Advertisement

iklan

The Big Short: Kisah Fenomenal Di Balik Krisis Finansial 2008

Krisis tahun 2008 merupakan peristiwa besar yang mengguncang pasar finansial di era modern. Jika ingin mempelajarinya dengan mudah, film The Big Short bisa jadi pilihan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Peristiwa ekonomi terjadi di sekitar kita, tapi banyak di antara kita tidak mengerti apa yang benar-benar terjadi. Sebetulnya, kita bisa belajar ekonomi secara praktis dan lebih menyenangkan dari film, misalnya tentang bagaimana mekanisme krisis ekonomi terjadi di tahun 2008.

The Big Short (2015) adalah sebuah film drama komedi yang didasarkan pada kisah nyata. Plotnya menceritakan krisis keuangan di Amerika Serikat pada tahun 2008, yang diakibatkan oleh pecahnya bubble investasi pada sektor perumahan. Dibintangi oleh sederet bintang ternama seperti Brad Pitt, Christian Bale, Ryan Gosling, Steve Carell, dan Jonah Hill, alur film ini sebenarnya berpindah-pindah dari satu perjalanan karakter ke kisah tokoh lainnya.

Namun dari sekian banyak karakter yang ditampilkan, fokus utama film ini berpusat pada Michael Burry yang diperankan Christian Bale. Ia merupakan sosok terkenal yang sudah memperkirakan krisis keuangan AS, bahkan sejak dua tahun sebelum hal itu terjadi. Berikut adalah video trailernya:

Ketika ia pertama kali mengungkapkan prediksinya, tak seorang pun yang menyadari dan mempercayainya, baik pihak bank atau The Fed sekalipun. Padahal, situasi tersebut berdampak sangat besar karena Amerika Serikat adalah sebuah negara adidaya, dimana keadaan ekonomi negara tersebut turut mempengaruhi keadaan ekonomi dunia.

Menurut penulis, kisah Burry yang diceritakan di The Big Short menarik, karena ia dapat menyimpulkan bahwa krisis keuangan akan terjadi karena kredit macet dari KPR sejak tahun 2006. Pendapatnya tidak langsung diterima dan bahkan dianggap tidak masuk akal, terutama karena pasar perumahan Amerika Serikat sangatlah kuat. Pada saat itu, surat berharga MBS yang didasarkan pada KPR mendapat peringkat AAA oleh lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor (S&P). Melakukan Short pada pasar perumahan dianggap hal gila, tapi ternyata, prediksi Burry tentang krisis benar-benar terjadi di tahun 2008.

 

Michael Burry Dan Pandangannya Terhadap MBS

Michael Burry adalah seorang pemilik usaha pengelolaan aset berukuran sedang di Wall Street. Insting Burry pertama kali muncul ketika ia menyadari ada sesuatu yang salah; saat krisis dotcom pecah di tahun 2000, perumahan di Sillicon Valley malah meningkat harganya. Pada tahun 2006, Burry pun memutuskan untuk menganalisis lebih lanjut tentang KPR di Amerika.

Setelah melakukan analisis mendalam, Burry menemukan bahwa banyak dari para kreditor rumah selama ini merupakan orang-orang yang tidak layak kredit. Tidak layak kredit dalam artian tidak semestinya diberi kredit, tapi pada saat itu semua orang bilang "Siapa sih yang tidak akan membayar kredit rumahnya?". Dengan anggapan klise seperti itu, market perumahan dianggap sangat solid sehingga pertumbuhan penjualannya seiring dengan pertumbuhan populasi.

Sejak tahun '70-an, ada sebuah surat berharga yang dinamakan sebagai MBS (Mortgage-Backed Securities) di AS. Seseorang yang membeli MBS percaya bahwa ke depannya, market perumahan Amerika Serikat akan terus bertumbuh. MBS sendiri merupakan sekuritas dengan underlying asset berupa kumpulan dari ribuan KPR di bank-bank dan lembaga-lembaga KPR di bawahnya. Rating MBS kemudian dikonsensus dari rating lembaga-lembaga KPR tersebut.

Penjelasannya begini:

Apabila sebuah lembaga KPR memiliki kredit macet 30% dari jumlah kreditor, maka ratingnya DDD, apabila hanya 10% maka A, kalau hanya 5% maka AA, sedangkan jika hanya 1% saja maka AAA.

MBS ini terdiri dari puluhan lembaga di bawahnya, dan tidak semua lembaga-lembaga ini memiliki peringkat yang bagus. Ada yang BBB, ada yang BB, ada yang AAA, ada juga yang CCC. Namun jika ratingnya dijadikan satu lalu dirata-ratakan, maka akan didapat rating yang bagus, dan menjadi semakin bagus setelah diangkat secara absurd oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor menjadi AAA.

Dengan rating yang tinggi, penjualan MBS laris manis. Sayangnya, Burry tidak begitu melihatnya. Burry mendapati bahwa kredit macet di sektor perumahan terus tumbuh. Hal ini tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan gaji orang-orang AS pada umumnya. Suatu saat, pertumbuhan kredit macet akan jauh melebihi kemampuan masyarakat AS untuk membayar KPR-nya, dan Burry pun melakukan hitungan matematis. Dari situ, didapat-lah bahwa pecahnya bubble di sektor properti akan terjadi dua tahun setelah ia melakukan kalkulasi pada tahun 2006.

Maka Burry pun mengajukan untuk membeli CDS (Credit Default Swap). CDS pada dasarnya adalah asuransi krisis apabila krisis benar-benar terjadi. Membelinya hampir sama dengan bertaruh melawan sektor properti yang saat itu masih terlihat tumbuh dengan baik. Deutsch Bank dan puluhan bank lainnya yang diminta menjual CDS pada Burry pada saat itu terkejut, nyaris hampir tak percaya. Kredit perumahan benar-benar solid, bahkan The Fed saja tidak menyadarinya, Alan Greenspan saja tidak berkata apa-apa. Namun dengan mantap, Burry membeli CDS dengan uang nasabahnya.

Michael Burry

(Kiri: Michael Burry asli. Kanan: Michael Burry yang diperankan Christian Bale di The Big Short)

Dua tahun setelahnya, market benar-benar kolaps. Keuangan Amerika tumbang, lembaga keuangan Lehman Brothers yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun terpaksa bangkrut. Keadaan benar-benar kacau, tapi Burry serta sedikit orang lainnya yang membeli CDS, mendapat keuntungan luar biasa dari posisi Short mereka.

 

Fakta Menarik Di Balik The Big Short

  • Michael Burry kini tidak mengelola aset investor, hanya asetnya sendiri. Ia kini fokus pada satu komoditas, yaitu air. Burry percaya bahwa air bersih akan menjadi langka karena pertumbuhan manusia dan aktivitasnya melebihi kapasitas air di muka bumi. Ia juga memprediksi bahwa kelangkaan tersebut akan memicu naiknya harga air bersih. Ngomong-ngomong, momen kenaikan pesat harga air yang ia perkirakan  adalah tahun 2050.
  • Dua tokoh selain Michael Burry yang dikisahkan di film ini adalah pengelola aset Brownfield yang hanya terdiri dari 2 orang, yaitu Jamie dan Charlie. Jamie dan Charlie adalah dua orang hebat yang berhasil mengembangkan dana dari $110,000 menjadi $12,000,000 hanya dalam 4 tahun saja. Artinya, mereka berhasil mengembangkan dana hingga 10,909% dalam 4 tahun. Lalu akhirnya, mereka juga membeli CDS dan berhasil mendapat pengembangan dana hingga $130,000,000.

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'