iklan

Teknik Trading Reversal Ala Sushi Roll

Memanfaatkan pembalikan harga bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya adalah teknik trading reversal ala sushi roll yang mengandalkan formasi RIOR. Apakah itu?

iklan

iklan

Reversal atau pembalikan arah trend seringkali disikapi berbeda oleh para trader. Mereka yang mengikuti trend cenderung menghindarinya, sedangkan yang suka melawan trend malah akan mencari-cari di mana reversal selanjutnya terbentuk.

Reversal berbeda dengan koreksi, retracement, atau pullback yang biasanya melawan trend hanya untuk sementara waktu. Bagi trader yang masih awam, memastikan apakah sebuah pergerakan melawan trend akan menjadi koreksi atau reversal bisa menjadi tantangan tersendiri.

Kesulitan tersebut sebenarnya sudah bisa diatasi dengan penggunaan indikator, metode analisa tertentu, dan pastinya pengalaman yang terasah dalam membaca pergerakan harga. Dalam bukunya yang berjudul "The Logical Trader", Mark Fisher mendiskusikan berbagai pola top dan bottom yang bisa mendeteksi reversal lebih awal. Teknik trading reversal ala sushi roll adalah salah satunya.

 

Fakta Menarik Teknik Trading Reversal Ala Sushi Roll

Metode ini bernama sushi roll bukan karena pola atau indikator yang menyerupai makanan tersebut. Menurut Fisher, teknik trading reversal ala sushi roll dicetukan saat jam makan siang oleh sekelompok trader, sehingga korelasinya kemungkinan terkait dengan menu makan siang yang disantap oleh para trader tersebut.

Teknik Trading Reversal ala Sushi Roll

Strategi ini sudah pernah diuji di pasar indeks saham, tepatnya pada pergerakan NASDAQ antara tahun 1990 hingga 2004. Backtest tersebut ditujukan untuk membandingkan performa teknik sushi roll dengan strategi buy-and-hold yang cukup banyak diandalkan para investor di pasar saham. Hasilnya, teknik trading reversal sushi roll bisa menghasilkan return 29.31%, sedangkan strategi buy-and-hold hanya membuahkan profit 10.66%.

 

8 Dasar Teknik Sushi Roll

  1. Menggunakan kurang lebih 10 candlestick sebagai acuan.
  2. Sekitar 5 candlestick pertama bergerak sesuai arah trend, tapi terjebak dalam range perdagangan yang sempit. Bagian ini disebut juga sebagai Rolling Inside.
  3. Sekitar 5 candlestick berikutnya bergerak di arah berlawanan, dengan High dan Low yang sepenuhnya melingkupi 5 candle sebelumnya. Bagian ini dinamakan sebagai Outside Reversal.
  4. Gabungan Rolling Inside dan Outside Reversal disebut sebagai setup RIOR.
  5. Konfirmasi bisa dilakukan dengan memperhatikan breakout dari trendline. Dalam backtest yang sebelumnya dilakukan, konfirmasi sinyal dilakukan dengan teknik divergence.
  6. Teknik trading reversal ini termasuk metode jangka panjang karena direkomendasikan untuk chart Weekly, dan membutuhkan banyak candle untuk bisa menemukan setup yang tepat. Namun jika Anda ingin mencobanya untuk jangka waktu menengah atau bahkan pendek, Anda bisa menguji teknik trading reversal ala sushi roll di time frame yang lebih rendah.
  7. Jumlah 10 candlestick merupakan rekomendasi yang tidak mengikat. Pada prakteknya, Anda bisa menggunakan 6 candlestick dengan formasi 3 candle untuk Rolling Inside dan 3 candle berikutnya untuk Outside Reversal, atau jumlah candlestick lainnya. Yang jelas, pastikan agar pola Rolling Inside dan Outside Reversal selalu memiliki jumlah candlestick yang seimbang.
  8. Setup RIOR dalam teknik trading reversal ini pada dasarnya mencerminkan pola engulfing. Bedanya, setup RIOR membutuhkan lebih banyak candlestick, sementara pola engulfing hanya mengandalkan 2 candlestick.

 

Cara Menggunakan Teknik Sushi Roll Dalam Trading Forex

Karena karakteristiknya yang memanfaatkan kumpulan pola candlestick dalam range tertentu, teknik sushi roll lebih cocok digunakan untuk trading di pair-pair yang pergerakannya relatif stabil ketimbang pair yang rentan bergejolak seperti pair cross.

Berikut ini adalah contoh penggunaan teknik trading reversal ala sushi roll dengan pair USD/JPY:

 

Harga Dalam Kondisi Bullish (Skenario Sell)

  • Dalam situasi uptrend, kemunculan setup RIOR patut diwaspadai sebagai sinyal bearish reversal. Chart berikut mengindikasikan harga cukup lama bergerak dalam range sempit setelah mengalami reli bullish yang signifikan. Ini merupakan pertanda bahwa kekuatan trend sudah mulai melambat. Coba perhatikan kotak yang dilabeli sebagai Rolling Inside.

Teknik Trading Reversal - Skenario Bullish 1

 

  • Pada fase berikutnya, setup Outside Reversal terkonfirmasi dengan munculnya sekelompok candlestick yang lebih volatile, dengan jangkauan high dan low yang melingkupi range harga di fase Rolling Inside.

Teknik Trading Reversal - Skenario Bullish 2

 

  • Ketika harga mulai tergelincir, pembalikan semakin terbentuk. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh break harga di bawah trendline.

Teknik Trading Reversal - Skenario Bullish 3

Open sell bisa dilakukan setelah penutupan candle breakout atau menunggu pullback terlebih dulu. Stop Loss disarankan ditempatkan di area high candlestick yang membentuk Outside Reversal. Pengambilan keuntungan dapat diatur sesuai rasio risk/reward atau Trailing Stop untuk memanfaatkan arus trend semaksimal mungkin.

 

Harga Dalam Kondisi Bearish (Skenario Buy)

  • Ketika market sedang menunjukkan kondisi downtrend, setup RIOR dalam teknik trading reversal ini mengindikasikan sinyal bullish reversal. Chart USD/JPY di bawah memperlihatkan bagaimana harga mulai bergerak terbatas di akhir downtrend, kemudian diikuti oleh pergerakan lebih ekstrem yang mengawali reli kenaikan.

Teknik Trading Reversal - Skenario Bearish 1

 

  • Setup RIOR pada chart kali ini terdiri dari 13 candlestick di fase Rolling Inside dan 13 candlestick di Outside Reversal. Anda bisa menunggu penutupan candle terakhir dalam formasi Outside Reversal untuk open buy atau menggunakan pullback harga sebagai acuan. Stop Loss yang direkomendasikan adalah area low Outside Reversal, sementara Take Profit sebaiknya disesuaikan dengan pengaturan money management.

Teknik Trading Reversal - Skenario Bearish 2

Yang perlu diketahui, semakin banyak jumlah candle yang dikelompokkan dalam setup RIOR, maka semakin lama pula sinyal trading yang bisa Anda dapatkan untuk mencari posisi entry.

Seringkali, break harga dari trendline merupakan bagian dari fase Outside Reversal. Bagi sebagian trader, hal ini mungkin sedikit merugikan karena akan memperkecil peluang mendapat profit dari titik reversal seawal mungkin.

Jika Anda termasuk dalam tipe trader semacam itu, maka Anda bisa menggunakan jumlah candlestick yang lebih sedikit untuk memastikan setup RIOR. Namun demikian, selalu ingat bahwa konfirmasi yang lebih sedikit akan membuat sinyal tersebut lebih rentan terhadap risiko false signal dan memiliki validitas yang lebih meragukan.

Untuk menambah konfirmasi di luar jumlah candle, Anda mungkin bisa mencoba penggunaan divergensi RSI. Grafik berikut menunjukkan sinyal-sinyal dari teknik trading reversal ala sushi roll yang sering bertepatan dengan terjadinya divergensi:

(Gambar oleh Sabrina Jiang dari Investopedia)
Konfirmasi teknik sushi roll dengan divergensi

Tertarik mempelajari metode divergensi dengan RSI? Simak ulasan lengkapnya di Trading Dengan Divergensi Dan Konvergensi Indikator RSI.

Download Seputarforex App

294624

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone