Take Profit Terlalu Sedikit Dan Floating Terlalu Lama

98038

Seorang trader berkata : "Kebanyakan saya menutup transaksi ketika sudah mendapatkan keuntungan sedikit supaya profit tersebut tidak berubah menjadi loss atau floating. Namun ketika floating, saya mencoba untuk menahan open posisi dengan harapan akan profit kembali. Namun apa yang saya tunggu kadang tidak kembali yang membuat saya langsung menutup. Dan yang paling frustasi ketika setelah saya menutup transaksi, harga bergerak menunju saat open. Apa yang harus saya lakukan?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seorang trader berkata: "Kebanyakan saya menutup transaksi walaupun keuntungan yang saya dapatkan masih sedikit daripada loss atau floating. Tapi ketika floating, saya mencoba untuk menahan open posisi dengan harapan akan profit kembali. Namun apa yang saya tunggu kadang tidak kunjung datang hingga akhirnya saya memutuskan untuk menutup posisi. Dan yang paling membuat frustasi adalah ketika saya telah menutup transaksi, harga malah bergerak open. Apa yang harus saya lakukan?"

Ini adalah pertanyaan besar. Dan sepertinya, hampir semua trader mengalaminya. Salah satu kunci yang harus dilakukan adalah mengakui bahwa Anda akan mengalami kerugian. Jika trading bergerak melawan transaksi Anda, sebagai trader Anda harus bersedia menerimanya. Sama seperti saat take profit, Anda akan bersedia menerima transaksi yang profit. Relakanlah modal yang hilang sehingga tidak mengganggu trading Anda selanjutnya. Jika terjadi loss pada balance, maka hal itu seharusnya tak akan mempengaruhi transaksi selanjutnya. Kerugian hanyalah bagian dari perdagangan.

Sekali Anda memahami konsep di atas, maka Anda akan membiarkan transaksi memainkan perannya dengan tidak menutup transaksi lebih cepat sehingga keuntungan yang didapatkan semakin besar. Selanjutnya, memastikan bahwa Anda hanya akan trading dengan menggunakan peluang saja, dimana entri yang Anda lakukan didasarkan pada titik Support dan Resistence.



Jika Anda sudah mengetahui sebuah trend yang kuat, maka Anda akan memiliki keyakinan untuk membiarkan transaksi Anda lebih lama dalam perdagangan. Hal ini mengindikasikan bahwa menguasai sebuah trend dapat menentukan apakah transaksi yang Anda lakukan akan segera dieksekusi atau dibiarkan berjalan mengikuti market.

Terakhir, pastikan bahwa Anda mengikuti prinsip-prinsip Money Management. Jadi ketika mengalami kerugian dalam trading, kerugian Anda hanya kecil saja sehingga mudah dikelola. Lakukan praktik disiplin ini berkali-kali pada rekening Demo sampai Anda benar-benar menjadi nyaman.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Pandu
ketika nutup transaksi harga malah bergerak open? apa maksudnya itu? ini maksudnya bukan ketika nutup transaksi harga malah bergerak diposisi yg sesuai sama posisi open? jadi pas open buy harga ternyata malah turun, terus setelah sekian lama akhirnya ditutup. tapi setelah ditutup harga malah naik. kalau bukan begini, apa ada arti dari harga bergerak open? kalau ada, yang bagaimana pergerakan open itu? ini maksudnya bukan posisi yg nggak bisa ditutupkan? lihat kalimat itu, kesannya kok kaya pas diclose gabisa, posisinya malah tetap open..
Nur Kholis
Mantaps. Gabungan entry sesuai signal & money management emg ampuh buat mendapat indikasi open & close dimomen yang pas. Apalagi klo udah terbiasa disiplin pake sistem yang dah teruji, bisa santai sebagai trader ga perlu pusing & bingung ngurusi mau open dimana & close kapan. Prinsipnya sih emg simpel aja tinggal entry sesuai signal & money management, tapi sebenernya bukan barang mudah juga nyari sistem yang bisa kasih signal bagus, & model money management yang cocok buat kita pake. Sudah ketemu pun masih ada kesempatan loss.
Dion Radita
tu mah bg dr perjuangan bro. kesuksesan kn dmn2 bth usaha n krj krs. kl mw bnr2 brhsl y ikutin ja prosesx. kl bs sbr n disiplin kn ntar jg bkl dpt hslx. terutama jd trdr, yg msh br n blm bnr2 jd pro bnyk, tp yg udh bs konsisten profit cmn dikit ja, rata2 udh ada pnglmn slm brthn2. jd bkn cm teknik yg bnr aja. bth bnyk lat br bs jd seorang trdr yg pro. slm jlnx yg ditempuh udh bnr sih, kt bs anggap loss sbg pngorbanan bwt sukses yg lbh baik. hehehe
Irvana Ray
Ane lebih asikan pakai overbought - oversold sekalian. Klo support - resistance biasa masih bisa ketembus. Beda sama titik2 jenuh itu yang udah gambarkan kondisi harga jenuh jual apa jenuh beli. Otomatis klo udah sampe di salah satunya harga pasti berbalik. Lagian pasang sendiri support - resistance langsung dichart juga masih terlalu banyak kemungkinannya mau didasarkan sama apa. Klo dikira2 sendiripun malah ntar makin meragukan itu posisinya udah bener apa ndak.
Hari Santoso
Sebetulnya dalam menentukan entry juga tidak harus berpatokan pada sr saja. Garis-garis itu memang banyak membantu dan diandalkan, tapi ada juga yang lebih suka menggabungkannya dengan indikator lain, menjadikan sinyalnya sebagai pendukung saja, atau tidak menggunakannya sama sekali.

Dengan sr yang ada dichart pun sebenarnya trader bisa mencari level overbought dan oversold juga, namun dengan memanfaatkan indikasi dari oscillator pun juga bisa.

Yang perlu diketahui juga di sini adalah bahwa harga memang kemungkinan besar akan berbalik saat mencapai level jenuh, namun ini saja belum cukup kuat untuk dijadikan sebagai sinyal reversal harga yang secara signifikan akan membentuk tren baru. Akan lebih baik jika menggunakan konfirmasi dari indikator atau metode trading lain agar lebih meyakinkan.