd g smua jenis sistem dilarang tengok2 ke tf lain. Kadang2 malah perlu utk konfirmasi tren, klo traderny emang pengikut multiple screen.
Rehan Sutama
tul sekali. mo bagaimanapun metode sebenerx bebas aja yg penting disiplin, ane juga suka pake beberapa timefrem jadi agak kurang setuju sama part yank itu. musti dibedakan nih loncat view timefrem yank tertata sama yank enggak. contohx tiap kali ane masuk pake timefrem 4h sbg timefrem utama, tapi buat lihat tren juga lihat dulu ke 1d. versus trader yank di trading ini pake timefrem h4 sama h1, tapi ditrading lain tiba2 pindah h4 sama d1. jelas bedakan itu penggunaanx.
Leni
itu langkah - langkah nya seperti utk pengikut trend sj . kurang umum sy kira . cz macem sistem n strategi kan sekarang dah sangat banyak . ada yg suka melawan trend , ada yg memang tdk trading dg trend . dn kenapa ndak ada fundamental nya sama sekali. apa udah termasuk ke bagian indikator pencari dn konfirmator trend ?