Teknik Trading Tren Dengan Heiken-Ashi

102915

Konon, Heiken-ashi adalah yang terbaik untuk trading tren. Bagaimana caranya? simak ulasan tentang teknik trading tren dengan Heiken-ashi ini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Sejumlah trader menyebut indikator Heiken-ashi sebagai alat bantu terbaik untuk trading tren (trend-trading). Namun, mayoritas trader pemula belum mengenalnya. Padahal, Heiken-ashi mampu menyaring noise yang dapat menganggu trader saat trading tren, sekaligus membantu untuk terus bertahan mengejar tren yang sedang berlangsung hingga titik penghabisannya. Untuk mengenal lebih lengkap mengenai indikator ini, simak ulasan komplit mengenai teknik trading tren dengan Heiken-ashi berikut.

 

Panduan Dasar Heiken-ashi

Bentuk Heiken-ashi menyerupai grafik candlestick, tetapi metode pembuatan dan cara membacanya berbeda dengan candle biasa. Rumus yang digunakan untuk membentuk setiap candle Heiken-ashi yaitu:

  • Open Heiken-ashi = (open candle Heiken-ashi sebelumnya + close candle Heiken-ashi sebelumnya) / 2
  • Close Heiken-ashi = (harga open candle sekarang + harga close candle sekarang + harga tertinggi candle sekarang + harga terendah candle sekarang) / 4
  • High Heiken-ashi = nilai tertinggi antara High candle saat ini, Open Heiken-ashi, atau Close Heiken-ashi
  • Low Heiken-ashi = nilai terendah antara High candle saat ini, Open Heiken-ashi, atau Close Heiken-ashi

Meski sepintas rumusnya sama-sama OHLC, tetapi shadow candle Heiken-ashi lebih pendek (atau bahkan tidak ada sama sekali) dibandingkan candlestick biasa. Selain itu, grafik Heiken-ashi juga tidak akan menampilkan gap mencolok seperti grafik candlestick pada umumnya. Berikut ini contoh penampilannya:

Pengertian Heiken Ashi

Sebagaimana kode warna yang lazim dalam penggunaan grafik candlestick, warna candle merah menandakan kondisi bearish, sedangkan warna candle hijau menandakan kondisi bearish. Namun, perbedaan rumus dan bentuk Heiken-ashi menjadikan perbedaan dalam cara penggunaannya pula. Alih-alih menghafalkan bentuk beraneka pola candlestick yang rumit, trader dapat memantau Heiken-ashi semata-mata untuk mendeteksi kekuatan tren. Panduannya sederhana: Semakin pendek shadow candle Heiken-ashi, maka makin kuatlah tren-nya.

Coba tengok grafik hasil tangkapan layar di atas. Hanya dengan sekali lihat, Anda bisa mengidentifikasinya. Tren kuat saat tak ada shadow pada candle Heiken-ashi. Sedangkan tren mulai melemah dan ancang-ancang untuk berubah arah apabila muncul shadow pada candle Heiken-ashi.

 

Trik Trading Tren dengan Heiken-ashi

Setelah mengetahui rincian di atas, lalu bagaimana trader bisa trading tren dengan Heiken-ashi? Simpel saja, gambarlah garis tren sebagaimana lazim dilakukan pada grafik candlestick, kemudian identifikasi setiap pullback untuk mengejar tren yang sedang berlangsung. Contohnya seperti ini:

Trading Tren dengan Heiken-ashi

Perhatikan bagaimana grafik Heiken-ashi melakukan pullback hingga mencapai garis tren biru sebelum melanjutkan kembali reli bullish-nya. Pergerakan bullish baru berakhir setelah grafik Heiken-ashi tembus ke bawah (break-down) garis tren biru.

Dalam contoh tersebut, Anda dapat trading tren dengan Heiken-ashi melalui langkah-langkah berikut:

  1. Tarik garis tren berdasarkan grafik Heiken-ashi yang sudah ada. Sebaiknya gunakan timeframe H1 atau lebih tinggi, karena Heiken-ashi kurang efektif pada timeframe yang terlalu rendah.
  2. Perhatikan setiap pullback saat harga bergerak menyusuri garis tren bullish tersebut. Umpamanya dalam contoh, setelah warna candle berubah dari merah menjadi hijau (koreksi bearish berakhir dan harga akan melanjutkan tren bullish), bukalah posisi Buy dengan Stop Loss pada batas Low candle Heiken-ashi sebelumnya. Untuk trading tren dengan Heiken-ashi saat mengejar harga yang bearish, lakukan sebaliknya: setelah warna candle berubah dari hijau menjadi merah (koreksi bullish berakhir dan harga akan melanjutkan tren bearish), bukalah posisi Sell dengan Stop Loss pada batas High candle Heiken-ashi sebelumnya.
  3. Tentukan target profit berdasarkan rasio risk/reward yang ditentukan dalam rencana trading Anda atau acuan level support dan resisten tertentu.

Mudah sekali, bukan!? Teknik trading tren dengan Heiken-ashi ini bisa diaplikasikan untuk hampir semua pasangan mata uang mayor maupun cross, bahkan Gold. Apabila dirasa kurang memadai, Anda dapat pula memasang indikator teknikal lain di atas grafik Heiken-ashi, misalnya Moving Average.

 

Indikator Heiken-ashi bukan hanya bisa ditampilkan sebagai pengganti grafik candlestick, melainkan juga bisa ditampilkan pada sub-window berdampingan dengan grafik harga biasa. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak artikel "Indikator Heiken-ashi pada Sub-Window".

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Gunawan
setuju. sekarang sedang mendalami heiken ashi
Mukhammad Komari
hem.. lagi..nyut nich
Ludfi Wahyu
Sebenarnya kalo sudah pake manajemen risiko bisa ditargetkan dulu exit levelnya, jadi nggak bingung menentukan posisi exitnya, kalo segalanya dihitung dari sistem trading mulai dari ukuran trading, stop loss & take prrofit pasti sistemnya bisa terencana lebih baik, tutup posisi nggak perlu dikira-kira waktu tradingnya sudah jalan..
Bow0
@ludfi; bs jg gan, kdg jg bs trgntng sm mnjmn rsknya, trutama dr ukuran trdngnya. bandingin aja klo loss meskipun smpe ratusan pips pst g bkl trlalu brpngrh klo ukuran trdngnya kecil, beda sm yg brn ambil lot bsr profitnya bs bnyak tp ruginya bs banyak pula, cz mskpn lossnya cm bbrp pips tp pst kerasa bngt
Agus Nomura
Bow0, jadi gimana cara ambil ukuran yang tepat master? kalau terlalu dikit ntar untungx gg berasa, tapi kalo besar justru lossx yg bakal berasa banget...
Bow0
@agus; ukuran trdng y dsesuaikan sm bsr modalnya dn jg keahlian trdngnya, biasanya yg msh baru kan suka ambil akun yg minim2 aja biar modalnya jg g bnyk2, smntr yg udh lbh bnyk pnglmn bs ambl akun yg nyediain fslts trdng bwt modal yg lbh bsr. intinya mst dprtimbangin trus itu rsk trdng, jgn fokus k profitnya aja, tingkatin modal br klo udah punya sistim trdng yg bgs plus prsnts profit yg bgs. slm msh blm pst hsl trdngnya y dminimalisir dlu ja ukuran trdngnya
Nur Aditama
Indiny lumayan mantep juga btw dapetinny dimana? ane cari di indi platform ane ngg ada tuh... Trus apa ada cara analisa laen selaen dr bentukan candleny aja? Apa kalo dia bisa nampilin candle yang beda itu berarti nanti strategi proce actionny juga bisa beda sama analisa dr candle standar?
Enigma
Untuk beberapa hal atau atau keadaan market tertentu, menurut saya penerapan stop loss itu lebih tepat jika ditempatkan diposisi dan angka yang tepat, karena bisa saja saat pengambilan posisi bisa salah arah dan terjadi berlawanan arah.

Sebab bila salah analisa padahal hari belum lagi berganti atau dengan kata lain bahwa satu hari itu atau 1 jam itu pun bisa terjadi turun naik harga. Tepat ditempatkan bila kecendrungan trend setelah pengambilan posisi memang berlawanan arah. atau dana memang terbatas untuk ambil peluang lagi.
Ismail
Mantap Boss sy dah analisa dg heiken ashi kita bs perkecil loss dan bs TP disaat yg tepat, karna sy pernah sell NZDUSD 0.50 lot dan dah profit sampe $159 truss saking takut kelepas dah sy close duluan padahal 1 hari itu turun terus sampe 3x lipat pssi sy close td, nyesek jg, momentum profit dilepas padahal susah banget cari momentum kyk gitu, tp kalo dah tau heiken ashi sy jd bs jaga pssi andai terjadi lg momentum itu, thanks boss sy banyak belajar disini termasuk Stochostic dan ichimoku kinko hyo, jd 3 indikator sy gabung jd template tersendiri, alhamdulillah tingkat akurasinya diatas 80%, thanks
Danny Stefanus
Paling ribet kalau pakai Indikator jejepangan gini. Terlalu complicated klw buat saya. Mending pakai yg pasti2 aja.