OctaFx

iklan

Sukses Bersama Exness: Dulu Supir Beras, Sekarang Full Time Trader

289700

Ini adalah kisah Pak Nugroho yang akrab dipanggil Pak Nunung, pria berusia 39 tahun yang menjadi seorang full time trader sekaligus IB dari Exness.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Siapa sangka, latar belakang pendidikan Pak Nugroho bukanlah dari dunia ekonomi, melainkan sarjana muda dari jurusan perhotelan. Sebelum menekuni dunia trading forex, banyak sekali kisah hidup yang sudah ia lalui, baik itu manis maupun pahit.

Pak Nunung, begitu ia sering dipanggil, pernah bekerja di perusahaan, mempunyai bisnis dengan jumlah karyawan yang sudah cukup banyak, lalu mengalami kegagalan bisnis alias kebangkrutan yang membuat ia kehilangan banyak hal. Pada satu momen, ia pernah juga merasakan menjadi supir beras. Selama menjadi supir, ia banyak belajar mengenai arti hidup dan "berjodoh" dengan trading forex.

artikel IB Exness

 

Berkenalan Dengan Dunia Forex Dari Internet

Saat diingat kembali momen apa yang menyebabkan ia terjun ke dunia trading forex, Pak Nunung bercerita bahwa awalnya ia mengenal forex melalui baca-baca di internet. Setelah itu, ia belajar lebih dalam mengenai indikator sederhana selama beberapa bulan. Menurutnya, belajar forex bisa memakan waktu lama jika kita tidak mempunyai mentor atau setidaknya orang yang mau mengajari. Meskipun begitu, Pak Nunung mengakui bahwa trading forex cukup menjanjikan dibandingkan dengan hal-hal konvensional lainnya.

Hal lain yang membuat Pak Nunung terjun ke dunia trading forex adalah ketika menjadi supir beras, ia melihat temannya kehilangan cukup banyak uang. Akhirnya, ia memutuskan untuk sama-sama membantu dan mencari solusi bagi temannya tersebut. Sebenarnya, Pak Nunung telah mengenal trading forex kurang lebih 10 tahun, tapi untuk menekuni hal ini bisa dibilang baru berjalan selama 2 tahun.

Saat ditanya hal apa yang membedakan 2 tahun yang lalu dengan sekarang, Pak Nunung menjelaskan bahwa ia semakin belajar mengenai bagaimana mengatur risiko dalam trading. Dulu, ia masih "serabutan" dan berantakan dalam hal penetapan margin level juga penggunaan leverage yang cukup besar. Kini, pak Nunung mengatakan ada formula tersendiri yang sudah diperhitungkan, dan memilih leverage yang lebih kecil dari sebelumnya. Sempat memakai leverage 1:1000 di masa-masa mulai trading, sekarang ia memilih menggunakan leverage setidaknya 1:200 saja.

artikel ib exness

 

Sedih Ketika Partner Trading Menyuruh Berhenti

Berkaitan dengan manis pahitnya trading forex, ia mengatakan setiap trader pasti pernah mengalami MC dan itu memang harus dihadapi. Namun, hal paling pahit menurutnya adalah saat seorang teman atau partner trading menyuruh untuk berhenti, karena banyak hal yang sudah mereka lakukan tapi hasilnya selalu MC; jauh dari ekspektasi dan hampir putus asa. Sedangkan untuk hal manisnya yaitu ketika menjadi seorang partner atau IB. Ia pernah merasakan 1 hari mendapatkan keuntungan tidak besar tapi cukup menarik dan diluar dugaan.

Ketika MC menghampiri, Pak Nunung memutuskan untuk tidak trading selama kurang lebih 2 minggu. Di periode tersebut, dirinya melakukan analisa hal-hal apa saja yang menyebabkan MC. Adanya catatan atau jurnal sangat membantu Pak Nunung dalam menentukan keputusan buka tutup order setelah ini agar hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir atau tidak terulang lagi.

Yang terpenting baginya adalah saat MC, jangan berpikir untuk menyerah, karena kalau sampai kita sekali menyerah berarti itu gagal. Selain itu, menurutnya trading forex lebih erat kaitannya ke faktor-faktor psikologis. Indikator bisa dibilang hampir serupa satu sama lainnya, tapi yang membedakannya adalah kemampuan kita dalam mengontrol emosi.

 

Menjadi IB Semakin Menambah Pendapatan Sekaligus Relasi

Sejauh ini, sudah banyak hal ia dapatkan setelah jadi full time trader. Salah satu hal yang paling berharga adalah kini ia bisa mengatur keuangan atau pendapatannya. Sebelumnya, ia merasa keuangannya selalu "bocor", hilang tidak menentu atau selalu gali lubang tutup lubang.

Trading forex kini bisa dibilang sebagai mata pencaharian utama, sehingga ia bisa memenuhi keinginan hobi atau minatnya seperti memelihara hewan, tanaman, serta membeli aset-aset lainnya. Tidak hanya itu, Pak Nunung juga mendapatkan banyak teman dan mendapatkan berbagai kesempatan pergi ke luar negeri sejak menekuni bidang ini.

Sebagai tambahan, selain menjadi full time trader dan partner, Pak Nunung kini juga bisa dibilang menjalani profesi sebagai konsultan finansial, juga di mana ia membantu berbagai klien untuk trading di forex.

Bagaimana caranya supaya orang bisa percaya dengan Pak Nunung?

Awalnya ini hanya melalui mulut ke mulut, tanpa ada aktivitas iklan atau pemasaran yang besar. Dengan fokus pada proses, hasil, dan serta memberikan informasi yang cukup jelas di awal kepada calon klien mengenai risiko trading forex, banyak orang yang tertarik dan percaya kepada Pak Nunung. Efeknya, mereka mempromosikan Pak Nunung ke teman-teman lainnya.

Lalu apa yang membedakan dirinya dengan trader-trader lainnya?

Menurut Pak Nunung, ada 7 poin yang mungkin membedakannya dengan yang lain, yaitu:

  1. Leverage. Di mana ia menggunakan leverage yang tidak terlalu besar. 
  2. Hanya fokus di mata uang EUR/USD.
  3. Kontrol nafsu atau emosi.
  4. Tidak melihat besarnya uang, melainkan fokus pada margin. Jika hal tidak diinginkan terjadi, ia punya back up plan untuk menanggulangi hal tersebut; semuanya harus ada persiapan dan analisa mendalam.
  5. Saat ada news, ia memilih untuk tidak trading dan tidak mau mengambil risiko.
  6. Agar tetap aman, ia menggunakan persentase 0.01 % dari saldo ketika membuka posisi. 
  7. Untuk manajemen risiko, Pak Nunung jarang bermain di lot yang besar.

 

Hal Hal Yang Disukai Dari Exness

Perihal hubungannya dengan Exness, Pak Nunung sebenarnya sudah mengenal Exness lebih dari 10 tahun yang lalu ketika ia dikenalkan oleh seseorang. Namun, ia baru serius memulai trading sekitar 2 tahun lalu. Lucunya, yang mengenalkan dulu kepadanya sekarang malah minta diajari perihal trading dengan Pak Nunung.

"Mungkin memang sudah jalannya ke sini (Exness)", ucap Pak Nunung sambil tertawa.

Berikut adalah hal-hal yang disukai Pak Nunung selama menjadi mitra dan trader Exness:

  1. Kondisi transparan.
  2. Sejauh ini belum mengalami masalah ketika trading dengan Exness.
  3. Kemudahan deposit dan withdrawal (Sabtu Minggu bisa dilakukan dan prosesnya cukup cepat berdasarkan pengalamannya).
  4. Sudah enjoy bersama Exness karena sudah kenal dan merasa seperti teman saat bersama para staff Exness.
  5. Komisi yang ia dapat sebagai partner di sini berdasarkan volume.
  6. Exness menawarkan berbagai peluang, bahkan bisa membuatnya pergi ke Macau dan Kuala Lumpur.

 

Akhir kata, saran dari Pak Nunung untuk siapapun yang tertarik memulai terjun di dunia trading forex adalah:

  1. Cari mentor, gabung grup atau forum, perluas jaringan untuk mempermudah dan mempercepat proses belajar mengenai hal ini.
  2. Mulai dari akun demo, pastikan sudah bisa, mengerti dan konsisten baru selanjutnya bisa ke tahap akun real.
  3. Kontrol emosi, bijak dalam menggunakan leverage dll.
  4. Gunakan uang yang sewajarnya agar tidak mempengaruhi keuangan secara signifikan.

 


Website exness.asia dioperasikan oleh Exness Limited, sebuah perusahaan bisnis Internasional di Saint Vincent & the Grenadines (Nomor registrasi 21927 (IBC 2014)) dan Nymstar Limited, sebuah dealer sekuritas yang terdaftar di Seyschelles (nomor registrasi 8423606-1), dan disahkan oleh Financial Services Authority (FSA) dengan nomor lisensi SD025.

Catur berfokus menulis mengenai review broker dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya. Menurut Catur, broker forex yang baik harus responsif menanggapi keluhan dan memudahkan withdrawal dana trader.


Ronsqi
Dari info yg ditulis serta lot yg diambil, penghasilan utama pasti bukan trading.

Perlu modal bermilyar2 jika hanya open dibawah 1% dari modal.  Full time sejati tidak terekspose dan bukan partner broker, tp freeman.