Teliti Sinyal Trading Sebelum Buka Posisi, Jangan Terjebak

280885

Jangan buru-buru buka posisi setelah muncul sinyal trading. Perhatikan dulu pedoman-pedoman berikut agar terhindar dari sinyal palsu saat trading forex.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seringkali sebagai trader kita dikuasai keinginan untuk mendapatkan keuntungan instan dengan berkali-kali membuka posisi meskipun kondisi pasar masih sedang sepi pergerakan atau sideway. Sama halnya ketika muncul sinyal trading dari indikator, beberapa trader langsung membuka posisi tanpa berusaha menyaring noise, sehingga mereka terjebak oleh sinyal trading palsu.

Masalah mulai muncul, ketika ternyata secara perlahan ekuitas atau deposit akun mengalami "pendarahan" karena jumlah posisi rugi (loss) terus membengkak melebihi perolehan keuntungan. Jika dibiarkan tanpa perbaikan, bukan tidak mungkin akun bermasalah tersebut akan segera menyentuh batas Margin Call.

 


3 Tips Sederhana Untuk Menghindari Sinyal Trading Palsu

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko terjebak sinyal palsu adalah dengan menghindarinya. Berikut adalah metode-metode mudah dan praktisnya:

 

  • Hindari Timeframe super rendah.

Ketagihan buka posisi trading di Timeframe dalam hitungan menit? Jika tujuan awalnya adalah untuk mencari keuntungan instan dari pergerakan kecil di Timeframe rendah, maka bersiaplah juga untuk menderita kerugian beruntun.

Contoh:
saring sinyal trading pada chart xauusd

Dari contoh chart XAU-USD dengan Timeframe 5 menit (M5) di atas, pola candlestick pada lingkaran biru (Engulfing Bearish) mengindikasikan bahwa harga berpotensi cukup tinggi untuk bergerak menurun setelah mencapai puncak. Candlestick berikutnya ternyata adalah Doji, dengan indikasi bahwa antara buyer dan seller masih berupaya untuk saling menekan. Jika Anda membuka posisi tepat pada level penutupan candlestick Doji tersebut, maka 10 menit berikutnya, keuntungan sebesar 100 pip dari posisi Short (Sell) sudah bisa dinikmati.

Namun, masalah utamanya setiap candlestick tersebut hanya berlangsung selama 5 menit saja. Jadi, jika Anda terlalu lama menahan posisi, keuntungan akan terhapus. Lebih buruknya lagi, jika posisi baru dibuka karena terlambat mengikuti pergerakan pasar atau terjebak sinyal palsu (lingkaran merah), maka kerugian dengan mudah juga mencapai ratusan pip dalam waktu singkat.

 

  • Jangan terlalu bergantung pada satu indikator saja.

Seperti yang dicontohkan pada chart XAUUSD (M5) sebelumnya, sinyal trading dari satu indikator saja masih belum cukup akurat untuk dijadikan dasar pembukaan posisi. Selalu gunakan indikator pendukung lain sebagai konfirmator untuk meningkatkan akurasi sinyal trading. Misalnya jika indikator MACD menghasilnya sinyal sell, cek apakah ada tanda-tanda konfirmasi serupa dari pergerakan harga dari beberapa candlestick terakhir (Price Action).

 

  • Hindari kustomisasi indikator super rumit atau tak efisien.

Terlalu banyak tumpukan indikator bersliweran di chart juga beresiko tinggi untuk menghasilkan sinyal trading palsu. Satu indikator berlawanan arah dengan indikator lain saja sudah membuat kita ragu untuk buka posisi, apalagi lebih dari itu.

Sebaiknya, gunakan indikator sederhana yang Anda kenal dan pahami betul cara kerjanya. Jangan terlalu sering mengganti atau mencoba-coba indikator baru hanya karena ingin mengikuti metode trader lain.

Tentu saja masih ada tips-tips lain untuk menghindari sinyal palsu. Anjuran-anjuran di atas masih bisa dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan dan strategi trading masing-masing.

 


Bagaimana Cara Membedakan Sinyal Trading Akurat Dengan Sinyal Trading Palsu?

Langkah selanjutnya, saring sinyal trading palsu sebelum membuka posisi trading. Pastikan bahwa order market hanya dieksekusi berdasarkan konfirmasi sinyal trading akurat. Ikuti langkah-langkah berikut:

 

1. Ketahui arah dan kekuatan trend terkini.

Proses identifikasi arah dan kekuatan trend adalah langkah pertama untuk menyaring sinyal trading palsu. Maksudnya, bila muncul satu trading sinyal dengan arah yang berlawanan dengan arah trend terkini, maka Anda perlu ekstra hati-hati.

contoh:
saring sinyal trading pada chart eurusd

Pada chart EURUSD (Daily) di atas, Trendline Channel memberikan petunjuk visual bahwa trend mendaki masih berlanjut dengan kuat. Dalam kondisi ini, peluang Buy pada batas-batas support garis bawah trendline peluang untungnya jauh lebih tinggi daripada peluang Sell.

Perhatikan munculnya sinyal Sell pada MACD (lingkaran merah bawah) diikuti oleh terbentuknya pola candlestick Three Outside Down (lingkaran merah atas), seharusnya harga sudah mulai bergerak turun dari puncaknya. Namun, berikutnya ternyata harga malah berbalik arah tepat di garis tengah Trendline Channel hingga menembus batas atas resistance.

Dari contoh di atas, kita dapat menyaring sinyal trading palsu dengan mengetahui arah dan kekuatan trend umum. Resiko lebih besar jika sinyal trading muncul berlawanan dengan trend.

 

2. Latih kesabaran menunggu konfirmasi sinyal trading.

Meskipun sinyal trading mulai tampak meyakinkan, jangan terburu-buru buka posisi. Tunggu dulu konfirmasi dari indikator pendukung sampai benar-benar searah dengan sinyal trading.

Contoh:
saring sinyal trading pada chart eurusd 02

Pada chart EUR/USD di atas, lingkaran biru pertama dari kiri menyorot potensi reversal saat harga mendekati resistance Trendline Channel. Peluang sell juga telah dikonfirmasi oleh garis MACD yang memotong garis sinyal dari atas. Berikutnya, harga bergerak menurun meski sempat rebound sementara. Begitu pula dengan lingkaran biru kedua dari kiri.

Perhatian apa yang terjadi pada sinyal trading sell (Three Inside Up) di lingkaran merah. Selain bergerak melawan trend umum, sinyal palsu ini juga tidak dikonfirmasi oleh bantuan indikator pendukung lain.

Menunggu konfirmasi dari indikator pendukung memang membutuhkan kesabaran ekstra karena trader pada umumnya khawatir tertinggal peluang trading. Meskipun begitu, lebih baik tertinggal pergerakan beberapa pip daripada terjebak sinyal palsu.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Superbejo
Sebenarnya sinyal dari market langsung tidak ada yang palsu.... Tetapi ada segerombolan siberat yang melawannya sehingga jadi unvalid, tujuannya hanya satu mencari keuntungan. Trader otodidak yg sering tertipu karena bisa copas strategi tapi tidak paham betul market. Waspadalah.. Waspadalah..
Agus Bastian
Iya kalau diperhitungkan secara teknis sih memang semua pergerakan harga bisa memicu sinyal-sinyal trading tertentu, jadi memang bukan masalah palsu atau asli, benar atau salah, tapi murni probabilitas. Jadi, saya setuju dengan pandangan Anda. Oleh karena itu lebih baik bagi trader pemula untuk belajar manajemen resiko dengan setting MM yang tepat sebelum buka posisi.
Slamet Hartono
Lalu berapa idealnya indikator yang harus saya pasang dalam trading? Saya buka MT4 di HP, buka 2 indikator saja sudah numpuk2. Buka 5 indikator puyeng lihatnya. Malah ga bisa analisa harga kira2 mau kemana
Nugraha
Klw mau praktis, naked trading aja gan, trading tanpa indikator. acuannya High dan Low. Kalau saya cuman pake 2 indikator Moving Average dan CCI.
Denny
Berapa lama saya harus bersabar menunggu sinyal trading?
Seputarforex
Sinyal trading mana yang Anda maksud? Apakah sinyal trading yang anda tentukan sendiri berdasarkan analisa teknikal/fundamental? Atau sinyal trading yang Anda peroleh dari layanan penyedia sinyal trading?

Jika maksud anda adalah sinyal trading yang anda tentukan sendiri, maka anda bisa mengidentifikasi trend, momentum dan sentimen pasar terlebih dahulu. Atau anda bisa menentukan sinyal berdasarkan pola candlestick, maupun pola chart.
Jika maksud ada penyedia sinyal trading, maka beberapa hal yang harus Anda perhatikan antara lain:

1. Metode Analisa yang Digunakan Penyedia Sinyal

2. Rekam Jejak, Backtesting, dan Uji Coba Gratis

3. Infrastruktur Penunjang