OctaFx

iklan

Teknik Scalping 15 Menit Dengan Indikator Stochastic

Strategi scalping adalah cara mendapatkan profit trading secara singkat. Bagaimana caranya? Simak teknik scalping 15 menit dengan indikator stochastic berikut ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu strategi trading yang marak digunakan trader Indonesia adalah scalping. Secara umum, teknik scalping akan mentargetkan profit kecil antara 5 hingga 10 pips saja, dan menggunakan time frame singkat antara 1-30 menit. Silahkan baca ulasan strategi scalping ini terlebih dahulu, bila Anda belum pernah mendengar sistem trading ini.

Agar mendapat profit lebih banyak, scalper biasanya akan membuka banyak posisi. Sehingga, jangan heran jika para scalper membuka posisi hingga puluhan bahkan ratusan dalam sekali trading. Trader scalper biasanya akan memilh pair mata uang yang memiliki likuiditas tinggi, karena hal tersebut akan mempermudah eksekusi order.

Jika Anda tertarik menggunakan teknik scalping, Ada banyak pilihan strategi yang bisa Anda gunakan, salah satunya teknik scalping 15 menit dengan indikator stochastic. Bagaimana caranya?

Teknik Scalping 15 Menit

 

Pengaturan Chart Dan Indikator

Langkah awal paling krusial jika Anda ingin mengikuti teknik scalping ini adalah pengaturan indikator dan cara ekseskusi sinyal trading yang terbentuk. Dilansir dari Fxtradingrevolution[dot]com, strategi trading scalping ini menggunakan indikator stochastic sebagai landasan pembukaan posisi, serta indikator Moving Average sebagai trend filter.

Time frame yang direkomendasikan adalah antara 1 menit, 5 menit dan 15 menit di MetaTrader 4. Selain itu, ada setting indikator yang wajib Anda terapkan bila mencoba menggunakan strategi trading ini:

  • Pasang indikator stochastic dengan setting %K periode 26.0, %D periode 18.0, Slowing 16.0.
  • Pasang dua indikator Moving Average yaitu: Simple Moving Average (SMA) dengan periode 120 dan Exponential Moving Average (EMA) dengan periode 50. Agar mudah dipahami, beri warna yang berbeda antara keduanya.

 

Skenario Trading Dengan Teknik Scalping 15 Menit

Bagaimana skenario tradingnya? Setelah semua indikator sudah dipersiapkan sesuai arahan di atas, setidaknya ada dua skenario trading yang bisa Anda lakukan. Namun, perlu diingat sekali lagi bahwa metode yang digunakan kali ini adalah teknik scalping, sehingga kejelian dalam melihat chart dan entry posisi sangat diperlukan di sini. Berikut adalah skenario tradingnya:

 

1. Skenario Open Posisi BUY

Skenario trading pertama adalah dengan membuka posisi Buy. Bagaimana caranya? Selengkapnya lihat contoh entry posisi Buy pada chart USD/JPY di bawah ini:

skenario open posisi buy

Penjelasan:

  • Nah, bisa di lihat bahwa garis stochastic berwarna biru memiliki pergerakan lebih cepat, merah lebih lambat. Sinyal entry posisi buy dapat ditandai pada garis stochastic biru melintasi stochastic merah dari zona oversold (di bawah level 20).
  • Selain itu, terjadi perpotongan antara garis SMA-50 (kuning) dan EMA-120 (ungu) dari arah bawah ke atas.
  • Jika Anda menemukan kondisi tersebut, Anda bisa melakukan open posisi Buy sesegera mungkin.
  • Exit trade ketika garis stochastic biru melintas garis stochastic merah dari zona overbought.

 

2. Skenario Open Posisi SELL

Skenario open posisi Sell bisa dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:

skenario open posisi sell

Penjelasan:

  • Garis stochastic biru berhasil melintasi garis stochastic merah dari atas ke bawah, sekaligus turun dari area overbought (level 80).
  • Sinyal Sell lain yang bisa ditangkap dari teknik scalping 15 menit ini adalah ketika garis SMA-50 berhasil bergerak melintasi garis EMA-120 dari atas ke bawah. Hal ini menunjukkan saat ini pasar sedang mengalami tren jual atau downtrend.
  • Bisa di lihat pada lingkaran 1 dan 3 adalah titik entry posisi Sell, sementara 2 dan 4 adalah titik exit posisi.
  • Exit trade ketika garis stochastic biru melintas garis stochastic merah dari bawah ke atas, sekaligus naik dari zona oversold di level 20.

Demi keamanan trading, silahkan pasang Stop Loss 2 pips di atas titik entry posisi. Trading forex dengan cara scalping memiliki risiko tinggi, jika kurang teliti maka trader akan mudah terjebak pada noise harga atau sinyal palsu. Sehingga, sangat disarankan bagi pemula yang ingin mencoba teknik scalping ini untuk memiliki manajemen risiko yang baik . Bagaimanapun juga, jika Anda ingin memakai sistem trading baru, pastikan Anda sudah mencobanya terlebih dahulu di akun demo sebelum mencoba di akun riil.

 

Kesuksesan seorang scalper tentu saja tidak ditentukan oleh sistem trading saja. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah pemilihan pair mata uang yang cocok. Simak penjelasannya di Pair Mata Uang Terbaik Untuk Scalping

Alumni Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan telah aktif menjadi content writer lebih dari 6 tahun di berbagai macam platform. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.