Tahapan Menjadi Seorang Trader (3) Memilih Broker

99431

Setelah mencoba bertrading dengan akun demo, tahap berikutnya adalah mulai menggunakan akun real. Oleh karena itulah sangat penting untuk memilih broker.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Setelah kita mengenal medan pasar dengan menggunakan account demo. Saatnya kita menggunakan account real. Dalam catatan kali ini kita bahas bagaimana memilih perusahaan pialang atau broker.

Banyaknya broker atau perusahaan pialang merupakan sebuah pilihan. Memilih broker adalah hak pedagang. Hal yang utama dalam memilih broker  adalah sesuaikanlah dengan kondisi keuangan yang dimiliki. Adanya broker yang membatasi sistem trading, batasan minimal deposit, cara deposit dan penarikan dana, serta  kecepatan dan lamanya melakukan deposit dan  penarikan dana, kecil atau besarnya spread harga yang ditawarkan, regulated atau unregulated, sering terjadi requote saat runing bergerak cepat, pilihan swap atau free swap,  membuktikan bahwa tiap broker mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

memilih broker

Pilihlah broker yang mendekati dengan apa yang anda harapkan, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan anda. Misalnya, pilihlah broker yang menawarkan free swap jika anda seorang muslim.

Nama Badan  Regulasi Broker


  1. NFA/CFTC di kategori Futures Commission Merchant atau FCM (USA)
  2. Financial Conduct Authority – FCA UK (Inggris) di kategori Non EEA
  3. FSA (Uni Eropa) di kategori Non EEA
  4. ARIF/Polyreg, dan harus berbentuk Bank (Swis)
  5. Bappebti/Bapepam (Indonesia)
  6. IDA/BCAC/OSC/CSA/MFDA/Investment Industry Regulatory Organization of Canada – IIROC (Kanada)
  7. SC (Malaysia)
  8. ASIC (Australia)
  9. Financial Services Agency/Japan Securities Dealers Assiciation/SESC (Jepang)
  10. Monetary Authority of Singapore – MAS (Singapura)
  11. DGCX/DMCC/DFSA (UAE/Dubai)
  12. Securities and Futures Commission – SFC (Hongkong)
  13. CSRC (Cina)
  14. SEBI (India)
  15. FSC (Mauritius)
  16. SIBA (Seychelles)
  17. CySEC ( Siprus )
  18. FSPR NZ ( New Zealand )


Apakah broker beregulasi benar benar aman ?
Belum tentu. Karena bisa jadi sekarang aman tapi belum tentu di masa yang akan datang. Kecurangan bisa saja terjadi dibroker regulasi sekalipun seperti halnya permasalah yang menimpa pada FXCM dan FXDD. Atau bahkan broker yang beregulasipun bisa kolaps dan bangkrut. Kasus contoh ini pernah terjadi pada broker MF GLOBAL dan Lehman brothers.

Intinya tak ada jaminan bahwa broker yang beregulasipun benar-benar aman. Karena sekalipun beregulasi dana kita belum aman dari kejaran LOSS dan Margin Call. Broker yang aman adalah broker yang ketika kita SELL harga turun. Dan ketika kita BUY harga naik. he he he ....

Peringatan bagi pemula
Bagi pemula khususnya berhati-hati menempatkan dana dalam jumlah besar. Sebaiknya anda tempatkan dana dalam jumlah kecil saja dulu. Jangan berambisi meraih ratusan dollar sedang pengalaman dan jam terbang masih minim. Jangan terpengaruh dengan provokasi, dan iklan iklan yang menyesatkan. Penulis pernah mendapati seorang pemula yang karena gengsi. Dia menepatkan dana di broker yang katanya bagus karena dapat info dari yang mengaku sebagai konsultan broker.

Tapi nyata beberapa hari kemudian ia mengatakan loss. Tadi malam pun penulis mendapatkan YM dari seorang trader. Ia menempatkan dana sebesar 50 juta, dan kini sisanya tinggal 6 juta. Demikian pun dengan laporan yang lainnya yang pernah penulis terima

Jika memang kita masih pemula, akuilah bahwa kita ini memang pemula. Pilihlah broker sesuai keuangan yang kita miliki. Usahakan jangan mengunakan uang pinjaman untuk modal trading. Anda bisa menggunakan modal gratisan yang ditawarkan oleh broker forex atau modal posting dari forum-forum yang ada.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Oki Adrian
broker teregulasi emang belum tentu aman dari segi kondisi tradingnya. tapi jelas lebih aman dalam hal kelansgsungan, tanggung jawab, transparansi, dan penyimpanan dana kliennya. karena broker teregulasi akan menjamin pengembalian dana klien jika sewaktu-waktu terjadi kebangkrutan pada perusahaan yang menaunginya.

selain itu kritik klien yang disampaikan bisa diproses secara hukum dan klien juga bisa menuntut pertanggungjawaban dari brokernya jika ia terbukti dirugikan. ini tentu berbeda dengan broker yang teregulasi secara tidak benar atau bahkan tidak teregulasi sama sekali.

jangankan bersedia bertanggung jawab terhadap kerugian klien, soal kemanan penyimpanan dana di situ pun tidak jelas statusnya. jika suatu saat broker tersebut bangkrut dan membawa lari uang kliennya, maka tidak ada badan hukum yang melindungi hak klien untuk mengklaim kembali dananya yang telah hilang.
Yudi Suganda
Bener gan, tadiny ane juga mikir broker2 yg regulasiny udah pada top itu udah bebas masalah. Tapi trnyata y masih sama aja masalahny kdng juga hmpir sama. Setelah baca & tanya sana-sini br paham kalo keuntungan regulasi itu lbh ke perlindungan dana klienny. Emg mrasa lebih terjamin sih kalo sdh ada jaminan seperti itu.

Kl udah terlanjur cocok sm aturan2 dibroker yg regulasinya g seberapa sip, mndng pilih yg keliatannya populer dn reviewnya bgs, sekiranya yg chance kolapsnya tu kecil. Atau jgn banyak2 naruh modal disitu. Kalo profit udh ngumpul bs segera diwithdraw biar aman.

Yg namany kelangsungan broker kita jg g bisa nebak. Jd buat jaga2 mending pilih yg regulasinya aman, kalo g gitu yg udh bnyak dipercaya, dn jngn kebanyakan naruh modal dibroker.
Eci Dolphin
wah trnyata banyak kali yaaa badan regulasi broker ituuu... yg dilist itu apa dah sesuai sama mutu kualitasny? agak kawatir krn cysec ada dibawah. padahal kebanyakan broker yg perna ane tau itu diregulasi cysec. apa itu artinya bnyk broker sekarang ini yg regulasinya ga terlalu bagus?
Oki Adrian
sepertinya tidak juga. berdasarkan kualitasnya yang sudah terbukti badan regulasi yang bagus adalah cftc dan nfa dari amerika serikat, fca (bukan fsa) dari inggris, fsa jepang dan negara-negara eropa, finma swiss, dan asic australia. mungkin ini juga ada kaitannya dengan kualitas dari broker-broker yang berhasil teregulasi oleh badan-badan tersebut.

namun demikian sekarang ini memang banyak pula broker yang teregulasi oleh badan lain seperti cysec yang memiliki penawaran fasilitas trading yang baik.

dalam menentukan broker sebenarnya tidak hanya memperhitungkan persoalan regulasi. meskipun masih jadi yang peling penting, regulasi bisa dikesampingkan jika kondisi tradingnya tidak sesuai dengan keadaan tradernya. mengutip saran dari trader master, masih aman jika mulai trading dengan dana kecil di broker yang regulasinya kurang bisa diandalkan.

namun demikian jika sudah berhasil mengembangkan akun dan bisa menyesuaikan dengan kondisi trading broker yang teregulasi dengan baik, trader tersebut lebih baik mengembangkan tradingnya di broker yang lebih terpercaya saja.
Eci Dolphin
wah makasi bnyak atas sarany sngat membantu, trnyata klo msih pemula bole jga ya ga terlalu prhatikan regulatorny. hmm ini mang bantu bgt, habisny kebanyakan broker yg dah lama dan punya regulasi bgus deposit minimal sm lot sizeny terlalu gede dan leverageny kekecilan. terlalu g cocok sm trader pemula yg pngen coba2 trdng kecil2an dulu