Advertisement

iklan

Teknik Swing Trading Dengan Jebakan Outside Bar

Penulis

+ -

Sebagai trader, Anda tentu sudah sering mendengar tentang pola outside bar. Tapi tahukah bahwa pola outside bar ini ternyata banyak menjebak para trader dan membuat mereka rugi? Simak penjelasannya di bawah ini.

iklan

iklan

Jika Anda pernah mempelajari price action, tentu Anda mengenal pola outside bar. Walaupun tidak sepopuler pola engulfing dan hammer/shooting star, namun pola ini menawarkan potensi keuntungan yang besar.

Pola outside bar ini banyak menjebak para trader dan membuat banyak trader merugi di market. Pola outside bar yang terbentuk di market akan mengundang seller dan buyer untuk masuk dan memanfaatkan penguatan/pelemahan harga. Alhasil, bukannya untung malah buntung. Para trader yang sudah masuk market malah terjebak karena harga ternyata balik arah.

Namun, Anda mungkin kurang paham bagaimana cara memanfaatkan pola candlestick yang unik ini. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana cara menggunakan pola outside bar untuk memanfaatkan para trader yang terjebak di market.

jebakan outside bar

Sebelum masuk ke setupnya, yuk, bahas lebih detail terlebih dahulu tentang pola candlestick ini.

 

Apa Itu Pola Outside Bar?

Pola outside bar adalah pola candlestick yang membuat harga tertinggi dan harga terendah baru (higher high dan lower low). Pola ini termasuk dalam jenis reversal atau pembalikan. Bayangkan skenario berikut ini:

  1. Market terus turun dan diperdagangkan di bawah sesi sebelumnya.
  2. Seller dominan, sedangkan buyer tertekan.
  3. Namun, buyer memegang kendali dan harga naik lebih tinggi daripada sesi sebelumnya.
  4. Seller terjebak dan kebingungan, buyer mulai banyak masuk ke market.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

Pada candlestick di time frame Daily, pergerakan harga di atas akan terbentuk seperti pola outside bar (atau outside day). Dengan melihat pergerakan harga tersebut, kita dapat mengantisipasi reaksi market yang muncul.

 

Pola Outside Bar Bullish

Gambar di bawah ini menunjukkan pola outside bar. Candlestick kedua harus menutupi seluruh range harga dari candle sebelumnya. Skemanya:

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

Pola outside bar menunjukkan market yang emosional dan tidak menentu. Pola ini menguji harga ekstrim, membuat trader jangka pendek di market menjadi emosional. Pola outside bar bullish membuat seller kecewa dan shock karena harga tiba-tiba berbalik secara cepat dan mengejutkan.

Namun, jika Anda tetap tenang sebelum harga bergerak, Anda dapat memanfaatkan pola ini untuk mendapatkan profit:

  • Trader yang melihat harga menembus harga tertinggi sebelumnya akan masuk buy secara langsung untuk memanfaatkan penguatan.
  • Trader yang melihat harga menembus harga terendah sebelumnya akan masuk sell karena melihat market akan melemah lebih lanjut.

Kedua trader berjenis breakout inilah yang akan Anda manfaatkan menggunakan setup ini.

 

Aturan Trading

Pendekatan yang kita gunakan adalah mengikuti trend dan menunggu pullback. Saat pullback inilah trader jangka pendek terperangkap mulai masuk melawan arah tren (counter tren). Kita membutuhkan metode atau cara untuk menentukan arah atau tren yang sedang terjadi di market.

Untuk kemudahan, kita akan menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 20 dalam menetapkan arah harga atau tren filter. Anda dapat dengan mudah menetapkan tren atau arah dari suatu harga di periode tertentu.

Caranya mudah, Anda tinggal memperhatikan posisi antara harga dan garis SMA. Jika harga berada di atas garis SMA, itu artinya tren harga sedang naik sedangkan apabila harga berada di bawah garis SMA artinya harga sedang mengalami tren turun.

Banyak cara yang bisa Anda gunakan dalam menentukan arah atau tren harga. Dari segi price action, Anda bisa menggunakan harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) yang terakhir atau bisa juga menggunakan indikator berjenis tren seperti MACD. Tidak ada pilihan salah atau benar. Pilihlah yang mudah Anda pahami dan bisa kuasai.

 

Setup Buy

Berikut ini grafik yang menunjukkan skema untuk setup buy.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

  1. Indikator SMA periode 20 berada di bawah harga. Ini artinya harga sedang dalam keadaan tren naik.
  2. Tunggu pullback dari pola outside bar.
  3. Harga turun lebih rendah daripada harga terendah (low) candle outside bar. Pada saat break, seller masuk dan akhirnya terperangkap.
  4. Letakkan order buy stop diatas candle bullish berikutnya.

Jika ada candlestick yang memiliki harga tertinggi yang lebih rendah daripada harga terendah bearish outside bar maka setup ini menjadi tidak valid.

 

Setup Sell

Kebalikan dari setup buy, setup sell dapat Anda lihat dengan langkah berikut ini.

  1. Kondisi harga sedang tren turun, terlihat dari harga yang berada di bawah garis SMA periode 20.
  2. Tunggu pullback berupa pola outside bar.
  3. Harga naik lebih tinggi daripada harga tertinggi candle outside bar. Saat inilah buyer masuk market dan akhirnya terperangkap.
  4. Letakkan order sell stop dibawah candlestick bearish berikutnya.

Tidak boleh ada candlestick yang memiliki harga terendah yang lebih tinggi daripada harga terendah bearish outside bar. Jika hal ini terjadi, maka setup menjadi tidak valid.

 

Setup Tidak Valid

Sangat penting untuk mengetahui pada saat apa setup menjadi tidak valid. Pada dasarnya, setup yang kita gunakan adalah memanfaatkan pola outside bar yang gagal. Jadi, cara termudah untuk melihat setup tidak valid adalah dengan melihat apakah pola outside bar gagal atau tidak. Jika pola outside bar tersebut berhasil, maka itu artinya setup menjadi tidak valid.

Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana setup buy menjadi tidak valid saat pola outside bar ternyata berhasil lanjut.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

  1. Tren sedang naik dan terbentuk pola outside bar.
  2. Kemudian perhatikan harga terendah dari outside bar. Jika ada candlestick yang terbentuk di bawah harga tersebut, setup buy menjadi tidak valid.
  3. Terbentuk candlestick dengan harga tertinggi berada di bawah harga terendah candle outside bar. Setup menjadi tidak valid.
  4. Saat setup menjadi tidak valid, jangan masuk posisi buy stop di atas candle bullish.

 

Contoh Jebakan Outside Bar Di Market

Ada 4 contoh setup yang akan kami tampilkan, termasuk satu setup yang loss sebagai bahan review.

 

Contoh Pertama

Grafik di bawah ini menunjukkan candlestick di time frame Daily pada saham Sealed Air Corp (lihat di NYSE).

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

  1. Market terlihat jelas dalam keadaan bullish atau tren naik selama lebih dari seminggu. Hal ini ditunjukkan oleh harga yang berada di atas garis SMA.
  2. Terbentuk pola outside bar. Pola ini menarik para seller untuk masuk market.
  3. Seller masuk market lalu terbentuk pola bullish pin bar. Posisi buy stop masuk di atas harga tertinggi bullish pin bar. Ternyata harga terus naik dan seller terperangkap.

Garis biru menunjukkan target harga yang bisa Anda dapatkan. Namun, ada hal yang penting untuk diperhatikan. Candlestick yang terbentuk sebelum pola outside bar dapat bertindak sebagai resisten dan trader biasanya menjadikan resisten ini sebagai target profit. Tindakan ini kurang bijak karena rasio risk/reward menjadi tidak ideal.

Hal ini jugalah yang menjadi poin penting dalam trading. Meskipun penentuan pola candlestick dapat dilakukan secara obyektif namun konteks harganya akan membuat para trader dapat berbeda dalam melihat setiap setup yang muncul di market.

 

Contoh Kedua

Grafik di bawah ini adalah grafik Entergy Corporation (lihat di NYSE) pada time frame Daily.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

  1. Kondisi market dalam keadaan tren turun, terlihat dari harga yang berada di bawah garis SMA.
  2. Terbentuk pola bullish outside bar yang dapat menjadi jebakan buyer. Namun, range bullish outside bar cukup besar.
  3. Posisi sell masuk setelah harga berhasil turun di bawah harga tertinggi candle bullish outside bar. Sayangnya, trade ini berakhir loss karena market malah terus naik dan tidak melanjutkan tren turun.

Hasil loss memang tidak diharapkan, namun bukan berarti setup ini tidak bagus. Setup ini bagus karena pola outside bar terbentuk di sekitar resisten SMA dan area supply. Namun, yang membuat setup ini tidak berhasil, ternyata ada bullish pin bar yang menahan laju penurunan harga. Secara keseluruhan, setup ini sudah bagus, namun konteks harganya tidak ideal.

 

Contoh Ketiga

Grafik berikut adalah grafik cari Carnival Corp (CCL di NYSE) pada time frame Daily. Contoh ini menggunakan bantuan garis trenline dalam menentukan konteks dan harga take profit.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

  1. Tarik garis trenline naik dari dua buah harga terendah yang sudah terbentuk.
  2. Pola bearish outside bar menguji support dari garis trenline.
  3. Terbentuk candlestick bullish setelah outside bar. Setup buy valid.
  4. Letakkan buy stop di atas harga tertinggi outside bar.

Opsi target atau take profit pada contoh ini ada 2: yaitu menggunakan garis trenline atas dan menggunakan target proyeksi. Kita akan bahas lebih detail mengenai kedua cara ini.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

  1. Dengan menggunakan gelombang harga sebelumnya, kita bisa membuat target proyeksi harga dari harga tertinggi gelombang sebelumnya.
  2. Target proyeksi harga kedua dapat kita proyeksikan dari gelombang yang baru terbentuk.
  3. Cara kedua, Anda bisa menggunakan garis channel naik yang ditarik dari harga tertinggi (garis channel naik biru).
  4. Harga berhasil mencapai target proyeksi dan garis channel naik.

 

Contoh Keempat

Pada contoh sebelumnya, kita menggunakan contoh jebakan outside bar di market trending. Pola jebakan outside bar bisa juga Anda gunakan di market yang sedang sideways.

Pada grafik di bawah ini, terlihat beberapa jebakan outside bar dalam market sideways.

Teknik Swing Trading dengan Jebakan

Pada cara ini, ujung harga atau support/resisten menjadi target profit.

 

Kesimpulan

Ada beberapa poin penting yang menjadi bahan review dari keempat contoh di atas. Jebakan outside bar yang terbaik memiliki ciri-ciri di bawah ini:

  • Pola outside bar terbentuk pada ujung tren atau candlestick terakhir. Hal ini akan mengundang para trader untuk memanfaatkan pola outside bar karena melihat market akan koreksi.
  • Namun, candlestick outside bar tidak boleh terlalu panjang dalam konteks tren yang sedang berlangsung.

Coba lihat contoh pertama dan kedua di atas. Pada contoh pertama, bearish outside bar tidak panjang, hanya sepanjang 1 candle terakhir namun pada contoh kedua, satu bullish outside bar memiliki panjang yang setara 10 buah candle bearish terakhir.

Hal ini menunjukkan perlawanan arah dari seller/buyer yang melawan tren menjadi faktor pendukung untuk melihat keberhasilan setup trading ini. Konteks harga memberikan petunjuk penting mengenai peluang berhasilnya setup ini.

Meskipun penjelasan di atas cukup detail, tetap jangan tergesa-gesa menerapkan teknik ini pada akun riil. Ujilah terlebih dahulu pada akun demo untuk melihat efektifitasnya.

 

Meski pola Outside Bar bisa menjebak Anda ke jurang kerugian, tapi ada berbagai pola candlestick di luar sana yang bisa jadi penyelamat saat trading, seperti Pola Candlestick Gravestone Doji. Seperti apa cara kerjanya? Simak selengkapnya di sini.

298344
Penulis

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.